27/05/2026
Kambing yang jadi pengganti Nabi Ismail dalam kisah penyembelihan disebut dalam QS Ash-Shaffat: 107:
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”
Syekh Jalaluddin Al-Mahalli dalam Tafsir Jalalain menjelaskan "dzibhin adzim" dengan "kabsy minal jannah" yaitu kambing dari surga.
Asal-Usul Kambingnya
Ada 2 riwayat yang populer di kitab tafsir:
1. Kurban Habil yang disimpan di surga
Menurut Ibnu Abbas dan dikutip Syekh Jalaluddin Al-Mahalli, kambing itu adalah hewan kurban Habil bin Adam yang diterima Allah. Setelah itu diangkat ke langit dan digembalakan di surga selama 40 tahun, lalu diturunkan untuk menebus Ismail.
Riwayat ini juga disebut Imam Ats-Tsauri
2. Domba dari surga
Banyak mufassir menyebutnya kabasy min al-jannah domba jantan dari surga, tanpa cacat.
Adapun riwayat dari Ibnu Katsir:
وقوله: {وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ} قال مجاهد: كبش أملح.
وقال سعيد بن جبير: كبش من الجنة قد رعى أربعين خريفا.
وقال ابن عباس: ثنى بقرني الكبش الذي قربه ابن آدم فتقبله الله منه، فذبحه فداء لإسحاق.
وقال ابن عباس أيضا: ما فدى إلا بكبش أقرن أعين.
وقال الضحاك: كبش أبيض أعين أقرن.
وقال يمان: كبش من غنم الجنة.
وقال ابن عباس: لقد رعى ذلك الكبش في الجنة أربعين خريفا.
1. Mujahid berkata: "Kibasy amlah" = domba jantan putih bersih.
2. Sa'id bin Jubair berkata: "Domba jantan dari surga yang telah digembalakan 40 tahun".
3. Ibnu Abbas berkata: "Itu adalah kibasy bertanduk yang dikurbankan anak Adam, lalu Allah terima. Maka disembelih sebagai tebusan untuk Ishaq/Ismail".[Habil]
4. Adh-Dhahhak berkata: "Kibasy putih, bermata bagus, bertanduk".
5. Yaman berkata: "Domba dari ternak surga".
Ibnu Katsir menyimpulkan bahwa pendapat mayoritas ulama adalah hewan itu kibasy dari surga, dan ada riwayat yang menyebutnya adalah kurban Habil yang dipelihara di surga selama 40 tahun.
Sumber:
Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim
Jalaluddin al Mahalli, Tafsir Jalalain