Toko Shopee Viral Murah

Toko Shopee Viral Murah Produk murah + hemat + berkualiitas in sya Allah

05/09/2026

Assalamu’alaikum wr wb

Kisah Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu

*Sebagian Kisah Pancaran Akhlak Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu*

Salah satu bentuk didikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang jelas-jelas mencerminkan kepribadian beliau pada diri Ali adalah kesederhanaan (zuhud)-nya. Beberapa orang sahabat sering melihat Ali bin Abi Thalib menangis pada malam-malamnya, sambil berbicara sendiri, "Wahai dunia, apakah engkau hendak menipuku? Apakah kamu mengawasiku? Jauh sekali…jauh sekali… Godalah orang selain aku, sesungguhnya aku telah menceraikanmu dengan thalak tiga. Umurmu pendek, majelis-majelismu sangat hina, kemuliaan dan kedudukanmu sangat sedikit dan tidak berarti (akan habis). Alangkah sengsaranya aku, bekalku sedikit sedangkan perjalanan sangat jauh dan jalannya sangat berbahaya."

Itulah prinsip-prinsip mendasar dari akhlak Ali bin Abi Thalib, yang secara umum mewarnai jalan kehidupannya, termasuk ketika ia menjabat sebagai khalifah.

*Bekerja pada Orang Yahudi*

Suatu ketika Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengunjungi kedua cucunya, Hasan dan Husain, tetapi di sana beliau hanya menjumpai putrinya, Fathimah. Ketika beliau bertanya tentang keberadaan kedua cucunya, Fathimah berkata kalau keduanya sedang mengikuti ayahnya, Ali bin Abi Thalib, yang sedang bekerja menimba air pada orang Yahudi karena pada hari itu memang tidak ada persediaan makanan bagi mereka sekeluarga.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjumpai Ali di kebun orang Yahudi itu, ia menimba air untuk menyiram tanaman di kebun tersebut dengan upah satu butir kurma untuk satu timba air. Hasan dan Husain sendiri sedang bermain-main di suatu ruang sementara tangannya sedang menggenggam sisa-sisa kurma. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berkata kepada Ali, "Wahai Ali, apa tidak sebaiknya engkau bawa p**ang anak-anakmu sebelum terik matahari akan menyengat mereka?"

Ali menjawab, "Wahai Rasulullah, pagi ini kami tidak memiliki sesuatu pun untuk dimakan, karena itu biarkanlah kami disini hingga bisa mengumpulkan lebih banyak kurma untuk Fathimah."

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam akhirnya ikut menimba air bersama Ali, hingga terkumpul beberapa butir kurma untuk bisa dibawa p**ang.

*Pengadilan Atas Kepemilikan Baju Besi*

Ketika menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib telah kehilangan baju besinya pada perang Jamal. Suatu ketika ia berjalan-jalan di pasar, ia melihat baju besinya ada pada seorang lelaki Yahudi. Ali menuntut haknya atas baju besi itu dengan menunjukkan ciri-cirinya, tetapi si Yahudi bertahan bahwa itu miliknya.

Ali mengajak si Yahudi menemui kadhi (hakim) untuk memperoleh keputusan yang adil. Yang menjadi kadhi adalah Shuraih, seorang muslim. Ali menyampaikan kepada kadhi tuntutan kepemilikannya atas baju besi yang sedang dibawa oleh si Yahudi.Ia menunjukkan ciri-cirinya, dan membawa dua orang saksi, Hasan putranya sendiri dan hambanya yang bernama Qanbar.

Mendengar penuturan Ali, yang tak lain adalah Amirul Mukminin yang menjadi ‘Presiden’ kaum muslimin saat itu, Shuraih berkata dengan tegas, "Gantikan Hasan dengan orang lain sebagai saksi, dan kesaksian Qanbar saja tidak cukup!"

"Apakah engkau menolak kesaksian Hasan?" Tanya Ali kepada Shuraih, "Padahal Rasulullah pernah bersabda Hasan dan Husain adalah penghulu pemuda di surga?"

"Bukan begitu Ali," Kata Shuraih, ia sengaja tidak menyebut Amirul Mukminin, karena begitulah kedudukannya di depan hukum, ia meneruskan, "Engkau sendiri pernah berkata bahwa tidak sah kesaksian anak untuk bapaknya."

Karena Ali tidak bisa menunjukkan saksi lain yang menguatkan kepemilikannya atas baju besi itu, Shuraih memutuskan baju besi itu milik si Yahudi, dan Ali menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

Si Yahudi begitu takjub dengan peristiwa ini. Ia-pun mengakui kalau baju itu ditemukannya di tengah jalan, mungkin terjatuh dari unta milik Ali. Ia langsung mengucapkan syahadat, menyatakan dirinya masuk Islam, dan mengembalikan baju besinya kepada Ali. Tetapi karena keislamannya ini, justru Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepadanya, dan menambahkan beberapa ratus uang dirham. Lelaki ini selalu menyertai Ali sehingga ia terbunuh syahid dalam perang Shiffin.

02/09/2026

Saya mendapat lebih dari 50 tanggapan pada postingan saya minggu lalu! Terima kasih semuanya atas dukungan Anda! 🎉

02/09/2026

بسم الله الرحمن الرحيم

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

"Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat. Sesungguhnya ‎orang kuat ialah siapa yang dapat menahan dirinya ketika marah.‎"
[Sahih] - [Muttafaq 'alaih] - [Sahih Bukhari - 6114]

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa kekuatan sejati bukan pada kekuatan fisik atau orang yang menang gulat adalah orang kuat. Orang kuat nan hebat ialah yang mampu melawan dirinya dan menaklukkannya ketika marahnya membuncah karena hal itu menunjukkan kekuatannya dalam mengendalikan diri dan kemenangannya menaklukkan setan.

02/09/2026

One Day One Ilmu /ODOI 😊😁

بسم الله الرحمن الرحيم

سورة الزمر آية ١٨
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

02/09/2026

Berikut tafsir ringkas Surat Al-Baqarah ayat 102 tentang kisah Harut dan Marut.

1. Tuduhan terhadap Nabi Sulaiman عليه السلام

Allah menjelaskan bahwa sebagian orang mengikuti ajaran sihir yang disebarkan oleh setan-setan pada masa kerajaan Nabi Sulaiman.

Mereka bahkan menuduh Nabi Sulaiman menggunakan sihir. Allah membantah tuduhan itu:

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا

“Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setan itulah yang kafir.”

Jadi, Nabi Sulaiman bukan tukang sihir. Ilmu dan kekuasaan luar biasa yang dimilikinya adalah karunia dari Allah.

---

2. Setan mengajarkan sihir kepada manusia

يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

Artinya: “Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.”

Sihir digunakan untuk berbagai kejahatan, seperti:

memisahkan suami dan istri,

menipu manusia,

mencelakakan orang lain,

mendekatkan diri kepada setan.

Karena itu, sihir bukan ilmu yang dianjurkan dalam Islam.

---

3. Siapa Harut dan Marut?

Allah berfirman:

وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ

Harut dan Marut disebut berada di Babil.

Menurut tafsir mayoritas ulama, keduanya adalah dua malaikat yang menjadi bagian dari ujian Allah kepada manusia.

Mereka tidak langsung mengajarkan sesuatu kepada orang yang datang kepada mereka. Mereka terlebih dahulu memberikan peringatan:

إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ

“Sesungguhnya kami hanyalah ujian, maka janganlah kamu kafir.”

Artinya, manusia sudah diberi tahu bahwa perkara tersebut merupakan ujian.

---

4. Mengapa disebut ujian?

Misalnya seseorang sudah mengetahui bahwa suatu jalan itu berbahaya, tetapi tetap memilih melakukannya.

Demikian p**a manusia yang datang kepada Harut dan Marut. Mereka telah diperingatkan:

> “Jangan sampai kamu kafir.”

Tetapi sebagian orang tetap memilih mempelajari dan menggunakan sihir untuk tujuan buruk.

Jadi, yang diuji adalah manusia, apakah akan taat kepada Allah atau memilih jalan sihir.

---

5. Sihir dapat memisahkan suami dan istri

Allah berfirman:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

Artinya:

“Mereka mempelajari dari keduanya sesuatu yang dapat digunakan untuk memisahkan antara seorang laki-laki dan istrinya.”

Ini menunjukkan bahwa salah satu tujuan sihir adalah merusak hubungan manusia, termasuk rumah tangga.

Namun Allah langsung menjelaskan:

وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Mereka tidak dapat membahayakan seseorang kecuali dengan izin Allah.”

Artinya, tidak ada kekuatan apa pun yang berdiri di luar kekuasaan Allah.

---

6. Sihir lebih banyak membawa bahaya daripada manfaat

Allah berfirman:

وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ

“Mereka mempelajari sesuatu yang membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka.”

Orang mungkin mengira sihir dapat memberikan kekuatan atau keuntungan. Tetapi akibatnya sangat berat, terutama terhadap:

akidah,

hubungan manusia dengan Allah,

kehidupan sosial,

dan keselamatan di akhirat.

---

Bagaimana dengan cerita Harut dan Marut melakukan dosa?

Ada kisah populer yang mengatakan bahwa Harut dan Marut turun ke bumi, kemudian tergoda seorang wanita, minum khamar, berzina, bahkan melakukan pembunuhan.

⚠️ Kisah ini tidak terdapat dalam Al-Qur'an secara jelas dan tidak memiliki dasar hadis sahih yang kuat untuk dipastikan sebagai kebenaran.

Banyak ulama menjelaskan bahwa cerita tersebut termasuk Israiliyyat, yaitu cerita yang berasal dari riwayat Bani Israil.

Karena itu, kita cukup meyakini apa yang benar-benar disebutkan dalam Al-Qur'an:

Yang pasti:

✅ Harut dan Marut disebut dalam Al-Baqarah ayat 102.
✅ Mereka berada di Babil.
✅ Mereka menjadi ujian bagi manusia.
✅ Mereka memperingatkan manusia: “Janganlah kamu kafir.”
✅ Sebagian manusia kemudian mempelajari sihir untuk tujuan buruk.

Yang tidak boleh dipastikan:

❌ Harut dan Marut berzina.
❌ Mereka minum khamar.
❌ Mereka membunuh seseorang.
❌ Cerita wanita cantik yang sering disebut dalam kisah-kisah populer.

Pelajaran utama ayat ini: jangan tertipu oleh sesuatu yang tampak memiliki kekuatan. Kekuatan sejati hanya milik Allah, dan manusia tidak boleh mencari jalan yang merusak aqidah.

02/09/2026

Kisah Harut dan Marut disebut dalam Al-Qur'an, terutama Surat Al-Baqarah ayat 102.

Siapa Harut dan Marut?

Menurut Al-Qur'an, Harut dan Marut adalah dua malaikat yang berada di Babil (Babilonia). Mereka menjadi ujian bagi manusia pada masa itu.
Mereka mengajarkan sesuatu yang berkaitan dengan sihir, tetapi sebelum mengajarkannya mereka selalu memperingatkan:

إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ
“Sesungguhnya kami hanyalah ujian, maka janganlah kamu kafir.”
Artinya, manusia sudah diperingatkan agar tidak menggunakan ilmu tersebut untuk kekufuran atau kejahatan.
Apa yang dilakukan sebagian manusia?

Sebagian orang mempelajari sihir untuk tujuan buruk, misalnya:
Memisahkan suami dan istri.
Mencelakakan orang lain.
Menipu dan melakukan kejahatan.
Namun Al-Qur'an menegaskan bahwa:

Mereka tidak dapat memberi mudarat kepada seseorang kecuali dengan izin Allah.
Apakah kisah Harut dan Marut turun ke bumi karena melakukan dosa?
Ada cerita populer yang mengatakan Harut dan Marut:

turun ke bumi,
tergoda wanita cantik,
minum khamar,
melakukan dosa besar.
Cerita seperti ini tidak terdapat secara jelas dalam Al-Qur'an dan hadis sahih. Banyak ulama menganggap sebagian cerita tersebut berasal dari Israiliyyat (riwayat dari tradisi Yahudi atau Nasrani), sehingga tidak boleh dipastikan sebagai kisah yang benar.

Kesimp**an
Yang pasti menurut Al-Qur'an:
Harut dan Marut disebut sebagai dua malaikat di Babil.
Mereka menjadi ujian bagi manusia.
Mereka memperingatkan manusia agar tidak kafir.

Sebagian manusia menggunakan ilmu sihir untuk kejahatan.
Sihir tidak dapat membahayakan seseorang kecuali dengan izin Allah.

02/09/2026

Assalamu’alaikum Wr wb

Kisah Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Kisah Utsman Bin Affan Radhiyallahu Anhu

Pada awal hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin mengalami kesulitan air. Sebenarnya ada mata air yang mengeluarkan air tawar yang segar dan enak yang disebut Sumur Raumah. Sayangnya mata air ini dikuasai oleh orang Yahudi, yang menjualnya satu geriba air dengan segantang gandum. Kaum Muhajirin yang kebanyakan meninggalkan kekayaannya di Makkah tentu saja tak mampu membayarnya.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengharapkan ada sahabat yang membeli telaga tersebut untuk kepentingan umat muslim, maka tampillah Utsman bin Affan memenuhi harapan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Pada awalnya si Yahudi menolak menjualnya, maka Utsman bersiasat dengan membeli separuhnya saja. Si Yahudi setuju dengan harga 12.000 dirham, dengan pembagian, satu hari untuk Utsman dan satu hari untuk si Yahudi.

Ketika giliran waktu untuk Utsman, kaum muslimin dan masyarakat Madinah yang membutuhkan air dipersilahkan untuk mengambilnya dengan gratis dan tanpa batas. Karena itu mereka menampung untuk dua hari. Ketika tiba giliran waktu untuk si Yahudi, tak ada lagi orang yang membeli air darinya sehingga ia kehilangan pendapatannya dari telaga tersebut. Akhirnya ia menjual bagiannya tersebut kepada Utsman seharga 8.000 dirham, sehingga masyarakat Madinah bisa memperoleh air segar telaga tersebut kapan saja dengan cuma-cuma.

Ketika kaum muslimin di Madinah makin banyak dan masjid tidak lagi bisa menampung, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bermaksud melakukan perluasan dengan membeli tanah dan bangunan di sekitar masjid. Tampillah Utsman untuk merealisasikan maksud Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut, dan tanpa segan ia mengeluarkan 15.000 dinar. Begitupun setelah Fathul Makkah, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bermaksud memperluas Masjidil Haram dengan membeli tanah dan bangunan sekitar masjid, sekali lagi Utsman tampil memenuhi harapan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dengan mengeluarkan sedekah 10.000 dinar.

Masih banyak lagi kisah kedermawanan Utsman sehingga tak heran jika Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berkata, bahwa teman beliau di surga adalah Utsman bin Affan.

Satu peristiwa lagi di jaman Khalifah Abu Bakar, saat itu paceklik melanda kota Madinah, kaum musliminpun mengalami berbagai kesulitan. Ketika dilaporkan kepada Abu Bakar, ia berkata, "Insya Allah, besok sebelum sore tiba, akan datang pertolongan Allah…"

Pagi hari esoknya, datanglah kafilah dagang Utsman dari Syam yang penuh dengan bahan makanan pokok. Berkumpullah para pedagang, termasuk dari kaum Yahudi yang biasa memonopoli perdagangan bahan makanan, mereka berlomba melakukan penawaran. Utsman berkata, "Berapa banyak kalian akan memberi saya keuntungan?"

"Sepuluh menjadi dua belas." Kata seorang pedagang.

"Ada yang lebih tinggi?" Tanya Utsman.

"Sepuluh menjadi lima belas." Pedagang lain menawar.

"Siapa yang berani menawarnya lebih dari itu, padahal seluruh pedagang Madinah berkumpul di sini?"

Utsman bertanya, "Ada yang berani memberi keuntungan sepuluh menjadi seratus, atau sepuluh kali lipat?"

"Apa ada yang mau membayar sebanyak itu?"

"Ada, yakni Allah Subhanahu Wata’ala…." Kata Utsman dengan tegas. Para pedagang itupun berlalu pergi, dan Utsman membagi-bagikannya dengan cuma-cuma kepada warga fakir miskin Madinah dan mereka yang memerlukannya.

30/08/2026

Address

Desa Jambak Blok 03 Rt/Rw: 002/012
Indramayu
45261

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Shopee Viral Murah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share