10/01/2017
SANG JUARA vs PEMBURU BEASISWA
Seperti halnya setiap juara dunia, dia memiliki pelatih/pembimbing yang berguna memberikan petunjuk tentang step by step yang harus dilakukan untuk mencapai prestasi puncak. Pelatih juga memberikan peta sukses yang jelas sehingga dia tidak harus mencoba-coba sendiri menemukan jalan juaranya. Pelatih akan senantiasa mengingatkan target yang harus ditempuh.
Pun demikian dengan berburu beasiswa, sang pemburu memerlukan pembimbing yang sudah berpengalaman sehingga dia tidak kesasar di belantara pemburuan beasiswa yang di sana banyak juga pemburu lainnya dalam persaingan.
"Ayo bimbing adikmu supaya ia berhasil dalam berburu beasiswanya!" Begitu dulu ibuku berpesan, tatkala saya sempat membiarkan terlebih dahulu adikku berburu beasiswa tanpa pendampinganku, karena kuanggap dia sangat berprestasi tinggi melebihi indeks prestasiku dan juga dia sangat mandiri.
Semula adekku (Maymay Maysarah) sempat gagal beberapa kali dalam berburu beasiswanya. Lantas, saya pun membimbingnya. Memberikan peta target sukses raih beasiswa. Target untuk tetap latihan menaikkan skor toefl. Melatihnya membuat proposal penelitian dan cv yang bagus. Menyarankannya untuk banyak-banyak membaca buku. Hingga mendampingnnya untuk sukses saat wawancara beasiswa.
Al Hasil dalam waktu bersamaan di tahun 2016, dia pun mendapatkan beasiswa pascasarjana dari dua universitas, Defense University dan University of Brunei Darussalam.
Selain itu, karena dia juga merupakan aspri yang membantuku dalam urusan urusan pekerjaan plus talkshow beasiswa serta bedah buku INGGRIS DI TEMBOK KAMARKU (IDTK), setidaknya dia sering p**a menyerap materi2 talkshow yang kusampaikan dan sering membaca kisah-kisah inspiratif dari berbagai buku yg satu diantara buku wajibnya adalah buku IDTK.
Ayooo, untuk kawan lainnya, sempatkan baca IDTK yaaa. Semoga kisah-kisahnya bisa menginspirasimu, saudara2mu, kekasihmu, orang tuamu, dan kawan kawan.