23/05/2015
Berawal dari Hobi, bisnis berjalan mandiri
Kilas Balik 1 tahun perjalanan NLN SHOP Bangbayang
Jangan pernah sepelekan yang namanya hobi. Asal itu positif jika terus dikembangkan dapat menghasilkan. Itulah salah satu pedoman yang mendasari berdirinya Agen NLN SHOP Bangbayang Bantarkawung Brebes.
Liski ita Vikarisa (28) seorang guru wiyata bakti yang dilahirkan dari keluarga yang memang mempunyai basic dagang. Masa kecilnya berjalan mengalir seperti layaknya anak semasanya. Ayahnya H. Taufik Fatoni seorang Guru SD, Ibunya Hj. Solihati seorang pedagang. Rumahnya tepat disebelah barat Pasar Bangbayang Bantarkawung Brebes. Ini yang menjadi modal tersendiri dalam mengembangkan usaha. Awal menginjak usia dewasa kehidupan ibu Liski mulai didera berbagai cobaan, tahun 2005 kakak sulungnya meninggal setelah 1 minggu melahirkan anak pertamanya, 5 tahun kemudian tepat 1 minggu sebelum menikah dengan Saefi Najib (28) yang juga seorang guru wiyata bakti Bapak H. Taufik Fatoni yang pergi menghadap-Nya karena sakit yang dideritanya.
Semenejak menikah, Liski dan Najib hidup berpisah karena tugas masing-masing. Liski masih mengajar di SD Sindangwangi 2 Bantarkawung sembari mendampingi ibu yang hidup sendiri karena adik Liski masih menyelesaikan studinya di Ibu kota provinsi Jawa Tengah. Sementara sang suami Najib masih berbakti di almamaternya MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin Jatilawang Banyumas. Cobaan yang dilalui menjadikan mentalnya kuat dan tetap move on dalam melanjutkan kehidupan.
Intesitas pertemuan dengan sang suami yang hanya 1 minggu sekali membuat Liski mengisi hari-harinya dengan mengembangkan hobinya yaitu fashion. Awalnya hanya mencoba membeli baju kemudian banyak yang tertarik. Dengan dibantu teman semasa sekolah sebagai bagian pemasaran, Liski sebagai pemasok barang. Meski dengan sistem kredit Alhamdulillah berjalan lancar hingga sekarang dan bisa membantu membuka peluang usaha kepada teman-temannya. Untung memang bukan selalu jadi tujuan utama usaha yang dirintis Liski yang terpenting bisa diputar lagi modalnya untuk membeli barang. Terkadang sembari shilaturrahim ke saudara-saudaranya baik di Semarang, Jakarta, maupun Bandung sembari berbelanja.
2 tahun setelah hidup berjauhan dari suami sembari menjalankan usahanya, Adik Liski yang telah menyelesaikan studynya dan kebetulan diterima bekerja di salah satu Institusi Kesehatan di Kecamatan Bantarkawung membuat Liski mengambil keputusan untuk mengikuti suami ke Jatilawang meski dengan berbagai resiko yang harus ditanggung seperti usaha yang dijalankan dan lebih utama masa wiyata baktinya sebagai tenaga pengajar. Namun dengan niat beribadah kepada suami dan atas saran serta semangat dari suami, usaha dapat dikontrol juga mengajarnya yang sekarang bersama suami dalam satu sekolah.
Pasca lebaran tahun lalu, sekitar awal tahun 2014 kondisi usaha terutama bidang fashion sedikit menurun, iseng sambil mencari model fashion baru Liski browsing di Internet dan menemukan produk elzatta. Baru didengar meski sudah menjadi brand icon Sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Awalnya berbelanja online untuk kebutuhan sendiri, karena kurang puas Liski mencoba mencari distributor elzatta sekitar Jatilawang. Ada memang tetapi terbatas barangnya. Pulang ke Bangbayang sembari mengecek usahanya, Liski mempromosikan produk barunya dengan memakai Hijab elzatta. Teryata sambutan positif dari para tetangga dan kerabat yang akhirnya merembet ke kolega dan masyarakat sekitar. Jaringan bertambah luas tetapi kendala stok barang yang susah dicari. Sampai muter-muter ke berbagai daerah dan toko kerudung baik di sekitar Bumiayu maupun Jatilawang. Rata-rata menjual produk elzatta secara terbatas. Pada suatu saat ketika Liski dan Suami berjalan ke wilayah Wangon tetangga Kecamatan Jatilawang menemukan toko yang lengkap menjual produk elzatta. Dari situlah Liski sering berbelanja produk elzata untuk konsumsi pribadi dan pesanan saudara. Setelah lama akrab dan bercerita panjang lebar tentang peluang usaha atas saran dari Mba Wahyu –Owner agen elzatta di Wangon- mengenalkan Liski kepada bagian pemasaran Distributor Elzatta Purbalingga untuk didaftarkan menjadi agen. Kebetulan saat itu didaerah Purwokerto dan sekitarnya Distributor Elzatta hanya ada di Purbalingga. Jarak berpuluh kilometer tak menjadi soal ambil barang dari Purbalingga kemudian di pasarkan di Bangbayang Brebes. Sedikit demi sedikit usahanya menunjukkan respon positif. Meski belum mempunyai tempat sendiri dan pada pertama pembukaan agen resmi elzatta Bangbayang 9 Maret 2014 hanya mengandalkan satu etalase yang dititipkan di salah satu bagian warung ibunya.
Sehubungan dengan semakin berkembangnya minat para pelanggan, dengan dibantu pamannya, Liski dan suami memberanikan diri membuka tempat yang tadinya garasi kosong disulap menjadi kios elzatta Bangbayang. Kebetulan di Purwokerto juga di buka Toko Jaringan Elzatta & Dauky sehingga memperpendek jarak kami untuk mengambil barang. Bertepatan dengan menyambut ramadhan 23 Mei 2014 tahun kios kecil ini yang awalnya diisi agen resmi elzatta kemudian bertambah lagi di bulan Juni dengan mengenalkan agen dauky yang satu produk dengan Elzatta Alhamdulillah perkembangannya sangat memuaskan sampai-sampai kami kewalahan melayani pelanggan. Mungkin lebaran ini di Bangbayang temanya elzatta semua kata Liski kepada konsumen.
Iklan lewat sinetron yang digagas elzatta & dauky memang sangat membantu agen dibawah dalam menjajakan produk ini disamping manajemen dan pelayanan agen. Sampai terkadang ketika sinetron yang disponsori elzatta & dauky tayang para konsumen saling berebut menanyakan produk yang dipakai artis tertentu apakah sudah ada atau belum. Itulah seninya bisnis terkadang juga banyak yang mencibir harga produk kami yang memang kalau untuk ukuran di desa cukup fantastis namun ternyata setelah melihat kualitas banyak yang akhirnya lebih menjatuhkan pilihannya kepada produk elzatta & dauky. Bahkan ada pengalaman menarik bersama konsumen yang tak terlupakan dimana konsumen adalah anak-anak kelas 5 SD. Membeli salah satu produk elzatta dengan warna sangat cocok. Namun entah bagaimana barang yang sudah dibeli ternyata jatuh dijalan dan hanya ditemukan kantong plastiknya saja karena perjalanan ke rumahnya cukup jauh dan topografi daerah Bangbayang memang naik turun. Akhirnya si anak dan orang tuanya kembali ko toko kami, menceritakan kejadian yang baru saja terjadi sampai berlinang air mata.
2015 usaha ini terus dan terus berkembang meski banyak persaingan brand-brand fashion muslim ternama namun pelan tapi pasti ada perkembangan menjanjikan. Pelanggan mulai berdatangan bahkan bisa menciptakan sub-sub agen di bawah binaan NLN SHOP Bangbayang. Bukan hanya produk elzatta dan dauky yang kini langsung stok dari pusat Bandung, tetapi juga brand rabbani, zoya juga batik tradisional Banyumas kami sediakan. Terima Kasih kepada keluarga, saudara, pelanggan setia NLN SHOP Bangbayang atas kerjasama mewarnai perjalanan kami selama setahun ini. Semoga terus terjalin shilaturrahim yang baik dan membawa keberkahan bagi kita semua.
Inilah sekelumit cerita mengenang 1 tahun berdirinya NLN SHOP Bangbayang yang semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita bahwa usaha yang berawal dari hobi itu menjanjikan.