23/02/2015
4 Nasehat Untuk Percepatan Rezeki
Pertama, kita harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kita lakukan ialah menata diri agar kita layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kita. Buatlah diri kita layak untuk dikejar rejeki. Tingkatkan kompetensi, skill, dan pengalaman.
Kedua, kita harus ingat bahwa “siapa” yang kita miliki itu lebih berharga daripada “apa” yang kita punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh. Perluaslah jaringan, karena justru yang membuat rejeki lancar adalah ketika kita mampu memelihara hubungan baik dengan jaringan kita. Perkuat silaturahmi. Apa yang kita punyai sekarang adalah titipan dan hanya merupakan dampak.
Ketiga, seringkali kita menjadi bodoh dengan merasa cemburu dan membandingkan dengan yang dimiliki orang lain. Bersyukurlah dengan apa yang sudah kita terima. Khusunya, kenalilah talenta dan potensi yang kita miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kita akan menjadi manusia unggul. Otomatis rejeki yang akan mengejar kita. Intinya kita itu unik, sudah ada alokasi rejekinya masing-masing. Persoalan ingin dapat berapa, tergantung bagaimana usaha dan doa kita. Bersyukur juga akan membuat rejeki semakin berlimpah. Coba deh.
Keempat, perlu kita ingat orang yang disebut kaya bukanlah dia yang berhasil mengumpilkan rejeki yang paling banyak, tetapi adalah dia yang hanya memanfaatkan rejeki sesuai apa yang dia butuhkan, sehingga masih sanggup memberi dan menebar manfaat bagi sesamanya. Jika emas itu diukur kemuliaannya dengan karat, bagaimana dengan manusia? Benar, berdasarkan manfaatnya. Semakin besar rejekinya, semakin besar manfaatnya.
(nasehat dari seorang sahabat, semoga bermanfaat)