22/12/2015
Standard Operating Procedures ( SOP ) Sederhana
By Paktani Hydrofarm on 16 April 2015 pukul 23:09
Dalam menjalankan kebun pada metode hidroponik ada yang namanya Standard Operating Procedures ( SOP ) sebenarnya hal ini sering dibahas dalam kegiatan workshop hidroponik...SOP atau manajemen ini bisa berbeda2 tergantung system yang digunakan, jenis tanaman, tempat atau kondisi daerahnya...
Pada metode Hidroponik kita dituntut dan membutuhkan banyak
pengetahuan, pengalaman, teknis, keterampilan, dll dalam memperoduksi sayuran sekala komersial...sebagai pengelola harus berkomitmen
untuk memenuhi tuntutan harian produksi agar menjadi sukses dalam bertaninya...
Terkait SOP adalah beberapa hal yg wajib dijalankan... diantaranya :
- Pastikan sumber air bersih, berkualitas baik tidak mengadung cemaran/ limbah dgn PPM atau EC serendah mungkin... karena air adalah jantung dari sistem hidroponik....
- Aplikasi Nutrisi dgn keseimbang unsur hara / ion / anion / EC/ PPM
PH optimum... kapan harus ditambah atau di ganti...ini tergantung kapasitas volume atau ukuran tandonya... dalam metode Hidroponik tidak memiliki kapasitas buffer tanah..., sehingga pH larutan dapat berubah selama produksi. PH, EC/ PPM bersama dengan kadar oksigen, garam yg larut, dan suhu, harus senantiasa dipantau...
- Ketersediaan oksigen berlimpah bagi perakaran dgn suhu diatas 20 derajat C dan dibawah 28 derajat C
- Tanaman mendapatkan optimum cahaya / temp / kelembaban / sirkulasi udara / CO2
- Perawatan gully/ p**a PVC - Tandon secra berkala minimal sehabis panen...
- Kebersihan kebun baik dari masalah hama atau sampah2, buang keluar sisa2 daun kering atau yg rusak karena layu atau busuk dari tanaman yg tumbuh...
- Catat / beri penangalan kapan semai, kapan pindah tanam, kapan harus panen. lakukan penyortiran sayuran di luar kebun dari hasil panen...
- Panen dan penyimpanan...
beberapa tanaman hidroponik umumnya dipanen dengan akarnya... jika akar berlebihan bagian akar panjang sebaiknya dipangkas atau dililitkan pada batang bawah sebelum pengepakan.... dengan akar yg masih tersisa saat panen dapat membantu tanaman tetap segar dalam penyimpanan atau pasca panen selama beberapa hari dengan kondisi tempat penyimpanan tetap terjaga baik suhu dan kelembaban.... Karena tidak ada tanah yang terlibat pada metode hidroponik, tanaman tetap bersih dan tidak memerlukan pencucian....
Tanaman dapat dikemas secara individu atau dalam jumlah besar,
tergantung pada permintaan pasar.....
- Manajemen Hama.... Sanitasi adalah kunci untuk mempertahankan kesuksesan dalam bertani sehingga sarana produksi bebas penyakit.... Masalah penyakit yang paling merusak terjadi pada hidroponik ketika jamur air (misalnya Pythium atau Phytophthora) atau lainnya berkembang biak pada perairan atau patogen tumbuh dalam sistem kemudian menyebar ke seluruh tanaman melalui sirkulasi suatu sistem....
Karena pada hidroponik tidak ada fungisida yang biasa digunakan...untuk mengendalikan patogen dalam Greenhouse atau system..., larutan pada tandon harus dikeringkan/ dikuras dan semua peralatan harus dibersihkan dengan larutan H2O2 3% atau disinfektan lainya sebelum menanam tanaman kembali.... Jika infeksi berasal dari wilayah perkecambahan/ penyemaian..., sistem ini juga harus benar2 bersihan dan beri disinfektan.... Penyakit lain yang bisa terjadi pada Selada atau beberapa tanaman lain dalam GH termasuk adalah embun tepung, dan jamur...
- Hama lain di dalam GH adalah :
kutu daun, thrips, kutu kebul, dan tungau.... langkah2 untuk mencegah serangga dan tungau masuk ke dalam GH adalah langkah pertama untuk mengendalikan pastikan tidak ada kebocoran pada skrining atau pada
dinding samping (jika ventilasi sidewall digunakan) hal ini dapat membantu pada masalah ini....
Pastikan cek tanaman ini harus diperiksa setiap hari untuk memastikan tidak adanya tanda2 penyakit, serangga, tungau atau penganggu lainya...Jika memang dibutuhkan ada beberapa pestisida nabati bisa diberikan untuk tanaman... jika manajemen dilakukan dgn baik dan adanya pencegahan serta deteksi dini masalah hama dan penyakit tidak akan menjadi merepotkan....
- Kebutuhan tenaga kerja...
Membutuhkan tenaga kerja profesional untuk mengelola kebun hidroponik / GH diantaranya untuk produksi mulai semai, panen / packing / pemasaran dll...
dari beberapa hal diatas masih banyak tambahan lain silahkan buatlah catatan2 sendiri sesuai hasil praktek... karena guru yang baik adalah pengalaman Anda sendiri...
Jika dasar2 ini tidak dijalankan.., kinerja dalam berkebun tidak baik pasti akan susah sendiri...
Semoga bermanfaat...