Koleksi Keris Nusantara

Koleksi Keris Nusantara Pemaharan Keris Koleksi, Sepuh, Keris Kamardikan, Keris Nusantara

Keris Tilam Sari Ageman Senin KliwonDapur : Tilam SariPamor : Kulit SemongkoTangguh : MataramWarangka : Ladrang Surakart...
31/07/2026

Keris Tilam Sari Ageman Senin Kliwon

Dapur : Tilam Sari

Pamor : Kulit Semongko

Tangguh : Mataram

Warangka : Ladrang Surakarta

Kayu : Timoho

Panjang : 35cm

Keris ini merupakan pusaka yang memiliki filosofi luhur dalam budaya Jawa. Tilam Sari dikenal sebagai salah satu dapur keris yang melambangkan ketenteraman hidup, kemuliaan budi pekerti, kewibawaan, serta harapan akan rezeki yang baik dan kehidupan yang harmonis. Keris ini sering dijadikan simbol pegangan hidup (ageman) bagi seseorang yang ingin menjalani kehidupan dengan penuh kebijaksanaan dan keteguhan hati.

Bagi pemilik weton Senin Kliwon, yang dikenal memiliki sifat ramah, mudah bergaul, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan menjalin hubungan baik dengan banyak orang, Keris Tilam Sari dipandang selaras dengan karakter tersebut. Weton Senin Pon juga memiliki bakat alami dalam mempersatukan orang-orang di sekitarnya serta mampu menjadi penengah dalam berbagai persoalan.

Filosofi ageman ini mengajarkan bahwa keberhasilan dan kemuliaan hidup tidak hanya diperoleh melalui kerja keras, tetapi juga melalui sikap santun, kejujuran, kesabaran, dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama. Pusaka ini menjadi simbol pengingat agar pemiliknya selalu mengedepankan kebijaksanaan dalam setiap langkah kehidupan.

Keris Ageman Senin Pon dholog WingitDapur : Dholog Luk 5Pamor : Kulit SemongkoTangguh : PadjajaranWarangka : Gayaman Sur...
31/07/2026

Keris Ageman Senin Pon dholog Wingit

Dapur : Dholog Luk 5

Pamor : Kulit Semongko

Tangguh : Padjajaran

Warangka : Gayaman Surakarta

Kayu : Trembalo

Panjang : 36,5cm

Keris ini merupakan pusaka yang memiliki filosofi mendalam dalam tradisi Jawa. Kata Ageman bermakna pakaian atau pegangan hidup, sedangkan Dholog Wingit menggambarkan kewibawaan yang terpancar secara alami, memiliki daya tarik batin, serta memancarkan ketenangan yang membuat orang lain merasa segan dan hormat.

Bagi pemilik weton Senin Pon, yang dikenal memiliki karakter bijaksana, mudah bergaul, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, keris ini sering dimaknai sebagai simbol penguat kewibawaan serta penuntun dalam menjalani kehidupan. Weton Senin Pon juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai kalangan dan sering dipercaya dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Filosofi Keris Ageman ini mengajarkan bahwa kewibawaan sejati tidak lahir dari kekuasaan atau kekuatan fisik, melainkan dari keluhuran budi, kejujuran, kesabaran, dan keteguhan hati.

Keris Bandotan Ageman  Senin WageDapur : Bandotan Luk 11Pamor : Padaringan KebakTangguh : MojopahitWarangka : Gayaman Jo...
31/07/2026

Keris Bandotan Ageman Senin Wage

Dapur : Bandotan Luk 11

Pamor : Padaringan Kebak

Tangguh : Mojopahit

Warangka : Gayaman Jogja

Kayu : Timoho

Panjang : 35cm

Keris Bandotan merupakan salah satu bentuk keris yang dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa dengan karakter yang sederhana namun memiliki filosofi keteguhan, keberanian, dan daya juang yang tinggi. Dalam makna simboliknya, Keris Bandotan melambangkan sosok yang kuat menghadapi berbagai tantangan hidup, tidak mudah menyerah, serta memiliki kemampuan bertahan dalam situasi sulit.

Bagi pemilik weton Senin Wage, yang dalam perhitungan Jawa dikenal memiliki karakter tenang, bertanggung jawab, pekerja keras, dan cenderung berpikir matang sebelum bertindak, Keris Bandotan sering dipandang memiliki filosofi yang selaras. Weton Senin Wage juga dikenal memiliki jiwa kepemimpinan alami, namun terkadang menyimpan beban pikiran sendiri dan lebih memilih menyelesaikan masalah secara mandiri.

Keris Brojol Pancuran Emas Ageman Senin PahingDapur : BrojolPamor : Pancuran Emas Dan Junjung drajadTangguh : MataramWar...
31/07/2026

Keris Brojol Pancuran Emas Ageman Senin Pahing

Dapur : Brojol

Pamor : Pancuran Emas Dan Junjung drajad

Tangguh : Mataram

Warangka : Gayaman surakarta

Kayu : Timoho

Panjang : 36cm

Keris ini merupakan pusaka yang sarat dengan filosofi kemudahan, kelancaran rezeki, serta perjalanan hidup yang penuh harapan baik. Dapur Brojol melambangkan kesederhanaan, kemurnian niat, dan kelancaran dalam mencapai tujuan hidup. Sementara Pancuran Emas merupakan simbol berkah, kemakmuran, kemuliaan, dan rezeki yang mengalir sebagaimana air yang tak pernah berhenti memberi manfaat.

Bagi pemilik weton Senin Pahing, yang dikenal memiliki karakter cerdas, berwibawa, pekerja keras, serta memiliki semangat besar dalam meraih cita-cita, keris ini dipandang selaras sebagai simbol pengingat agar kekuatan dan potensi yang dimiliki selalu digunakan untuk kebaikan. Weton Senin Pahing juga dikenal memiliki daya tarik alami, kemampuan memimpin, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

15/07/2026

Keris Sabuk Inten Pamor Ron Genduru Kinatah Panji Wilis

Jenis : Keris Luk 11
Dhapur : Sabuk Inten (Kinatah Emas)
Pamor : Ron Genduru
Tangguh : Kartosuro
Warangka Ladrang Solo Kayu Jati

Filosofi keris Sabuk Inten berpusat pada makna kekayaan batin dan kesejahteraan hidup yang dicapai melalui kerja keras, ketekunan, dan kesederhanaan . Nama Sabuk Inten sendiri berasal dari dua unsur penting: sabuk , yang melambangkan usaha dan kerja keras—ibarat mengencangkan ikat pinggang sebelum berjuang—serta inten atau intan, yang menjadi simbol kemuliaan, kejernihan hati, dan kemewahan yang diimpikan setiap insan.

Luk sebelas pada keris ini menggambarkan semangat, keuletan, dan daya juang tinggi dalam mengejar cita-cita. Angka ini juga dipandang sebagai simbol langkah yang tidak pernah padam, tekad yang terus tumbuh, dan keberanian untuk menembus berbagai rintangan hidup.

Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era MataramJenis : Keris LukDhapur : Naga Sasra Kinatah EmasPamor : Beras WutahTanggu...
10/07/2026

Keris Naga Sasra Kinatah Kamarogan Era Mataram

Jenis : Keris Luk
Dhapur : Naga Sasra Kinatah Emas
Pamor : Beras Wutah
Tangguh : Mataram Abad 16
Warangka : Gayaman Solo

Filosofi keris Nogo Sosro berakar dari simbolisme dua unsur penting: Nogo yang berarti naga, lambang kekuatan agung penjaga alam semesta, dan Sosro yang bermakna seribu, yakni perlambang penolak seribu bencana. Dalam tradisi Jawa, naga merupakan simbol pelindung, energi kosmis, dan penjaga keseimbangan. Maka, keris Nogo Sosro dipandang sebagai pusaka yang mengandung harapan besar akan perlindungan, keteguhan, dan kekuatan spiritual bagi pemiliknya.

Keris ini dibuat oleh Empu Supo Mandrangi, salah satu empu legendaris yang karya-karyanya dikenal kaya akan makna filosofis dan bertujuan meredam berbagai bentuk bencana, baik yang bersifat lahir maupun batin. Nogo Sosro tidak hanya dilihat sebagai pusaka bertuah, tetapi juga sebagai penjelmaan seni budaya yang menggabungkan nilai estetika, spiritualitas, dan kearifan lokal Jawa. Pemiliknya diharapkan mampu mewarisi nilai-nilai luhur seperti keberanian, ketenangan hati, kebijaksanaan, serta kesadaran akan keseimbangan hidup.

Dari segi keselarasan energi, keris Nogo Sosro dikenal selaras dengan karakter kelahiran weton Sabtu Pahing. Weton ini membawa perpaduan energi yang kuat, penuh perhitungan, dan sarat intuisi tajam.

Karakter Weton Sabtu Pahing
Weton Sabtu Pahing dikenal memiliki karakter yang kuat, tegas, visioner, dan memiliki daya kepemimpinan alami. Orang dengan weton ini biasanya:

Memiliki energi besar dan daya pengaruh yang kuat dalam lingkungan sosial.

Berwatak mandiri, tidak mudah dipengaruhi, serta mampu mengambil keputusan penting dengan cepat.

Cenderung memiliki intuisi tajam, mudah membaca situasi, dan sering dipercaya sebagai tempat meminta nasihat.

Memiliki sikap tegas namun terarah, cocok sebagai pemimpin atau penanggung jawab dalam kelompok.

Sifat mentalnya tangguh, mampu menghadapi tekanan dan ujian hidup dengan kepala dingin.

Dalam hal rezeki dan pekerjaan, mereka umumnya berjuang keras, tidak mudah menyerah, dan sering mencapai posisi yang stabil di usia dewasa.

Keris Singo Barong luk 7 Pamor Segoro Muncar Kinatah KuninganFilosofi keris Singo Barong erat kaitannya dengan nilai-nil...
10/07/2026

Keris Singo Barong luk 7 Pamor Segoro Muncar Kinatah Kuningan
Filosofi keris Singo Barong erat kaitannya dengan nilai-nilai kepemimpinan luhur, kekuatan batin, keberanian, serta kewibawaan yang agung, diibaratkan seperti sosok singa jantan, raja rimba yang disegani. Keris ini menjadi simbol wibawa alami, ketegasan sikap, dan keberanian dalam mengambil keputusan, bukan dengan emosi, melainkan melalui ketenangan dan kejernihan batin.
Singo Barong melambangkan seorang pemimpin sejati yang mampu mengawasi dengan sikap teduh, penuh perhitungan dan kesadaran, namun sekaligus memiliki naluri yang tajam untuk bertindak pada saat yang tepat. Ia tidak tergesa-gesa, tetapi juga tidak ragu ketika keadaan menuntut ketegasan.
Pemegang keris Singo Barong diharapkan memiliki karakter kuat, bermental ksatria, dan berwibawa, sehingga kehadirannya disegani tanpa harus ditakuti. Lebih dari itu, pusaka ini mengajarkan laku kepemimpinan yang berlandaskan tanggung jawab dan pengabdian, yakni kesiapan untuk mengerahkan kekuatan dan kebijaksanaan demi kepentingan yang lebih besar, bukan semata-mata demi kepentingan pribadi.
Pamor Segoro Muncar
Filosofi pamor Segoro Muncar dalam tradisi keris melambangkan keluwesan dan kemudahan rezeki, perluasan pergaulan serta hubungan sosial, sekaligus perlindungan dan keselamatan dalam menjalani kehidupan. Secara harfiah, Segoro Muncar berarti “laut yang mengalir atau meluap”, sebuah simbol kelimpahan yang terus bergerak tanpa henti.
Secara simbolis, pamor ini mengajarkan bahwa rezeki tidak datang dengan sendirinya, melainkan terbuka melalui usaha yang tekun, kesabaran, dan kemampuan memperluas jejaring kehidupan. Seperti lautan yang luas dan dinamis, pemilik pamor Segoro Muncar diharapkan mampu bersikap luwes, mudah beradaptasi, serta terbuka terhadap peluang dan pertemuan baru.

Lebih jauh, alur pamor yang menyerupai gelombang atau arus air juga dimaknai sebagai penolak halangan dan pembawa keselamatan, menjaga pemiliknya agar tetap mengalir selaras dengan keadaan, tidak mudah terjebak dalam kebuntuan hidup. Dengan demikian, pamor Segoro Muncar menjadi simbol doa agar pemiliknya senantiasa diberi kelapangan jalan, rezeki yang terus mengalir

Keris Jangkung wahyu Tumurun Ageman Weton Selasa PonDhapur    : JangkungPamor      : Wahyu TumurunTangguh  : PadjajaranW...
10/07/2026

Keris Jangkung wahyu Tumurun Ageman Weton Selasa Pon

Dhapur : Jangkung

Pamor : Wahyu Tumurun

Tangguh : Padjajaran

Warangka : Gayaman Surakarta

Kayu : Trembalo

Panjang : 36,4cm

Keris Jangkung Pamor Wahyu Tumurun merupakan pusaka yang sarat akan filosofi kepemimpinan, kewibawaan, serta datangnya berkah dan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Perpaduan Dhapur Jangkung dengan Pamor Wahyu Tumurun menjadikan keris ini sebagai simbol harapan akan kemudahan dalam meraih cita-cita, kehormatan, dan keberhasilan yang diraih melalui usaha, doa, serta keluhuran budi.

Dhapur Jangkung dikenal memiliki karakter yang mencerminkan ketegasan, keberanian, dan pendirian yang kokoh. Dalam filosofi perkerisan Jawa, bentuk ini melambangkan seseorang yang mampu berdiri teguh menghadapi berbagai tantangan, tidak mudah goyah oleh keadaan, serta memiliki jiwa pemimpin yang mampu menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.

Sementara itu, Pamor Wahyu Tumurun memiliki makna mendalam sebagai lambang turunnya berkah, petunjuk, kemuliaan, dan kesempatan baik. Pamor ini mengajarkan bahwa keberuntungan sejati hadir melalui kerja keras, kebijaksanaan, dan ketulusan hati dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, pamor ini sering dikaitkan dengan terbukanya jalan rezeki, meningkatnya kepercayaan dari lingkungan, serta datangnya peluang-peluang yang membawa kemajuan.

Kesesuaian dengan Weton Selasa Pon
Dalam perhitungan weton Jawa, Selasa Pon dikenal memiliki watak pekerja keras, bertanggung jawab, tegas, dan memiliki semangat tinggi dalam mencapai tujuan. Di sisi lain, pemilik weton ini juga perlu menjaga keseimbangan antara ambisi dan kebijaksanaan agar setiap langkah yang diambil membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Keris Jangkung Pamor Wahyu Tumurun dipandang selaras sebagai ageman bagi pemilik weton Selasa Pon karena mencerminkan nilai kepemimpinan yang bijaksana, keteguhan hati, serta semangat untuk terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur.

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Wetong Selasa PahingKeris Jalak Sangu Tumpeng merupakan pusaka yang sarat akan makna ke...
10/07/2026

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ageman Wetong Selasa Pahing

Keris Jalak Sangu Tumpeng merupakan pusaka yang sarat akan makna kemakmuran, keteguhan hati, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan. Perpaduan Dhapur Jalak Sangu dengan Pamor Tumpeng menjadikan keris ini sebagai simbol ikhtiar, rezeki yang berkelanjutan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.

Dhapur Jalak Sangu melambangkan bekal kehidupan yang cukup, kecerdasan dalam mengelola rezeki, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan. Kata sangu sendiri bermakna bekal, mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh ilmu, pengalaman, doa, dan akhlak yang baik.

Sementara itu, Pamor Tumpeng terinspirasi dari bentuk tumpeng yang dalam budaya Jawa menjadi lambang rasa syukur, kemuliaan, dan harapan akan kehidupan yang makmur. Filosofinya mengajarkan bahwa rezeki yang baik adalah rezeki yang diperoleh dengan cara yang benar, disyukuri, dan dimanfaatkan untuk membawa manfaat bagi keluarga serta sesama.

Kesesuaian dengan Weton Selasa Pahing
Pemilik weton Selasa Pahing dikenal memiliki karakter yang berani, pekerja keras, penuh tanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Semangat yang besar dalam mencapai tujuan menjadi kelebihannya, namun perlu diimbangi dengan kebijaksanaan, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri.

Dhapur : Jalak Sangu Tumpeng ( Patrem )

Pamor : Udan Emas

Tangguh : Hiasan Enggal

Waranmgka : Gayaman Surakarta

Panjang : 29cm

Kesesuaian dengan Weton Selasa Pahing
Pemilik weton Selasa Pahing dikenal memiliki karakter yang berani, pekerja keras, penuh tanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Semangat yang besar dalam mencapai tujuan menjadi kelebihannya, namun perlu diimbangi dengan kebijaksanaan, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri.

Keris Jalak Sangu Tumpeng dipandang selaras sebagai ageman weton Selasa Pahing karena melambangkan keseimbangan antara semangat bekerja, kecukupan rezeki, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Dapur Keris : PulanggeniPamor : Kulit SemongkoTangguh : PadjajaranWa 085759121917
02/07/2025

Dapur Keris : Pulanggeni
Pamor : Kulit Semongko
Tangguh : Padjajaran
Wa 085759121917

Address

Boyolali

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koleksi Keris Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Koleksi Keris Nusantara:

Shortcuts

Share