20/03/2026
Coba lihat sedikit lama, apa yang anda rasakan??๐ฅถ๐ฅถ๐ฅถ
๐ฆ๐๐ ๐ฃ๐๐โฆ ๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐๐๐๐ก ๐ ๐๐ฅ๐๐ก๐๐๐ก๐๐ฅถ
๐๐จ๐ฐ๐ฉ-๐ฐ๐จ๐ฐ๐ฉ โ๐๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฑ ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฎโ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ณ ๐๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฅ๐ข๐ฏ, ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ด๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐จ, ๐๐ช๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ณ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ต๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ข ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฆ๐ฌ๐ด๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฏ.
Di Banjar Kelodan, Desa Tampaksiring, Gianyar, sebuah ogoh-ogoh bernama โSedap Malamโ mendadak menarik perhatian. Bentuknya tidak ramai ornamen, tidak juga penuh warna mencolok. Tubuhnya polos, berdiri kaku dengan ekspresi wajah yang justru terasa lebih mengganggu. Justru karena sederhana, kesan seramnya malah terasa kuat. Banyak yang bilang: simpelโฆ tapi ngeri.
Ogoh-ogoh ini merupakan karya Gus Man dan terekam sedang dipersiapkan menjelang rangkaian Hari Raya Nyepi 2026. Seperti tradisi di Bali, ogoh-ogoh biasanya diarak pada malam Pangrupukan, sehari sebelum Nyepi, sebagai simbol energi negatif atau sifat buruk manusia yang kemudian dimusnahkan. Tradisi ini bukan sekadar tontonan seni, tapi juga bagian dari pesan simbolik tentang membersihkan diri dan alam dari hal-hal yang bersifat buruk.
(Obrolan Warung : Tribun Bali, 18 Maret 2026)
Menariknya, karya-karya ogoh-ogoh dari wilayah Tampaksiring memang sering dikenal berani memainkan ekspresi karakter. Tidak selalu harus besar atau penuh detail, kadang justru konsep sederhana yang membuat orang berhenti menonton dan merasakan aura yang berbeda. Dari kejauhan terlihat biasa, tapi ketika diperhatikan lebih dekatโฆ baru terasa merindingnya.