Yuk Belajar

Yuk Belajar Selalu Mengutamakan Pelayanan Yang Baik Dan Kualitas Yang Bagus

jarkan anak-anak prasekolah cara sederhana dan menyenangkan untuk belajar menulis abjad alfabet. Bunda dapat membantu an...
02/07/2022

jarkan anak-anak prasekolah cara sederhana dan menyenangkan untuk belajar menulis abjad alfabet. Bunda dapat membantu anak-anak prasekolah menulis abjad alfabet melalui pewarnaan, dan bermain game bersama. Kegiatan ini sangat penting, karena menjadi modal bagi anak untuk bisa membaca dan menulis di saat memasuki usia sekolah. Terkadang banyak kendala dihadapi dalam mengajar anak mengenali huruf dan abjad alfabet, tetapi dengan mencari cara menyenangkan untuk menulis alfabet bersama-sama, akan membantu anak-anak prasekolah akhirnya bisa menulis abjad sendiri. Berikut tips dan cara mengajari anak mengenal huruf dan abjad alfabet :
Instruksi
Mulailah menulis huruf pertama dari alfabet dalam huruf besar dan huruf kecil dalam ukuran yang besar. Tulislah dibalik kertas bekas atau kertas yang tidak terpakai lagi.Misalnya, “A a”. kemudian B diikuti menulis b. Ini bertujuan agar anak mengetahui bentuk huruf.
Perlihatkan Huruf tersebut kepada anak anda, dan kemudian perdengarkanlah bunyi huruf tersebut kepada mereka. Belajar mengenali bunyi huruf akan membantu anak-anak prasekolah menyimpannya ke memori otak sebelum mereka mulai menulis.
Memainkan permainan asosiasi atau persamaan untuk membantu anak-anak prasekolah menghafal abjad alfabet. Misalnya, “singkatan dari A adalah apel.”
Untuk mengajarinya menulis bentuk huruf, gambarlah huruf dengan garis putus-putus pada sebuah kertas. Kita sebut kertas berpola. Mintalah siswa untuk melacak dan menggarisnya dengan menggunakan spidol atau crayon sampai membentuk huruf yang dimaksud. Biarkan mereka melacak huruf dan abjad alfabet satu per satu, sehingga mereka merasa nyaman dengan bentuk setiap huruf itu.
Singkirkan kertas berpola dan berikian kertas kosong. Mintalah anak untuk mencoba menulis abjad sendiri. Gunakan pensil atau spidol warna-warni yang memungkinkan mereka menggambar huruf dengan bentuk secantik mungkin. Anak akan bersemangat untuk berlatih menulis alfabet jika mereka menganggapnya sebagai kegiatan yang menyenangkan.
Ingatkan anak-anak akan kata-kata asosiasi ketika mereka lupa akan huruf berikut pada kata yang ingin ditulis. Misalnya, “Huruf yang akan kakak tulis adalah “Bebek” untuk mengingatkan mereka tentang huruf “B.”
Praktek
Mendorong anak-anak untuk terus berlatih menulis huruf dengan menelusuri atau mewarnai sendiri sesuai kebutuhan. Biarkan mereka tahu bahwa dibutuhkan waktu untuk mempelajari seluruh alfabet, dan memberitahu mereka seberapa baik yang mereka lakukan untuk memotivasi mereka untuk terus berlatih dengan baik.
Baca bersama-sama sesering mungkin. Misalkan membaca dongeng dan cerita anak. Membaca akan memungkinkan anak-anak prasekolah untuk melihat alfabet tertulis dan mulai memahami bagaimana menghubungkan huruf untuk membentuk kata-kata. Membaca akan membantu siswa belajar menulis alfabet lebih cepat dengan melihat bentuk huruf sesring mungkin.
Mencetak atau printlah bahan ajar yang menarik anak, seperti flashcards ABC atau poster berisikan bentuk huruf, lalu tempelkan di kamar anak. ini untuk membantu menanamkan di memori anak dengan selalu melihatnya setiap saat.

𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡-𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐮𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐞𝐫𝐮𝐬Yang paling utama dilakukan dalam pertolongan pertama anak muntah t...
30/06/2022

𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡-𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐮𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐞𝐫𝐮𝐬

Yang paling utama dilakukan dalam pertolongan pertama anak muntah terus adalah memastikan anak mendapatkan asupan cairan cukup untuk menggantikan cairan yang hilang. Selanjutnya, langkah-langkah berikut dapat dilakukan.

Muntah adalah kondisi saat isi perut dipaksa keluar melalui mulut. Biasanya sebelum muntah, penderitanya akan merasa mual dan diikuti kontraksi perut mendadak yang mendorong isi perut. Apabila anak-anak mengalami kondisi ini, pertolongan pertama anak muntah terus perlu dilakukan.

Penyebab muntah pada anak umumnya disebabkan oleh flu perut (gastroenteritis). Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh keracunan, infeksi, gejala penyakit tertentu, hingga motion sickness seperti mabuk kendaraan.

Jika anak tampak kesakitan saat muntah, intensitas muntah terlalu sering atau berkali-kali dalam sehari, Anda harus waspada. Oleh karena itu, pertolongan pertama anak muntah terus perlu Anda pelajari.

𝐏𝐞𝐫𝐭𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐮𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐓𝐞𝐫𝐮𝐬
Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai pertolongan pertama anak muntah terus.

𝟏. 𝐉𝐚𝐠𝐚 𝐀𝐬𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐂𝐚𝐢𝐫𝐚𝐧
Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah memastikan anak mendapatkan cukup cairan. Khususnya, jika anak muntah disertai dengan diare. Tindakan ini penting dilakukan untuk mencegah dehidrasi sekaligus menggantikan cairan dan elektrolit yang terbuang saat muntah.

Cairan harus terus diberikan walaupun anak merasa mual. Tunggulah sekitar 30 hingga 60 menit sejak anak muntah sebelum memberikan cairan tambahan.

𝟐. 𝐇𝐞𝐧𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐝𝐚𝐭 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐒𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚
Pertolongan pertama anak muntah terus selanjutnya adalah menghentikan pemberian makanan padat pada 24 jam pertama sejak muntah terjadi.

Sebaliknya, berikan air minum dalam dosis sedikit tapi sering setiap lima menit. Jika anak bisa menahan rasa mual, jumlah air yang diberikan bisa Anda tingkatkan.

Anak yang masih menyusui dapat terus diberikan ASI. Tingkatkan frekuensi pemberian ASI lebih sering dari biasanya, yakni setiap satu atau dua jam sekali dengan sesi menyusui lebih pendek, tepatnya sekitar 5-10 menit. Bayi yang minum susu formula juga dapat terus mengonsumsinya.

𝟑. 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐎𝐫𝐚𝐥𝐢𝐭
Salah satu produk yang harus tersedia untuk pertolongan pertama anak muntah terus adalah oralit. Oralit atau oral rehydration solutions (ORS) bermanfaat untuk menggantikan cairan dan garam yang hilang karena muntah.

Supaya tidak bosan, oralit dalam bentuk es pop dapat diberikan pada anak dengan usia lebih besar. Kecuali jika anak memiliki gejala atau gangguan kesehatan lain, seperti batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.

𝟒. 𝐏𝐞𝐫𝐡𝐚𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐚𝐧 𝐉𝐮𝐬 𝐁𝐮𝐚𝐡
Jika anak telah berusia lebih dari enam bulan, Anda bisa menambahkan setengah sendok jus apel pada satu dosis oralit untuk menambah rasa.

Jika anak muntah disertai diare, sebaiknya hindari jus buah dan minuman ringan karena tingginya kandungan gula dapat menyebabkan diare semakin memburuk.

𝐊𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐁𝐢𝐬𝐚 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐍𝐨𝐫𝐦𝐚𝐥?
Apabila dalam delapan jam Si kecil sudah bisa mendapat asupan cairan tanpa dimuntahkan lagi, Anda bisa kembali memberikan makanan padat. Bayi di bawah satu tahun dapat mulai diberikan makanan lembek, seperti bubur bayi atau kerokan buah pisang.

Sementara untuk anak lebih dari satu tahun, biskuit, roti, dan sup bisa diberikan. Asupan makanan secara normal dapat kembali diberikan setelah tidak ada lagi muntah dalam 24 jam terakhir.

𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐒𝐮𝐤𝐚 𝐍𝐠𝐨𝐦𝐩𝐨𝐥? 𝐂𝐨𝐛𝐚 𝟖 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐀𝐦𝐩𝐮𝐡 𝐈𝐧𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚Mungkin Anda khawatir dan frustasi jika anak masih ...
29/06/2022

𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐒𝐮𝐤𝐚 𝐍𝐠𝐨𝐦𝐩𝐨𝐥? 𝐂𝐨𝐛𝐚 𝟖 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐀𝐦𝐩𝐮𝐡 𝐈𝐧𝐢 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚

Mungkin Anda khawatir dan frustasi jika anak masih saja mengompol meski ia sudah beranjak besar. Terkadang, Anda tidak sadar sudah memarahinya karena kebiasaan ini masih saja belum hilang

Pada dasarnya, perkembangan setiap anak tidak sama. Itulah mengapa waktu berhentinya kebiasaan ngompol pada setiap anak pun bisa berbeda-beda.

Akan tetapi, bila anak sudah memasuki usia sekitar 6-7 tahun tetapi kebiasaan ngompol masih ada, orangtua sebaiknya mencari cara untuk menghilangkan atau mengatasi ini.

𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐍𝐠𝐨𝐦𝐩𝐨𝐥 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤?

Meski wajar, orangtua tetap perlu membantu anak untuk mengatasi ngompol yang terjadi terus menerus.

Apalagi jika anak sudah memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6-7 tahun, seharusnya kebiasaan ini sudah mulai hilang.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa orangtua terapkan agar anak tidak ngompol.

𝟏. 𝐀𝐭𝐮𝐫 𝐀𝐬𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐌𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐀𝐧𝐚𝐤
𝟐. 𝐀𝐣𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐑𝐮𝐭𝐢𝐧 𝐊𝐞 𝐓𝐨𝐢𝐥𝐞𝐭
𝟑. 𝐇𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐢𝐧𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐢𝐫 𝐊𝐞𝐜𝐢𝐥
𝟒. 𝐏𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐢𝐥𝐞𝐭 𝐌𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐣𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐮
𝟓. 𝐏𝐮𝐣𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐚𝐚𝐭 𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐨𝐦𝐩𝐨𝐥
𝟔. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐫𝐚𝐡𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤
𝟕. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐚𝐚𝐭 𝐓𝐢𝐝𝐮𝐫
𝟖. 𝐀𝐥𝐚𝐫𝐦 𝐍𝐠𝐨𝐦𝐩𝐨𝐥

𝐉𝐀𝐔𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐀𝐍𝐀𝐊𝐌𝐔 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐄𝐌𝐔𝐃𝐀𝐇𝐀𝐍Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di progr...
28/06/2022

𝐉𝐀𝐔𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐀𝐍𝐀𝐊𝐌𝐔 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐊𝐄𝐌𝐔𝐃𝐀𝐇𝐀𝐍

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.
Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.
Hadiah orangtua
Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya.
Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"

Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya.

Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.
Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian p**a kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung Orang Dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.

Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.
Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui.

Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.
Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya.

Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka.
Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan.

Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan.

Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja:
Orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu.

Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.
Semoga manfaat 🙂

𝐓𝐚𝐤 𝐒𝐮𝐥𝐢𝐭, 𝟓 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚Anak yang bahagia memiliki keahlian yang memungkinkannya menikma...
27/06/2022

𝐓𝐚𝐤 𝐒𝐮𝐥𝐢𝐭, 𝟓 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚

Anak yang bahagia memiliki keahlian yang memungkinkannya menikmati kebahagiaan jangka panjang dalam hidup.

Anak juga dapat mengabaikan kepuasan instan dalam upaya mencapai tujuannya. Mama dapat membantu anak mengembangkan keterampilan ini dengan mengadopsi kebiasaan sehat seumur hidup.

Berikut bagaimana cara membuat anak bahagia yang tepat dan memiliki pengaruh besar untuk masa depan si Kecil.

𝟏 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐋𝐮𝐚𝐫 𝐑𝐮𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧

Jangan meremehkan kekuatan bermain di luar ruangan. Berlari di rerumputan, memanjat pohon, duduk di ayunan, hingga menggali tanah, karena ini baik untuk anak-anak.

Sebauah studi di tahun 2007 menunjukkan aroma yang berhubungan dengan alam, seperti pohon pinus, rumput yang dipotong, dan lavender dapat meningkatkan suasana hati anak.

𝟐. 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐖𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐲𝐚𝐫 𝐀𝐧𝐚𝐤

Anak mungkin bersikeras bahwa menyaksikan kartun favoritnya di televisi berjam-jam membuatnya bahagia. Tetapi terlalu banyak waktu layar berdampak buruk bagi kesejahteraan psikologis anak.

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Emotion menemukan bahwa anak yang menghabiskan lebih sedikit waktu di perangkat digitalnya, dan lebih banyak waktu untuk kegiatan non-layar, seperti olahraga, pekerjaan rumah, praktik keagamaan, dan kegiatan tatap muka lainnya lebih bahagia.

𝟑. 𝐌𝐞𝐦𝐩𝐫𝐚𝐤𝐭𝐢𝐤𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐚𝐬𝐚 𝐒𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫

Memasukkan rasa syukur ke dalam kehidupan sehari-hari Mama dapat membantu anak menjadi seseorang yang lebih bahagia dan lebih sehat. Namun, perlu diingat bahwa ada perbedaan besar antara memaksakan "terima kasih" dan sungguh-sungguh.

Sebuah studi tahun 2012 tentang rasa syukur menemukan bahwa orang yang bersyukur menikmati hubungan yang lebih baik, dan itu bisa menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Salah satu cara terbaik untuk membantu anak menjadi tulus bersyukur adalah dengan mencontohkan rasa syukur.

𝟒. 𝐌𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢 𝐍𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐫

Meskipun bagi anak tidak menyenangkan menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar atau berlatih alat musik, berusaha keras sejak dini untuk melakukan hal-hal sulit lebih mungkin untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia.

Harapan orangtua memiliki dampak besar pada kemauan anak untuk menantang dirinya sendiri. Anak akan bekerja keras untuk memenuhi harapan orangtua selama itu masuk akal dan sesuai dengan keterampilan anak.

𝟓. 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐫𝐢

Makan kue ekstra, meninggalkan pekerjaan rumah untuk menonton televisi, bermain tanpa melihat waktu, mungkin memberi anak kesenangan sesaat. Namun, dalam jangka panjang, kurangnya pengendalian diri lebih menyakitkan daripada membantu.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Personality menemukan bahwa orang dengan pengendalian diri yang lebih baik melaporkan suasana hati yang lebih baik.

Itulah beberapa cara untuk membuat anak bahagia di masa kini dan masa sekarang. Bukan hanya di masa pandemi namun juga untuk kapanpun.

Namun penting untuk diingat bahwa anak-anak tidak perlu selalu bahagia. Ia juga perlu mengalami emosi yang tidak nyaman, seperti sedih, marah, takut, dan kecewa

Akhirnya, hal terbaik yang dapat Mama lakukan untuk membuat anak hidup bahagia adalah dengan memberinya lingkungan yang penuh kasih. Anak perlu tahu bahwa ia dicintai dan diperhatikan, bahkan ketika ia menghadapi keadaan sulit dalam hidup.

𝟔 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐮𝐩𝐚𝐲𝐚 𝐁𝐢𝐬𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐨𝐫𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐚𝐢𝐧Dengan bersikap hormat dan rendah hati, anak Anda akan mendapa...
25/06/2022

𝟔 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐮𝐩𝐚𝐲𝐚 𝐁𝐢𝐬𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐨𝐫𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐚𝐢𝐧

Dengan bersikap hormat dan rendah hati, anak Anda akan mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari orang lain di sekitarnya. Baik di sekolah maupun di tempat kerja kelak, anak Anda dapat bekerja dalam tim dengan baik hanya jika mereka bisa menghormati orang lain.

Nah, untuk menanamkan perilaku penuh hormat dan rendah hati dalam diri anak, alangkah baiknya Anda mengajarkan mereka tentang hal ini sedini mungkin.

Untuk membantu Anda mengajarkan anak supaya mereka bisa menghormati orang lain, inilah 6 cara yang dapat Anda praktikkan sebagaimana dilansir dari ParentCircle.

𝟏. 𝐈𝐧𝐠𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚𝐢 𝐃𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢

Ingatkan anak Anda bahwa mereka penting bagi orang-orang di sekitarnya dan memiliki peran di dunia ini. Dengan mengingatkan anak tentang betapa pentingnya mereka, itu akan meningkatkan harga dirinya dan mencegahnya memilih lingkungan yang tidak diinginkan akibat tekanan dari teman-teman mereka yang negatif.

Begitu anak Anda sudah bisa menghargai dirinya sendiri, mereka pun akan mudah memahami dan menghormati kebutuhan orang lain.

𝟐. 𝐂𝐢𝐩𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐇𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐨𝐫𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐃𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐝𝐚

Jika Anda ingin anak-anak Anda bisa menghormati orang lain, maka Anda juga harus bisa menghormati anak Anda terlebih dahulu. Saat terjadi perselisihan antara Anda dan anak, cobalah untuk mendengarkan sudut pandang mereka tanpa menghakiminya. Dan, jika Anda telah melakukan kesalahan kepada mereka, maka jangan ragu untuk meminta maaf.

Dengan bersikap demikian, Anda akan terbantu untuk membangun ikatan yang lebih baik dengan anak sekaligus menanamkan kebiasaan saling menghormati.

𝟑. 𝐁𝐞𝐫𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐦𝐩𝐫𝐚𝐤𝐭𝐢𝐤𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐚𝐬𝐚 𝐇𝐨𝐫𝐦𝐚𝐭

Setiap individu tentu memiliki keinginan untuk dihormati termasuk anak-anak. Saat Anda membatu anak mengerjakan PR atau Anda menyajikan makanan untuknya namun mereka lupa untuk berterima kasih, maka tunjukkan pada anak tentang bagaimana seharusnya mereka bersikap.

Lalu, saat Anda sedang mendiskusikan masalah yang terjadi di rumah, berikanlah anak Anda kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Dengarkan mereka dengan minat yang tulus dan pertimbangkan pendapatnya baik-baik. Cara ini akan membuat anak mengerti bahwa mereka begitu dihormati dan membuatnya berpikir bahwa mereka juga perlu melakukan hal yang sama dengan orang lain

𝟒. 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐓𝐨𝐥𝐞𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢

Anak terutama yang sudah bersekolah pasti akan bertemu dengan guru, teman, dan orang baru setiap harinya. Terlepas dari perbedaan fisik, setiap orang yang ditemui anak tentulah memiliki jenis kelamin, agama, perilaku, nilai, budaya, etnis, dan gaya berpakaian yang beragam. Jadi, penting untuk membuat anak Anda memahami bahwa perbedaan itu normal dan setiap individu harus diterima serta dihormati.

𝟓. 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐁𝐢𝐬𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐌𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧

Terbuka terhadap ide dan kritik yang membangun adalah cara untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Jika anak Anda mengeluh kepada Anda tentang masukan dari gurunya, bicaralah secara baik-baik kepada mereka alih-alih menyalahkannya.

Yakinkan anak remaja Anda bahwa masukan dari seseorang yang memiliki pengalaman hidup lebih banyak akan membantu mereka untuk tumbuh. Dengan cara ini, anak akan belajar untuk menghormati orang-orang yang memberikan ide atau masukan kepadanya daripada mengembangkan kebencian terhadap orang-orang tersebut.

𝟔. 𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐬𝐢𝐭𝐢𝐟

Tingkatkanlah kemampuan anak Anda untuk menjadi pemikir etis yang memiliki keinginan untuk membuat dampak positif serta memikirkan apa yang terbaik untuk banyak orang. Latih mereka untuk bisa mendengarkan sudut pandang orang lain sebelum memutuskan atau menyimpulkan sesuatu.

Dengan menjadi pemikir etis, anak Anda akan belajar menghargai pendapat orang lain dan mendengarkan tanpa menghakimi atau menyela. Ini adalah pelajaran yang sangat berguna untuk dipelajari terutama jika anak Anda terpilih menjadi ketua kelas.

Moms, itulah 6 cara yang bisa Anda praktikkan untuk mengajarkan anak supaya bisa menghormati orang lain. Dengan mengikuti cara di atas, anak Anda akan belajar bagaimana bersikap hormat dan rendah hati serta memahami mengapa sikap yang positif ini penting untuk mereka miliki. Selain keenam cara di atas, Moms juga harus tetap ingat untuk menjadi role model yang baik dan mencontohkan kepada anak tentang perilaku hormat dari diri sendiri terlebih dahulu ya.

𝐌𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝟏𝟎 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐤Kejang biasanya hanya berlangsung singkat, yakni dalam ...
24/06/2022

𝐌𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝟏𝟎 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐏𝐚𝐧𝐢𝐤

Kejang biasanya hanya berlangsung singkat, yakni dalam beberapa detik hingga maksimal lima menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam. Penyebab kejang juga umumnya bukanlah penyakit berbahaya.

Meski demikian, perilaku anak yang mengalami kejang memang terlihat menyeramkan sama seperti kejang demam. Mulai dari mata anak yang melotot, tubuh yang kaku atau mengalami guncangan hebat, hingga lidah yang tergigit.

Kondisi ini tentu akan membuat orangtua panik dan kebingungan. Oleh sebab itu, orangtua sangat dianjurkan untuk tetap tenang dan mengingat apa yang harus dilakukan ketika anaknya kejang. Berikut cara menghilangkan kejang pada anak yang bisa Anda lakukan di rumah:

𝟏. 𝐋𝐞𝐭𝐚𝐤𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐝𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐭𝐚𝐢
Pastikan diri Anda untuk tetap tenang, lalu letakkan anak di lantai. Singkirkan benda-benda di sekitar yang bisa menghalangi gerakannya atau membahayakan anak.

𝟐. 𝐁𝐚𝐫𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐃𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐨𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐌𝐢𝐫𝐢𝐧𝐠
Baringkan anak dengan posisi miring secara perlahan. Posisi ini akan menghindarkan anak Anda tersedak air liurnya sendiri.

𝟑. 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐥𝐮𝐭 𝐀𝐧𝐚𝐤
Jika anak muntah, bersihkan mulutnya secara perlahan-lahan. Hal i ni penting untuk mencegahnya tersedak.

𝟒. 𝐋𝐨𝐧𝐠𝐠𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐤𝐚𝐢𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤
Pastikan Anda tidak membiarkan anak Anda menggunakan pakaian ketat pada kondisi ini. Segera longgarkan pakaian anak terutama di sekitar leher dan kepala.

𝟓. 𝐂𝐞𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐧𝐚𝐩𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤
Cek dan pastikan anak Anda agar tetap bisa bernapas dengan lancar. Pindahkan benda-benda yang dapat melukai bayi atau anak saat mereka mengalami kejang. Gunakan selimut atau pakaian untuk melindungi kepalanya.

𝟔. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐡𝐞𝐧𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐚𝐤𝐬𝐚
Jangan mencoba untuk menghentikan gerakan kejang-kejang anak dengan paksa, misalnya memeluk erat atau menahan tubuh anak. Dilansir dari laman British Red Cross, tindakan ini tidak akan menghentikan kejang dan justru akan membuat anak semakin tidak nyaman dan bisa memicu bahkan patah tulang.

𝟕. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐩𝐚𝐩𝐮𝐧 𝐤𝐞 𝐌𝐮𝐥𝐮𝐭 𝐀𝐧𝐚𝐤
Pastikan Anda tidak masukkan apapun ke dalam mulut anak ketika kejang. Hal ini berpotensi menutup jalur napasnya dan menyakiti buah hati Anda.

𝟖. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐔𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐌𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐒𝐚𝐚𝐭 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐊𝐞𝐣𝐚𝐧𝐠
Saat anak Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya Anda tidak memaksa anak untuk makan dan minum saat masih kejang. Termasuk obat-obatan atau air, memaksanya untuk menelan sesuatu justru berbahaya.

𝟗. 𝐂𝐚𝐭𝐚𝐭 𝐃𝐮𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐦𝐢 𝐎𝐥𝐞𝐡 𝐀𝐧𝐚𝐤
Pastikan Anda memperhatikan durasi kejang yang dialami oleh anak. Jika kejang sudah terjadi dalam waktu yang terlalu lama dan tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

𝟏𝟎. 𝐏𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐓𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐁𝐞𝐫𝐞𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐒𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐣𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐥𝐞𝐬𝐚𝐢
Setelah kejang usai, anak akan berada dalam posisi sadar, namun kehabisan energi. Biarkan ia beristirahat hingga kondisinya pulih kembali. Setelah itu, Anda bisa membawanya ke dokter atau unit gawat darurat di rumah sakit.

𝐈𝐧𝐢 𝟗 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐒𝐞𝐡𝐚𝐭Mengajari anak hidup sehat harus dilakukan sedini mungkin, agar kebiasaan baik ini ...
23/06/2022

𝐈𝐧𝐢 𝟗 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐒𝐞𝐡𝐚𝐭

Mengajari anak hidup sehat harus dilakukan sedini mungkin, agar kebiasaan baik ini terbawa hingga dia besar nanti. Hal penting ini bisa dilakukan dengan beberapa cara yang cukup mudah.

Berikut adalah 9 cara mengajari anak hidup sehat yang dapat dilakukan orang tua:

𝟏. 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐏𝐨𝐫𝐬𝐢 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐂𝐮𝐤𝐮𝐩
Prinsip sederhana yang dapat diajarkan pada anak tentang hidup sehat yaitu jangan makan atau minum berlebihan. Salah satu cara untuk mengukur porsi makanan adalah membandingkannya dengan ukuran benda lain.

Misalnya, konsumsi sayur atau buah sekitar satu kepalan tangan, pasta sekitar satu scoop es krim, ikan atau daging sekitar sebesar telapak tangan, kentang sekitar satu mouse komputer, dan keju sekitar satu ibu jari.

𝟐. 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐲𝐚𝐡 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧
Anak akan mampu mengenali apakah dia masih lapar atau sudah kenyang dengan lebih baik ketika ia mengunyah secara perlahan. Jika anak ingin tambah makanan, tunggu sekitar 15 menit. Jika anak masih merasa lapar, berikan tambahan dengan porsi yang lebih kecil.

𝟑. 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐤 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐛𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐢𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧
Saat berbelanja, ajak Si Kecil membaca kandungan nutrisi pada label kemasan makanan. Selain itu, pastikan Anda mengisi keranjang belanjaan dengan bahan makanan yang segar dan kurangi produk makanan olahan.

𝟒. 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐊𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐑𝐮𝐭𝐢𝐧𝐢𝐭𝐚𝐬
Jadikan makan bersama keluarga sebagai momen menyenangkan. Saat makan, Anda dapat menyisipkan informasi mengenai nutrisi dan fungsinya bagi tubuh dengan cara sederhana. Hal ini agar Si Kecil mengetahui pentingnya menyantap makanan sehat.

𝟓. 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐭𝐚𝐮 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚𝐚𝐧

Menghukum anak untuk langsung tidur tanpa memberinya makan malam hanya akan membuat anak kelaparan. Sedangkan memberi permen atau makanan manis sebagai penghargaan akan membuat anak merasa jenis makanan tersebut lebih bernilai dibandingkan makanan sehat.

𝟔. 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐬𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐀𝐢𝐫 𝐏𝐮𝐭𝐢𝐡
Salah satu cara mengajari anak hidup sehat adalah membiasakannya minum air putih. Terlalu banyak minum soda atau minuman manis lain dapat meningkatkan risiko terjadinya obestitas dan diabetes.

𝟕. 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐫𝐢 𝐂𝐮𝐜𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧

Ajari anak mencuci tangan dengan benar sebelum makan, sebelum dan setelah menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, setelah bersin atau batuk, dan setelah menyentuh hewan. Kebiasaan mencuci tangan dapat melindunginya dari kuman penyebab penyakit.

𝟖. 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐢𝐤𝐚𝐭 𝐆𝐢𝐠𝐢

Mengajarkan kebiasaan menyikat gigi pada anak memang bukan perkara mudah. Anda dituntut kreatif untuk membuat Si Kecil merasa bahwa menyikat gigi merupakan rutinitas yang menyenangkan. Agar Si Kecil tertarik, ajak Si Kecil untuk beryanyi, bercerita, dan memilih sikat giginya sendiri.

Sebelum usianya 6 tahun, Si Kecil masih membutuhkan bantuan Anda untuk menyikat gigi sampai bersih, karena kemampuan motoriknya belum sempurna. Namun setelah berusia 7 tahun, Si Kecil sudah harus bisa melakukannya sendiri.

𝟗. 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐀𝐤𝐭𝐢𝐟 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐨𝐥𝐚𝐡𝐫𝐚𝐠𝐚
Hidup aktif dan berolahraga tidaklah sesulit yang dibayangkan. Anda dan Si Kecil dapat berjalan di sekitar rumah, naik sepeda, atau bermain di taman.

Pada awalnya, mengajari anak hidup sehat mungkin tidak mudah. Namun, hal ini sangat bermanfaat untuk membentuk pola hidup yang sehat hingga ia dewasa nanti.

Jika Si Kecil memiliki kondisi medis khusus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran pilihan aktivitas yang aman, sembari tetap mengajarkan anak hidup sehat.

𝐈𝐛𝐮 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐓𝐚𝐡𝐮, 𝐈𝐧𝐢 𝟒 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐠𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐛𝐮𝐡 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢Ibu mana sih yang enggak kepingin anaknya tumbuh sehat dengan tin...
22/06/2022

𝐈𝐛𝐮 𝐏𝐞𝐫𝐥𝐮 𝐓𝐚𝐡𝐮, 𝐈𝐧𝐢 𝟒 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐀𝐠𝐚𝐫 𝐓𝐮𝐦𝐛𝐮𝐡 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢

Ibu mana sih yang enggak kepingin anaknya tumbuh sehat dengan tinggi badan yang ideal? Sayangnya, tak semua anak beruntung mendapatkannya. Sebab, ada beragam hal yang bisa membuat pertumbuhan tinggi badan anak jadi tertunda.

Lantas, bagaimana sih menambah tinggi badan anak? Nah, berikut ini beberapa upaya yang bisa ibu lakukan untuk mengoptimalkan tinggi badan anak:

𝟏. 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐠𝐢𝐳𝐢 𝐒𝐞𝐢𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠

Makanan bergizi seimbang merupakan syarat utama untuk mengoptimalkan tinggi badan anak. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Nah, untuk memperoleh gizi seimbang ini, anak perlu mengonsumsi beberapa nutrisi yang dibutuhkan. Mulai dari protein, lemak, serat, karbohidrat, vitamin, dan juga berbagai mineral penting.

𝟐. 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐒𝐮𝐬𝐮

Cara menambah tinggi badan anak juga bisa melalui susu. Susu mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil untuk mengoptimalkan tinggi badannya. Susu mengandung protein, magnesium, zink, lemak, dan berbagai mineral penting lainnya.

𝟑. 𝐀𝐣𝐚𝐤 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐁𝐞𝐫𝐨𝐥𝐚𝐡𝐫𝐚𝐠𝐚

Selain dua hal di atas, cara menambah tinggi badan anak juga bisa dengan rutin berolahraga. Ingat, olahraga juga memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Rutin berolahraga bisa memperkuat otot memperkuat otot, tulang, dan menambah produksi human growth hormone (HGH). Nah, hormon inilah yang amat memengaruhi tinggi badan anak.

𝟒. 𝐏𝐞𝐫𝐡𝐚𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐝𝐰𝐚𝐥 𝐓𝐢𝐝𝐮𝐫𝐧𝐲𝐚

Tidur bisa juga bisa membantu mengoptimalkan tinggi badan anak. Ketika tidur tubuh akan menghasilkan hormon-hormon penting. Salah satunya HGH, hormon pertumbuhan yang memengaruhi tinggi badan anak.

Itulah beberapa hal yang perlu ibu perhatikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Jika anak mengalami gangguan kesehatan, kini ibu tidak perlu repot.

𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧! 𝐈𝐧𝐢 𝟏𝟎 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭Anak susah atau tidak mau makan kerap menjadi tantang...
21/06/2022

𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐒𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧! 𝐈𝐧𝐢 𝟏𝟎 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐞𝐩𝐚𝐭

Anak susah atau tidak mau makan kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi para orangtua. Padahal, di masa pertumbuhan seperti ini asupan gizi anak sekolah dari makanan harus dipenuhi dengan baik, guna mendukung perkembangannya.

Bagaimana cara mengatasi anak yang susah makan?

𝟏. 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐩𝐨𝐫𝐬𝐢 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠
Memberikan anak makanan dalam porsi besar saat dirinya sedang susah makan tentu membuat ia hanya bisa makan dalam porsi sedikit.

Bahkan, anak mungkin semakin susah makan karena enggan untuk menyentuh makanannya.

𝟐. 𝐁𝐮𝐚𝐭 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐛𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐬𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧
Sebaiknya, biasakan anak untuk makan tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan di antara waktu makan utama.

Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas. Dengan begitu, anak tahu apa yang harus dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

𝟑. 𝐒𝐚𝐣𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐦𝐩𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤
Menyiasati sajian makanan juga bisa menjadi jalan tempuh sebagai cara mengatasi anak yang susah makan.

Jika selama ini Anda terbiasa dengan memberikan anak makan dengan tampilan biasa, kini coba cara lain untuk menyajikan makanan.

𝟒. 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐬𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐠𝐚𝐦 𝐫𝐚𝐬𝐚
Selain itu, saat menyajikan makanan selingan di siang dan sore hari, Anda bisa menawarkan rasa makanan yang gurih dan buah-buahan yang manis.

Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

𝟓. 𝐕𝐚𝐫𝐢𝐚𝐬𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐟𝐚𝐯𝐨𝐫𝐢𝐭 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐬𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧
Saat anak sedang sakit dan tidak mau makan, Anda bisa memancing nafsu makan anak dengan memberikan makanan-makanan kesukaannya.

Campurkan makanan favoritnya dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.

𝟔. 𝐇𝐢𝐧𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐢𝐧𝐮𝐦 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧
Banyak anak sering minum di tengah-tengah proses makannya dengan alasan seret atau haus. Padahal, kebanyakan minum justru dapat membuat perut anak kembung sehingga hanya makan sedikit.

𝟕. 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐞𝐧𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧
Kadang kala, kondisi anak susah makan dikarenakan ia belum terlalu terbiasa dengan makanan yang Anda sajikan.

Jika ingin memperkenalkan makanan baru coba lakukan secara bertahap. Perkenalkan dalam jumlah yang sedikit terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke porsi yang agak banyak setelah anak mulai terbiasa.

𝟖. 𝐋𝐢𝐛𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐫𝐢𝐤
Berbagai kegiatan menarik yang berhubungan dengan makanan bisa menjadi ide bagus sebagai cara mengatasi masalah anak susah makan.

Sebagai contoh, Anda bisa mengajak anak bermain mainan anak perempuan seperti bermain masak-masakan atau mengajak anak untuk menyiapkan makan bersama.

𝟗. 𝐁𝐮𝐚𝐭𝐥𝐚𝐡 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐧𝐲𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧
Cara lain yang juga bisa Anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan yakni mengundang beberapa temannya ke rumah untuk makan bersama.

Ini karena anak biasanya akan makan lebih banyak saat bersama dengan teman-temannya.

𝟏𝟎. 𝐉𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐧𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐚𝐧𝐚𝐤
Memberi contoh yang baik pada anak bisa menjadi salah satu cara mengatasi anak yang susah makan.

Anak merupakan peniru yang andal terhadap tindakan orang-orang di sekelilingnya.

Address

Bekasi Utara
Bekasi
17124

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yuk Belajar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share