Mainan anak edukasi

Mainan anak edukasi menyediakan mainan anak

10/03/2017

Permainan susun menyusun sehingga menjadi sebuah karakter yang lucu dan unik. Dimainkan sesuai dengan imajinasi dan kreativis anak.

Dengan banyak warna dan berbahan karet disertai dengan banyak aksesoris untuk melengkapi hasil karya anak.

Terdapat buku panduan untuk menyusun. Untuk anak usia 3thn+

Volumetrik 1kg

Rp 125.000

Papan tulis dengan dua sisi yang berbeda. Sisi yang berwarna putih dapat di tulis dengan spidol.Sisi yang berwarna hitam...
24/02/2017

Papan tulis dengan dua sisi yang berbeda. Sisi yang berwarna putih dapat di tulis dengan spidol.

Sisi yang berwarna hitam untuk menulis dengan kapur. Anak akan senang sekali belajar dengan semangat, papan tulis ini dapat dijadikan koper,dilipat dan di simpan setelah selesai digunakan.

Include :

Penghapus
6 pcs spidol warna
6 lembar kertas ukuran A4
12 pcs kapur warna
Dan berbagai cetakan angka dan huruf


Ukuran setelah terakit adalah 35x29x35cm.

Volumetrik 2kg.

Rp 250.000

S**a kucing yg mana?Pembelian 2 kucing ini subsidi ongkir 10 rbHarga @45.000
14/01/2017

S**a kucing yg mana?
Pembelian 2 kucing ini subsidi ongkir 10 rb
Harga @45.000

Baby Moon Walk adalah Alat Bantu Bayi Berjalan Titah, Jadi para mom / dad tidak capai saat mengajar anak berjalan, tidak...
14/01/2017

Baby Moon Walk adalah Alat Bantu Bayi Berjalan Titah, Jadi para mom / dad tidak capai saat mengajar anak berjalan, tidak perlu membungkuk dan bahkan sampai sakit pinggang.

perhatian! gagang pegangan tidak bisa lentur seperti di gambar. gagangnya kaku. terima kasih
Moby Baby Moon Walk sangat efektif untuk bayi anda saat belajar berjalan, karena menopang tubuh anak dari bawah dan menjaga posisi bayi dari depan, belakang dan samping. Sehingga anak anda dapat bergerak leluasa dan merasa nyaman.

Fungsi :
* Membantu anak yg sedang belajar berjalan, sehingga kita tidak perlu merasa khawatir si kecil jatuh. Mom tidak perlu membungkuk untuk menuntun si bayi berjalan
* Menopang tubuh anak dari bawah dan melindungi posisi bagian di depan belakang atau sisi samping tubuhnya, sehingga nyaman dan juga leluasa untuk bergerak.
* Bahan terbuat dari katun berkualitas dengan model design untuk Eropa.
* Sangat nyaman dan disesuaikan dengan tubuh, sehingga anak lebih bebas bergerak dalam melakukan berbagai gerakan.

* Alat ini cocok untuk usia 6 - 15bln
* Berat max : 35kg
* Size : 66 x 31cm

Seperti Apa Les Tambahan Yang Bermanfaat?Pernyataan ini tentunya disetujui hampir keseluruhan orangtua. Masalahnya, apak...
12/01/2017

Seperti Apa Les Tambahan Yang Bermanfaat?

Pernyataan ini tentunya disetujui hampir keseluruhan orangtua. Masalahnya, apakah dunia keseharian anak kita sudah memenuhi kebutuhan bermainnya?

Ada satu kiasan yang menyatakan: Paling enak jadi anak-anak. Mereka tidak dibebani dengan problem masa lalu dan tidak diburu dengan tuntutan masa depan.

Tapi, kiasan ini agaknya hanya cocok untuk diterapkan pada anak-anak jaman dahulu. Karena bagi anak sekarang, tuntutan masa depan mereka hadir begitu nyata. Tengoklah siswa-siswi SD, yang setiap jam setengah tujuh pagi sudah terlihat terbungkuk-bungkuk menghela ransel penuh buku menuju sekolah. Sementara sep**ang sekolah, beragam program sudah p**a menanti. Les matematik, bahasa inggris, sempoa hingga TPA.

Bagi anak-anak yang bersekolah di sekolah unggulan atau SDIT, waktu bahkan sudah menjelang petang saat mereka meninggalkan sekolah. Semua aktivitas para bocah ini masih ditambah p**a dengan tumpukan peer yang harus dikerjakan. Tak heran, seorang ibu berkelakar, anak SD masa kini jauh lebih sibuk dari pegawai negeri!

Bukan sekedar kanan atau kiri


Bermunculannya anak-anak super sibuk macam ini memang bukan tanpa sebab. Dilandasi alasan menyiapkan masa depan anak yang lebih baik, banyak orangtua tak ragu memberikan tambahan kursus dan les ini itu yang bisa memompa tingkat prestasi akademis anak mereka. Ikut bimbingan belajar, privat matematika, IPA, Sempoa, hingga kursus berbagai macam bahasa. Harapannya tentu agar anak sukses dalam meniti kehidupan masa depannya.

Sebagian besar kegiatan sekolah plus kursus-kursus macam ini memang mengasah sisi kognitif anak yang ‘diurusi’ fungsi otak kiri manusia. Padahal penelitian yang dilakukan George Boggs (dalam Jefferson Center, 1997) sebagaimana dikutip Ratna Megawangi dalam bukunya Pendidikan Karakter justru menunjukkan bahwa sekitar 77% kesuksesan dunia kerja-yang merupakan bagian penting dalam kehidupan di masa depan-justru diperoleh dari aktivitas aktif otak kanan yang berhubungan dengan berbagai macam kecerdasan non akademis seperti kecerdasan emosi, spiritual, seni, bahasa, dll.

Maka, berlandaskan pada temuan-temuan mutakhir soal kecerdasan ini, berbondong-bondong p**alah orangtua memberi tambahan bekal pada anak mereka; Kursus bahasa, les piano, renang, jujitsu, hingga melukis. Sebagai pelengkap, tak lupa p**a dipanggil guru mengaji ke rumah untuk memperbaiki bacaan dan menambah hafalan qur’an. Setelah ini semua terpenuhi, bukankah sudah lengkap suplai makanan bagi otak sang anak? Ada asupan otak kanan (yang mencakup pola pikir linear dan analitis) serta otak kiri (yang mencakup nilai rasa, emosi dan jiwa) sekaligus.

Mungkin ya, mungkin juga tidak, sebab pertanyaan yang kemudian tersisa adalah sudahkan tercukupi hak anak untuk bermain?

Bermain adalah belajar tanpa paksaan

Meski sudah berupaya mengimbangi keselarasan aktivitas penunjang otak kanan dan kiri, tak semua anak nyatanya bisa memaksimalkan kecerdasannya. Mengapa? Karena, sekali lagi, ternyata kebanyakan anak kurang memiliki kesempatan bermain dalam artian bersenang-senang, rileks dan melakukan berbagai aktivitas secara bebas sesuai dengan apa yang mereka sukai dan minati bukan apa yang seharusnya mereka sukai dan minati.

Di sebuah mall, saat mengantri di kasir, Ummi bahkan menemui seorang ibu yang sedang memarahi anaknya yang tidak mau berangkat kursus balet. Anak perempuan cilik seusia kira-kira enam tahun itu cemberut dengan berlinang airmata, sementara si ibu terus saja berkata, “Kamu ini bagaimana sih, mama sudah bayar mahal untuk kursus balet kamu, kok sekarang kamu enak saja nggak mau kursus!”

Disinilah persoalannya. Merangsang kerja otak kanan, bukan sekedar memberi anak aktivitas yang bersifat ke-kanan-an, melainkan bagaimana dalam satu akttivitas, anak dapat terlibat emosi, rasa, jiwa, mental, dan sisi spiritualnya secara positip, diantaranya lewat bermain.

Itu sebabnya bermain menjadi satu aktivitas penting yang perlu diperhatikan orangtua pada anak. Karena bermain, selain merupakan kegemaran anak-anak, juga merupakan satu sarana penting bila kita ingin anak menjadi lebih cerdas bahkan lebih pintar.

Bagaimana bisa demikian?

“Karena berbagai riset menunjukkan anak lebih mudah belajar, lebih mudah menyerap pelajaran, saat hati mereka senang, diri mereka senang, konsep diri mereka positip.” Jelas DR Anggani Sudono, MA, konsultan pendidikan yang juga merupakan aktivis World Forum on Early Care and Education-National Representative Indonesia.

Lewat aktivitas bermain, yang jelas-jelas menyenangkan bagi anak, segala stimulus atau rangsangan pada otak kanan maupun kiri anak, jauh lebih mudah diterima dan diserap anak dengan sikap yang positip.

Pernyataan ini juga ditunjang oleh berbagai penelitian biologis yang menjelaskan bahwa segala stimulus yang ditangkap pancaindera kita, pertama kali akan direkam pada struktur otak kanan yang merupakan pusat emosi yaitu amigdala (sistem limbic). Barulah kemudian, ia akan disalurkan pada neokorteks yang merupakan belahan otak kiri dan berfungsi sebagai pengatur kecerdasan kognitif. Karenanya, bila situasi belajar anak melibatkan unsur emosi positip, proses perekamannya akan lebih sempurna dan bertahan lebih lama.

Lebih lanjut, emosi positif seperti kegembiraan, bahagia, senang dan minat diketahui p**a akan merangsang keluarnya hormon endorfin yang bertugas mengaktifkan kerja zat neurotransmitter antar sel yang bisa membuat kerja otak menjadi efektif dan efisien. Baik dalam hal menyerap, mengingat, maupun berpikir.

Sebaliknya, stress, tertekan atau rasa takut yang umum terjadi pada proses belajar yang hanya mengandalkan kerja otak kiri semata (menghafal, berpikir analitis atau menghitung) justru menghambat proses berpikir dan mengingat.

Raih tumbuh kembang sempurna

Psikolog Surastuti Nurdadi, Msi., menjelaskan bagaimana bermain juga menjadi jalan untuk meraih tumbuh kembang anak yang sempurna, karena memenuhi keseluruhan faktor tumbuh kembang: Fisik atau motorik, intelektual, emosi, juga sosial.

Anak dengan segala aktivitas dinamisnya, seperti meloncat, memanjat, meluncur, menggenggam, mencabut, sesungguhnya tengah melatih gerak motorik kasar dan halus.

“Lihat saja, anak yang cukup bermain, cukup belajar dan berlatih untuk mengendalikan emosi, tidak cepat marah saat bermain sama teman, tidak cepat putus asa kalau tidak berhasil, dia belajar bergaul dengan teman berbeda usia dan karakter, dia belajar warna ketika menggambar, belajar berhitung, membagi, dan banyak lagi,” contoh lulusan pascasarjana Psikologi UI untuk kekhususan Perkembangan ini lagi.

Sesuaikan saja porsi dan cara bermain dengan faktor usia anak. Sampai usia SD, misalnya, porsi bermain anak memang sangat besar dan menjadi aktivitas dominan. Sementara pada usia SD, meski suah ada pengembangan aktivitas sekolah yang bertumpu pada penguatan kerja otak kiri, agar hasilnya lebih sempurna, balutlah kegiatan ini dalam aktivitas-aktivitas ala bermain, yaitu rileks, menyenangkan, membangkitkan minat, hingga tak mudah dilupakan.

Matematika, IPA, IPS, bahkan pelajaran fikih, akhlak dan sejarah pun bisa dilakukan secara serius namun santai agar serapan otak anak lebih maksimal. Lewat berbagai percobaan, contoh-contoh nyata hingga simulasi, anak akan terlibat penuh dengan aktivitas belajar, diberi keleluasaan berkreasi dan yang paling penting anak akan bisa benar-benar menikmati sekolah, yang sesungguhnya berasal dari kata Yunani, Skolea, yang artinya tempat bersantai atau tempat bermain. (Zirlyfera Jamil/Wawancara: Rahmi, Rosita dan Agus)

Bercermin dari Kuda Tunggangan Terbaik

Banyak orang salah menyangka bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah Islam, pesantren atau dididik dengan nilai-nilai Islam yang kuat akan tumbuh jadi anak-anak yang serius, garing dan kaku. Padahal, justru Rasulullah Saw sendiri telah mencontohkan bagaimana mendidik anak, isteri hingga cucunya dengan aktivitas permainan yang menyenangkan mereka, melembutkan hati mereka dan membuka pemikiran mereka.

Tengok saja kejadian dimana pada suatu hari, Hasan dan Husain naik ke punggung Rasulullah Saw dan menjadikan beliau seolah-olah kuda tunggangan. Seorang sahabat yang lewat berkata: “Sebaik-baik kendaraan adalah yang kalian naiki”. Rasul tersenyum seraya menambahkan perkataan; ”dan sebaik-baik pengendara adalah kedua cucuku ini.”

Dengan bermain kuda tunggang ini, bukankah Rasulullah telah mengajarkan Hasan dan Husain persoalan kasih sayang, kemauan berbagi sekaligus melatih aktivitas motorik mereka?

Begitu p**a saat Rasulullah mendapati Aisyah bermain-main dengan boneka kuda dan menggerak-gerakkanya di udara seolah terbang. Rasul tidak melarangnya bahkan mengajukan pada Aisyah pertanyaan terbuka yang memancing kreasi: “Bukankah itu kuda, wahai Aisyah? Bagaimana ia dapat terbang?” Maka, Aisyah yang saat itu masih belia dan merasa mendapat tanggapan positip, tanpa rasa ragu menjawab: “Ini kan kuda Nabi Sulaiman. Ia bersayap dan karena itu dia dapat terbang.” Rasul tidak menolak atau mecemooh jawaban itu. Beliau bahkan tertawa mendengar imajinasi kreasi Aisyah.

Ustadz Utbah Romin Lc, menjelaskan betapa pentingnya hak bermain bagi anak di dalam Islam, hingga para ulama bahkan bersepakat menyatakan fase kanak-kanak usia 0 hingga 7 tahun sebagai fase mula’abah-fase bermain. “Pada usia ini, anak memang diprioritaskan agar merasa enjoy, merasa senang jiwanya, lewat aktivitas-aktivitas bermain. Diatas usia 7 hingga 14 tahun, barulah anak diajarkan etika dan adab. Dan diatas usia 14 tahun, anak sudah dapat diajak bersosialisasi, melebur ke tengah masyarakat.”

Bahkan, urai dosen Dirosah Al Hikmah ini p**a, aktivitas bermain tetap harus dipentingkan, diseimbangkan dengan tugas, kewajiban atau pendidikan yang diberikan orangtua pada anak meski mereka sudah melewati fase mula’abah.

Harapannya, jelas lelaki kelahiran Sambas ini, anak yang kebutuhan bermainnya, kebutuhan refreshingnya terpenuhi, tentu akan lebih mudah diarahkan dan memiliki pemahaman soal tujuan hidup, tugas-tugas bahkan kewajiban-kewajiban dunia akhiratnya. Karena saat diberi pemahaman, pengertian, disosialisasikan dengan nilai-nilai dia dalam kondisi enjoy, siap menerima.

Bahkan pentingnya bersikap tawazun pada dunia “serius namun santainya” anak, bisa p**a menjadi sarana meringankan beban orangtua, sehingga bila suatu ketika kelak harus melepas anak ke tengah lingkungan yang bermacam-macam tarikannya, orangtua tak lagi khawatir. Sebab anak sudah memiliki pemahaman yang kuat, bukan sekedar pengetahuan akan mana hal yang haram dan yang halal dalam hidup ini. Dan pemahaman yang kuat ini hanya bisa didapat dari mereka yang menerima nilai-nilai kebaikan dengan sepenuh kesadaran dan rasa senang, tanpa keterpaksaan atau tekanan. Wallahu’alam.

kreasi dengan lilin mainan yuk
07/11/2016

kreasi dengan lilin mainan yuk

walaupun sesulit apapun segala usaha yang kita lakukan, tapi ketika di ujung jalan banyak orang yang tersenyum bangga ak...
07/11/2016

walaupun sesulit apapun segala usaha yang kita lakukan, tapi ketika di ujung jalan banyak orang yang tersenyum bangga akan hal yang kita capai, itu sungguh sangat-sangat membahagiakan dan membuat lupa segala tetesan air mata, curahan waktu yang digunakan, dan segala fikiran frustasi yang ada saat kita berusaha,

20/10/2016

Anak-anak menyukai berbagai macam mainan. Namun, memilihkan mainan untuk anak balita hendaknya tidak sebatas untuk membuatnya terhibur saja ya, Mam. Mainan mempunyai peran yang penting dalam perkembangan fisik maupun kecerdasan anak , lho. Maka dari itu, pilihkan jenis mainan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi si kecil untuk mengembangkan kemampuan belajarnya.

Salah satu jenis mainan yang direkomendasikan untuk anak balita adalah puzzle. Riset yang dilakukan para peneliti di University of Chicago menemukan, anak usia 2-4 tahun yang gemar bermain puzzle kelak akan memiliki kemampuan spasial yang lebih baik

18/10/2016

Investasi yg paling berharga didunia ini adalah
ANAK

Assalamualaikum!Alhamdulillah Kini Telah HADIR SOLUSI dan TONTONAN Berkualitas Untuk anak anak Muslim INDONESIA.Dengan M...
29/09/2016

Assalamualaikum!

Alhamdulillah Kini Telah HADIR SOLUSI dan TONTONAN Berkualitas Untuk anak anak Muslim INDONESIA.
Dengan Membeli Video Anak Sholeh dan Sholehah ini, berarti Anda telah menjauhkan Generasi Muda dari Bahaya dan Pengaruh NEGATIF dari Tontonan yang Tidak Berkualitas dan Kurang MENDIDIK

Paket "VIDEO ANAK SHOLEH “ untuk Generasi Yang Lebih Baik, Lebih Berakhlaq dan Tentunya Lebih Sholeh & Sholehah.

PAKET Flashdisk sandisk 8 GB Berisi kurang lebih 295 Video Anak Sholeh
Video ini terdiri dari :

01. Biografi Rasulullah SAW
02. Qishash Al-Anbiya' 1
03. Qishash Al-Anbiya' 2
04. Cerita Dari Alqur'an
05. Syamil & Dodo
06. Video Intisari Hadits
07. Menaklukkan Setan Dengan Do'a
08. Nabi Daud AS Melawan Jalut
09. Berkelahi Dengan Setan
10. Kelembutan Hati Sang Khalifah
11. Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu
12. Jejak Nabi Ibrahim (Asal-Usul Seputar Haji)
13. Kump**an Do'a - Do'a Anak Muslim
14. Cerita Dahsyat 25 Nabi dan Rasul
15. Kemenangan Setan Karena Lalai Berdoa
16. Persaudaraan Di Medan Perang
17. Nabi Yusuf AS (Pemimpin Yang Pemaaf)
18. Keadilan Nabi Sulaiman AS
19. Belajar Berdoa Bersama Diva
20. Aqil Story
21. Mengenal Huruf Hijaiyah
22. Tajwid Ceria Anak Sholeh
23. Adab Doa dan Hadits
24. Video Lagu Anak Muslim
25. Juz 'Amma Anak - Anak part 1
25. Juz 'Amma Anak - Anak part 1
27. Sabda - Sabda Rasulullah SAW
28. Tuntunan Shalat 3D
29. Pedoman Umrah 3D
30. Mengenal Ibadah Haji 3D
31. Kontempelasi Merebut Masa Depan
32. Keajaiban Adzan
33. Drama + Lagu Anak Muslim

FlashDisk ini berisi media pembelajaran dan hiburan (semuanya format Video bisa diputar di Handphone, Tablet, DVD, LED TV, Laptop dan Komputer)

Bisa ditonton langsung di smartphone / tablet, karena ada BONUS Konektor OTG USB.
Dengan OTG ini Smartphone Anda bisa langsung membaca isi flash disk

SO, JAUHKAN ANAK anda dari tontonan yang TIDAK BERMANFAAT dan merusak akhlak serta MORAL.

Untuk pemesanan silahkan inbox/hub:
WA : 08.777.111.2001

Address

Bekasi
Bekasi
1111

Telephone

087771112001

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mainan anak edukasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category