07/05/2021
Berikut 12 kesalahan orangtua dalam berkomunikasi terhadap anak.
1. Direct melulu.
Maksudnya? Dalam komunikasi, orangtua selalu mengarahkan terus anaknya. Dia langsung memberitahu apa yang harus dikerjakan anaknya. Orangtua merasa oriter, merasa dirinya paling benar.
Segala bantahan anak dinilai negatif. Hal ini kurang bagus buat perkembangan anak, karena anak akan mengalami minus inisiatif. Dia tidak terbiasa berpikir pada solusi jika menghadapi masalah di kemudian hari.
Yang ada, ketika mendapat masalah, dia akan menunggu-nunggu. Padahal, zaman now, kita butuh orang yang inisiatifnya tinggi jika ingin berperan besar.
2. Komunikasi HANYA 1 arah.
Orangtua tidak memberi jeda kepada anak untuk merespon apa pesan yang disampaikan orangtua. Belum sempat menjawab, anaknya sudah diberondong pertanyaan yang bejibun jumlahnya. Jadilah orangtua yang memberi kesempatan kepada anak untuk menjalankan critical thinkingnya.
Biar dia kepake otaknya untuk menghubungkan data yang ia terima. Tidak melulu menerima doktrin-doktrin belaka, agar otaknya sehat dan banyak koneksi di neuronnya.
3. Bernada kelewat tinggi di 5 oktaf dan bicara penuh amarah.
Orangtua kerap kali bicara dengan nada tinggi kepada anak. Dia berharap, dengan nada tinggi, anaknya langsung patuh dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Mungkin anaknya akan patuh saat itu, tapi sesungguhnya dia merasa tidak nyaman. Bisa jadi dia patuh karena takut saja.
Ketika orangtuanya sudah tidak ada, dia akan 180 derajat berbalik arah melakukan apa-apa yang dilarang, dan tidak melakukan apa-apa yang disuruh orangtuanya. Untuk itu, bicaralah dengan nada 2 oktaf. Itu seperti orang sedang duduk berdampingan, lalu berbicara secukupnya agar suara terdengar ke orang sebelahnya.
Jangan sampai nada tinggi nan penuh amarah dari orang tua membuat pesan yang terdelivery ke anak adalah justru RASA AMARAHNYA. Ingat, rasa amarah itu, akan selalu membuat anak bahkan orang dewasa sekalipun tidak nyaman, bahkan membuat trauma.
4. No eye-contact sama sekali.
Contohnya saat ibunya di dapur dan anaknya ternyata di teras, lalu ibunya teriak,Bisa saja anak paham pesan kita, tapi kita sedang mengajarkan cara komunikasi yang TIDAK HORMAT .