25/04/2018
*RAMADHAN KOK JUALAN?*
Jleb rasanya, ketika komentar ini dilayangkan saat saya menginformasikan Buku terbaru yang berjudul *9 Jurus Meningkatkan Penjualan di Bulan Ramadhan*…
Lantas membuat saya kemudian merenung dan bertanya-tanya, memangnya ngga boleh yah kalau Ramadhan jualan?
Bukankah Nabi Muhammad suatu saat pernah mencium tangan seseorang yg sangat kasar disebabkan bekerja menghancurkan batu lalu menjualnya ke pasar untuk memberi nafkah pada keluarganya…
Lalu Nabi bersabda, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”
Jadi tidak bolehkah jualan saat Ramadhan?
Jika orang Indonesia, yang mayoritas muslim dilarang jualan di Bulan Ramadhan, lalu nanti hendak kemana kita membeli makanan untuk berbuka? Membeli kue untuk lebaran? Membeli baju untuk merayakan idul fitri?
Lalu bagaimana bagi yang mencari nafkah dengan cara berjualan, darimana mereka bisa memperoleh rezeki jika tak boleh berjualan, sementara harga sembako makin tinggi dan karyawan butuh THR juga, darimana mereka memperoleh uang jika bukan dari meningkatkan penjualan?
Kalau maksudnya tidak boleh jualan jika melalaikan ibadah Ramadhan, saya setuju. Jika tujuannya jangan ada yang buka warung makan terang-terangan saat siang, saya sepakat. Tapi kalau masih dilingkup syariat, jualan masih dianjurkan kan? 😉
Jadi boleh yah saya share informasi kalau preorder Buku *9 Jurus Meningkatkan Penjualan di Bulan Ramadhan* telah dibuka HARI INI ? 😊