Bidadari Untuk Dewa

Bidadari Untuk Dewa Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Bidadari Untuk Dewa, Comic Bookstore, Citra Indah City, Bogor.

Hello. My name is Potato au Gratin. I consist of boiled potato, hot sauce, chicken and cheese sauce. And do you believe ...
22/12/2017

Hello. My name is Potato au Gratin. I consist of boiled potato, hot sauce, chicken and cheese sauce. And do you believe me if I said I taste really good? *wiggling*

29/10/2017
Pernikahan.. Ikatan yang menyatukan dua insan dengan cara yang diridhoi oleh Allah dan disahkan oleh negara..Melihat fak...
08/10/2017

Pernikahan.. Ikatan yang menyatukan dua insan dengan cara yang diridhoi oleh Allah dan disahkan oleh negara..

Melihat fakta dan mendengar cerita, kita tahu bahwa pernikahan bukan sekedar ucapan cinta.

Menyelam dalam kehidupan pernikahan berarti harus siap "saling". Saling memberi, saling menerima, saling mengingatkan, saling memperjuangkan, saling mempertahankan, saling menyayangi, saling menjaga, dan saling-saling yang lainnya, bahkan tidak menutup kemungkinan juga bisa saling menyakiti walau tanpa disadari.

Ada tawa dan air mata, bangga serta kecewa, bahagia juga nelangsa. All in one. Paket lengkap.

Bisa "saling" dalam hal kebaikan di saat kedaan nyaman, mungkin cenderung mudah dilakukan.

Tapi di saat keadaan terhimpit bahkan pailit, tidak semua orang mau bertahan dan tetap saling memperjuangkan.

Tidak sedikit yang memutuskan untuk pergi karena jera dengan kondisi.

Tidak terhitung yang lari lalu melupakan semua yang pernah terjadi.

Tapi.. Tetap ada juga yang memilih mempertanggungjawabkan pilihan.

Tetap ada yang bangkit meniti jalan menuju harapan.

Tetap ada yang percaya bahwa bersama-sama, mereka bisa lewati semua...

Salah satunya adalah Dewa dan Haura. Pasangan muda yang ujian rumah tangganya bukan sekedar suami yang tidak peka, atau istri yang terlalu manja.

Kisah pernikahan mereka yang baru seumur jagung, diterpa cobaan luar biasa.

Terhampar alasan untuk saling meninggalkan, tapi Dewa dan Haura memilih untuk sama-sama mempertahankan.

Karena mereka yakin bisa, dengan memohon kepada Allah untuk segala pertolongan.

Melakukan ikhtiar langit dan bumi dengan segenap kemampuan.
Walau tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi mereka tidak menyerah dengan keadaan.

Sampai akhirnya Allah pantaskan mereka melewati berbagai ujian, mencapai apa yang diusahakan.
---------------------------------------------------------
Kisah penuh inspirasi dan pembelajaran. Rugi jika sampai terlewatkan.

Pasti kamu penasaran kan? Mumpung pre-order masih dibuka, yuk silahkan dipesan 😊

Boleh chat wa > bit.ly/joinWLnovelbud
Telegram> t.me/adhaliakarimah
Atau g.form > bit.ly/fixordernovelbud
Tanya-tanya via komen atau messenger pun boleh ya πŸ˜† happy weekend ❀

Enam Ribu +++ udah ikutan PO Novel  , kamu???Itu angka kemarin siang lhoooo, hari ini pasti udah tambah banyak! Jangan s...
07/10/2017

Enam Ribu +++ udah ikutan PO Novel , kamu???
Itu angka kemarin siang lhoooo, hari ini pasti udah tambah banyak!
Jangan sampe kamu kehabisan waktu buat ikut PO novel super ini yesss. Karena BANYAK banget KEUNTUNGAN kalau kamu ikutan PO, literally UNTUNG BANYAK!
mangga diklik bit.ly/fixordernovelbud atau langsung japri pun boleh ya 😚

Waktu anda tinggal ENAM HARI LAGI untuk bisa mendapatkan novel Bidadari Untuk Dewa dengan harga DISKON +++ BONUS!!!Semak...
05/10/2017

Waktu anda tinggal ENAM HARI LAGI untuk bisa mendapatkan novel Bidadari Untuk Dewa dengan harga DISKON +++ BONUS!!!

Semakin cepat order dan transfer, semakin cepat novelnya dikirim ke alamatmu, makin cepat p**a bisa baca novelnya dan menyerap semua nilai positif, semangat serta pesan moralnya.

Yuk! Klik ⏬⏬⏬
Form: bit.ly/fixordernovelbud
Whatsapp: bit.ly/joinWLnovelbud
Telwgram: t.me/adhaliakarimah

Ada yang bilang masa awal pernikahan itu masa-masa yang paling indah.Tapi, gimana jadinya kalau di masa yang seharusnya ...
05/10/2017

Ada yang bilang masa awal pernikahan itu masa-masa yang paling indah.

Tapi, gimana jadinya kalau di masa yang seharusnya paling indah itu justru harus menghadapi kenyataan hidup yang bikin jungkir balik demi berjuang untuk keluarga?

Hanya 18 hari pasca menikah, Dewa tertipu investasi bisnis hingga lebih dari 7 MILYAR!

Ujian harta, tahta, wanita hingga nyawa berebut porsi untuk ada dalam hidup Dewa dan istrinya.

Novel ke 54 karya Asma Nadia. Novel terpanjang yang beliau tulis.
Novel yang diangkat dari kisah nyata kehidupan Dewa Eka Prayoga.

Judul: Bidadari Untuk Dewa
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: KMO Indonesia
Cover: Soft cover
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Halaman: 530 halaman
berat: 550-600 gram

Semoga novel ini bisa menjadi inspirasi bagi semua pembacanya.
Semoga novel ini bisa menebar energi positif dan nilai kebaikan seluas-luasnya.
Semoga novel ini menjadi salah satu jawaban dari doa-doa kita yang memohon petunjuk menuju jalan keluar.

Mau dapetin novel ini dengan harga DISKON +++ BONUS? Klik ⏬⏬⏬
bit.ly/fixordernovelbud
atau chat whatsapp
bit.ly/joinWLnovelbud
atau chat telegram
t.me/adhaliakarimah

Saya harus angkat2 air beratus2 meter untuk bisa mandikan anak dengan air bersih (karena air sumurya kotor)..Saya harus ...
30/09/2017

Saya harus angkat2 air beratus2 meter untuk bisa mandikan anak dengan air bersih (karena air sumurya kotor)..

Saya harus menidurkan anak di kasur lantai tipis selama berbulan2 (karena gak punya kasur)...

Saya harus keliling2 bandung motoran sambil hujan2an untuk mengantarkan pesanan (demi mendapatkan uang untuk makan)....
..dan masih banyak lagi

Saya gak kebayang, seandainya Allah tidak menghadirkan ia dalam hidupku, mungkin Saya hanya akan menjadi Dewa yang penuh keputusasaan.

Terimakasih istriku...
Terimakasih bidadari surgaku...
Terimakasih Wiwin Supiyah...

Semoga Allah izinkan kita tuk menjadi jodoh dunia akhirat selamanya... Aamiin...

Dan semoga siapapun yang saat ini sudah memiliki pasangan, semoga Allah karuniakan Anda dengan kebaikan hingga menuju jannah-Nya bersama2. Aamiin....

Anda boleh tag istri/suami Anda di kolom komentar, semoga jadi penguat kehidupan Anda saat ini.

Belum punya pasangan? Hm.....

Make sure you don't miss anything about pre-order of this wonderful novel. Click bit.ly/fixordernovelbud or bit.ly/joinWLnovelbud

DIBERSAMAI BIDADARI SURGA"Aku percaya kamu bisa lewati ujian ini. Aku yakin kamu mampu. Aku akan support apapun keputusa...
30/09/2017

DIBERSAMAI BIDADARI SURGA

"Aku percaya kamu bisa lewati ujian ini. Aku yakin kamu mampu. Aku akan support apapun keputusanmu. Aku sayang kamu..."

Itu adalah segelintir kata2 penguat yang terlontar dari istriku saat aku berada dalam titik nadir dan jurang kebangkrutan.

Gelap.... sungguh gelap.

Kesedihan, kegelisahan, dan keputusaasan sempat menyelimuti kehidupanku, seolah ini adalah akhir dari perjuanganku selama ini. Sampai pada akhirnya Allah hadirkan bidadari surga untuk menguatkanku, meyakinkanku, dan membersamaiku, saat menjalani ujian ini.

Hanya 18 hari pasca pernikahan, kami diuji dengan ujian pertama yang sungguh mengagetkan. Kebangkrutan, kerugian hingga miliaran, hingga cacian dan makian dari orang2 yang tersangkut dalam kasus ini. Tak heran, satu bulan setelah menikah, kami hampir memutuskan untuk berpisah. Bukan karena kami tak sanggup memperjuangkan, tapi karena desakan dan tekanan orang2 yang terdekat yang membuat kami untuk melakukannya.
Untungnya, Allah hadirkan ia untuk selalu membersamaiku.

Betapapun banyak cacian yang dituduhkan padanya seolah menjadi "biang kerok" kebangkrutan bisnis yang Saya jalankan ketika itu. Tapi aku mencoba tuk meyakinkan orang2 di sekitarku, bahwa ini bukan karena kesalahannya, melainkan murni karena kebodohan & kecerobohanku.

1 bulan berlalu...

Di pagi hari ketika itu, istriku mengabari,
"Mas, aku positif hamil..."

Seperti pasangan lain pada umumnya, tentu hati ini langsung berucap syukur alhamdulilah....

Terimakasih ya Allah, karena engkau menitipkan anak pada kami. Semoga kelak jadi anak sholeh/sholehah yang berbakti pada orang tuanya dan taat pada agamanya. aaamiin...

Namun apa yang terjadi?

Ibuku, yang sangat sayang padaku dan keluargaku, sempat kecewa dan bilang,

"Udah tahu hidup lagi susah! Ini malah hamil lagi. Gimana sih..."

Istrikupun langsung meneteskan air mata karena tak sanggup membendung kesedihan atas ucapan tersebut.

Aku pun kembali menenangkan,
"Kamu harus yakin, adanya anak ini, akan menjadi sumber rezeki tersendiri buat keluarga kita. Jangan pernah kau gugurkan. Besarkan anak kita ini dan buktikan pada orang2 di sekitar kita bahwa kita bisa melalui ujian ini..."
Aku pun bingung. SMS, telpon, chat, dan mention, terus berdatangan. Bukan untuk menerima orderan, melainkan untuk menagih hutang sembari marah2 dan mengancam,

"Kembalikan uang Saya! Kalau enggak, Saya bakar rumah kamu!"
"Saya mau uang Saya balik. Kalau enggak, Saya laporkan kamu ke polisi!"
"Uang Saya harus balik! Kalau enggak, Saya akan cemarkan nama baik kamu di sosial media!"

Akhirnya Saya pun hanya bisa pasrah..... benar2 pasrah.
Dan Saya harus bolak balik kantor polisi selama seminggu untuk menghadapi mereka yang melaporkan Saya.

Saya tak bisa menahan tangis. Air mata terus membasahi p**i setiap kali Saya berdoa.

"Ya Allah ya rabb... Berikan kekuatan kepadaku agar aku mampu melewaji ujian ini dengan petunjuk-Mu..."

Mobil pun terpaksa kami jual. Uang tabungan semua dicairkan. Kami pun tak punya apa2 lagi, kecuali keyakinan pada-Nya bahwa ujian ini pasti akan selesai.

Allah hadirkan seorang sahabat yang selalu setia membersamaiku, Mas Mirza G. Indralaksana.

"Mas, sekarang kita gerak aja. Kita mulai dari nol, bahkan minus. Kita berjuang sama2. Kita jual makanan aja.."

Saya pun bertanya, "terus yang masak siapa mas?"

Istri Saya pun langsung menjawab,
"Udah gak apa2. Aku aja yang masak. Nanti pagi2 ba'da shubuh aku ke pasar. Terus aku masakin. Siangnya kalian berdua anter pesanan makanan ini ke para pemesan. Gak apa2 kok..."

Ya Allah ya rabb...

Istriku ketika itu dalam kondisi hamil besar. Tapi mungkin karena Allah hadirkan ia untuk membersamaiku, sehingga apapun yang Saya lakukan, ia dukung 100%.

Itulah yang kami lakukan selama 9 bulan, menjual makanan dan menjual apapun yang bisa Saya jual. Bisnis makanan itupun tutup seiring kelahiran anak Saya, Nabila Faza Shaliha .

Episode kegelapan belum selesai...

Saya harus cari kontrakan yang murah untuk bisa tinggal (karena kontrakan sebelumnya habis dan biaya tahunannya mahal)...

To be continue..
Kalau kamu penasaran banget sama novelnya, mangga ikutan waiting list buat PO bit.ly/fixordernovelbud atau bit.ly/joinWLnovelbud

"Saya terima nikah & kawinnya Wiwin Supiyah dengan mas kawin 25 gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"😱😍😘...
30/09/2017

"Saya terima nikah & kawinnya Wiwin Supiyah dengan mas kawin 25 gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"

😱😍😘

Pernyataan sakral tersebut telah Saya ucapkan tepat 5 tahun lalu.
Tak terasa, sudah 5 tahun. Tapi entah kenapa, seakan kami menjalani kebersamaan ini sudah lebih 30 tahun. Kenapa? Saking rolercoasternya kehidupan yang kami alami.

Tanpa harus menunggu lama, ujian pernikahan pertama datang 18 hari pasca nikah. Kehidupan keluarga yang didambakan akan penuh dengan kebahagiaan, justru malah berbanding terbalik dengan kenyataan yang kami terima.

Ya, Saya mengalami kebangkrutan. Sangat tak mengenakkan. Sungguh mengecewakan.

"Dewa, kamu dimana? Saya mau ketemu!"
"Maaf sebelumnya, ada apa ya pak?", tanya Saya, sambil menahan rasa hati gak enak.
"Saya denger investasi yang kamu tawarkan itu ternyata bodong. Saya mau uang Saya balik! Secepatnya!!!"

Seketika, mendadak orang-orang banyak menelpon dan menghubungi Saya untuk minta ketemuan. Gak cuma itu, tak sedikit dari mereka yang langsung melayangkan ancaman macam-macam.

"Sia kamana! Tong kabur!"
"Balikkeun duit aing!"
"Ku aing penjarakeun siah!"
"Diduruk siah imah maneh!"
😱😱😱

Jujur, Saya makin deg-degan. Ya Allah... Hidup kok gini-gini amat... 😭

Sebelum menikah, banyak orang bilang katanya menikah akan membuatmu bahagia.

"Ah masa? Aku enggak...", jawab Saya dalam hati ketika itu.
Gak cuma itu, mereka pun pada bilang bahwa menikah itu akan mengayakan.
"Lha, kok aku sebaliknya ya? Malah bangkrut...", keluh Saya saat itu.
Tunggu.

Apakah ini ujian? Apakah ini peringatan? Apakah ini azab? Astagfirullah...
"Pasti ini gara-gara dia!"
"Tuh kan, bawa sial!"
"Saya bilang juga apa!"

Ungkapan-ungkapan yang menyudutkan istri di 1 bulan pasca pernikahan mulai keluar dari berbagai pihak. Bukan dari orang jauh, melainkan dari orang-orang terdekat.

Sedih? Pastinya.
Menangis? Jangan tanya.
Frustasi? Apalagi.

"Ya Allah, kenapa begini?", keluh Saya kepada Allah... 😞

Saya mencoba berpikir positif.
"Apa maksud Allah dari ujian ini?"
"Apa skenario akhir Allah setelah semua ini?"

Saya terus menjaga hati & pikiran untuk terus berpikir positif.

"Ya Allah, terimakasih Engkau telah menempaku dengan ujian ini, sehingga aku bisa semakin dekat dengan-Mu dan menghiasi malam-malamku dengan bermunajat & bersujud kepada-Mu..."

Malam berlalu. Siang pun tiba.

Lagi-lagi, ancaman yang masuk lewat handphone terus bermnculan.
"Kamu dimana?!! Saya mau ketemu!"
"Kalau uang saya gak balik, saya penjarakan kamu!"
"Awas aja, Saya bakar rumah kamu!!"
😭😭😭

Semakin parah, karena ancaman dan hujatan di sosial media mulai bermunculan. Ranah gerak Saya pun untuk bisa move on makin dibatasi. Serba salah. Bingung mau gimana.

Saya pun terus berpikir positif. Sangka baik sama Allah. Sangka baik.
"Ya Allah, jika adanya ujian ini semakin mendewasakanku nantinya dan mendekatkanku pada-Mu, Saya ridho, Saya pasrah, Saya ikhlas..."
Tapi Istri semakin terpojokkan, "Ini gara-gara kamu!".

Sebagai suami, Saya merasa tak berguna. Tak berdaya, suami macam apa. 😞

Saya pun berusaha mengambil hikmah dari pernikahan yang terbilang muda ini...
"Ya Allah, terimakasih Engkau telah memberikanku Haura sebagai istriku. Jika seandainya Aku tak menikah dengannya, mungkin kerugian yang harus ku tanggung akan lebih dari 8 miliar. Tapi Kau jodohkanku dengannya, Engkau membuat skenario ini berubah. Terimakasih ya Allah..."

Ini adalah cara Saya merespon ujian yang Allah berikan.

Berat? Memang berat.
Sulit? Memang sulit.

Tapi sebagai mahluk Allah, siapa lagi yang akan menjadi tempat bersandar dan kembali selain pada-Nya? Allah Subhanahu Wata'ala...

Ya, Saya bersyukur karena menikahinya, Wiwin Supiyah.

Skenario yang Allah kasih, pasti untuk kebaikan kami berdua, juga keluarga.
Saya bersyukur, karena telah Allah jodohkan dengannya, semoga bisa jadi jodoh dunia akhirat. Doakan kami.

Saya bersyukur, karena Allah pilihkan , semoga bersamanya, kami bisa sama-sama berjuang menuju surga-Nya. Mohon doanya...
Aamiin...

PASTIKAN kamu termasuk orang pertama yang baca kisah lengkapnya! Klik bit.ly/fixordernovelbud atau bit.ly/joinWLnovelbud

Sekitar sepekan yang lalu, Bro Dewa Eka Prayoga mengirimkan naskah digital Novel "Bidadari untuk Dewa". Saya diberi keho...
29/09/2017

Sekitar sepekan yang lalu, Bro Dewa Eka Prayoga mengirimkan naskah digital Novel "Bidadari untuk Dewa". Saya diberi kehormatan untuk mengisi ruang testimoni.

Entah mengapa Saya gak tertarik untuk memberikan testimoni atas Novel ini.
Testimoni adalah kesaksian.

Nampaknya, Saya lebih pas memberikan testimoni atas kehidupan yang dijalani oleh Dewa dan Wiwin Supiyah.

Dan semoga testimoni tidak berada pada ruang testimoni, tetapi berada pada ruang pengantar dari Novel. Hehehehe... ngelunjak.

*

Awal perkenalan Saya dengan Dewa tidak begitu intens. Kami bertemu alakadarnya di sebuh event pelatihan untuk para Trainer. Yang menjadi menarik adalah pemicu kedekatan kami berdua, seorang sahabat yang berusia 5 tahun lebih muda dari Saya ini kemudian harus berhadapan dengan maslaah yang besar.

"Kang, bisa ketemuan, kacau kang... mitra Saya lari..."

Sekalimat itu hadir di BB Saya saat itu. Selintas Saya langsung memahami apa yang sedang dihadapi oleh Dewa.

"Oke, tenang, kita ketemuan..."

Benar saja, gulungan masalah menghadang. Bahkan kejadian ini terjadi sepekan setelah mereka menikah. Apa yang awalnya dikumpulkan habis dengan perlahan. Keduanya harus memulai dari minus, bukan lagi dari nol.

Serasa semua orang menjauh.
Serasa semua orang menyalahkan.
Serasa semua orang tidak peduli.

Itulah mungkin yang dirasakan kedua pasangan muda ini. Saya hanya bisa terus menemani, menyediakan ruang di komunitas Muda Mulia, memberinya panggung untuk bereskpresi, dan terus menyuntikkan keyakinan bahwa semua ini akan dapat dilalui.

*

Adalah Wiwin Supiyah. Wanita yang ditakdirkan langit untuk membersamai sosok Dewa yang penuh badai ujian.

Adalah Wiwin Supiyah. Wanita yang diperankan semesta untuk menjalani apa yang tidak akan pernah didambakan oleh seorang istri.

Adalah wiwin Supiyah. Sosok wanita yang kemudian menjadi teman batin seorang Dewa. Yang penuh gundah, penuh guncangan, penuh cobaan, penuh terpaan.

Ada sejuta alasan bagi Wiwin untuk meninggalkan Dewa.

Ada setumpuk pembenaran bagi Wiwin untuk berpisah dengan suami "junior" yang penuh badai ini.

Ada sekuintal data riset ilmiah, yang menunjukkan bahwa masalah keuangan yang dihadapi Dewa tidak akan ada solusinya.

Tetapi seorang Wiwin memilih untuk tetap tegar.
Tetapi seorang Wiwin memilih untuk tetap bersama.
Tetapi seorang Wiwin memilih untuk menerima.

Itulah Bidadari untuk Dewa. Bukan cuma pada maslaah keuangan, Saya menjadi saksi mata akan bagaimana Wiwin berjuang menemani kesembuhan Dewa saat terkena GBS. Berbulan bulan di Rumah Sakit tentu tidak mudah bagi seorang Wiwin.

Bidadari ini terus berdoa, terus menemani. Wiwin menelpon satu demi satu Sahabat Dewa saat beliau kritis. Saat itu Saya berada di Canbera, hanya mampu mendengar isak tangis seorang Bidadari yang memohon doa dan maaf bagi sang Suami. Dramatis banget. Udah kayak film India.

Itulah Wiwin Supiyah. Bidadari yang kini secara sederhana mendampingi seorang sosok yang hari ini telah mencapai apa yang dahulu Saya pun tidak bisa membayangkan.

Klasik memang : disamping sosok yang besar, ada seorang wanita kuat yang menemani.

*

Kisah mereka kemudian dinovelkan. Gak sembarangan, yang menulis adalah seorang Novelis hebat Asma Nadia. Dan konon, ini Novel paling tebal yang pernah ditulis oleh Mbak Asma. Nampaknya, seorang Asma pun harus terbawa alur emosi yang kuat dalam menyelesaikan Novel ini.

Saya meyakini, bahwa hadirnya Novel ini di kehidupan Anda bukanlah sebuah kebetulan. Bagi Saya, hadirnya Novel ini di kehidupan adalah jawaban dari berbagai doa yang Anda panjatkan.

Allah sedang mengarahkan Anda belajar pada "ayat-ayat" semestaNya yang teramat nyata.

Allah sedang mengajarkan Anda tentang bagaimana sepasang manusia meniti jalan iman yang sebenarnya.

Allah sedang mengajarkan Anda tentang bagaimana jalan keyakinan harusnya ditempuh.

Allah sedang mengajarkan Anda tentang bagaimana Allah bekerja menolong HambaNya.

Selamat membaca.
Selamat menyelami.
Selamat meraih mutiara.

Rendy Saputra
Kakaknya Dewa dan Wiwin

Alhamdulillah besok weekend πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒAlhamdulillah bentar lagi bulan baru...Yang sambil nungguin gajian di awal bulan, lagi ng...
29/09/2017

Alhamdulillah besok weekend πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ
Alhamdulillah bentar lagi bulan baru...

Yang sambil nungguin gajian di awal bulan, lagi ngelist apa aja yang mau dibeli ada?

Yang kemarin-kemarin udah gajian sekarang lagi nyari jajanan asik ada?

Nih nih nih ada jajanan yang ga abis-abis. Jajanan yang "mengenyangkan" mental. Jajanan yang bisa memperkaya kamu dengan perjuangan hidup.

Ada harga paketan p**ak! Jadi belinya bisa ngajakin temen, tetangga, orang tua, suami / istri, calon pasangan bahkan mantan

Makin banyak, makin murah. Bonusnya juga segambreng lho! Tapi ini EKSKLUSIF, cuma berlaku selama pre-order 3-10 okt 2017.
Pastiin kamu ga ketinggalan kesempatan ini yaaa
Klik bit.ly/fixordernovelbud
Atau bit.ly/joinWLnovelbud

To be honest, saya termasuk orang yang masih susah untuk gak "judge the book by its cover". Apalagi di era media sekaran...
29/09/2017

To be honest, saya termasuk orang yang masih susah untuk gak "judge the book by its cover". Apalagi di era media sekarang yang semuanya serba gamblang.

Akan mudah sekali untuk bilang
"Dia enak ya kerjaannya, gaji besar, tunjangan lancar, keluarga bahagia"
"Motivator B hebat ya, ngisi seminar 2 jam aja bayarannya hitungan milyar"
"Pengusaha A keren ya, masih muda bisnisnya ada dimana-mana, omzetnya tak terkira"

Padahal sebagian besar dari kita, khususnya saya, gak pernah tau apa yang dia alami selama ini. Kita gak lihat badai apa yang udah dia lewatin dulunya. Kita ga paham perasaan dia yang harus nelen semua cacian, makian, hinaan sampai akhirnya Allah tuntun dia agar bisa ada di posisi sekarang.

Kita ga pernah tau sehebat apa ikhtiar langit dan bumi yang seseorang lakukan sampai akhirnya Allah pantaskan ia untuk mencapai mimpi-mimpinya.

Mungkin kita lupa berapa lama Rasulullah mendapatkan perlawanan saat menyampaikan dakwah.

Mungkin banyak dari kita yang belum mendengar berapa banyak Walt Disney memgalamai penolakan sampai akhirnya dia memutuskan untuk memproduksi filmnya sendiri.

Mungkin sebagian dari kita tidak akan mengira kalau Dewa Eka Prayoga bisa bangkit dari titik terendah dalam hidupnya.

Wait! Siapa Dewa Eka Prayoga? Kalau yang biasa main e-commerce, copywriting dan online market tools mungkin udah ga asing lagi sama beliau.

Dewa, pengusaha muda yang kisah hidupnya seolah keluar kandang buaya lalu masuk kandang singa.

Setelah berhasil bangkit akibat tertipu milyaran oleh partnernya sendiri, Dewa lalu terserang penyakit mematikan.

Tapi Dewa tidak menyerah. Selain berjuang untuk sembuh, Dewa juga berjuang untuk mempertahankan pernikahannya. Untuk menjaga bidadarinya.

Karna kisah mereka gak akan cukup dituliskan di kolom status. Pastikan kamu ga ketinggalan kisah lengkapnya di novel Bidadari untuk Dewa yang akan buka Pre-Order 4 hari lagi, yaaaa
Klik bit.ly/fixordernovelbud atau bit.ly/joinWLnovelbud

Address

Citra Indah City
Bogor
16830

Telephone

+62 898-8467-572

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bidadari Untuk Dewa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share