12/08/2026
PERSIB SUDAH HILANG DARI FIFA BAN. MASALAH SELESAI, TAPI JANGAN BERHENTI DI SINI.
Kalau memang persoalannya bisa diselesaikan dengan pembayaran, seharusnya jangan sampai Persib membiarkan namanya masuk dan bertahan di daftar FIFA Registration Ban.
Mungkin terlihat sederhana: tinggal bayar, selesai.
Tapi bagi klub sebesar Persib, membiarkan masalah sampai menjadi sanksi FIFA justru memperlihatkan persoalan dalam manajemen kontrak dan administrasi.
Kasus Sato, kemudian Robert René Alberts, seharusnya menjadi alarm.
Audit kembali seluruh kontrak lama. Pastikan tidak ada kewajiban, kompensasi, atau potensi sengketa yang masih menggantung.
Jangan tunggu masalah berikutnya sampai FIFA kembali turun tangan.
Karena Persib bukan cuma butuh manajemen yang bisa menyelesaikan masalah setelah terjadi.
Persib butuh manajemen yang mampu mencegah masalah sebelum menjadi sanksi.
Jangan jadikan FIFA Ban sebagai sesuatu yang dianggap “gampang, tinggal bayar”.
Nama besar Persib seharusnya dikelola dengan standar profesional yang lebih besar.