Rana Hiwapraja Foundations

Rana Hiwapraja Foundations Promotor & Distributor Bisnis Online

22/07/2026

Di negeri ini, banyak orang menjadi kaya karena jabatan. Hidup mewah setelah berkuasa.

Namun Haji Agus Salim meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berharga kehormatan. Lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, pada 8 Oktober 1884, Agus Salim dikenal sebagai sosok cerdas yang menguasai berbagai bahasa dunia Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, Turki, Jepang, hingga Arab.

Dunia mengenalnya sebagai diplomat ulung. (The Grand Old Man). Bangsanya mengenangnya sebagai pejuang kemerdekaan, perumus dasar negara, dan Menteri Luar Negeri. sampai ajal menjemput, ia tetap hidup di rumah kontrakan. Agus Salim mudah dikenali. Bukan karena kemewahan, melainkan karena kesederhanaannya.

Saat diplomat lain mengenakan pakaian terbaik, ia datang dengan jas tua yang berkali-kali dijahit. Namun ia tetap berdiri tegak. Sebab ia tahu, kehormatan seseorang tidak terletak pada pakaiannya, melainkan pada integritasnya. Kesederhanaan itu mencapai titik paling menyayat ketika salah seorang putranya meninggal saat masih bayi.

Agus Salim bahkan tidak memiliki uang untuk membeli kain kafan.Dengan hati seorang ayah yang sedang berduka, ia membungkus jasad anaknya menggunakan taplak meja dan selembar sprei. Ketika keluarga menawarkan bantuan, ia menolak dengan kalimat yang membuat hati siapa pun tercekat. "Simpanlah uang itu untuk yang masih hidup dan memerlukannya.

Anak saya tidak memerlukan apa-apa lagi." Bahkan setelah menjadi menteri, hidupnya tak banyak berubah. Saat hujan turun dan atap rumah kontrakanya bocor, istrinya, Zainatun Nahar, menaruh ember untuk menampung air. Anak-anak mereka membuat perahu kertas dan bermain di lantai yang basah. Tak pernah terdengar keluhan. Tak ada tuntutan. Mereka memilih bersyukur di tengah kekurangan. Pada 4 November 1954, Haji Agus Salim wafat dalam kesederhanaan. Negeri yang ia cintai lahir telah berdiri tegak.

Bendera yang ia perjuangkan telah berkibar di seluruh Nusantara. la pergi tanpa sempat menikmati hidup berkecukupan. la Tidak mewariskan kekayaan. la mewariskan kejujuran, pengabdian, dan keteladanan. Seorang pahlawan yang tidak memiliki rumah. Tetapi memiliki Indonesia.

14/07/2026

Bismillah Semoga sehat Selalu dan dilancarkan segala urusannya ya Allah 🤲🤲🤲🤲🤲

Ganbatte Kudasai 💪💪💪💪

14/07/2026

Bismillah

06/07/2026

Belajar Menjadi Seseorang yang Lebih Baik

11/06/2026

3 FAKTOR HALUS YANG MENYERET KITA KE JERAT RIBA.

Bukan karena kurang pintar hitung bunga, tapi karena hati yang pelan-pelan kosong.

Riba itu licin. Ia tidak datang dengan spanduk haram, ia datang dengan alasan "darurat", "bunga kecil kok", "semua orang juga pakai". Padahal Allah sudah tegaskan sejak awal, ini bukan soal angka, ini soal iman.

1. Lemahnya Keimanan
Semua maksiat bermula dari iman yang tipis. Karena imanlah yang menyalakan rem saat nafsu mau ngegas.

Allah panggil langsung orang beriman, bukan orang pintar finansial:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba yang belum dipungut, jika kamu orang-orang yang beriman." [QS. Al-Baqarah: 278]

Lalu Allah tutup pintu negosiasi:
"Tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka..." [QS. Al-Ahzab: 36]

Rasulullah ﷺ ingatkan level iman kita terlihat dari sikap terhadap kemungkaran: ubah dengan tangan, jika tidak mampu dengan lisan, jika tidak mampu dengan hati, dan itu selemah-lemah iman. [HR. Muslim]

Saat iman kuat, kita tidak cari celah, kita cari selamat.

2. Hilangnya Rasa Takut kepada Allah
Kita sering takut BI checking, takut debt collector, tapi lupa takut kepada Pemilik langit dan bumi.

Allah umumkan perang, bukan teguran ringan:
"Orang yang mengulangi mengambil riba, maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." [QS. Al-Baqarah: 275]
"Jika kamu tidak meninggalkan sisa riba, ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu." [QS. Al-Baqarah: 279]

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu bahkan berkata, akan dikatakan di hari kiamat kepada pemakan riba: "Ambillah pedangmu untuk bertempur!" Beliau menambahkan, penguasa muslim wajib meminta tobat pelaku riba, jika menolak, hukumannya berat. [Tafsir Ibnu Katsir, 1/296]

Kalau hati masih menganggap enteng ayat ini, itu tanda takutnya sudah pindah dari Allah ke dunia.

3. Diperbudak Dunia dan Rakus
Allah ciptakan kita dengan sifat tamak sebagai ujian. Rasulullah ﷺ bersabda: "Seandainya anak Adam punya satu lembah emas, ia akan cari lembah kedua, dan tidak ada yang memenuhi mulutnya selain tanah." [Muttafaqun 'alaih]

Ujian terbesar umat ini bukan miskin, tapi harta. "Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta." [HR. Tirmidzi]

Dan inilah yang paling beliau khawatirkan: "Bukan kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tapi bila dunia dibukakan untuk kalian, lalu kalian berlomba-lomba menghalalkan segala cara, hingga dunia membinasakan kalian." [Muttafaqun 'alaih]

Riba tumbuh subur di tanah ketergesaan ingin cepat kaya

Golden Rule (Qaidah Emas)
“Perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.”
(K**a tuhibbu an yu‘āmalaka an-nāsu fa‘mal an-nāsa)
Dalam muamalah, jangan pernah mengambil keuntungan dengan cara yang menyengsarakan saudaramu. Riba adalah bentuk kezaliman yang melanggar prinsip keadilan dan kasih sayang.

Actionable Advice (Nasihat Praktis)
“Lakukanlah sekarang juga sebelum terlambat.”
(Iqdam ‘alā al-‘amal al-ān qabla fawāt al-awān)
Langkah-langkah yang bisa langsung Anda terapkan:

1.Perkuat iman dengan memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an setiap hari.

2.Takutlah kepada Allah dengan selalu mengingat ancaman-Nya terhadap riba.

3.Hindari segala bentuk pinjaman atau investasi yang mengandung riba.

4.Ganti kebiasaan riba dengan muamalah yang halal (jual beli, bagi hasil, dll).

5.Bertobat dengan sungguh-sungguh dan kembalikan hak orang jika pernah mengambil riba.

6.Audit jujur. Tulis semua utang ribawi, jumlah pokoknya saja. Niatkan bayar pokok, tinggalkan bunganya.

7.Taubat spesifik. Sholat 2 rakaat, istighfar, ucap: "Ya Allah, aku berhenti karena takut pada-Mu, bukan karena takut miskin."

8.Ganti sistem. Tutup kartu kredit konsumtif, alihkan ke skema syariah atau cash. Jual aset yang tidak produktif untuk lunasi pokok.

9.Bangun perisai rezeki. Sedekah subuh rutin meski Rp 5.000, dan gabung komunitas yang menguatkan, bukan yang menormalisasi riba..

Kita memohon perlindungan kepada Allah ﷻ dari jerat riba dan segala bentuk kezaliman. Semoga kita semua diberi rezeki yang halal dan berkah.

Salam Rezeki Berlimpah

Anaz Almansour
Founder Vibe Rezeki Healing

Address

Jalan Raya Cipayung Kp. Lilingir Gang. Jamrut No. 126 RT. 01/05 Desa. Cipayung Kecamatan. Cikarang Timur
Bekasi
17530

Opening Hours

Monday 09:00 - 18:00
Tuesday 09:00 - 18:00
Wednesday 09:00 - 18:00
Thursday 09:00 - 18:00
Friday 09:00 - 18:00
Saturday 09:00 - 18:00
Sunday 09:00 - 18:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rana Hiwapraja Foundations posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share