19/05/2022
Singa dan Pertolongan Rasulullah SAW.
Imam Al-Bushiri berkata:
ومن تكن برسول الله نصرته * إن تلقه الأسد في آجامها تجم
Barang siapa pertolongannya bersumber dari Rasulullah SAW, apabila bertemu dengan segerombolan singa di hutan belantara, niscaya mereka akan tunduk takluk kepadanya.
Hal ini seperti yang pernah dialami oleh Sayyidina Safinah, seorang sahabat yang dimerdekakan Nabi Muhammad SAW.
Suatu saat beliau melakukan perjalanan laut. Di tengah perjalanan, kapal yang beliau tumpangi mengalami kecelakaan. Beliau pun mengambil pecahan kayu agar tidak tenggelam. Beliau terombang-ambing oleh ombak laut yang begitu besar. Hingga akhirnya dapat menepi. Naasnya beliau menepi pada pantai yang menjadi tempat tinggal singa.
Harimau penunggu itu mendekati Sayyidina Safinah. Sayyidina Safinah berkata, "Wahai singa, aku adalah orang yang dimerdekakan Rasulullah SAW."
Singa tersebut seketika menundukkan kepala. Lalu ia memberi kode agar Sayyidina Safinah mengikutinya menuju jalan yang bisa dilalui. Ketika sampai pada jalan tersebut, singa itu mengeram mengeluarkan suara dari dada seakan sedih akan perpisahan.
Karomah seperti ini tidak hanya berlaku pada sahabat Nabi saja, melainkan juga para auliya dan ulama lainnya. Di antaranya adalah Imam Abu Madyan At-Tilimsani.
Suatu hari Imam Abu Madyan bepergian melewati daerah di Maghrib. Beliau melihat ada singa sedang memangsa keledai milik seorang bapak. Bapak pemilik keledai dari kejauhan duduk sedih melihat keledainya dimangsa, padahal dia sangat miskin.
Imam Abu Madyan pun mendatangi singa itu. Beliau mengambil jambul singa dan menggiringnya menuju pemilik keledai.
Imam Abu Madyan berkata, "Ambil singa ini. Gunakanlah untuk membantu kebutuhanmu sebagai ganti keledaimu yang telah mati."
"Tapi saya takut."
"Jangan takut. Dia tak akan bisa menyakitimu."
Bapak tersebut akhirnya membawa singa itu pulang. Orang-orang yang melihatnya merasa heran.
Sore harinya, bapak itu mendatangi Imam Abu Madyan dan berkata, "wahai Syaikh. Singa ini selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Aku takut sekali. Aku tidak bisa kumpul dengan singa ini."
Imam Abu Madyan berkata kepada singa, "Pergilah. Jangan ulangi lagi. Jika mengganggu manusia lagi, kamu akan kujadikan tunduk kepada mereka.
Kedua kisah ini bisa dibaca pada ta'liqan Syarh al-Burdah atau Masyariq al-Anwar al-Mudliyyah karangan Imam Syihabuddin Al-Qasthallani (w. 923 H), terbitan Darut Taqwa Suriah.