Ilmu Jendela Hati

Ilmu Jendela Hati Dijual buku-buku dari Penerbit: Darul Haq, Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Darus Sunnah, Darul Falah, dll yang segolongan. Tidak menutup dari penerbit lain.

15/04/2017

Buku ttg kisah2 perjuangan umat Islam utk Indonesia yg mulai dilupakan krn ada pihak2 yg berusaha menutup-nutupinya. Buku ini hadir berusaha merawat sejarah dg sederhana. Bahasa yg digunakan penulis bersifat deskriptif seperti kump**an cerpen agar para pembaca diharapkan dapat dg mudah membayangkan kejadiannya.

Harga Rp. 50.000 sajaaa :)
Berminat? Hubungi 087825640046 via WA...

02/09/2016

Sebelum kita 'melayang-layang' karena rasa bangga akan kelebihan yg kita miliki, coba pikirkan apakah kita sudah pasti akan meraih surga tertinggi? Apakah kita sudah yakin akan masuk surga?
Sebetulnya, kelebihan dan kehebatan seseorang itu tidak ada nilainya jika kelak di akhirat ia tidak meraih surga. Sama halnya jika seseorang menganggap orang lain lebih rendah kedudukannya dibandingkan dirinya, pasti malu rasanya jika orang yg dianggap lebih rendah itu justru kelak mendapat surga yg lebih tinggi.

23/08/2016

Ternyata ada baiknya juga ya kita pernah merasakan dihina-hina orang lain, dihujat, atau direndahkan... ^^ Dengan begitu hati kita jadi kebal terhadap kritikan dan hujatan. Kebal di sini maksudnya adalah tidak mudah tersinggung dan tidak mudah marah. Jadi kalau ada orang yang kurang s**a dg kita atau ada yg mengkritik kita walaupun di depan orang banyak, kita justru menanggapinya dengan "berusaha" santai sambil dibuat-buat tertawa, tidak ingin menunjukkan rasa sakit hati kpd orang yg telah mengkritik tersebut. ^_^ Cukup mengklarifilasi kesalahpahaman (sambil nyengir). Inilah proses. :D Mungkin, awalnya kita memang mudah tersinggung. Namun, krn sudah terbiasa, kita mampu menutupi ketersinggungan tersebut agar ukhuwah tetap terjalin. Coba bayangkan, bagaimana jadinya jika 2 insan berselisih? Jika setelah berselisih lalu mereka tidak tegur-sapa lagi, justru itu yg bahaya. Allah marah kpd keduanya, bahkan sholatnya tidak diterima. Silakan cari sendiri haditsnya ya... ^_^ Yuk kita belajar menahan diri dari amarah atau mudah tersinggung. Mungkin, agar tidak mudah tersinggung, kita perlu belajar mengabaikan masalah yg tidak perlu. Ini juga proses. Selamat latihan...

21/08/2016

Tidak ada pamer kecuali untuk berdagang, marketing, promosi, melamar pekerjaan, memperoleh beasiswa, atau mengajak. :D

Jika kita memamerkan barang dagangan kita, itu wajar bukan? Jika kita memamerkan prestasi kita utk melamar pekerjaan atau mendapatkan beasiswa, itu wajar juga kan? Jika kita memamerkan riwayat pendidikan kita agar buku yang kita tulis laris-manis atau agar orang lain mau belajar dan menerima ilmu dari kita, itu juga wajar. Namun, jika kita memamerkan amal ibadah kita, harta kita, atau kelebihan-kelebihan lainnya yang kurang perlu utk diberitahukan, maka itu baru tidak wajar. :) Kita patut waspada thd niat kita sesungguhnya. Apakah murni utk mencari ridho Allah?

21/08/2016

Belum lama Ramadhan berlalu. Bagaimana kondisi kita saat ini? Apakah kita menjadi pribadi yang "lebih" bertakwa? Waspadalah jika tidak. Bisa jadi yang tidak menjadi lebih bertakwa ia telah gagal dalam Ramadhan.

21/08/2016

Ketika seseorang membanding-bandingkan kita dengan orang lain dari harta yg dimiliki atau dari besar penghasilannya, mungkin itu membuat kita merasa tidak nyaman apalagi jika kita berada di posisi yg dilihat dari aspek tsb jelas lebih rendah. Lalu, kita berusaha menghibur diri kita dg bergumam bhw Allah tidak menilai hamba-Nya dari harta yg dimilikinya, tetapi dari ketakwaannya. Namun, tidakkah kita khawatir bahkan ketakwaan kita pun dinilai rendah oleh Allah??? Maka, sebetulnya kita tidak bisa bersantai-santai. Cara satu-satunya memperoleh kemuliaan di hadapan Allah adalah dengan mendekatkan diri pada-Nya dg ikhlas tanpa merasa puas dg apa yg telah kita perbuat.

21/08/2016

Ada cerita seseorang rutin setiap pagi memutar murottal setiap pagi dengan suara keras. Namun, ternyata saudara iparnya yg rumahnya masih di dekat rumah beliau merasa terganggu dan marah kepada beliau. Akhirnya, beliau tidak berani lagi memutar murottal dg suara keras setiap pagi. Namun, menariknya, saat ini justru masjid di sekitarnya yg mengumandangkan murottal setiap pagi sampai menjelang siang. :D Hanya saja, murottal yg diputar masjid tsb adalah lantunan Muhammad Thaha al-Junaid yg dapat mengiris-iris hati membawa para pendengar menjadi lebih khusyuk dan timbul rasa takut kpd Allah. Lantunannya membuat para pendengar menjadi ingat kpd dosa masing-masing. Ternyata memang benar, kualitas bacaan Al-Quran seseorang bisa sangat berpengaruh kpd jiwa. :)

18/08/2016

Berdakwah tentunya membutuhkan tim yg dikelola dalam wadah komunitas atau organisasi krn kerja dakwah itu sulit mengalahkan kebathilan yg dikerjakan pihak tertentu secara rapi jika dakwah tidak terorganisasi. Organisasi dakwah yg profesional adalah organisasi yg struktur pengurusnya jelas. Struktur pengurus juga tidak bisa dibuat sembarangan tanpa dasar, tetapi harus sesuai kebutuhan. Kebutuhannya apa aja? Tentu kebutuhannya harus berbanding lurus dg visi dan tujuan. Balik lagi, apa visi dan tujuan berdakwah pada organisasi tsb??? Pekerja dakwah seharusnya paham akan urgensi dakwah, terlebih lagi yg statusnya jelas menjadi pengurus organisasi dakwah. Jika para pengurus organisasi dakwah saja tidak paham urgensi dan tujuan dakwah di organisasinya, bagaimana bisa organisasi tsb berjalan dg baik? Pemahaman yg baik akan urgensi dakwah pada setiap pengurus atau anggota organisasi dakwah akan melahirkan sikap inisiatif dalam bergerak. Betapa berharganya sikap inisiatif ini dlm berdakwah krn dengan begitu kerja dakwah menjadi hidup dan dinamis akibat dorongan hati yg didasari ilmu. Organisasi dakwah yg profesional juga seharusnya diisi oleh para pengurus yg paham akan jobdesknya masing. Jika ia seorang pemimpin, sudah sewajarnya ia menjadi sosok yg mengajak anggotanya yg dipimpin, tidak semua hal dikerjakannya sendiri. Jika seorang pemimpin tidak bisa mengajak anggotanya utk sama-sama bekerja, sebetulnya ia telah gagal menjadi pemimpin. Namun, bukan berarti seorang pemimpin itu bisa menyuruh-nyuruh anggotanya dg kasar. Tidak seperti itu... :) Tidak semua orang sifatnya s**a dikasari. Ini yg perlu dipahami oleh seorang pemimpin. Apalagi dalam kerja dakwah yg jelas-jelas pekerjaannya tidak digaji. Apalagi, tugas menjadi pemimpin itu hanyalah amanah, bukan gelar kehormatan sehingga pengembannya menjadi merasa terhormat. :D Selain itu, organisasi dakwah sudah seharusnya memiliki sistem perekrutan baik anggota maupun pengurus. Apakah perekrutan itu sudah berjalan dg baik atau selama ini tidak pernah ada perekrutan? Ini penting disadari oleh seorang pemimpin dan para pengurus organisasi dakwah. Jika selama ini seorang pemimpin atau para pengurus hanya menunggu saja orang-orang yg datang mengajukan diri utk membantu pekerjaan dakwah, berarti organisasi tsb belum profesional. :) Inilah pentingnya kaderisasi, proses pencetakan kader-kader baru. Tentu saja, kaderisasi ini jangan menciptakan penyakit baru, misalnya ta'asshub (fanatik kelompok). :) Ini pentingnya tazkiyatun nafs pada diri masing-masing anggota dan pengurus. Ayo bagi yg berdakwah dalam wadah organisasi, perbaiki dan tingkatkan keprofesionalan organisasi masing-masing agar kebathilan yg besar dan terorganisasi dapat dikalahkan... :D

14/08/2016

Banyaknya interaksi kita dengan orang lain, baik yg baru kenal maupun yg sudah lama kenal, dengan karakternya yg berbeda-beda membuat kita menjadi belajar memahami orang lain. Ada kalanya orang lain nyaman dengan kita, ada p**a yg tidak nyaman dengan kita. Ada yg s**a dengan kita, ada p**a yg tidak s**a dengan kita. Mungkin, ketika kita menghadapi cercaan orang yg tidak s**a atau orang yg merendahkan kita, kita akan belajar utk menjadi orang yg tegar, belajar utk tidak mudah tersinggung, belajar utk menerima keadaan apapun, dan belajar utk tetap merasa tenang dan santai di saat kritikan datang. :) Namun, ternyata itu saja tidak cukup. Kita yg sudah terbiasa dicela atau direndahkan, mungkin itu membuat kita menjadi orang yg kuat terhadap kritikan. Setelah itu, kita tetap harus berusaha menjaga perasaan orang lain dengan lisan kita yg (sudah) kita anggap biasa saja, ternyata menjadi tidak biasa bagi orang lain. Kita tetap harus berhati-hati dengan sikap kita yg kita anggap biasa saja, tetapi bagi orang yg sensitif bisa saja itu menyakiti perasaannya. :) Kita tidak bisa kan memaksa orang lain utk selalu memahami kita? Tidak ada salahnya jika ada orang yg salah paham dengan sikap dan ucapan kita, kita lebih baik mengalah saja. Yang terpenting adalah penilaian Allah. ^_^

18/03/2014

Katakanlah (Muhammad), "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kpd siapa pun yg Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dr siapa pun yg Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yg Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yg Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa ataa segala sesuatu." (terjemahan QS 3: 26)

Pada hakikatnya, kata "tu'tii" bukanlah "memberikan", tetapi hanya "mendatangkan". Siapa pun yg diberikan kekuasaan pada hakikatnya itu bukanlah miliknya. Kekuasaan itu benar2 datangnya dari Allah. Terserah Allah mau memberikan ke siapa pun.

Dari kekuasaan itu, seaeorang bisa mulia, bisa juga terhinakan. Salah satu tanda seseorang terhinakan oleh kekuasaan adalah ia diberi kekuasaan justru membuatnya jd teperdaya oleh dunia. Sebelum memperoleh kekuasaan teguh pendirian dlm Islam, tapi karena kekuasaan atau mengejar kekuasaan, ia jadi mengubah tujuan hidupnya. Maka dari itu, kekuasaan jangan dijadikan tujuan.

Dalam merebut kekuasaan, ada yg menang dg kemuliaan, ada yg menang dg terhinakan, ada juga yg kalah tetap mulia di sisi Allah, tetapi ada juga yg kalah dg kehinaan. Yg terakhir inilah yg paling rugi krn rugi di dunia dan akhirat. Bagi para caleg, seharusnya dari awal sudah siap mental jika kalah. Mau dibawa ke mana sikap menanggapi kekalahan? Kepada takwa atau sebaliknya? Karena yg harus disadari adalah yg akan dapat memperoleh kursi hanya sedikit. Pasti akan banyak yg gagal. Jadi, para caleg harus siap dg apa pun yg akan terjadi.

-intisari taushiyah ust Dr. Saiful Islam Mubarak, Lc., M.Ag.-

17/03/2014

Kedewasaan itu tidak bisa dilihat dari satu jenis karakter saja tapi semua respon dlm setiap kejadian dan aktivitas. Bisa jadi seseorang telah mengalami kematangan bersikap pd satu sisi, tp blm tentu pd sisi yg lain.

17/03/2014

Wahai orang2 yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman2 setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita2 Muhammad), krn kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kpd kebenaran yg disampaikan kepadamu.... (terjemahan QS 60: 1

Address

Cikutra, Pahlawan, Atau Masjid Salman (Transaksi)
Bandung Satu

Telephone

085320314704

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ilmu Jendela Hati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share