Performa batik asal Pulau Garam itu, kini relatif sejajar dengan karya batik-batik lain yang ada di tanah air. Tak kalah dengan batik asli Yogyakarta atau Solo, ketenaran batik Madura pun telah tersebar ke seluruh penjuru nusantara. Diakui berbagai kalangan, Batik Madura memiliki eksotika tersendiri. Ciri khas batik pesisir dengan warna-warna berani serta motif atau corak bebas yang begitu kentara
tertuang pada kain seolah merefleksikan karakter masyarakat lokal Madura. Motif khas atau tradisional Madura yang banyak dicari pendatang adalah golongan batik tulis yang dikenal dengan nama Batik Genthongan. Di sebut genthongan karena pada proses pewarnaannya dilakukan dengan merendam kain batik yang telah digambar ke dalam wadah gentong selama dua bulan. Setelah direndam, lembaran batik tersebut kemudian disikat. Selain untuk membersihkan malam yang tersisa, juga agar warna lebih awet melekat pada kain. Melalui proses ini maka batik ini bisa berusia hingga puluhan tahun lebih dengan warna tetap. Dikarenakan proses pembuatan batik tulis yang rumit ini, maka Batik Genthongan Madura biasa dijual dengan harga yang cukup mahal, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah. Berbicara hal warna, Batik Madura mempunyai pilihan warna yang khas yang juga menjadi cirinya. Warna-warna ini berasal dari bahan-bahan alam, atau dikenal dengan sebutan soga alam. Warna Merah berasal dari Mengkudu dan Tingi. Sedangkan warna Hijau bersumber dari kulit Mundu ditambah Tawas. Warna terang dan gelap yang muncul pada kain batik berdasar waktu perendaman. Makin lama direndam, makin pekat warna yang dihasilkan. Sumber Detik.Com
Sekarang hadir untuk memenuhi pencinta batik tulis madura di bogor