Moms and Kids Zone

Moms and Kids Zone The Power of Book, the Power of Read

Berapa kali dalam seminggu masak ikan bun? Tahu gak kalau ternyata banyak nutrisi dalam ikan yang diperlukan oleh tubuh....
07/11/2020

Berapa kali dalam seminggu masak ikan bun?

Tahu gak kalau ternyata banyak nutrisi dalam ikan yang diperlukan oleh tubuh. Yaitu, asam lemak omega 3, protein, lemak sehat dan vitamin K.

Manfaatnya di antara lain, dapat mencegah penyakit jantung, menjaga fungsi otak, menjaga kesehatan tulang dan mata.

Selain itu ikan juga dapat membantu mencegah penyakit tiroid, karena kandungan yodium pada ikan dapat mencukupi kebutuhan yodium yang diperlukan oleh tubuh.

Yuk masak ikan! Dan jangan lupa gunakan alat masak berkualitas seperti double pan vienta supaya kandungan gizinya tetap terjaga yaa!

👩‍🍳

info


Hiburan bermain bersama anak
04/11/2020

Hiburan bermain bersama anak

02/11/2020
Kamu mungkin sudah mengenal Albert Einstein sebagai manusia jenius dan ahli fisika penemu Teori Relativitas. Tapi sudahk...
31/10/2020

Kamu mungkin sudah mengenal Albert Einstein sebagai manusia jenius dan ahli fisika penemu Teori Relativitas. Tapi sudahkah kamu tahu bahwa ternyata Einstein memiliki hobi bermain biola dan berlayar?

Dan tahukah kamu bahwa peraih Hadiah Nobel Fisika tahun 1921 itu pernah gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi dan telat untuk bisa bicara ketika kecil?

Tidak memenuhi aturan, tidak tertib...Krik anak yuuuk dengan cara yang cantik 😊
30/10/2020

Tidak memenuhi aturan, tidak tertib...
Krik anak yuuuk dengan cara yang cantik 😊

Walau terkadang rasanya menyiksa dan membuat tidak nyaman, penelitian mengungkapkan manfaat sekaligus dampak positif pad...
27/10/2020

Walau terkadang rasanya menyiksa dan membuat tidak nyaman, penelitian mengungkapkan manfaat sekaligus dampak positif pada janin lho, Bun. Namun memang kondisi bumil ini bisa berbeda-beda ya Bun. Jadi bukan berarti bumil yang tidak mengalami kondisi ini akan mengalami hal yang negatif.
Morning sickness yang berat juga tak boleh didiamkan, karena itu jangan lupa untuk selalu rutin berkonsultasi dengan dokter agar bisa mendapat penanganan yang tepat. Selama kehamilan jangan lupa untuk mengonsumsi makanan gizi seimbang supaya perkembangan janin bisa maksimal.

Kita semua tentu menginginkan anak-anak tumbuh menjadi pemakan yang baik, dalam artian mau mengonsumsi semua makanan seh...
27/10/2020

Kita semua tentu menginginkan anak-anak tumbuh menjadi pemakan yang baik, dalam artian mau mengonsumsi semua makanan sehat. Akan tetapi, Mama barangkali sudah mengalami sendiri bagaimana susahnya memperkenalkan makanan baru pada balita. Menerima makanan baru adalah hal yang tidak mudah untuk anak-anak. Mereka perlu diperkenalkan berulang dan dibiasakan hingga benar-benar mau menerimanya.

Sayangnya, Sarah Remmer, R.D., ahli gizi anak-anak dan keluarga dari The Centre for Family Nutrition, Calgary, Canada, mengatakan bahwa sering kali orang tua sendirilah yang membentuk anaknya menjadi picky eater. Tanpa disadari, orang tua melakukan kesalahan yang membuat anaknya jadi terlalu pemilih.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Sarah mengatakan, “Orang tua sering membuat asumsi tentang perilaku makan anak-anak mereka dan tanpa sengaja membatasi kemajuan mereka dalam menerima makanan baru.” Padahal hal tersebut akan sangat berdampak pada perilaku makan anak-anak.

Sarah menyebutkan tiga kesalahan orang tua yang menyebabkan anak mempersempit selera makan mereka sehingga tumbuh menjadi seorang picky eater.

Tidak Menawarkan Lagi Setelah Ditolak
“Kamu pasti nggak mau, deh. Soalnya kamu kemarin menolak pas dikasih ini.” Ini adalah asumsi Anda semata. Tanpa Anda sadari, Anda sering menghindari menyajikan makanan baru karena takut ditolak. Alasannya karena Anda meminimalisir pertempuran saat makan dan menghindari buang-buang makanan. Bahkan, bila apa yang pernah ditolaknya menjadi bagian dari makanan lain, misalnya tomat di atas pasta, Anda pun sering membuangnya agar si kecil tetap mau makan.

Padahal, anak-anak butuh diperkenalkan pada makanan baru sebanyak 10-15 kali untuk memutuskan apakah mereka benar-benar menyukainya atau tidak. Jangan berhenti menyajikan makanan tertentu karena penolakan sebelumnya. Teruslah memperkenalkannya lagi dan lagi.

Zona Nyaman Bikin Over Protektif
Seringkali orang tua seperti terjebak dalam zona nyaman karena melihat anaknya mampu memakan dengan baik apa yang sudah ia sajikan selama ini. Akhirnya, sebagai orang tua, Anda terlalu membatasi makanan anak karena berpikir makanan tersebut tidak ramah anak, misalnya karena terlalu manis, terlalu asin, atau ukurannya yang tidak sesuai. “Namun, dengan asumsi ini, kita sering lalai untuk memaparkan anak-anak kita pada banyak makanan,” ujar Sarah.

Tidak Memberikan Contoh
“Orang tua memainkan peran yang kuat dalam pola makan dan preferensi anak-anak mereka sejak usia dini,” ujar Sarah. Ia menyebutkan bahwa orang tua memainkan peran paling penting dalam membentuk preferensi makanan anak-anak mereka dalam lima tahun pertama kehidupan.

Banyak orang tua yang ingin anaknya melahap makanan sehat seperti sayur dan buah namun tidak memberikan contoh yang baik. Mereka berpikir bahwa anak-anak tidak memerhatikan perilaku dan budaya makan orang tuanya. Akhirnya, mereka dengan cuek makan makanan instan serta snack di depan anaknya. Padahal apa yang dilakukan orang tua ini menjadi contoh bagi anak-anaknya.

Semakin hari, polusi udara di dunia semakin parah. Tidak hanya di area luar, udara yang sudah bercampur bahan kimia juga...
27/10/2020

Semakin hari, polusi udara di dunia semakin parah. Tidak hanya di area luar, udara yang sudah bercampur bahan kimia juga masuk ke dalam rumah. Lama kelamaan, kesehatan Anda dan keluarga pun mulai terganggu. Rumah bukan lagi tempat berlindung yang aman dan sehat. Padahal, rumah adalah zona ternyaman Anda, tempat di mana Anda selalu ingin pulang.

Tak perlu khawatir, situasi seperti ini bisa Anda atasi dengan cara yang mudah yaitu menghadirkan tanaman hias dalam rumah. Bukan sembarang tanaman, tanaman hias tersebut adalah tanaman yang bisa menjernihkan udara kotor.

Tahukah Ayah/Bunda? Membacakan dongeng untuk anak dapat meningkatkan Bonding dengan anak loh🤗Psikolog Anak, Vera Itabili...
25/10/2020

Tahukah Ayah/Bunda? Membacakan dongeng untuk anak dapat meningkatkan Bonding dengan anak loh🤗

Psikolog Anak, Vera Itabiliana mengatakan, membacakan dongeng dapat menguatkan bonding time antara ibu dengan anak. Tentunya kegitan mendongeng juga meningkatkan berbagai aspek tumbuh kembang anak.

"Kegiatan membaca dongeng dapat meningkatkan dan mempererat ikatan ibu dan anak. Selama dongeng dibacakan maka akan mempengaruhi perkembangan sosial, emosi, maupun kognitif anak," ungkap Vera

Nah, Ayah/Bunda ternyata mendongeng tidak hanya penghantar tidur, tapi juga bisa sebagai bonding antara orang tua dan anak.

Jadi, mulai sekarang yuk mulai mendongeng untuk si kecil, agar tercipta hubungan yang semakin erat antara anak dan orang tua✨

Source: Suara.com

Super Hafiz
24/10/2020

Super Hafiz

Address

Perumahan KSB, Serang Baru Cibarusah
Cikarang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Moms and Kids Zone posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Moms and Kids Zone:

Share