08/08/2021
*Q.U.D.W.A.H.*
Tarbiyah Islamiyah dan teori pendidikan modern sama-sama membenarkan bahwa di antara cara belajar anak adalah dengan mengamati dan meniru.
Abdullah bin Abi Bakrah bertanya pada ayahnya, "Yah, saya mendengar ayah mengucap setiap subuh, 'Allahumma 'afini fii sam'i, allahumma 'afini fii bashari, wa laa ilaha illa anta.' Ayah ulang-ulang tiga kali waktu pagi dan sore." Ayahnya menjelaskan, "Nak, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa dengan itu. Maka, aku s**a jika menghidupkan sunnah beliau." (HR. Abu Dawud)
Suatu ketika, Ibnu Abbas kecil bermalam di rumah bibinya, Maimunah, yang merupakan salah satu istri Rasulullah. Pada sebagian malam, Rasul bangun, lalu berwudhu. Kemudian bersiap shalat malam. Ibnu Abbas mengamati apa yang Rasul lakukan, kemudian mengikutinya. Beliau berwudhu sebagaimana Rasul berwudhu, lalu ikut shalat bermakmum pada Rasul.
Anak-anak mengamati. Mereka meniru.
Maka, mendidik anak bukan melulu soal bagaimana cara memperlakukan mereka. Melainkan juga bagaimana menjadi qudwah (teladan) bagi mereka. Jika orang tua ingin anaknya kelak berbakti pada mereka, akan lebih efektif jika orang tua dapat menjadi contoh untuk diikuti daripada sekadar menyampaikan kata-kata. Kita tunjukkan pada anak bagaimana bakti kita pada orang tua. Mudah-mudahan, anak mencontoh dan menerapkannya pada kita.
Penting disadari, berhasil tidaknya pendidikan--juga hal-hal yang lain--tak akan lepas dari perkenan dan ridha Allah Ta'ala. Sedangkan ridha Allah ada pada ridha orang tua.
Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ridha Allah ada pada ridha orang tua. Murka Allah ada pada murka orang tua." (HR. AT-Tirmidzi). Ketika Allah ridha pada seseorang, maka berbagai kebaikan akan tercurahkan padanya. Maka, berbakti kepada orang tua adalah hal yang mesti didahulukan oleh siapa saja yang sedang berikhtiar mendidik anak-anaknya.
Berangkat dari latar belakang inilah, board book *KAKEK TERSAYANG* ini saya tulis.
Semoga dapat menjadi inspirasi kebaikan bagi putra putri kita semua.
_______
Bacaan:
Manhaj At-Tarbiyah An-Nabawiyah Lith-Thifl, Muhammad Suwaid, hal. 90-91
IG: