04/05/2018
β£ YUK, AJAK BALITA BERPUASA RAMADAN β£
(8 Tips Mengajarkan Balita Berpuasa)
Anak kecil yang belum puber memang belum diwajibkan untuk menjalani puasa Ramadan. Namun, tentu tidak ada salahnya jika ingin mengenalkan anak tentang puasa Ramadan sejak dini. Harapannya, saat ia sudah puber nanti dan wajib untuk puasa, ia sudah bisa menjalankan puasa ramadan dengan baik.
Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak puasa pertama kali?
Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya.
π Berikut adalah TIPS mengajarkan balita Anda berpuasa : π
β£ 1. Membagi Tahapan Berpuasa Sesuai Kondisi Anak
Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh tetapi hanya menunda waktu makan siang mereka saja. Pada tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00, Anda dapat memberitahu balita Anda untuk menunda sarapan mereka menunggu jam 09.00 atau 10.00.
Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas.
Ada istilah untuk anak puasa sampai waktu dhuhur dengan sebutan 'puasa dhuhur', puasa yang dilakukan setengah hari yakni berbuka saat Dzuhur.
Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. Istilah menghabiskan waktu ini dikenal sebagai 'ngabuburit'.
β£ 2. Ajak Anak Sahur dan Berbuka Puasa Secara Rutin
Tentunya saat Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur, Anda juga melatih balita Anda untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Agar balita mau diajak berbuka bersama, beri jeda antara makan setelah sahur hingga menuju jam berbuka.
β£ 3. Biarkan Tidur Siang
Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan).
β£ 4. Doronglah Anak untuk Berkegiatan Positif
Puasa bukan untuk bermalas-malasan. Maka jadwalkan anak-anak kegiatan yang menyenangkan seperti mengaji dan membagi pengetahuan tentang Islam selama satu bulan penuh. Berikan informasi tentang keutamaan puasa dan pahala-pahalanya. Dengan memberikan pemahaman yang jelas tentang pentingnya puasa, maka akan muncul kesungguhan dari anak-anak untuk menjalankan ibadah ini. Ayah Bunda akan sangat terbantu sekali dengan permainan penunjang bertemakan Ramadan dan sejenisnya.
β£ 5. Batasi Kegiatan Anak
Terutama setelah sahur dan menjalankan sholat Subuh. Jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. Hal ini untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum maghrib untuk ngabuburit.
β£ 6. Menyiapkan Makanan Sahur dan Berbuka yang Membangkitkan Semangat
Terkadang anak anak merasa begitu malas untuk makan saat sahur. Maka dari itu siapkan menu sahur yang mereka s**ai agar mereka semangat saat sahur. Serta jangan lupa untuk menyiapkan hidangan berbuka yang mereka s**ai sebagai bentuk apresiasi karena mereka mau berpuasa.
β£ 7. Jangan Berikan Vitamin Penambah Nafsu Makan
Terkadang orang tua lupa dengan suplemen harian untuk anak yang salah satu kegunaannya adalah menambah nafsu makan. Jika ingin memberikan vitamin tentu boleh, tapi pastikan tidak ada penambah nafsu makannya ya.
β£ 8. Berikan Pujian dan Reward Saat Mereka Berhasil Menjalankan Puasa dengan Baik
Tapi tidak dijanjikan di awal ya π Berilah anak-anak reward sebagai bentuk apresiasi berupa kejutan saat ramadan berakhir. Kenapa reward tidak dijanjikan di awal? Agar niat mereka berpuasa bukan karena ingin mendapatkan hadiah semata.
Mengajarkan anak, terutama usia balita untuk berpuasa, dibutuhkan kesabaran dan pendekatan yang baik. Perlu diperhatikan kalau sekiranya anak-anak merasakan keletihan, jangan dipaksa untuk menyempurnakan puasanya. Hal ini supaya menghindarkan anak menjadi trauma dan malas beribadah, atau malah berbohong. Karena pada dasarnya, dia belum termasuk mukallaf (terkena beban kewajiban).
MENGAPA IBADAH PERLU MENYENANGKAN?
Karena target yang akan kita latih adalah anak- anak. Sesuai dengan cara kerja otaknya, yang berkembang pada anak usia di bawah 7 tahun adalah pusat perasaan.
Parenting is all about wiring.
Jadi wiring anak tentang ibadah yang kita ingin bentuk. Sebagai orangtua, kita perlu menyadari tantangan membuat anak mampu beribadah dengan benar dan baik. Dan ini membutuhkan kerjasama orangtua, tidak bisa ibunya saja, atau ayahnya saja.
Tanggung jawab orang tua adalah membentuk kebiasaan dan meninggalkan kenangan. Jadi bagaimana kita bisa membuat anak- anak paham alasan beribadah, tidak terbebani dan tidak menolak sehingga anak S**A dan BAHAGIA melakukannya.
Ukirlah kenangan yang indah. π
el-Hana Learning Kit