Toko buku 20HMR

Toko buku 20HMR 20 HARI
MEMBUKA
REZEKI

27/02/2025

Hari ini Saya memilih Bahagia,
Menerima Rezeki Allah dengan penuh kesadaran dan Sukacita.
Alhamdulillah."



Sorotan

Alhamdulillah yaAllah atas Nikmat berkedip ini,membuat mata selalubersih dan terjaga sempurna.  Sorotanpublik
27/02/2025

Alhamdulillah yaAllah
atas Nikmat berkedip ini,
membuat mata selalu
bersih dan terjaga sempurna.


Sorotanpublik

*Keyakinan Tentang Rezeki*Rezeki akan datang sesuai keyakinan kita. Meyakini harus kerja keras baru dapat rezeki, maka i...
04/07/2023

*Keyakinan Tentang Rezeki*

Rezeki akan datang sesuai keyakinan kita. Meyakini harus kerja keras baru dapat rezeki, maka itulah polanya: wajib kerja keras dulu baru mendapatkan rezeki.

Tapi ada juga yang meyakini tanpa kerja pun bisa dapat rezeki, maka itulah polanya: sekedar terbersit di pikiran, rezeki itu datang diantar seseorang.

Boleh juga meyakini rezeki itu datang sendiri kalau seseorang bertaqwa kepada Allah, fokus ibadah atau menjadi hamba Allah yang shaleh.

Itu pun bisa, maka polanya seperti itu: tahu-tahu ada yang menawari rumah, tahu-tahu ada yang memberi motor, tahu-tahu ada yang menyekolahkan anak-anaknya.

Sampai disini, kita tak perlu menghakimi cara seseorang mendapatkan rezeki sebab batasnya adalah keyakinan tadi.

Tapi....

Bila merasa tidak nyaman dengan cara mendapatkan rezeki, sudah kerja keras tapi hasilnya nihil. Atau sudah banyak uang tapi mudah diperdaya atau selalu kehilangan dengan alasan apa pun, artinya ada pola yang perlu dicermati.

Sebab itu pun pola keyakinan, tapi mungkin gak sadar apa pola keyakinannya. Saya akan bongkar salah satu pola keyakinan yang membuat hidup seseorang susah mendapatkan rezeki.

Kalau ditanya, _"saya bahagia bila..."_ Jawabnya adalah _bila bisa membahagiakan orang lain._ Artinya sepanjang tidak bisa membahagiakan orang lain, maka *_"saya menderita."_*

Lalu, _"saya merasa kaya bila..."_ Jawabnya adalah _bila banyak uang._ Artinya selama sadar belum banyak uang, *_"saya merasa miskin."_*

Tak sadar keyakinannya adalah *"saya orang menderita yang miskin."* Maka rezeki pun datang dengan sulit, lebih sulit dari pengemis di sebuah kampung yang dilanda musim kemarau panjang.

Tantangan bagi Anda yang ada di situasi itu ada dua. _*Pertama*_ mengenali seluruh keyakinan negatif terkait rezeki, _*kedua*_ mengganti keyakinan itu ke level yang lebih tinggi.

Tidak semua orang bisa dengan mudah mengenali keyakinan negatif yang tak disadari. Sebab bila sadar, mungkin sejak dulu sudah diperbaiki.

Banyak yang merasa "aku sudah positif" atau "aku baik-baik saja" padahal hidupnya cukup sulit. Lalu mencari alasan pembenar akan kesulitannya.

Kedua, naik level itu bukan perkara instan sebab butuh kedisiplinan untuk melatih pikiran. Beda dengan anak kecil, mengubah keyakinan "aku jelek" menjadi "aku ganteng" cukup disugesti orang tuanya.

Maka banyak yang tak sabar dengan proses ini, apalagi tak mengerti apa indikasi sudah berhasil atau belum.

Itu sebabnya selalu butuh bimbingan, minimal membaca buku yang sesuai.

Tapi balik lagi, ada tawaran bimbingan pun akan ditanggapi sesuai keyakinan masing-masing. Ada yang sinis, ada yang bahagia. Bergantung keyakinan orangnya.

Wallahu'alam
*Ahmad Sofyan Hadi*

Seringkali, seseorang ingin mengalami peningkatan finansial di masa depan, tapi pikiran mempersepsikan "saya orang miskin" karena pengalaman masa lalu.Β 

*YES SET*Setiap kita punya critical area yang menyensor setiap informasi yang masuk. Kita sebut saja "satpam" agar mudah...
15/06/2023

*YES SET*

Setiap kita punya critical area yang menyensor setiap informasi yang masuk. Kita sebut saja "satpam" agar mudah dipahami.

Satpam ini menyeleksi mana informasi yang perlu diperhatikan atau diabaikan dimana seringkali secara sadar ingin diperhatikan tapi si satpam ini malah mengabaikan.

Contohnya informasi seperti ini "saya kaya" yang secara sadar sengaja diucapkan agar jadi sugesti ke pikiran.

Ini adalah informasi yang diterima pikiran melalui ucapan (mengucapkan berulang-ulang) tapi pada sebagian orang, si satpam malah mengabaikan.

Lha, dirinya merasa gak kaya kok!

Maka kalimat sugesti tak selamanya diterima, ada juga yang ditolak. Sehingga lama-lama merasa capek sendiri.

Tapi, kita bisa membuat kalimat di atas diterima pikiran, caranya adalah membuat satpam istirahat. Kapan satpam istirahat?

Terutama menjelang tidur dan setelah bangun tidur. Tapi sejujurnya, banyak yang lupa mengucapkan kalimat sugesti di kedua waktu itu.

Cara lain adalah dengan menyusun kalimat YES SET contoh:

_Saya Sofyan_
_Saya tinggal di Depok_
_Saya ayah 3 anak_
*Saya kaya*

Atau bila Anda mau membuat kalimat sendiri, ini rumusnya:

Saya (sebut nama)
Saya (sebut kota tinggal)
Saya (sebut status)
Saya kaya.

Lebih nyaman bukan?

Kalimat Yes Set ini banyak variasinya. Ada salah satu member program terapi yang praktek saat ditagih hutang Rp 300 juta.

Dia susun kalimat yes set agar satpam istirahat sehingga pikiran percaya uang datang dengan mudah dalam jumlah yang berlimpah.

Tak berapa lama, ada temannya mengontak menginformasikan mau bayar hutang sekaligus. Ternyata teman ini dulu punya hutang, tapi karena tak tertagih diabaikan member ini.

Hal yang tak diduga, hutang yang dibayar lunas ini nilainya Rp 1 M lebih, sehingga ada lebih setelah dipakai melunasi hutang Rp 300 juta.

Seringkali, ketika pikiran percaya maka sesuatu menjadi bisa. Nah kalimat Yes Set ini bisa digunakan untuk membuat menciptakan keadaan di masa depan seolah-olah begitulah yang terjadi kelak.

_Wallahu'alam_
*Ahmad Sofyan Hadi*

-------------------------------------------------------

Zoom Meeting Kelas Afirmasi Online:

*KEAJAIBAN SELFTALK:*
*_Melunasi Hutang & Meningkatkan Income dengan Mudah & Cepat_*

πŸ—“οΈ Sabtu, 17 Juni 2023
πŸ•’ Pukul 19.30-21.00 WIB
🎧 Zoom Meeting

Pembicara: *Ernawati SH MH CTMR*
Moderator: *Dwi Ajeng S.Psi*

*GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM!*

Daftar:
085765316890

Free Download Ebook + Video *
*Memprogram Ulang Pikiran dengan Selftalk*

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://member.kelasafirmasionline.com/aff/685/778/

https://chat.whatsapp.com/I3Adrktr72r499KWpN4IUM

Setiap ucapan bisa terucap karena ada di pikiran, tapi manakala terucap, ia didengar telinga artinya masuk lagi menjadi sugesti ke pikiran. Pun termasuk bicara dengan diri sendiri, meskipun dalam hati, tapi membuat pikiran menyusun gambar alias tersugesti juga. Maka memuji orang lain artinya menyusu...

"Sudah 6 bulan gaji PNS saya utuh tidak terpakai, ada saja uang masuk dengan cara yang mudah, padahal saya membiayai sek...
14/06/2023

"Sudah 6 bulan gaji PNS saya utuh tidak terpakai, ada saja uang masuk dengan cara yang mudah, padahal saya membiayai sekolah 2 anak."
Ernawati, PNS & ibu rumah tangga/single parent

❓ Siapa yang mau:

βœ… Melunasi hutang lebih cepat?
βœ… Menaikkan income dengan cara yang halal?

Plus...

βœ… Berat badan ideal?

πŸ”₯ Yuk belajar dari kisah nyata seorang ibu rumah tangga dalam mempraktekkan SELFTALK POSITIF πŸ”₯

Langsung saja catat jadwalnya:

πŸ—“οΈ Sabtu, 17 Juni 2023
πŸ•’ Pukul 19.30-21.00 WIB
🎧 Zoom Meeting

Pembicara: Ernawati SH MH CTMR
Moderator: Dwi Ajeng S.Psi

GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM!

Link Zoom dibagikan di:

t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline

Free Download Ebook + Video Memprogram Ulang Pikiran dengan Selftalk

https://member.kelasafirmasionline.com/aff/5/778/?coupon=BEHINDSIGN

01/06/2023

Bagaimana Melakukan Visualisasi yang Berhasil?

Seringkali kita menerjemahkan visualisasi sebatas imajinasi di pikiran. Itu benar, tapi tidak sepenuhnya tepat.

Sebab visualisasi juga apa yang kita ucapkan dan apa yang kita rasakan. Contoh ketika mengucapkan kata "mahal" kepada suatu barang.

Tak sadar pikiran membayangkan benda itu memiliki harga yang tinggi sementara kemampuan diri rendah. Tak sadar ucapan itu adalah memvisualisasikan kerendahan diri.

Atau saat perasaan marah karena disakiti, tak sadar pikiran mengimajinasikan ada sosok yang berkuasa sementara diri sendiri lemah tak berdaya. Artinya pada emosi marah, ada visualisasi ketidakberdayaan.

Jadi kita mesti konsisten menjaga 3 komponen tadi saat membayangkan sesuatu yang diinginkan: imajinasi, emosi, dan ucapan. Saya menyebutnya 3 Bahasa Pikiran.

Dengan menyelaraskan 3 bahasa pikiran, visualisasi menjadi mudah dan berhasil. Ikuti pemaparan lengkapnya di zoom meeting 2 & 9 Juni 2023 Pukul 19.30-21.30 WIB

Investasi:
Rp 99.000

Transfer ke BCA No 7150844520 an Ahmad Sofyan Hadi

GRATIS:

βœ… Pembeli Buku 20 HMR
βœ… Member Program Ramadhan 20 HMR
βœ… Pembeli Buku Reset Hati Instal Pikiran
βœ… Pembeli Kalender Afirmasi 2023
βœ… Member Program 30 Hari Terapi
βœ… Member BehinDsign

Info & Pendaftaran:

Mengontrol Waktut.me/KelasAfirmasiOnlineMasalah kita bermula ketika ingin mengendalikan waktu, masa lalu dan masa depan....
23/05/2023

Mengontrol Waktu

t.me/KelasAfirmasiOnline

Masalah kita bermula ketika ingin mengendalikan waktu, masa lalu dan masa depan. Mengendalikan masa lalu artinya "mestinya dulu" atau "andaikan dulu" dimana ketika sadar tidak bisa, akhirnya MENYESAL.

Menyesal adalah ekspresi kecewa karena tidak bisa mengendalikan masa lalu. Padahal, masa lalu memang tidak bisa dikendalikan, tapi itulah "bisikan kejahatan dalam dada manusia."

Mengendalikan masa depan artinya berusaha mengatur apa yang mesti terjadi di masa depan, lalu ketika sadar tak bisa, akhirnya khawatir atau takut.

Khawatir adalah ekspresi ketidakmampuan mengendalikan masa depan, padahal memang seyogyanya tak bisa dikendalikan. Tapi itulah "bisikan kejahatan dalam dada manusia".

Gara-gara menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, seseorang tak bisa melihat dirinya di hari ini. Ia menjadi seolah-olah orang paling menderita, alias meratapi nasib sendiri.

Padahal masih bisa bernafas, masih bisa berkedip, masih bisa membaca tulisan ini, masih bisa menggerakkan badan dengan leluasa.

Ujung-ujungnya kufur nikmat bukan?

Itulah "bisikan kejahatan dalam dada manusia" membuat nikmat Allah seolah lenyap, lalu pikiran memikirkan apa yang hilang dan yang belum terjadi. Adapun yang diterima dianggap tidak ada.

Maka orang yang merasa menderita hari ini, biasanya berawal dari menyesali pengalaman masa lalu. Atau mengingat kejadian buruk di masa lalu, benar?

Hayoo, mau sampai kapan?

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi

===========================

Zoom Meeting & YouTube Streaming:

Membedah Penyesalan yang Dipendam melalui Simbol Tanda Tangan

Selasa, 23 Mei 2023
Pukul 19.30 -21.00 WIB
Ahmad Sofyan Hadi

Gratis & Untuk Umum

Link Zoom dibagikan di
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline
t.me/KelasAfirmasiOnline

Allah sesuai prasangka hambaNya

Goals Anda adalah bahagia (melalui) mewujudkan impian.Anggaplah Anda menginginkan income besar, dengannya Anda melakukan...
18/05/2023

Goals Anda adalah bahagia (melalui) mewujudkan impian.

Anggaplah Anda menginginkan income besar, dengannya Anda melakukan sesuatu, ujung-ujungnya merasa bahagia.

Benar?

Maka menjaga impian, menjaga keberhasilan visualisasi adalah menjaga rasa bahagia.

Terdengar retoris memang, tapi faktanya demikian. Seberapa bahagia Anda hari ini? ...

12/05/2023

Belajar itu Investasi

Anda bayangkan bila ada 2 ember, yang satu diisi apa pun yang ada di dekatnya, satu lagi hanya diisi air hujan. Apakah isi keduanya bisa disatukan?

Anak yang isi kepalanya konten tiktok, YouTube, atau apa pun dari media sosial, akan berbeda dengan anak yang sejak awal isi kepalanya diprogram dan diarahkan.

Pertanyaannya, apakah orang tua cukup mampu mengarahkan anak? Memprogram anak? Bila sejak anak balita, orang tua sudah "mengalah" maka sampai dewasa pun begitu.

Wajar d**g bila orang tua disebut racun oleh anaknya (toxic parenting) ketika orang tua mengkritik anak atau menasehati anaknya. Saking isi kepala sudah berbeda antara orang tua dan anak.

Sampai disini sudah sangat lebar jarak pikiran anak orang tua, menggambarkan tajamnya konflik diantara mereka.

Mungkin sekarang orang tua masih bisa menghibur diri, masih bisa menghindari anak, tapi ada satu masa dimana orang tua sudah tambah usia, sudah tak bisa kemana-mana, akhirnya bergantung dengan anak, menerima apa adanya sikap dan pikiran anak.

Sekarang mumpung ada kesempatan, belajarlah mempengaruhi jiwa anak. Belajar adalah investasi, bukan beban atau biaya.

Wallahu'alam

*Pondasi Agar Masalah Hidup Selesai*Mungkin ada diantara Anda yang saat ini tidak punya penghasilan, baik karena memang ...
09/05/2023

*Pondasi Agar Masalah Hidup Selesai*

Mungkin ada diantara Anda yang saat ini tidak punya penghasilan, baik karena memang sedang tidak bekerja maupun karena didzalimi orang lain.

Mungkin ada diantara Anda yang sedang tidak baik-baik saja dalam rumah tangga, dibicarakan ujung-ujungnya ribut, didiamkan malah semakin pelik.

Mungkin ada diantara Anda yang sedang mengalami banyak sekali masalah, tidak satu, bukan dua, tapi lebih. Gabungan masalah itu membuat Anda frustasi, rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya.

Pagi ini, saat matahari belum naik ke puncak, saat udara masih sejuk, duduklah dengan tenang dan baca tulisan ini sampai selesai.

Sesekali dengarkan detak jarum jam di dinding atau kicauan burung di luar, biarkan suara itu menemani saat Anda membaca tulisan ini.

Saya sudah membaca ratusan buku pengambangan diri dari Barat dimana mereka menyuguhkan tips untuk keluar dari masalah hidup saat ini.

Semuanya menyampaikan dengan gaya bahasa masing-masing, didukung cerita kesuksesan yang menjalankannya, serta rangkaian tips yang berbeda satu sama lain.

Tapi...

Ada satu kesamaan dari semua buku itu, yaitu satu hal yang menjadi dasar untuk memperbaiki hidup.

Semuanya sepakat, dasarnya atau pondasinya adalah: BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP DIRI SENDIRI.

Memilih bertanggung jawab daripada menyalahkan orang lain atau melemparkan kesalahan kepada orang lain adalah pondasi dari semua cara sukses.

Bertanggung jawab artinya "saya lah yang menyebabkan hidup saya seperti ini, keluarga saya seperti ini, pencapaian saya sebatas ini!"

Meskipun Anda merasa jadi korban orang lain entah itu ditipu, diperdaya, dimanfaatkan, dijebak, disakiti tapi Anda memilih tanggung jawab itu.

Sebab pada hakikatnya, hidup kita selaras dengan perasaan dan pikiran yang kita pendam. Anda memendam kebencian di rumah, maka Anda mendapatkan rasa benci itu di luar rumah.

Ada saja orang yang membuat Anda semakin marah dan benci, Anda menjadi bulan-bulanan kedzaliman orang lain.

Memilih bertanggung jawab pun berarti Anda memilih berkuasa atas hidup Anda sendiri. Sebab menyalahkan orang lain artinya saya lemah mereka kuat dan saya korban kekuatan mereka. Saya tidak berdaya.

Semakin menyalahkan orang lain, semakin Anda meyakini diri Anda tak berdaya. Di posisi ini, mustahil Anda bisa memperbaiki hidup.

Sekali lagi, pilihlah untuk bertanggung jawab atas hidup Anda sendiri, bertanggung jawab atas apa pun yang menimpa Anda.

"Ya Allah, hamba sadar bahwa hamba sedang mengalami masalah tapi hamba bertanggung jawab atas masalah ini.

Hamba memilih berkuasa atas hidup hamba dan memutuskan untuk memperbaikinya.

Maka ya Allah, temani hamba, dampingi hamba, jaga hamba selama proses memperbaiki ini. Kekuatan hamba adalah dariMu ya Rabb.

La haula wala quwwata illa billah."

Pernyataan diatas -Anda boleh menyebut doa- adalah deklarasi atau proklamasi terhadap diri sendiri.

Anda mulai mengatur atau memerintah kepada pikiran untuk bertanggung jawab, sehingga pikiran menggunakan seluruh kecerdasannya untuk mengambil alih dan memperbaiki hidup Anda.

Pikiran terbuka terhadap gagasan, saran, masukan, dari orang lain bahkan mengingat seluruh cara agar hidup semakin baik.

Berbeda bila seseorang tetap menyalahkan orang lain, merasa diri tidak salah akhirnya pikiran menutup untuk dikoreksi dan mengoreksi dirinya sendiri.

Selamanya terpenjara, selamanya lemah tak berdaya. Maka apa pun ikhtiarnya, selama pikiran menutup, tak ada jalan kebaikan atau perbaikan.

Langit yang cerah, matahari yang semakin meninggi dengan sinarnya yang hangat adalah kasih sayang Allah untuk Anda.

Memberi Anda kesempatan untuk memperbaiki hidup, awali-lah dengan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Wallahu'alam.
Ahmad Sofyan Hadi

---------------------------------------------------------
*Bedah Workbook "20 Hari Membuka Rezeki"*

Kamis, 11 Mei 2023
Pukul 19.30- 21.30 WIB
Zoom Meeting
*Ahmad Sofyan Hadi*

Materi:
*Visualisasi & Repetisi untuk Membuka Rezeki*

GRATIS & Terbuka untuk Umum

Link Zoom dibagikan di:

WhatsApp Group Invite

04/05/2023

Alasan Tujuan Hidup Tak Jelas

Bicara tujuan hidup, atau apa yang sebenarnya ingin kita alami sepanjang hidup, seringkali kabur atau bias karena ketakutan atas pengalaman masa lalu.

Contoh seseorang yang merasa hidupnya menderita di masa lalu, maka yang dia inginkan adalah lepas dari penderitaan itu.

Lepas bagaimana? Apa yang ingin dialami?

Pikirannya tidak bisa menjelaskan apa yang ingin dialami, sebab masih tergambar penderitaan masa lalu. Maka lepas dari penderitaan masa lalu sebenarnya masih memikirkan penderitaan itu.

Kita perjelas lagi ya.

Ada orang yang merasa selalu dirampas hak-haknya oleh saudara dekatnya. Warisan orang tua diserobot, dia mengalah.

Lalu bekerja pun dimanfaatkan rekan kerja, menjadi orang yang selalu disalahkan padahal orang lain-lah yang salah.

Oleh pasangannya pun selalu dimarahi dan disalahkan, dianggap tidak becus lah, tidak bertanggung jawab lah, dan lain-lain.

Maka ketika ditanya apa tujuan hidupmu? Dia menjawab, "aku ingin pergi jauh" sebuah imajinasi menjauh dari penderitaannya. Artinya masih membayangkan penderitaan, lalu ia berjarak dengan penderitaan itu.

Pergi jauh kemana?

Apa yang ingin dialami?

Kehidupan macam apa yang diinginkan?

Dia tidak tahu.

Intinya, jauh dari orang-orang yang mendzaliminya.

Inilah yang membuat masalah itu berulang. Sebab bahasa pikiran itu gambar. Kita menjalani hidup dengan berfikir, bukan sekedar kekuatan fisik.

Pikiran menjadi pemandu mana yang diambil. Seperti makanan apa yang dimakan, minuman seperti apa yang diminum, semua diputuskan pikiran.

Pikiran memiliki gambar atau imej, maka ada istilah imajinasi atau gambaran dalam pikiran. Gambaran ini bersifat netral, sepanjang ada dalam pikiran, maka itulah yang menjadi arah selanjutnya.

Bila seseorang sering membayangkan masalah, baik karena menceritakan masalah, maupun mendengarkan masalah orang, termasuk melalui tiktok, maka masalah-lah yang akan dipilih kemudian.

Hidup bermasalah lagi.

Contoh lagi, ada orang yang berhutang dan setiap ditanya apa yang ingin dialami di masa depan? Dia menjawab, lunas hutang atau lunas amanah.

Apa yang dibayangkan? Hutang itu kan? Amanah kan? Merasa terbebani kan? Akhirnya pikiran justru menjadikan hutang atau amanah sebagai tujuan berikutnya.

Hutang tak lunas-lunas, ada saja hutang baru bila pun sudah lunas.

Jadi apa alasan seseorang tidak tahu tujuan hidup? Karena terlalu melekatkan pikiran dengan kejadian masa lalu yang buruk.

Belum memaafkan masa lalu, belum meridhoi masa lalu. Belum menerima dengan ridho pengalaman masa lalu.

Jadi bagaimana melepas kemelekatan dengan masa lalu yang buruk?

Kita bahas nanti ya.

Wallahu'alam
Ahmad Sofyan Hadi

==========================

Zoom Meeting Gratis
"Menemukan Sumber Luka Batin melalui Analisa Tanda Tangan"

Tentu Anda tak ingin terus menerus bergumul dalam realitas hidup yang tak menyenangkan yang Anda anggap β€œujian” bukan?

*Meningkatkan Wadah Rezeki*_Hujan tak memilih wadah, mana yang harus penuh mana yang harus kosong.__Tapi kapasitas mulut...
11/04/2023

*Meningkatkan Wadah Rezeki*

_Hujan tak memilih wadah, mana yang harus penuh mana yang harus kosong._

_Tapi kapasitas mulut wadahlah yang menentukan apakah ia bisa menerima banyak atau sedikit._

_*Tak peduli seberapa deras rezeki turun dari langit, bila kapasitas penerimaan Anda kecil, kecil p**a yang Anda dapatkan.*_

Pelajari bagaimana *Meningkatkan Wadah Rezeki* kita dalam Kuliah WhatsApp *Selftalk Berlimpah*, pada:

πŸ—“οΈ Jumat, 14 April 2023

⏰ Pukul 16.00-17.45 WIB

πŸ“š Narsum Ahmad Sofyan Hadi

*GRATIS*

Join Group WhatsApp
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

WhatsApp Group Invite

Address

Jalan Marina
Batam

Opening Hours

09:00 - 17:00

Telephone

+6283161078555

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko buku 20HMR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category