Toko Buku Cordoba

Toko Buku Cordoba Toko Buku Cordoba menyediakan buku-buku Ideologis dari Kaaffah Penerbit Solo. Kunjungi web resmi Kam

Fanspage Toko Buku Cordoba merupakan salah satu media promosi buku-buku Ideologis terbitan Kaaffah Penerbit. Fanspage ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada para pencari buku-buku Ideologis yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Kaaffah Penerbit merupakan unit usaha dari Kaaffah Media yang bergerak di bidang penerbitan buku. Selain Kaaffah Penerbit, Kaaffah Media juga memiliki unit

usaha yang bergerak di bidang percetakan buku, yaitu Kaaffah Printing. Marketing Toko Buku Cordoba hubungi :
SMS/WA/LINE/TELEGRAM : 087804968194

Kunjungi juga website Kami => tokobukukaaffah.com

23/02/2018

Islam Bukan Sebatas Rukun Islam dan Rukun Iman
==============

Oleh: Rokhmat S. Labib

Ada yang menarik dalam sidang gugatan HTI terhadap Kemenkumhan di PTUN pada hari Kamis 22/2 lalu. Dalam sidang yang menghadirkan Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin sebagai Ahli itu, pihak pemerintah mengajukan banyak pertanyaan.

Di antaranya adalah pertanyaan tentang khilafah. “Apakah khilafah termasuk dalam rukun Iman atau rukun Islam?” Dijawab oleh Prof Didin, “Tidak.” Kemudian bertanya lagi, “Jika demikian, mengapa khilafah disebut sebagai ajaran Islam?” Prof kembali menjawab, “Kan banyak kewajiban dalam Islam yang tidak termasuk dalam rukun Islam. Misalnya, kewajiban menutup aurat.” Alhamdulilah, Prof Didin mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang ringkas, singkat, dan tepat.

Yang justru mengherankan adalah mengapa pertanyaan seperti itu bisa muncul. Menjadi lebih aneh ketika pertanyaan itu merupakan respon terhadap penjelasan Prof Didin sebelumnya tentang kriteria sebuah kelompok dapat dikatagorikan menyimpang. Di antara cirinya adalah orang atau kelompok yang menambahkan rukun Iman dan rukun Islam. Sementara HTI tidak ciri-ciri tersebut.

Lantas pihak pemerintah menanyakan pun perihal tersebut. Ketika HTI mengatakan bahwa khilafah adalah ajaran Islam, padahal tidak termasuk dalam rukun Islam dan rukun Iman, bukankah itu berarti menambah rukun Islam atau rukun Islam?
Dengan pertanyaan itu seolah mereka ingin mengatakan bahwa HTI pun bisa dikatagorikan sebagai kelompok menyimpang karena menambahkan rukun Iman yang enam dan rukun Islam yang Islam dengan ajaran khilafah.

Sebegitu awamkah mereka terhadap Islam, sehingga memahami bahwa ajaran Islam hanya sebatas rukun Islam dan rukun Islam?

Patut dicatat bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Semua perkara dijelaskan kedudukan hukumnya. Sehingga untuk mengatur kehidupan ini tak memerlukan sistem lainnya. Allah Swt berfirman:
أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (al-Quran) kepadamu dengan terperinci? (QS al-An’am [6]: 114).

Menjelaskan ayat ini, Syihabuddin al-Alusi berkata, “Di dalamnya terdapat penjelasan tentang yang haq dan yang batil, yang halal dan yang haram, serta berbagai hukum lainnya sehingga tidak ada satu pun perkara agama yang rancu dan samar. Maka kebutuhan apa pun sesudah itu merujuk kepada hukum tersebut.”

Dalam akhlak, Islam memerintahkan amanah, memenuhi janji, bersikap adil, berbakti kepada orang tua, menolong orang yang membutuhkan, dan lain-lain , sebaliknya melarang berkata dusta, berbuat khianat, ingkar janji, berbuat dzalim, dan lain-lain.

Sementara dalam soal makanan dan minuman, Islam memerintahkan umatnya untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang dihalakan sekaligus menjauhi yang diharamkan, seperti bangkai, darah, babi, khamr, binatang buas yang bertaring, dan lain-lain.

Sedangkan dalam pakaian, Islam juga telah menetapkan batas aurat bagi pria dan wanita untuk ditutup. Juga memberikan beberapa ketentuan khusus tentang pakaian, seperti diharamkannya laki-laki mengenakan emas dan sutra, serta wajibnya wanita mengenakan jilbab dan kerudung.

Dalam soal pergaulan pria wanita, Islam mensyariatkan pernikahan dan memberikan pengaturan kehidupan keluarga, sekaligus mengharamkan zina, bergaul bebas, hubungan sejenis, dan semacamnya.

Dalam pengaturan harta, Islam membolehkan jual-beli, sewa-menyewa, syirkah, bertani,berburu, dan lain-lain. Sebaliknya Islam mengharamkan riba, judi, korupsi, menipu, dan lain-lain dalam mendapatkan harta.

Islam juga memerintahkan dakwah, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menerapkan syariah dalam kehidupan, dan berjihad, sekaligus memberikan ancaman keras bagi siapa pun yang meninggalkannya.

Dalam memberantas kriminalitas, Islam juga menetapkan hukuman yang wajib diterapkan bagi pelaku kriminal. Sebagai contoh, Islam menetapkan hukuman cambuk 100 kali atau rajam bai pelaku zina, potong tangan bagi pencuri, qishash bagi pelaku pembunuhan dilakukan dengan sengaja, dan lain-lain.

Semua perkara itu adalah ajaran Islam. Sebagian dijelaskan dalam al-Quran, sebagian lainyya di dalam al-Sunnah. Ada p**a diambil dari Ijma’ Sahabat dan Qiyas Syar’i. Penjelasan tentang berbagai perkara itu dapat dijumpai dalam kitab-kitab fiqh dan berbagai kitab lainnya.

Begitulah Islam. Tidak hanya sebatas rukun iman dan rukun Islam. Maka sungguh aneh jika ada orang Muslim yang menolak khilafah sebagai ajaran Islam hanya karena tidak termasuk dalam rukun Islam dan rukun Islam.

Jika demikian cara berpikirnya, betapa banyak ajaran Islam yang harus ditolak dan dibuang, bahkan dianggap menyimpang hanya karena tidak ada dalam rukun Iman dan rukun.

Tentang khilafah, amat banyak dalil yang mewajibkannya sehingga tidak ada perbedaan di antara para ulama tentangnya. Para ulama sepaka bahwa khilafah adalah wajib. Kewajiban tersebut berdasarkan syara’, dan bukan berdasarkan akal.
Saya tidak perlu mengulang-ulang penjelasan tersebut. Cukup saya kutipkan penjelasan Imam al-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim tentang hal ini. Beliau berkata:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِب عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْب خَلِيفَة وَوُجُوبه بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ ، وَأَمَّا مَا حُكِيَ عَنْ الْأَصَمّ أَنَّهُ قَالَ : لَا يَجِب ، وَعَنْ غَيْره أَنَّهُ يَجِب بِالْعَقْلِ لَا بِالشَّرْعِ فَبَاطِلَانِ
Dan mereka (kaum Muslimin) sepakat bahwa wajib atas kaum Muslimin untuk mengangkat seorang khalifah. Kewajiban tersebut berdasarkan syara’, dan bukan berdasarkan akal. Adapun apa yang diriwayatkan dari al-Ashamm yang berkata, “Tidak wajib,” dan dari lainnya yang mengatakan bahwa itu adalah kewajiban berdasarkan akal, maka kedua pendapat tersebut adalah batil (al-Imam al-Nawawi, Syar-h Muslim ‘alâ al-Nawâwi. Vol. 6/291).

Inilah penjelasan ulama mu’tabar tentang khilafah. Penjelasan serupa juga dinyatakan oleh para ulama mu’tabar lainnya, seperti Imam al-Qurthubi, Imam ‘Ala’uddin al-Kasani, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Imam al-Jazairi, Imam al-Mawardi, Imam Ibnu Hazm, dan lain-lain. Walhasil, tidak ada seorang pun ulama mu’tabar yang menolak wajibnya khilafah, apalagi menentangnya.

Jika demikian, siapakah sesungguhnya yang bermasalah:

Apakah kelompok yang menerima dan mendakwahkan ajaran Islam secara utuh atau pihak yang membatasi Islam hanya sekadar rukun Islam dan rukun Iman serta menghalangi ajaran Islam lainnnya didakwahkan?

Semoga kita diberikan petunjuk Allah Swt untuk bisa menjawabnya dengan benar.

WaL-lah a’lam bi al-shawab.

AKHIRNYA PRE-ORDER DIBUKA !!!=================Pre-order buku "PERMATA PENGANTIN" yang diterbitkan oleh penerbit FATIHA, ...
12/01/2018

AKHIRNYA PRE-ORDER DIBUKA !!!
=================
Pre-order buku "PERMATA PENGANTIN" yang diterbitkan oleh penerbit FATIHA, sudah resmi dibuka.

Buku yang ditulis oleh Majdi bin Manshur bin Sayyid Asy-Syuri dengan ketebalan 544 halaman bercover tebal ini, mempunyai 7 kelebihan yang dirangkum dalam 1 kesatuan, diantaranya :

1. Tips Mudah Menjemput Jodoh
2. Doa Agar Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah
3. 100 Mutiara Inspirasi Untuk Pengantin Baru
4. 100 Mutiara Nasihat untuk Suami Istri
5. Rahasia Keluarga Sakinah
6. Cara Mendidik Anak Agar Saleh Salehah
7. Solusi Menghadapi Badai Rumah Tangga

Dapat memesan sekarang dan dapatkan bonus langsung 1 buku : "Modern Islamic Parenting" seharga Rp 56.000,00

Harga pre-order cukup Rp 139,000,00
Berlaku tanggal 10-20 JANUARI 2018
Berminat? Langsung kontak admin via WA : 087804968194

06/01/2018
SEJARAH UMAT ISLAM DALAM GENGGAMAN TANGAN================Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya untuk Allah SWT.Tel...
10/12/2017

SEJARAH UMAT ISLAM DALAM GENGGAMAN TANGAN
================
Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya untuk Allah SWT.
Telah hadir untuk Anda sebuah aplikasi Android tentang Sejarah Umat Islam yang saya beri nama Al Khilafah 1.0.
Aplikasi yang berisi penjelasan rinci sejarah umat Islam sejak Rasululah SAW diutus menjadi Rasul (610 M) hingga zaman milenium tahun 2013 abad ini.
Dengan aplikasi Sejarah Umat Islam ini, kita bisa mengetahui seluk-beluk perjalanan umat Islam sejak kehadirannya di masa Rasulullah SAW, kemudian dilanjutkan dengan Khilafah Rasyidah, Khilafah Umawiyah, Khilafah Abbasiyah, Khilafah Utsmaniyah, hingga zaman tanpa Khilafah Islam Tahun 2013 abad ini.
Aplikasi ini saya persembahkan untuk seluruh umat Islam di manapun berada. Semoga dengan aplikasi yang sederhana ini, sejarah Umat Islam serasa hanya dalam genggaman tangan :D. Kini, belajar sejarah Umat Islam bisa semudah buka chat WhatsApp. Alhamdulillah :D
Pesatnya perkembangan teknologi mobile, khususnya Android sangat memudahkan hidup kita. Berbagai aktivitas keseharian kita banyak dimudahkan dengan kehadiran OS Android ini. Termasuk kemudahan kita untuk belajar Islam.
Oke, sudah tidak sabar lagi pengin lihat seperti apa aplikasi Al Khilafah 1.0 ini? Tafaddol, segera komen "MAU" ya. :D Link download aplikasinya saya kirim via inbox / PM. Jangan lupa like dulu Fanspage "Toko Buku Cordoba" ya di sini : https://web.facebook.com/cordobabookstore/ :D
NOTE : Aplikasi "Al Khilafah 1.0" ini sampai tulisan ini dibuat BELUM ADA di Play Store. Jadi, silahkan download langsung dari link yang saya berikan. :D
Segera komen "MAU" ya dan Like Fanspage "Toko Buku Cordoba" di sini : https://web.facebook.com/cordobabookstore/.
Semoga aplikasi ini bermanfaat buat kita semua. Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin.
Oiya, saya SANGAT BERTERIMA KASIH SEKALI bagi Anda yang BERKENAN untuk menyebarkan / share status ini ke sebanyak-banyaknya teman Anda.
Semoga dengan semakin banyak orang yang mendapat manfaat dari aplikasi ini melalui perantara Anda, Anda pun bisa mendapatkan AMAL JARIYAH yang PAHALANYA terus MENGALIR, insya Allah. Aamiin Ya rabbal 'Aalamiin.
Jazakumullahu khairan katsiran. :D
ShopanSoft.Com
ShopanSoft.Com
ShopanSoft.Com

Sudahkah Kita Menjadi Ummat Rasulullah yang berusaha mengenal beliau? ========================================Sudahkah k...
11/04/2017

Sudahkah Kita Menjadi Ummat Rasulullah yang berusaha mengenal beliau?
========================================
Sudahkah kita berusaha mencintai beliau dengan meluangkan waktu mempelajari kehidupan beliau yang mulia.
========================================.
Yuk, pelajari bagaimana kehidupan beliau dalam buku "SIRAH NABI MUHAMMAD SAW". Buku sejarah lengkap perjalanan hidup Rasul yang Agung dari lahir hingga wafat.

Best Seller Internasional dan Juara 1 Penulisan Buku Sirah Nabawiah.
Sirah Nabi Muhammad S.A.W, Sejarah Lengkap Kehidupan Nabi Muhammad S.A.W.
Buku sirah nabi muhammad s.a.w ini tak diragukan lagi adalah sebuah karya ahli di bidang sirah nabawiyah
Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri, yang menyajikan perjalanan hidup Nabi Muhammad s.a.w. sejak dilahirkan hingga wafat, dan melukiskan perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam secara terinci.
Penulisnya menyandarkan kajiannya pada riwayat-riwayat otentik dari pelbagai sumber resmi dan sahih. Kekuatan buku ini selain terletak pada kelengkapan dan kesahihan rujukan yang digunakan penulisnya, juga pada gaya tuturnya yang mengalir, tidak berbelit-belit, dan mudah dipahami oleh pelbagai lapisan pembaca, serta pemaparan secara kronologis setiap peristiwa dalam kehidupan Rasulullah.
Karya ini akan membawa kita menjelajahi dan menelusuri setiap jejak Rasulullah Muhammad s.a.w. Kita pun seakan dapat melihat secara nyata kehidupan beliau.

RINCIAN BUKU :
==============
*Judul: Sirah Nabi Muhammad
*Penulis: Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri
*Penerbit: Fatiha Publishing, Solo
*Tebal: 494 Halaman
*Ukuran: 17 cm x 24 cm
*Jenis Kertas: HVS 70 gram
*Cover: Hard Cover Model Pilung
Dilengkapi BONUS ebook 10 kisah sahabat yang dijamin masuk surga dan ebook one day one sirah.
DIBUKA PRE-ORDER dari tgl 10-20 April 2017
Harga : Rp 125.000,000
=======================
PEMESANAN HUBUNGI :
WA/LINE/TELEGRAM/SMS : 087804968194
Format : (Nama Lengkap, Alamat Lengkap, Sirah Nabawiyah)

25/03/2017

Dikejar Rezeki Dari Sedekah

BERKAH SHALAT SUBUH BERJAMAAH================================OPEN PRE ORDERDiskon 42%18 Feb - 6 Maret 2017Seorang pengua...
03/03/2017

BERKAH SHALAT SUBUH BERJAMAAH
================================
OPEN PRE ORDER
Diskon 42%
18 Feb - 6 Maret 2017
Seorang penguasa Yahudi pernah berkata, “Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan Shalat Subuh seperti melaksanakan Shalat Jumat.”
(Kaifa Nuhafidzu Ala Shalatil Fajri)

Anas bin Malik selalu menangis tersedu-sedu setiap kali mengenang penaklukan Tastar. Pasalnya, waktu itu ia dan para sahabat terlambat shalat Subuh. Merasa telah melalaikan shalat Subuh, sekali dalam hidupnya, ia menuturkan, “Apalah artinya Tastar? Sungguh telah hilang shalat Subuh dariku dan aku tidak akan senang seandainya semua dunia ini diberikan kepadaku sebagai ganti dari shalat Subuh yang telah terlambat ini.”

Inilah rahasia kemenangan para sahabat Nabi, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas ini. Maka bagaimana mungkin Allah akan menolong suatu kaum yang melalaikan kewajiban shalat Subuh?
Selain memaparkan spirit shalat Subuh berjamaah, buku ini juga dilengkapi tips-tips praktis agar mudah melaksanan Subuh.
================================
Judul: Berkah Shalat Subuh Berjama'ah
Penulis: Ust. Fahur Mu'is
Tebal: 236 hal
Ukuran: 14x20.5 cm
Cover: soft cover
Harga: 59.000
Diskon 42% jadi Rp 34.000
================================
Dilengkapi:
-100 Inspirasi Pagi Hari
Bonus:
-20 Meme Motivasi Shalat Subuh Berjamaah.
-EBook 7 Strategi Agar Jamaah Subuh Seperti Jamaah Jumat.
================================
Pemesanan:
WA/LINE/TELEGRAM : 087804968194

30/01/2017

BEKAL APA SAAT KEMBALI?
======================

Ketaatan itu takkan pernah merugikan, walaupun sepertinya begitu. Sebab ketaatan pasti berbalas kebahagiaan, tidak hanya di akhirat tapi juga disegerakan disini

Taat memang membatasi diri kita, tapi di dunia ini memang tak ada bebas yang hakiki, sebab kebebasan justru artinya kita dikekang nafsu, tidak punya kendali diri

Kebebasan hakiki justru ada ketika kita patuh dan dibatasi aturan, tapi bukan sembarang aturan, yaitu hanya aturan dari Allah. Itulah kebebasan yang hakiki

Sebab sebebas-bebasnya kita akan mati satu saat nanti, dan selepas kematian itu kita akan dimintai pertanggungan, tentang pilihan bebas yang Allah beri

Yang saya selalu gagal paham, kok bisa, Muslim yang sudah syahadat, mengaku Allah Tuhannya, tapi justru inginkan selain hukum Allah, tempatnya kembali

Apakah mereka menyangka bahwa mereka akan dihisab oleh tuhan lain selain Allah? Apalah mereka mengira Allah membiarkan semua amal mereka di dunia tanpa ditanyai?

Semakin tinggi kekuasaan, akan semakin berat tanggungannya, semakin panjang hisabnya, dan semakin besar murka Allah, andaikan ia tak terapkan syariat ilahi

Tanggunganku tak seberat tanggunganmu duhai pemimpin negeri, itupun dihadapan Allah aku masih bingung akan jawabanku pada Allah, apakah engkau tak terpikir begini? [Ustadz Felix Siauw, Islamic Inspirator]

============================
Yuk, share tulisan ini, agar semakin banyak orang yang tercerahkan dengan Islam dan kita mendapatkan pahala amal jariyah. :D
============================










27/01/2017

WASPADAI UPAYA ADU DOMBA UMAT ISLAM!
==========================
Buletin Jumat Al-Islam No. 841
28 Rabiul Akhir 1438 H – 27 Januari 2017 M
==========================
Sejak kasus pen*staan al-Quran oleh Ahok bergulir September 2016 lalu, negeri ini mengalami gonjang-ganjing sedemikian rupa hingga kini. Kasus Ahok telah benar-benar menguras energi bangsa ini. Puncaknya adalah Aksi Bela Islam 212 yang melibatkan jutaan massa yang menuntut Ahok sang pen*sta agama dipenjara. Namun faktanya, sampai detik ini Ahok hanya menjadi tersangka dan tetap melenggang bebas. Sidang Ahok pun terkesan terus diulur-ulur.

Di sisi lain, satu-persatu tokoh-tokoh Islam, utamanya para tokoh di GNPF-MUI, justru dengan sigap dipanggil oleh pihak Kepolisian atas dasar laporan sejumlah kasus. Habib Rizieq, misalnya, baru saja dipanggil dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya karena ucapannya yang menyebut adanya logo palu arit di uang baru. Ucapan tersebut kemudian viral di sejumlah media sosial. Dengan pernyataannya itu, ia dituding telah melakukan penghasutan dan ujaran kebencian berbau SARA berdasarkan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) (Republika.co.id, 23/1). Sebelumnya, Habib Rizieq juga telah dipanggil dan diperiksa oleh Polda Jabar atas laporan Sukmawati Soekarno yang menuduhnya telah melakukan pen*staan Pancasila (Okezone.com, 12/1). Karena itu, publik menangkap kesan adanya upaya sengaja dari sejumlah pihak, termasuk aparat Kepolisian, untuk mengkriminalisasi ulama yang anti Ahok dan berseberangan dengan penguasa.

Di sisi lain, yang cukup menonjol sebagai rentetan peristiwa akibat kasus Ahok adalah adanya upaya sejumlah pihak, termasuk aparat, untuk mengadu domba antar umat Islam. Yang paling menonjol adalah upaya adu-domba antara FPI dan GMBI di Bandung beberapa waktu lalu, yang justru melibatkan Kapolda Jabar. Pasalnya, saat Habib Rizieq dipanggil dan diperiksa oleh Kepolisian atas dasar laporan kasus pen*staan Pancasila, masa FPI yang sengaja mengawal Habib Rizieq diperhadap-hadapkan dengan massa GMPI. Massa GMPI yang berada di bawah binaan Kapolda Jabar—berdasarkan rekaman video—terbukti secara meyakinkan melakukan provokasi dan menimbulkan kerusuhan dengan melakukan pemukulan terhadap sejumlah massa FPI.

Sebelumnya, Kepolisian seperti hendak membenturkan Muhammadiyah dan FPI. Sebagaimana diberitakan, PW Muhammadiyah Jabar telah mengklarifikasi berita yang bersumber dari Humas Polda Jabar dengan berjudul "Pimpinan Muhammadiyah Jawa Barat Mengecam Tindakan Anarkhis FPI". PW Muhammadiyah menyatakan berita tersebut tidak benar. "PW Muhammadiyah Jabar tidak pernah mengecam tindakan FPI tersebut, bahkan mendukung langkah-langkah yang dilakukan dalam konteks dakwah amar makruf nahi munkar," kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat HM Rizal Fadillah (Republika.co.id, 14/1).

Di Bangka Belitung, gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangka Belitung Masmuni Mahatma ke polisi terkait dengan pernyataannya yang dinilai telah menghina dan melecehkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq. Juru bicara aliansi ormas Islam Bangka Belitung, Sofyan Rudianto, mengatakan tudingan bahwa ulama dan khalifah pemecah umat tidak benar dan tidak bisa dibuktikan. “Kami sadari ini adalah bola panas yang sengaja mereka lemparkan agar umat Islam di Babel meresponsnya dengan kekerasan sekaligus untuk membuktikan tuduhan mereka bahwa Islam radikal itu benar. Namun, kita tidak terpancing,” ujar dia (Tempo.co, 23/1).

Upaya adu domba juga melanda mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) mengklarifikasi mengenai beredarnya broadcast ‎yang menyebutkan, bahwa Aksi 121 yang dilakukan elemen BEM SI menuntut pembubaran Ormas Front Pembela Islam (FPI). Koordinator Pusat BEM SI, Bagus‎ Tito Wibisono menegaskan, berita pembubaran FPI merupakan bentuk fitnah besar dengan cara mengedit broadcast Aksi 121. Bagus mengaku, pihaknya mengecam keras oknum yang sengaja mengadu domba antara FPI dan mahasiswa. Sebab, dia menilai, sampai saat ini mahasiswa dan FPI masih konsisten memperjuangkan keadilan sosial (Sindonews, 16/1).

Aktor di Balik Adu Domba

Secara kasatmata jelas kita bisa melihat bahwa aktor di balik adudomba umat Islam adalah kalangan kafir dan kalangan sekular liberal yang merasa terancam kepentingannya. Mereka melakukan upaya adu domba antar umat Islam paling tidak karena dua kepentingan. Pertama, menjaga kepentingan kekuasaan pihak tertentu, di antaranya Ahok, agar terus bisa melenggang dalam Pilkada DKI hingga tetap berpeluang untuk menjadi gubernur untuk kedua kalinya. Karena itu mereka berusaha keras untuk terus meningkatkan dukungan masyarakat terhadap Ahok sekaligus melemahkan kalangan yang kontra Ahok. Sayangnya, dalam hal ini, aparat, khususnya Kepolisian, cenderung pro Ahok. Bahkan DPR menyatakan, berbagai cara dan alasan digunakan aparat untuk melindungi Ahok (Suara-islam.com, 19/1).

Kedua, faktor uang jelas bermain. Kita masih ingat, Aksi 412 untuk menandingi Aksi 212 melibatkan sejumlah massa bayaran. Faktanya terungkap saat tidak semua peserta Aksi 412 yang bertajuk “Kita Indonesia” puas dengan acara tersebut. Salah seorang peserta aksi yang berasal dari Jakarta Utara mengaku, dijanjikan uang transportasi Rp 150 ribu untuk ikut dalam aksi ini oleh Partai NasDem. Namun, ia kecewa lantaran uang yang diterima hanya Rp 50 ribu perorang (Teropongsenayan.com, 4/12/2016).

Tidak mustahil, aksi-aksi tandingan melawan aksi umat Islam, khususnya dalam mengawal kasus Ahok, yang melibatkan sejumlah massa, juga melibatkan faktor uang. Yang pasti, kubu pengusung Ahok, telah menyiapkan dana tak terbatas untuk memenangkan Ahok, termasuk untuk menyuap sejumlah pihak. Sejak awal, bahkan dana dari pihak pengembang reklamasi, sebagaimana disinyalir oleh Adhie M. Massardi, mengalir ke Teman Ahok (Suaranasional.com, 28/6/2016).
Selain itu, pada akhirnya tentu faktor utama dan terbesar adalah karena negara ini menerapkan sistem kapitalisme-demokrasi yang meniscayakan uang dan kekuasaan sebagai panglima. Apapun, termasuk upaya adu domba umat Islam, akan dilakukan demi memenangkan pertarungan dalam perebutan kekuasaan. Yang rugi tentu saja umat Islam karena merekalah pihak yang sengaja dikorbankan.

Merekatkan Kembali Persatuan Umat

Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai-berai (TQS Ali Imran [3]: 103).
Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa tali Allah (hablulLâh) adalah al-Quran yang diturunkan dari langit ke bumi. Siapapun yang berpegang teguh pada al-Quran berarti ia berpegang kepada jalan lurus. Ayat ini merupakan perintah Allah SWT kepada mereka untuk berpegang pada al-jama’âh dan melarang mereka dari tafarruq (bercerai-berai) (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 1/477).
Allah SWT pun berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara (TQS al-Hujurat [49]: 10).

Terkait ayat di atas, Imam Ali ash-Shabuni dalam Shafwah at-Tafasir antara lain menyatakan: hanya antara sesama Muslim persaudaraan itu ada, tidak antara Muslim dan kafir; persaudaraan karena faktor keimanan adalah jauh lebih kuat daripada persaudaraan karena faktor hubungan darah. Karena bersaudara, di antara kaum Mukmin haram saling mencela, menyakiti, apalagi saling membunuh. Baginda Rasulullah saw. bersabda:
سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
Mencela seorang Muslim adalah kefasikan, sementara membunuhnya adalah kekufuran (HR al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. juga pernah bersabda, “Muslim itu saudara bagi Muslim yang lain. Ia tidak saling mengkhianati, saling mendustakan dan saling menghinakan. Setiap Muslim adalah haram bagi Muslim yang lain menyangkut kehormatan, harta dan darahnya (HR at-Tirmidzi).

“PR” Bersama

Siapapun yang mengaku bagian dari umat Islam sudah saatnya menyadari, bahwa mereka memililiki “musuh bersama”, yakni ideologi Kapitalisme-sekular yang telah bercokol bertahun-tahun dan para pengusungnya. Ideologi ini telah terbukti membuat negeri ini terpuruk dari berbagai sisi. Korbannya tentu umat Islam sebagai penduduk mayoritas negeri ini. Mereka kini menderita akibat kemiskinan, pengangguran, harga-harga mahal, biaya pendidikan dan kesehatan tinggi, pajak yang makin meningkat, daya beli yang makin menurun, dsb. Di sisi lain, segelintir orang, terutama asing dan aseng, menikmati sebagian besar kekayaan negeri ini. Tentu jadi aneh jika ada kalangan umat Islam—yang sebetulnya juga menjadi korban—yang membela asing dan aseng, termasuk mendukung sistem sekular-kapitalis-liberal yang menjadi biang atas segala persoalan negeri ini.

Karena itu, solusi fundamental bagi negeri ini, yang harus diupayakan oleh seluruh komponen umat Islam, adalah dengan menegakkan seluruh tatanan berlandaskan pada syariah Islam. Inilah yang secara syar‘i harus diperjuangkan oleh umat Islam. Syariah Islam tentu hanya akan tegak di dalam institusi Khilafah. Karena itu saatnya umat bersatu dan bahu-membahu untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Dengan tegaknya syariah Islam dalam institusi Khilafah Islamiyah ‘ala minhâj an-Nubuwwah, umat Islam pasti akan meraih kemuliaannya kembali. []

Komentar al-Islam:
Ustadz Felix Siauw Nilai Ada Fobia Terhadap Lafal Tauhid (Republika.co.id, 24/1).
1. Yang fobia terhadap kalimat tauhid pasti orang kafir atau kalangan sekular-liberal yang membenci Islam.
2. Muslim sejati tentu akan mengagungkan kalimat tauhid, bahkan berusaha agar kalimat suci itu tegak dalam kehidupan.
3. Tegaknya kalimat tauhid hanya dengan menegakkan syariah-Nya secara kâffah dalam seluruh aspek kehidupan dalam isntitusi Khilafah ‘ala minhâj an-Nubuwwah.

================================
Yuk, share tulisan ini sebagai amal jariyah Anda.
================================

AHBABULLAH (KEKASIH-KEKASIH ALLAH)==========================="Sebuah buku yang mengisahkan perjalanan hidup para perinti...
26/01/2017

AHBABULLAH (KEKASIH-KEKASIH ALLAH)
===========================
"Sebuah buku yang mengisahkan perjalanan hidup para perintis dakwah Hizbut Tahrir, di mana pengorbanan dan semangat perjuangan berpadu dalam satu kekuatan demi mengembalikan Daulah Khilafah yang telah diruntuhkan."

Cek detailnya di sini => http://tokobukukaaffah.com/index.php?route=product/product&product_id=94

READY STOCK :
WA/LINE/TELEGRAM : 087804968194

26/01/2017

DAHSYATNYA PEMIKIRAN ISLAM
===========================

Rasululah dibenci sebab wahyu yang diturunkan kepadanya, Islam. Sebab Islam meruntuhkan kejumudan masyarakat Arab jahiliyah, dan menawarkan solusi kehidupan

Islam mendobrak tradisi gelap Quraisy yang menguntungkan segelintir kaum yang kaya, menindas yang lemah, menghinakan wanita dan penuh kekerasan dan perang

Islam datang membawa perubahan. Itu yang tidak disukai oleh status-quo yang saat itu kafir Quraisy. Sebab jika manusia kenal Islam, maka apa yang mereka 'jual' tak laku lagi

Islam datang membawa pencerahan atas ketidakadilan yang sudah terbiasa, kemunafikan yang melembaga, dan kedzaliman parah yang melanda dan menikam rakyat biasa

Ini yang tak disukai orang jahat, yang merasa terancam atas dakwah Rasulullah, karena itulah mereka tega mengancam, memaki, menghina dan menyiksa kaum Muslim

Sebab Rasulullah saw datang untuk mengganti kedzaliman dengan cahaya, kejumudan pada keluasan, penyembahan sesama manusia menjadi penyembahan hanya kepada Allah semata. [Ustadz Felix Siauw, Islamic Inspirator]
============================
Yuk, share tulisan ini, agar semakin banyak orang yang tercerahkan dengan Islam dan kita mendapatkan pahala amal jariyah. :D
============================





Address

Boyolali
57126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Buku Cordoba posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Toko Buku Cordoba:

Shortcuts

Share