26/04/2019
Info kesehatan..
P.I.J.A.T Bayi
Pagi ini visit bangsal, yah seperti biasanya saja. Ada seorang pasien, usia 2 tahun dgn keluhan awal sesak, rencana saya p**angkan hari ini.
🙋 : berkurang batuk sesaknya bunda?
👩 : iya dok. Tapi koq perutnya kembung bgt ya? Sejak semalam nggak tidur, rewel terus
🙋 : adek ada diare? Atau justru nggak p**p?
👩 : tidak p**p 5 hari dok, kemarin sudah mulai kembung tapi nggak segininya
🙋 : adek ada dipijat nggak?
👩 : iya, beberapa hari lalu dipijatkan ke dukun bayi. Tapi cuman dipijat badannya, biar nggak sakit2an.
🙋 : 😧😧😧😧😧
Kita foto rontgen ya, semoga saja tidak mluntir ususnya
Dan hasil rontgen nya : ileus obstruktif, kemungkinan inva**nasi. Gampangnya, ususnya tersumbat, mluntir. Apalah itu istilahnya, yg jelas BAB ny tidak bisa keluar. Harus rujuk. Harus operasi.
Kali ini saya akan menulis tanpa memperindah kalimat. Semoga tidak berkesan menyalahkan siapa2, hanya sebagai peningkat kewaspadaan dan pengetahuan, sehingga kejadian serupa tidak berulang.
Letih dan pegal2 setelah kerja seharian, paling enak memang dipijat dan diurut. Kalau lagi capek begini, terjadi penumpukan zat2 sisa kerja otot yg disebut asam laktat. Pijat urut yg kita lakukan bertujuan melancarkan aliran darah balik atau aliran darah vena supaya timbunan asam laktat ini nggak lama2 nempel dan bikin pegel.
Beda dengan bayi kita, pijat bagi mereka berfungsi STIMULASI, bukan ngilangin capek. Sehingga yg dilakukan pada bayi adalah SENTUHAN bukan pijatan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa sentuhan kasih sayang pada bayi akan meningkatkan hormon bahagia yang akhirnya menunjang perkembangan.
Ingat sekali lagi, HORMON BAHAGIA alias serotonin. Sehingga saat menyentuh bayi dgn kasih sayang itu kita usahakan bayi dalam kondisi relax, tersenyum atau tertawa, dan bukan sebaliknya. Kalau dipojat sampai bayi menangis meronta-ronta, yang ada akan muncul hormon stress alias cortisol. Itulah mengapa yg terbaik melakukan pijat bayi adalah BUNDAnya. Bukankah ikatan emosional antara bunda dan anak adalah salah satu perwujudan cinta terindah di dunia?
Yang sering terimbas pada pijat bayi yg terlalu pakai tenaga adalah kepala dan perut. Kepala bayi masih rentan karena tulang2 tengkorak belum menyatu, sehingga kalau dipijat dgn kuat bisa terjadi perdarahan otak. Bayi akan kejang, kesadaran menurun, lumpuh, fatal. Pijatan di perut bayi juga bisa menyebabkan perdarahan karena robeknya hati atau limpa. Bisa juga karena arah pemijatan tidak sesuai arah gerak usus, maka usus jadi mluntir, tumpang tindih. Akibatnya tidak bisa p**p, kembung, BAB lendir darah, operasi. Ya kalau ketututan, kalau tidak? Perut kita buanyaaakk sekali bakteri untuk membantu pencernaan. Tapi kalau usus sobek dan bakteri keluar dari ruang salam usus bisa bikin infeksi berat alias sepsis, fatal juga.
Tanpa bermaksud nakut2in atau mengada-ada, semua contoh yg saya tuliskan pernah saya temui. Beberapa bulan belakangan ini, ada 4 kasus ileus obstruktif. 1 bayi tidak tertolong meski sudah operasi, 1 bayi diminta p**ang paksa oleh ortunya karena tidak mau operasi, 1 bayi dirujuk dan selamat, 1 bayi lagi saat ini sedang berjuang, mohon doanya.
Tidak semua pijat bayi konotasinya negatif. Tergantung. Kalau dilakukan dgn teknik tertentu, hanya dgn sentuhan, membuat bayi nyaman, tidak memijat keras2 area berbahaya seperti kepala, dada dan perut, ya monggo saja. Dilakukan sendiri oleh bunda nya sambil ngerumpi penuh cinta dengan buah hati, ini yang dianjurkan. Bahkan colic infantile alias nyeri perut pada bayi muda yang bikin rewel malam hari, bisa mereda dengan sentuhan2 ringan di perut. Prinsipnya STIMULASI dengan SENTUHAN.
Beware, be wise, do no harm.
- catatan dokter anak yg lagi sedih atas pasiennya -
Saya tambahin...
Seringkali ortu nya bilang. "Kakaknya dulu di urut juga gak papa. "
Kalimat ortu yg seperti itu seperti menujukan situasi : kita lari lari di jalan raya pake tutup mata terus selamat. Gak kecelakaan. ...... itu faktor keberuntungan. . Tetap ada resikonya. Haruskah kita memberi peluang untuk musibah terjadi?