12/01/2019
ASYIK MUHASABAH
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.
“SubhanAllah sahabatku, tingkat taqwa tertinggi adalah selalu merasa dirinya banyak dosa”
Jangan merasa diri kita "sholeh"walaupun kita tekun shalat lima waktu sehari semalam serta tepat pada waktunya.
Jangan merasa diri kita "dermawan" walaupun kita bersedekah setiap hari malah lebih banyak nilai disedekahkan.
Jangan merasa diri kita "alim" walaupun hari-hari kita banyak memberikan nasehat dan menegur orang lain yang berbuat khilaf.
Jangan merasa diri kita "mulia" walaupun kita sudah pakai jubah, bersorban, berhijab menutup aurat dg sempurna.
Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap malam kita melakukan shalat Tahajjud, Witir, Hajat dan amalan sunat lain.
Jangan merasa diri kita "suci" walaupun hari-hari kita ke selalu berjamaah masjid untuk beribadah dan menambah ilmu.
Jangan merasa diri kita "bersih" walaupun setiap saat kita update status motivasi dakwah.
Jangan merasa diri kita "Baik" walaupun setiap saat kita menolong orang lain.
SubhanAllah simaklah Kalam Allah ini dg iman,
فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى
"Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa”
(QS An Najm 32)
Sitti Aisyah (ra) berkata,
*"Siapakah orang yang buruk?" dijawab olehnya "yaitu orang yang merasa dirinya baik". Beliau ditanya lagi "Siapakah orang yang baik?", maka dijawab "yaitu orang yang merasa dirinya buruk"*.
Mulai sekarang JANGAN pernah lagi merasa diri kita lebih baik dari siapapun
Sibukanlah diri asyik memperbaiki diri hingga menghadap Allah husnul khotimah, aamiin.
K.H.Muhammad Arifin Ilham