13/10/2024
Tragedi Pas**an Gajah
Abrahah resah. Orang-orang senantiasa berkunjung ke Mekah. Ka'bah selalu menjadi tempat ibadah yang banyak dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai penjuru jazirah Arab.
Sempit dadanya menyaksikan itu. Ia ingin orang-orang berpaling dari Ka'bah dan tidak lagi datang ke Mekah. Ia pun membangun rumah ibadah yang besar dan megah di Yaman. Ia berharap orang-orang datang ke rumah ibadah tersebut dan tidak lagi datang ke Ka'bah.
Namun, setelah menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar, apa hasilnya? Apa yang ia peroleh? Bangsa Arab ternyata tetap datang ke Mekah. Mereka tetap beribadah haji ke Ka'bah.
Maka mendidihlah darah Abrahah. Ketika amarah sedang bergejolak di dadanya, tiba-tiba ia mendengar berita yang sangat mengejutkan. Ada orang yang membuang hajat di tempat ibadah yang telah ia bangun!
Dan yang lebih mengejutkan lagi, orang yang melakukan perbuatan tersebut ternyata orang Arab yang notabene pengagung Ka'bah!
Orang Arab itu melakukan demikian karena kesal setelah mengetahui tujuan Abrahah membangun tempat ibadah tersebut.
Meledaklah kemarahan Abrahah. Jadi kalaplah ia. Gelap matanya. Ia pun bersumpah untuk melakukan perbuatan yang di luar perkiraan siapa pun. Ia ingin meratakan Ka'bah dengan tanah! Ia bertekad menghancurkan Ka'bah, rumah Allah!
Akhirnya, bergeraklah pas**an Abrahah dari Yaman menuju kota Mekah demi menghancurkan Ka'bah. Ketika itu, Abrahah membawa gajah, makanya pas**an tersebut dinamakan pas**an gajah.
Ketika Abrahah sampai di daerah Mughammas, dan siap menyerbu Mekah, tiba-tiba gajahnya berhenti. Mogok jalan. Gajah itu dipukul dan dibentak, tapi tetap tidak bergerak.
Jika gajah tersebut diarahkan ke arah Yaman, ia langsung bergerak cepat. Kalau ia diarahkan ke Syam, ia juga langsung bergerak cepat. Begitu p**a kalau diarahkan ke timur. Namun, kalau diarahkan ke arah Ka'bah, ia langsung diam. Mogok jalan.
Tingkah si gajah membuat bingung dan kesal Abrahah. Ia tidak sadar kalau itu sebenarnya tanda dekatnya kehancuran yang akan menimpa dirinya dan pas**annya.
Dalam sekejap, muncullah rombongan burung dari kejauhan. Mereka membawa batu-batu yang sangat panas. Ketika burung-burung itu mendekat dan sampai di atas kepala Abrahah dan pas**annya, mereka pun melemparkan batu-batu yang mereka bawa ke pas**an gajah.
Maka, tidak ada seorang pun yang terkena batu tersebut kecuali mati secara mengenaskan. Akhirnya, pas**an gajah mati bergelimpangan seperti daun yang dimakan ulat.
Allah menyebutkan peristiwa itu dalam surat Al-Fiil:
"Apakah engkau tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat." (QS. Al-Fiil: 1-5)
Siberut, 6 Rabi'ul Tsani 1446
Abu Yahya Adiya
Sumber: Syarh Riyadhush Shalihin karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-'Utsaimin.
Copas🙏🏼