21/10/2019
Dalam perjalanan hidup, kau akan menemukan begitu banyak perbedaan dari berbagai prespektif orang, dimana di lingkungan kau berada akan membawamu menjadi diri kau yang sebenarnya.
Sedikit gambaran cerita tentang ayah kepada anaknya mengenai jam tangan yang sudah menjadi warisan turun temurun-temurun keluarga mereka. Suatu hari sang ayah memberikan jam tangan tersebut kepada anaknya dan menyuruhnya untuk bertanya kepada penjual jam berapa harga jam tersebut. Sang anak kembali kepada ayahnya dengan kabar bahwa jam tersebut dihargai 50rb karena sudah tua. Kemudian ayahnya menyuruh untuk menanyakan ke penjual barang antik, dan akhirnya anak nya membawa kabar bahwa jam tersebut dihargai 500rb. Kemudian ayahnya menyuruh untuk pergi ke museum kolektor jam untuk menanyakan berapa harga jam tersebut, dan ternyata jam tersebut diberi harga 5jt.
Pesan yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah,
Bahwa seseorang akan dihargai dengan benar jika berada dalam lingkungan yang benar p**a. Mereka yang benar-benar mengetahui nilai mu, akan selalu menghargai mu. Begitu pun sebaliknya. Terkadang kau sudah sepenuh hati berbuat baik namun secuil kesalahan mu senantiasa mereka eluh-eluhkan.
Jadi, entah apapun yang orang bicarakan tentang mu, entah apapun orang menganggap mu sebagai apa, yang terpenting terus berjuang dan jangan berhenti untuk berbuat baik.
Dan satu lagi, segagal-gagal kau di luar sana, se kosong-kosong tangan mu diluar sana, sesampah-sampah nya kau dianggap orang. Tetap ada orang tua yang akan selalu menganggap mu sebagai emas intan berlian mereka. Pernah dengar quotes orang lain yang berbunyi " Orang yang paling 'kaya' adalah orang dimana anak-anak mereka kembali kepada pelukan mereka, bahkan ketika tangan mereka 'kosong' sekalipun".
Maaf ibuk, maaf bapak, sampai detik ini, anak mu masih sering merepotkan mu, masih sering membuat mu marah, sering tak patuh atas nasihat-nasihat kalian. Atas perjuangan kalian, atas doa kalian, dan atas seizin Allah SWT, setidaknya gelar ini sedikit menghibur dan dapat membasuh keringat perjuangan kalian. Terimakasih Buk, Pak, doakan selalu, agar anakmu tak durhaka kepada kalian.
@ Universitas Sebelas Maret