25/05/2026
"AWAL YG HILANG"
Sejak umur 3 tahun aku tahu rasanya ditinggal.
Ibu pergi tanpa pamit. Bibi menggantikan, tapi itu bukan rumah. Hanya atap.
Di rumah nenek pun sama. Banyak orang, banyak suara, tapi tak ada ruang untukku.
Aku pikir akhirnya punya rumah saat ayah menjemputku setelah SD.
Dua tahun rasanya tenang. Sampai kelas 8, ayah pulang membawa keluarga baru.
"Laila, kamu sudah besar, kamu pasti mengerti," katanya.
Aku hanya bisa jawab, "Iya, Yah."
Padahal di dalam dadaku, ada pintu yang pelan-pelan tertutup.
Usia 28 tahun aku menikah. Dua tahun kemudian lahir Senja.
Untuk pertama kalinya aku merasa punya rumah yang kubangun sendiri.
Tapi tahun 2014, semuanya runtuh dalam sehari.
Ayah meninggal pagi hari. Siang harinya surat PHK datang.
Malamnya, aku duduk di meja makan bersama suami...
_...dan kami sadar, kami sudah terlalu lelah berpura-pura._
***_[Bersambung]