PAKTANI Hydrofarm Shop

PAKTANI Hydrofarm Shop One Stop Shopping kebutuhan berhidroponik anda. Kami menyediakan: Nutrisi, Benih, Kit Hidroponik, Jasa Konsultan, Green House dll.

Workshop Hidroponik Hadir Di Kota Solo - Jawa Tengah... Silahkan tempat terbatas...
14/03/2016

Workshop Hidroponik Hadir Di Kota Solo - Jawa Tengah... Silahkan tempat terbatas...

Pelatihan hidroponik
07/03/2016

Pelatihan hidroponik

05/02/2016
Kapan harus mengisi ulang larutan nutrisi atau menggantinya pada sistem NFT untuk sayuran daun … ?By Paktani Hydrofarm o...
22/12/2015

Kapan harus mengisi ulang larutan nutrisi atau menggantinya pada sistem NFT untuk sayuran daun … ?
By Paktani Hydrofarm on 9 Desember 2014 pukul 11:22

Kapan harus mengisi ulang larutan nutrisi atau menggantinya pada sistem NFT untuk sayuran daun … ?



Dalam metode hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi seperti pada system NFT… mengisi ulang larutan nutrisi atau menambahkan larutan pada tandon/ penampung secara berkala adalah penting.., Sementara pada sistem non sirkulasi seperti fertigasi larutan nutrisi tidak digunakan kembali sehingga tidak ada pengaturan isi ulang yang diperlukan…. Setiap sistem akan memiliki kebutuhan yang berbeda berapa banyak larutan baru yang harus ditambahkan… karena akan berkaitan dengan faktor2 seperti :





- Tahap pertumbuhan tanaman

- Variasi

- Jumlah tanaman

- Total volume air dalam sistem dan

- Iklim



Tanaman dapat terus menyerap nutrisi ketika proses fotosintesis berjalan ( Adanya Cahaya ) sehingga konsentrasi/ kepekatan nutrisi dalam larutan dapat berubah setiap saat…. Pada tahap kritis konsentrasi/ kepekatan larutan nutrisi perlu diisi ulang atau diganti dengan konsentrasi yang sesuai….



Catatan apa yang harus dilakukan..: untuk mengatur KONSENTRASI/ KEPKATAN tersebut…. Jika Anda memiliki tandon besar 1000L dalam sistem hidroponik.., Anda tahu berapa banyak nutrisi harus ditambahkan, tapi dengan tendon/ penampung besara pada sistem hidroponik cukup merepotkan mengatur konsentrasi/ kepekatanya.., karena akan masih ada beberapa ratus liter air yang tersisa pada tandon nutrisi tersebut…. Jadi saran yang mudah buatlah ukuran tendon/ penampung dengan ukuran kecil missal 100 L atau 200 L… sehingga saat2 terjadi penyusutan tidak terlalu banyak sisa larutan dan memudahkan mengatur konsentrasi/ kepekatan nutrisinya… Atau proses ini sering disebut sebagai "topping up"….



Topping Up tujuannya adalah untuk menambahkan larutan baru/ isi ulang mengisi kedua bagian Nutrisi A + B dan air ketika terjadi penyusutan, karena diserap tanaman atau penguapan... Penting untuk dicatat bahwa dalam sistem sirkulasi…, ketidakseimbangan dalam pengisian nutrisi bersifat kumulatif…. Jadi, penting untuk memahami prinsip2 dasar menambah atau mengganti nutrisi dalam sistem sirkulasi ini….



Jika formulasi nutrisi terakhir tersisa sekitar ¼ volume tendon maka perlu penambahan tergantung pada faktor2 lingkungan dan kondisi tanaman…. saat musim kemarau/ panas.., dan ketika tanaman berkembang pesat, formulasi larutan dalam tendon mungkin hanya bertahan seminggu atau lebih cepat terkuras… atau pada saat pertumbuhan tanaman komposisi harus diubah….



Menambahkan formula A +B saat mengisi ulang tandon nutrisi dalam sistem hidroponik dapat menyebabkan penumpukan beberapa unsur hara/ nutrisi dalam larutan kadang dapat memberikan bacaan EC/ PPM yang tidak benar…. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat penyerapan berbagai elemen/ unsur hara... Faktor-faktor ini adalah:





- Jenis tanaman

- Tahap pertumbuhan

- Kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya..



Ada banyak formulasi Nutrisi saat ini yang tersedia dari berbagai produk yang dapat digunakan sebagai solusi isi ulang…, namun harus diperhatikan bahwa setiap produk memiliki rasio yang berbeda dari setiap elemen yang terkandungya ( jumlah kandungan setiap unsur hara )… jadi sebaiknya gunakan produk yang sama untuk mencegah penumpukan ion yang berlebih….



Komposisi kepekatan larutan dan analisis melalui daun harus dipertimbangkan dalam mengatur nutrisi isi ulang ini…. Komposisi larutan ditentukan oleh kebutuhan gizi dari tanaman selama tahap pertumbuhan…. Selalu menggunakan takaran mili-setara dan kemudian ukur bagian per juta (ppm) atau EC nya... selanjutnya set larutan nutrisi pada rentang pH yang baik..



Analisis daun serta perkembangan tanaman dapat jadi panduan berapa kuat atau pekat konsentrasi nutrisi yg dibutuhkan... sehingga solusi isi ulang hanya berdasarkan konsentrasi jaringan daun apakah over nutrisi atau kekurangan nutrisi..



Kekurangan gizi/ unsur hara dapat terjadi dengan cepat dalam sistem hidroponik…, karena tidak ada media pertumbuhan yang bertindak sebagai penyangga…



Ketika mengatur solusi isi ulang saat tahap pertumbuhan tanaman harus dipertimbangkan... Tiga tahap dasar:



- Pertumbuhan vegetatif awal.., saat ini tanaman tidak membutuhkan terlalu banyak/ tinggi kepekatan nutrisi… agar tanaman muda cepat berkembang membangun jaringan daun..



- Tahap pertumbuhan vegetatif selanjutnya, di mana pertumbuhan akan berkembang membangun jaringan daun serta batang lebih banyak… selama periode ini.., perlu isi ulang larutan dengan kepekatan berbeda…



- Tahap reproduksi pertumbuhan tanaman yang sehat akan terus meningkat di mana daun batang akan semakin membesar…tentunya membutuhkan pasokan nutrisi yang lebih meningkat.., pada saat ini konsentrasi nutrisi standar sayuran daun dengan PPM/EC optimum bisa diberikan...



Dan saat masuk masa panen.., kepekatan nutrisi setidaknya 2 hari menjelang panen larutan nutrisi dalam tandon sebaiknya di kurangi.. atau Anda cukup menambahkan air bersih tanpa nutrisi…dengan PPM di kisaran 300 - 450..., hal ini dapat membantu mengurangi jumlah kandungan nitrat pada tanaman sayuran… sehingga kualitas rasa dapat lebih baik…



Semoga bermanfaat..

Standard Operating Procedures ( SOP ) SederhanaBy Paktani Hydrofarm on 16 April 2015 pukul 23:09Dalam menjalankan kebun ...
22/12/2015

Standard Operating Procedures ( SOP ) Sederhana
By Paktani Hydrofarm on 16 April 2015 pukul 23:09

Dalam menjalankan kebun pada metode hidroponik ada yang namanya Standard Operating Procedures ( SOP ) sebenarnya hal ini sering dibahas dalam kegiatan workshop hidroponik...SOP atau manajemen ini bisa berbeda2 tergantung system yang digunakan, jenis tanaman, tempat atau kondisi daerahnya...

Pada metode Hidroponik kita dituntut dan membutuhkan banyak

pengetahuan, pengalaman, teknis, keterampilan, dll dalam memperoduksi sayuran sekala komersial...sebagai pengelola harus berkomitmen

untuk memenuhi tuntutan harian produksi agar menjadi sukses dalam bertaninya...

Terkait SOP adalah beberapa hal yg wajib dijalankan... diantaranya :

- Pastikan sumber air bersih, berkualitas baik tidak mengadung cemaran/ limbah dgn PPM atau EC serendah mungkin... karena air adalah jantung dari sistem hidroponik....

- Aplikasi Nutrisi dgn keseimbang unsur hara / ion / anion / EC/ PPM

PH optimum... kapan harus ditambah atau di ganti...ini tergantung kapasitas volume atau ukuran tandonya... dalam metode Hidroponik tidak memiliki kapasitas buffer tanah..., sehingga pH larutan dapat berubah selama produksi. PH, EC/ PPM bersama dengan kadar oksigen, garam yg larut, dan suhu, harus senantiasa dipantau...

- Ketersediaan oksigen berlimpah bagi perakaran dgn suhu diatas 20 derajat C dan dibawah 28 derajat C

- Tanaman mendapatkan optimum cahaya / temp / kelembaban / sirkulasi udara / CO2

- Perawatan gully/ p**a PVC - Tandon secra berkala minimal sehabis panen...

- Kebersihan kebun baik dari masalah hama atau sampah2, buang keluar sisa2 daun kering atau yg rusak karena layu atau busuk dari tanaman yg tumbuh...

- Catat / beri penangalan kapan semai, kapan pindah tanam, kapan harus panen. lakukan penyortiran sayuran di luar kebun dari hasil panen...

- Panen dan penyimpanan...

beberapa tanaman hidroponik umumnya dipanen dengan akarnya... jika akar berlebihan bagian akar panjang sebaiknya dipangkas atau dililitkan pada batang bawah sebelum pengepakan.... dengan akar yg masih tersisa saat panen dapat membantu tanaman tetap segar dalam penyimpanan atau pasca panen selama beberapa hari dengan kondisi tempat penyimpanan tetap terjaga baik suhu dan kelembaban.... Karena tidak ada tanah yang terlibat pada metode hidroponik, tanaman tetap bersih dan tidak memerlukan pencucian....

Tanaman dapat dikemas secara individu atau dalam jumlah besar,

tergantung pada permintaan pasar.....

- Manajemen Hama.... Sanitasi adalah kunci untuk mempertahankan kesuksesan dalam bertani sehingga sarana produksi bebas penyakit.... Masalah penyakit yang paling merusak terjadi pada hidroponik ketika jamur air (misalnya Pythium atau Phytophthora) atau lainnya berkembang biak pada perairan atau patogen tumbuh dalam sistem kemudian menyebar ke seluruh tanaman melalui sirkulasi suatu sistem....

Karena pada hidroponik tidak ada fungisida yang biasa digunakan...untuk mengendalikan patogen dalam Greenhouse atau system..., larutan pada tandon harus dikeringkan/ dikuras dan semua peralatan harus dibersihkan dengan larutan H2O2 3% atau disinfektan lainya sebelum menanam tanaman kembali.... Jika infeksi berasal dari wilayah perkecambahan/ penyemaian..., sistem ini juga harus benar2 bersihan dan beri disinfektan.... Penyakit lain yang bisa terjadi pada Selada atau beberapa tanaman lain dalam GH termasuk adalah embun tepung, dan jamur...

- Hama lain di dalam GH adalah :

kutu daun, thrips, kutu kebul, dan tungau.... langkah2 untuk mencegah serangga dan tungau masuk ke dalam GH adalah langkah pertama untuk mengendalikan pastikan tidak ada kebocoran pada skrining atau pada

dinding samping (jika ventilasi sidewall digunakan) hal ini dapat membantu pada masalah ini....

Pastikan cek tanaman ini harus diperiksa setiap hari untuk memastikan tidak adanya tanda2 penyakit, serangga, tungau atau penganggu lainya...Jika memang dibutuhkan ada beberapa pestisida nabati bisa diberikan untuk tanaman... jika manajemen dilakukan dgn baik dan adanya pencegahan serta deteksi dini masalah hama dan penyakit tidak akan menjadi merepotkan....

- Kebutuhan tenaga kerja...

Membutuhkan tenaga kerja profesional untuk mengelola kebun hidroponik / GH diantaranya untuk produksi mulai semai, panen / packing / pemasaran dll...

dari beberapa hal diatas masih banyak tambahan lain silahkan buatlah catatan2 sendiri sesuai hasil praktek... karena guru yang baik adalah pengalaman Anda sendiri...

Jika dasar2 ini tidak dijalankan.., kinerja dalam berkebun tidak baik pasti akan susah sendiri...

Semoga bermanfaat...

22/12/2015

Memulai Berhidroponik
By Paktani Hydrofarm

Berikut adalah panduan sederhana untuk membantu rekan2 yang ingin memulai atau untuk memahami manajemen dasar bercocoktanam dengan metode hidroponik.

Untuk memulai…, mari kita pastikan kebutuhan dasar tanaman akan beberapa hal dibawah ini :

Cahaya

Air baku bersih yang tidak tercemar dan pastikan memiliki nilai PPM serendah mungkin

Udara

Mineral (Nutrisi) / pupuk khusus hidroponik

Suhu yang tepat

PH yang tepat

Cahaya

Tanaman membutuhkan cahaya…, namun untuk bagian nutrisi hidroponik tidak membutuhkan cahaya…. nutrisi hidroponik yang terbaik disimpan di tempat yang sejuk gelap dan tidak terpapar langsung cahya serta terik matahari… untuk menghidari suhu yang terlalu tinggi dan munculnya pertumbuhan gang2 atau alga dalam sistem hidroponik rekan2…. Alga tidak akan langsung membahayakan tanaman…, tetapi dapat mengurangi serapan mineral dari larutan nutrisi oleh tanaman dan menyebabkan nilai pH nutrisi naik atau turun dari kisaran optimum

Air

Mulailah dengan air yang baik…. Jangan gunakan air baku atau air yang mengandung klor atau zat lain ( pencemar ) untuk mencampur nutrisi….

Air hujan biasanya memiliki kualitas baik dengan EC / PPM rendah… namun pastikan sebelum digunakan air disaring dikhawatirkan banyak kotoran dari atap/ genting yang masuk terbawa ke penampungan… selain air hujan.., air terbaik lainya memiliki nilai EC/ PPM sekitar 15-60…, untuk melihat / mengetahui kualitas air baku rekan2 bisa menggunkan alat ukur EC meter atau TDS meter sebagai alat bantu uji air baku…jika tidak menemukan air yang cukup baik pastikan air baku tidak melebihi 150 PPM…

Udara / Oksigen / CO2

Tanaman membutuhkan udara yang baik untuk pertumbuhanya.., baik sekitar daun CO2 maupun bagian oksigen sekitar perakaranya…. Jika didalam Greenhouse pastikan buat ventilasi yang baik dan memadai agar ada pergantian Udara. Oksigen/ CO2 setiap saat didalam GH…, selain bagian daun oksigen dibutuhkan akar hal ini dapat diberikan melalui aerasi larutan nutrisi hidroponik sehingga dalam larutan akan mendapatkan cukup oksigen terlarut…untuk membantu perakaran tanaman tumbuh sehat…

DO (oksigen terlarut) tingkat nutrisi hidroponik dapat dimonitor dengan alat ukur seperti meter DO biasanya tersedia di toko peralatan kolam ikan / Aquarium…. Cobalah untuk menjaga kadar oksigen terlarut di atas 6ppm lebih…. Ada banyak cara untuk memasok oksigen kedaloam larutan nutrisi salah satunya dengan menggunakan p***a udara + batu udara yang biasa digunakan untuk kebutuhan kolam aquarium…, atau dengan cara sirkulasi nutrisi / dialirkan …

Mineral dan Nutrisi / pupuk

Selalu menggunakan nutrisi hidroponik… pastikan tidak menggunakan pupuk yang biasa digunakan untuk tanaman yang ditanam pada lahan tanah… Rekan2 bisa membeli nutrisi umumnya untuk metode Hidroponik… cari pemasok nutrisi hidroponik berkualitas... Jika rekan2 ingin membuat atau mencampur nutrisi hidroponik sendiri…, carilah bahan2 utama yang baik dengan garam mineral " grade" atau "kelas pertanian"..

Suhu yang tepat

Temperatur / suhu optimal untuk lingkungan maupun suhu larutan nutrisi ini akan berbeda untuk setiap jenis tanaman…. Namun pada umumnya tanaman akan membutuhkan suhu larutan nutrisi hidroponik diatas 18 / 20 derajat C dan di bawah 28 derajat C… Suhu yang cukup tinggi pada larutan nutrisi dapat menyebabkan tingkat ( DO ) Oksigen terlarut menurun bahkan bisa tidak tersedia jika suhu larutan cukup panas… suhu tinggi pada larutan nutrisi secara signifikan akan menghambat pertumbuhan tanaman…, suhu tinggi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan lebih cepat seperti pada tanaman tertentu menjadi (Bolting ) selain pertumbuhan kurang baik dapat menjdikan rasa sayuran menjadi pahit….

pH

Pengaturan pH adalah sangat penting dalam sitem hidroponik…. Jika pH nutrisi terlalu tinggi atau rendah dari kisaran optimum…, unsur hara tertentu pada nutrisi akan menjadi tidak tersedia untuk tanaman …. PH terbaik untuk setiap jenis tanaman bervariasi…, tapi rentang yang baik untuk kebanyakan tanaman hidroponik adalah 5,8-6,2….

Dalam rangka untuk mendapatkan hasil terbaik dari bercocok tanam dengan metode hidroponik…, Kita semua perlu belajar teknik serta praktek manajemen yang baik dari beberapa hal diatas….

Selamat bertanam... Semoga bermanfaat…

Salam Paktani Hydrofarm

15/12/2015

Address

Jln. Kelengkeng 4 Kerdukepik RT03/01
Wonogiri
57612

Telephone

082226056999

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAKTANI Hydrofarm Shop posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to PAKTANI Hydrofarm Shop:

Shortcuts

Share