Buku Parenting Islami

Buku Parenting Islami Halaman ini sbg wadah sharing pengalaman menarik seputar pengasuhan anak secara Islami, Insyaallah akan menjadi inspirasi bagi ibu2 lain

"CIPTAKAN SUASANA ENJOY"Tips ini cocok untuk anak2 yg rada2 susah diajak berdisiplin seperti anak2 kami, heheh. Kesenang...
15/01/2018

"CIPTAKAN SUASANA ENJOY"

Tips ini cocok untuk anak2 yg rada2 susah diajak berdisiplin seperti anak2 kami, heheh. Kesenangannya adalah kalo ketemu mainan kesukaan atau nonton youtube..(kalo berlebihan tetaplah tidak baik untuk si anak).

Untungnya no game untuk mereka, jadi gak terlalu lama terpapar radiasi elektronik

Tetapi kalo orang tua bisa mengontrolnya, mungkin gpp juga...tetapi perlu usaha yg lebih besar. Bahkan terkadang perlu biaya untuk membeli aplikasi tertentu sbg solusi autocontrol timing untuk game mereka.

Kalo gak punya biaya untuk itu, mungkin tips berikut bisa dicoba :

Apa yang membuat anak2 mau belajar tanpa merasa dipaksa atau tertekan dan mengalihkan aktfitas digital mereka yang jauh lebih menyenangkan?

Anak2 itu seperti halnya kita juga, kalo suasana hati lagi enjoy, tentu segala aktifitas dapat dijalani dengan baik...

Mungkin kita bisa mengamati perilaku umum anak2 jikalau hal menyenangkan adalah bermain dan bercerita tentang topik yang disukainya...

Sesibuk apapun kita, tetaplah meluangkan waktu nimbrung dengan dunia mereka...

Tawa lepas dari mereka ketika kita ikutan bercanda2 dengan dunianya akan menjadikan suasana hatinya enjoy...

Nah di saat itu kita selipkan ajakan untuk aktifitas lain misalnya ngaji atau belajar...tambahi bumbu2 toleransi waktu maka dengan sendirinya anak2 akan berlapang dada & bersedia...

Demikian tipsnya, semoga bermanfaat...
Boleh share tanpa perlu izin...

21/10/2017

TIPS MENGAJARI ANAK BACA QUR’AN
(Khusus untuk anak-anak yang super aktif dan yg agak susah diatur)

Bismillaah...
Jika kita memiliki anak yang qadarullaah super aktif, kurang bisa fokus belajar dan sulit diatur, barangkali metode yang akan saya uraikan berikut bisa membantu. Namun sebelumnya saya akan mencoba menyampaikan referensi dari seorang ustadzah dan ahli parenting. Walaupun ada mungkin pendapat lain dari ahli psikologi yang agak berbeda.

Di sini, saya menceritakan sedikit kisah sang ustadzah (saya bener2 lupa namanya, tetapi nasehatnya selalu terngiang2). Semoga Allaah azza wajalla selalu merahmati beliau. Beliau memberikan kajian waktu itu sedang studi S3. Anak2nya semua hafidz Qur’an di usia yang masih kecil-kecil. (Masyaallaah).

Menurut beliau, waktu yang paling tepat mengajari anak baca Qur’an dan hafal Qur’an adalah sejak dalam kandungan – usia 6 tahun. Untuk mengajarinya calistung, cocoknya di usia 6 tahun ke atas dan hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan.

Jika kita juga menunggu usia 6 tahun untuk mengajarinya baca Qur’an/hafidz Qur’an maka sesungguhnya agak terlambat dan lebih berat. Karena di saat waktunya untuk mengajarinya calistung plus memulai belajar baca Qur’an/hafal Qur’an, bukankah akan menjenuhkan bagi anak-anak. Kita pun akan merasa berat jika melakukan hal banyak dalam waktu yang bersamaan.

Khusus untuk orang tua yang lebih memilih untuk mengajari sendiri anaknya. Nah,bisa mencoba menerapkan metode mengajari anak baca Qur’an ini. (bukan metode baca Qur’an ya...). Saya sendiri menggunakan metode Iqro campur2 metode Tilawah.

Sebenarnya yang paling paham karakter anak adalah kita sendiri, orang tuanya. Kapan si anak mood dan kapan si anak bete’. Untuk anak yang berkarakter superaktif alias gak mau berhenti bergerak dan susah fokus, mungkin bisa mencoba cara ini.

Mengajak langsung si anak untuk belajar, biasanya sulit bagi si anak untuk nurut. Pengen ngerjain inilah, pengen ngerjain itulah pokoknya menundanya dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk si anak. Jika timing moodnya telah kita dapat, maka kita boleh mengajaknya berdiskusi. Dengan agak sedikit fleksibel, misalnya ketika si anak sedang asyik bermain. Nimbrung dulu ketika si anak sedang asyik bermain.

Berikut contoh percakapan jika ibu dan anak yang sedang bermain, namun di waktu jadwal belajar baca Qur’an. Ummi : U dan Anak : A
U : Sedang main apa nih? Boleh ikutan?
Kemungkinan anak akan menjawab panjang lebar dengan senang karena merasa diperhatikan. Setelah si anak merasa sedang ditemani bermain alias sudah ketemu moodnya si anak, beberapa saat kemudian boleh kita alihkan perhatiannya.
U : Coba liat jam. Kalo jarum panjangnya di 3 boleh kita belajar baca Qur’an?(pake skala menit aja ya, kalo skala jam kelamaan)
Biasanya respon anak gak langsung mau, tetapi menawar.
A : Tapi aku masih main, kalo jarum panjangnya di 5 gimana?
Walaupun menawar, tetapi setidaknya tidak menolak. Terima saja tawarannya, heheh. Jadi kesannya gak dipaksa.
U : Okay, boleh... beneran yah, janji yaa...
A : Okay , janji...
Ketika jarum panjangnya menunjuk angka 5 (waktu disepakati). Kemungkinan si anak akan ingat sendiri atau harus diingatkan.

Untuk anak-anak yang asyik main HP, boleh pendekatanya dengan tawaran, “kalo HP nya lowbat, kita belajar ngaji ya...” Dengan catatan, sebelum anak main pastikan baterai umurnya maksimal 20%. Jadi gak kelamaan mainnya.

Nah, tiba saatnya untuk teknis belajarnya :
1. Awali dengan doa semoga kita dimudahkan dan disabarkan oleh Allah azza wajalla
2. Ajak doa bareng. Untuk si anak yang superaktif tentu saja susah diajak duduk sholeh. Hemm gak apa-apa sih, mau ngapain aja geraknya yang penting adab terhadap buku iqronya diperhatikan.
3. Menawarkan atau mendiskusikan tahapan belajar.
4. Berusaha tidak monoton bersikap sebagai guru alias mengajar. Sesekali beri kesempatan untuk memberi masukan.

Berikut contoh tahapan belajar yang bisa ditawarkan ke anak. Jika sudah siap belajarnya.
U : Begini, kita belajarnya dengan 3 tahapan ya...pertama, ummi yang baca duluan dan abang/kk ngikutin. Kedua, ummi baca sendirian dan abang yang tunjuk satu-satu hurufnya dan terakhir, kita baca bareng2 alias kompakan. Gimana?
A : Ok.
Jika si anak menyetujui, kita boleh melanjutkan. Jika si anak memberi masukan boleh juga ditambahkan.

Penjelasan untuk setiap tahapan :
1. Tahapan pertama
Metode mengajarinya langsung, biasanya agak sulit mendapati anak fokus. Sesekali kita kecup atau kita semangati dengan yel yel (boleh berkreasi sendiri)
2. Tahapan kedua
Ketika kita sendiri yang baca, si anak merasa beristirahat dan rilex dan merasa semangat pura-puranya kita jadi muridnya dan dia jadi gurunya. Dan kemungkinan akan memperhatikan setiap hurufnya dan bisa fokus mendengar bacaannya.
3. Tahapan ketiga
Tahapan kedua sebenarnya persiapan untuk kompak-kompakan di tahap ketiga. Biar bener-bener bisa kompakan membacanya di tahapan ketiga. Si anak akan bersemangat agar bisa kompakan.
Target pindah halaman, sesuaikan aja dengan kemampuan anak.

Nah, demikianlah tips yang bisa saya share. Yang perlu diingat, kita jangan terlalu fokus dengan target, tetapi nikmatilah setiap prosesnya, nikmatilah setiap susah senangnya, semoga mengurangi kebiasaan bertanduk dalam menghadapi anak-anak, heheh. Semoga menjadi pahala jariyah untuk kita, Insyaallaah. Aamiin...

Cara mengajari anak ini adalah salah satu cara yang saya kembangkan sendiri dengan menyesuaikan dengan karakter anak sendiri. Namun salah satu sumber inspirasiku adalah buku-buku teh Kiki Barkiah.

Semoga bermafaat
Boleh share...


'an

20/05/2017

Hal yang paling sulit dalam pengasuhan anak adalah meminta melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak melakukannya
(Kiki Barkiah)

Dapatkan kisah berhikmah seputar pengasuhan anak beragai karakter di buku "5 Guru Kecilku"

Info Pemesanan :
Hubungi kami di kontak WA/Hp : 0812 2492 8883 (Reseller Resmi)
atau
kunjungi di
http://www.rahmablog.biz/581-2/

18/05/2017

Tidak ada yang lebih sempurna dari Rasulullaah Shallallaahu alaihi wasallam dalam pengasuhan anak,
Maka berilah ruang dalam hati kita untuk menerima bahwa kita bisa salah..

Maka tidak perlu kita mengatakan "kami merasa gagal enjadi orang tua" namun katakanlah "bersama Allah kami bisa lebih baik lagi"

Buku "5 guru kecilku" jilid 1 (Kiki Barkiah)

17/05/2017

"MENGAJARKAN ADAB2 MENDENGAR AZAN KE ANAK"

Bismillaah...
Mengajarkan doa - doa ke anak, sebenarnya tidaklah sulit
Hanya perlu membangun kebiasaan membacanya pd wkt2 anjuran mengamalkannya

Contoh, mengajarkan adab - adab mendengar azan dan doa yang dibaca ketika azan selesai dikumandangkan

Azan dikumandangkan 5x sehari, kalo kita berinteraksi dengan anak minimal 3x waktu sholat atau bahkan 5x sehari bagi ibu2
yang tdk memiliki aktifitas di luar rumah. Sebanyak itupula kita menuntun anak2 perhari

Berikut sedikit tipsnya :
1. Setiap mendengar azan rangkullah anak dengan memberi pengantar sedikit ttg fadhilah azan

2. Walaupun si anak sedang berkaktifitas atau main, kalo blm bisa diajak duduk sholeh menghayati azan, gpp tetap dituntun bacaan yg disunnahkan ketika mendengar azan

3. Menuntun anak, cukup satu kali aja dlm satu waktu gak perlu berulang-ulang yg penting rutin di setiap waktu mendengar azan.

4. Dilakukan setiap mendengar azan, Insyaallah adab2 dan doa2 akan dihafal oleh si anak.

Paling mudah, jika anak sudah diajari di skolah...jadi kita tinggal membangun kebiasaannya.

Semoga bermanfaat...
Boleh share

16/05/2017

Beberapa langkah bisa dilakukan saat nasihat biasa tdk lg ampuh untuk menghentikan misbehavior anak :
1. Pengalihan
2. Pengabaian
3. Konsekuensi logis
4. Time out

Buku "5 Guru Kecilku" bagian 1 (Kiki Barkiah)

15/05/2017

KETIKA KITA DAPAT MENANGIS DAN MENYESAL ATAS KESALAHAN KITA SEBAGAI ORANG TUA, BERSYUKURLAH...

KARENA ALLAH TELAH MEMBERI KESEMPATAN UNTUK BERUBAH...,

(KIKI BARKIAH)

15/05/2017

"SUGGESTI POSITIF KE ANAK-ANAK"

Suggestinya bisa dalam bentuk siulan atau nyanyian dengan menyebutkan nama anak dlm lagu...

Misalnya minjam reff lagu "PELANGI"
Syairnya bisa begini :

Anak ummi/mama/ibu/bunda yang sholeh
Namanya kk/ade ...(sebut nama anak)
Anak ummi yg sholeh disayang2

Rajin mengaji, rajin berdoa
Rajin menghafal bacaan sholat

Ulang...
Rajin mengaji, rajin berdoa
Rajin menghafal bacaan Qur'an

Diulang2 aja lagunya, sambil nunngu respon si anak..
Disebut namanya dlm lagu akan membuatnya merasa bangga
dan cenderung mau mengikuti apa2 yg disebutkan dlm lagu

Insyaallaah...

18/04/2017

Tanya : Bagaimana menanggapi anak2 yang terlanjur dewasa tanpa dididik secara Islami dan tidak pernah dibekali ilmu agama sehingga sekarang pun sudah terpengaruh era globalisasi (menyukai musik2 kpop dan sejenisnya) sulit untuk dibawa kembali untuk menghafal Al-Qur'an dan taat beribadah.

Jawab : Suatu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada takdir buruk, semua baik. Allah pemilik dan pemberi takdir. Jika kita bilang buruk, kita saja yg pendek jarak pandangnya. Cara menyikapi musibah adalah dengan mencari hikmah sebanyak-banyaknya, bersyukur, ikhlas dan senantiasa meminta ridhoNya. Selanjutnya kembali bersabar tetap berikhtiar mengajarkan Islam, rutin beribadah pada anak dan jangan putus berdo'a.

TJ : Ustadzah Mahmudah, Lc. MA.

17/04/2017

Tanya : Bagaimana mengatasi trauma anak dikarenakan seringnya kita (orang tua) bersikap kasar kepada anak?

Jawab : Seringlah memberi perhatian dengan kelembutan dan kasih sayang. Jangan pernah segan meminta maaf kepada anak. Itu akan menumbuhkan rasa percayanya lagi dan perlahan akan menghilangkan trauma.

TJ oleh Ustadzah Mahmudah, Lc. MA.

15/04/2017

"3 x 7 Tahun"
Metode Pendidikan Islami ala Ali bi Abi Thalib, Radiallaahu Anhu
by : Uztad Khalid Basalamah

7 tahun pertama -->> Mendidik dgn Kelembutan
7 tahun kedua -->> Mendidik dgn Ketegasan bukan Kekerasan
7 tahun ketiga -->> Mengajak Bermusyawarah dlm Keluarga

Address

Bandung

Telephone

081350833476

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Buku Parenting Islami posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category