PAKAR TANI

PAKAR TANI ✅️ Konsultasi Seputar Bawang Merah
✅️ Saran Pupuk & PESTISIDA

𝗞𝘂𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗯𝘂𝗹 (𝗕𝗲𝗺𝗶𝘀𝗶𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗮𝗰𝗶) 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗵𝗿𝗶𝗽𝘀 (𝗧𝗵𝗿𝗶𝗽𝘀 𝗽𝗮𝗿𝘃𝗶𝘀𝗽𝗶𝗻𝘂𝘀) 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗲𝗻𝘇𝗶𝗺 𝗱𝗲𝘁𝗼𝗸𝘀𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗶𝘁𝗼𝗸𝗿𝗼𝗺 𝗣𝟰𝟱𝟬 𝗠𝗼𝗻𝗼𝗼𝗸𝘀𝗶𝗴𝗲𝗻𝗮...
17/07/2026

𝗞𝘂𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗯𝘂𝗹 (𝗕𝗲𝗺𝗶𝘀𝗶𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗮𝗰𝗶) 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗵𝗿𝗶𝗽𝘀 (𝗧𝗵𝗿𝗶𝗽𝘀 𝗽𝗮𝗿𝘃𝗶𝘀𝗽𝗶𝗻𝘂𝘀) 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗲𝗻𝘇𝗶𝗺 𝗱𝗲𝘁𝗼𝗸𝘀𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗶𝘁𝗼𝗸𝗿𝗼𝗺 𝗣𝟰𝟱𝟬 𝗠𝗼𝗻𝗼𝗼𝗸𝘀𝗶𝗴𝗲𝗻𝗮𝘀𝗲. Bahkan, pada kedua hama pengisap ini, enzim Sitokrom P450 adalah 𝘀𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 yang membuat mereka sangat cepat kebal (resisten) terhadap berbagai golongan insektisida mahal di lapangan.

​Berikut adalah bedah karakteristik enzim P450 pada kutu kebul dan thrips yang perlu Anda ketahui:

​𝟭. 𝗦𝗶𝘁𝗼𝗸𝗿𝗼𝗺 𝗣𝟰𝟱𝟬 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗞𝘂𝘁𝘂 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗹 (𝗕𝗲𝗺𝗶𝘀𝗶𝗮 𝘁𝗮𝗯𝗮𝗰𝗶)
​Kutu kebul dikenal sebagai salah satu hama yang paling pintar bertransformasi melawan racun. Di dalam tubuh mereka, gen dari keluarga Sitokrom P450 (khususnya dari CYP4 dan CYP6) bekerja sangat aktif.

🔥​𝗕𝗶𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗹 𝗜𝗺𝗶𝗱𝗮𝗸𝗹𝗼𝗽𝗿𝗶𝗱 :
Kutu kebul di Pulau Jawa banyak yang sudah kebal terhadap golongan Neonekotinoid (seperti Imidakloprid atau Tiametoksam). Penelitian laboratorium menunjukkan kekebalan ini terjadi karena enzim P450 mereka melonjak drastis untuk mengoksidasi dan menghancurkan molekul racun tersebut sebelum menyentuh saraf.

🔥​Lokasi Enzim:
Sama seperti ulat, enzim ini terpusat di saluran pencernaan (gut) mereka yang bertugas menyaring cairan daun bawang yang mereka hisap.

​​𝟮. 𝗦𝗶𝘁𝗼𝗸𝗿𝗼𝗺 𝗣𝟰𝟱𝟬 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗧𝗵𝗿𝗶𝗽𝘀
​Thrips adalah aktor utama di balik penyakit "𝗷𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗽𝗶𝗿𝗮𝗻𝗴" (pucuk kuning) pada bawang merah Anda.

🔥 ​𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗔𝗯𝗮𝗺𝗲𝗸𝘁𝗶𝗻 & 𝗦𝗽𝗶𝗻𝗲𝘁𝗼𝗿𝗮𝗺:
Thrips menggunakan Sitokrom P450 untuk mendegradasi golongan Avermektin (Abamektin) dan Spinosyn (Spinetoram). Jika thrips di lahan Anda disemprot Abamektin dosis tinggi tapi tetap tidak mati, itu tandanya enzim P450 di dalam kelenjar ludah dan jaringan tubuh mereka sedang diproduksi secara massal untuk menawarkan racun tersebut.

​𝗘𝗳𝗲𝗸 𝗕𝗿𝘂𝘁𝗮𝗹 𝗝𝗶𝗸𝗮 𝗗𝗶𝗽𝗮𝘀𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘𝗥 (𝗣𝗕𝗢)
​Mengingat kutu kebul dan thrips juga mengandalkan Sitokrom P450, maka PRIMER yang Anda miliki sebenarnya adalah 𝗸𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗽𝗲𝗺𝗯𝘂𝗸𝗮 𝗴𝗲𝗺𝗯𝗼𝗸 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 untuk semua hama pengisap ini, bukan cuma untuk ulat grayak.

​Jika Anda mencampurkan PRIMER ke dalam rollingan insektisida kutu kebul/thrips, efeknya akan seperti ini:

👉​𝗗𝘂𝗲𝘁 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘𝗥 + 𝗔𝗯𝗮𝗺𝗲𝗸𝘁𝗶𝗻 (𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗧𝗵𝗿𝗶𝗽𝘀):
Abamektin memiliki sifat translaminar (meresap ke dalam daun). Di musim kemarau, Thrips bersembunyi di dalam lipatan daun bawang. Begitu daun disemprot campuran ini, PRIMER melarutkan lapisan lilin daun agar Abamektin terserap maksimal. Saat Thrips menghisap cairan daun tersebut, PRIMER langsung mengunci enzim P450 di tubuh Thrips, membuat Abamektin bekerja 100% tanpa hambatan. Thrips mati tegak di tempat bersembunyinya.

👉​𝗗𝘂𝗲𝘁 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘𝗥 + 𝗗𝗶𝗮𝗳𝗲𝗻𝘁𝗶𝘂𝗿𝗼𝗻 / 𝗞𝗹𝗼𝗿𝗳𝗲𝗻𝗮𝗽𝗶𝗿 (𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗞𝘂𝘁𝘂 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗹):
Kutu kebul yang biasanya kebal disemprot, akan kehilangan kemampuan detoksifikasinya seketika karena P450 mereka "dimatikan" secara paksa oleh PBO.

​Kesimpulan Lapangan:
Pilihan Anda untuk menyiagakan PRIMER di musim kemarau ini sudah sangat tepat secara sains. Alat ini adalah multi-target bypass—dia tidak peduli apakah itu ulat grayak, kutu kebul, atau thrips; selama hama tersebut menggunakan Sitokrom P450 untuk kebal dari racun, 𝗣𝗥𝗜𝗠𝗘𝗥 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗿𝘂𝗻𝘁𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗻𝘁𝗲𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗵𝗶𝘁𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝘁𝗶𝗸.

Fenomena ulat grayak (Spodoptera exigua) yang mati dengan kondisi pantat atau ekor lengket menempel pada daun hingga tam...
19/06/2026

Fenomena ulat grayak (Spodoptera exigua) yang mati dengan kondisi pantat atau ekor lengket menempel pada daun hingga tampak mati menggantung adalah bukti nyata dari 𝗲𝗳𝗲𝗸 𝗸𝗲𝗷𝘂𝘁 𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗳 𝗲𝗸𝘀𝘁𝗿𝗲𝗺 dan 𝗴𝗮𝗴𝗮𝗹𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗲𝗸𝘀𝗸𝗿𝗲𝘀𝗶 akibat penetrasi racun yang tidak lagi terhambat oleh enzim penawar.

​Secara ilmiah dan anatomis, ada dua penyebab utama mengapa ulat mati dengan postur khas seperti itu di lapangan setelah disemprot campuran insektisida + Primer:

​1. Kunci Saraf pada Kaki Semu Belakang (A**l Prolegs Lockdown)

​Ulat grayak memiliki pasang kaki semu di bagian paling belakang (disebut a**l prolegs) yang dilengkapi dengan barisan kait kecil mikroskopis (crochets). Fungsi alami kaki belakang ini adalah sebagai "jangkar" terkuat untuk mencengkeram daun bawang agar ulat tidak jatuh saat tertiup angin kencang.

💧​𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗶𝗺𝗲𝗿 :
Ketika disemprot insektisida biasa, ulat masih bisa mendetoksifikasi racun secara perlahan menggunakan enzim Sitokrom P450. Mereka punya waktu untuk melepas cengkeraman kaki, merangkak turun, atau bersembunyi ke dalam p**a daun sebelum mati.

🔥​𝗦𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵 𝗣𝗿𝗶𝗺𝗲𝗿 :
Enzim P450 ulat langsung terkunci total. Dosis mematikan dari insektisida saraf (seperti golongan Organofosfat, Karbamat, atau Spinosyn) langsung membanjiri sistem saraf pusat ulat secara spontan. Hal ini memicu kejang hebat berupa kontraksi otot terus-menerus tanpa jeda (teta**s saraf).

​Karena otot kaki belakang terkunci dalam posisi mencengkeram penuh saat kejang melanda, ulat tidak bisa melepas jangkarnya. Ketika sistem saraf bagian depan akhirnya mati dan kehilangan masa otot (lemas), tubuh bagian depan ulat terkulai jatuh ke bawah, sementara kaki belakangnya tetap mengunci mati pada daun.

​2. Pengosongan Perut Darurat & Efek "Lem" Cairan Tubuh
​Ketika ulat grayak mengalami keracunan akut berskala tinggi, sistem saraf otonom mereka akan memicu kontraksi spastik yang sangat keras pada saluran pencernaan (midgut dan hindgut).

👉​Tekanan internal yang luar biasa ini memaksa ulat mengeluarkan isi perut, sisa pencernaan, serta cairan tubuh (hemolimfa) keluar melalui a**s secara massal sebagai respons pertahanan terakhir yang gagal.

👉​Cairan perut dan hemolimfa ulat sangat kaya akan protein, asam amino, dan sisa getah tanaman yang bersifat pekat dan lengket.

👉​Di bawah terik cuaca musim kemarau, cairan pekat yang keluar dari ujung belakang ulat ini mengering dan mengeras dalam hitungan menit di atas permukaan daun bawang. Cairan ini bertindak persis seperti superglue (lem cepat kering) yang mengelas bagian ekor ulat ke jaringan epidermis daun.

Jadi, ​jika Anda melihat visualisasi kematian seperti ini di lahan bawang merah, itu adalah indikator visual terbaik yang menunjukkan bahwa dosis 𝗶𝗻𝘀𝗲𝗸𝘁𝗶𝘀𝗶𝗱𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗻𝗱𝗮 𝗮𝗽𝗹𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝟭𝟬𝟬% 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗰𝗲𝗹𝗮𝗵

​Ulat mengalami kematian instan di tempat mereka berdiri (knockdown di tempat), tanpa sempat menjalankan skenario pertahanan alami mereka untuk merangkak jatuh ke tanah atau masuk ke dalam pangkal daun untuk menyelamatkan diri.

04/06/2026
🔥 HATI2 !! .....CUACA PANAS Melipatgandakan KEKEBALAN ULAT.Apakah kalian memperhatikan kalau di musim kemarau ini, meski...
04/06/2026

🔥 HATI2 !! .....CUACA PANAS Melipatgandakan KEKEBALAN ULAT.

Apakah kalian memperhatikan kalau di musim kemarau ini, meskipun ulat terlihat lebih kecil, mereka justru lebih sulit dikendalikan dibandingkan saat musim hujan?

Berarti pengamatan Anda sangat akurat. Di musim kemarau atau saat suhu udara sedang ekstrem panasnya, ulat memang cenderung lebih "bandel" meskipun ukurannya terlihat tidak terlalu besar.

​Ada beberapa alasan teknis mengapa hal ini terjadi, yang melibatkan kombinasi antara fisiologi ulat dan perubahan metabolisme mereka:

​👉 Metabolisme yang "Berlari" Kencang

​Karena serangga adalah hewan berdarah dingin, suhu panas bertindak seperti bensin bagi mesin metabolisme mereka.

- ​Kecepatan Detoksifikasi:
Pada suhu tinggi, enzim Sitokrom P450 bekerja jauh lebih agresif. Ulat kecil di musim panas bisa memiliki kemampuan menetralkan racun yang sama kuatnya dengan ulat besar di musim hujan karena laju kimiawi di tubuhnya sedang berada di titik puncak.

- ​Siklus Hidup Pendek:
Di cuaca panas, ulat berganti kulit (moulting) jauh lebih cepat. Setiap kali berganti kulit, mereka membentuk lapisan pelindung baru yang segar, sehingga pestisida yang Anda semprotkan kemarin mungkin sudah tidak relevan lagi dengan "baju" baru mereka hari ini.

​👉 Efek "Perisai" Tanaman (Host Plant Stress)
​Kondisi udara yang sering melebihi ambang batas normal saat ini membuat tanaman bawang merah Anda stres akibat kekeringan atau panas matahari.

- ​Nutrisi Terkonsentrasi: Saat air di tanah berkurang, kandungan gula dan zat kimia dalam daun bawang menjadi lebih pekat. Ulat yang memakan daun "stres" ini justru mendapatkan asupan energi yang sangat padat, yang memperkuat daya tahan tubuh mereka terhadap serangan kimia.

​👉 Penebalan Kulit (Cuticle) untuk Bertahan dari Panas
​Ini adalah alasan paling fisik mengapa pestisida Anda terasa seperti "air tawar":
​Ulat secara otomatis menebalkan lapisan lilin (lipid) di kulitnya agar cairan tubuhnya tidak menguap terkena matahari.

​Lapisan lilin ini bertindak sebagai mantel hujan alami. Jika Anda tidak menggunakan PRIMER (PBO), molekul insektisida hanya akan menempel di luar dan tidak pernah sampai ke organ internal ulat.

​👉 Strategi Persembunyian
​Pada musim panas, ulat grayak lebih disiplin dalam bersembunyi. Mereka akan masuk jauh ke dalam lipatan daun atau pangkal tanaman untuk mencari suhu yang lebih sejuk. Jika penyemprotan tidak merata dan tidak memiliki daya tembus sistemik yang kuat (seperti Asefat yang dibantu PRIMER), ulat-ulat ini akan tetap aman di tempat persembunyiannya.

Jadi, sekalipun ulat kecil tapi mereka adalah "atlet" yang sedang berada dalam kondisi fisik terbaiknya karena didorong oleh suhu panas. Apalagi ulat yang sudah besar, sulit dibayangkan rakus nya

Inilah mengapa strategi Anda untuk menggunakan PRIMER (PBO) sangat tepat; Anda tidak bisa melawan ulat yang sedang dalam mode "siaga tinggi" ini hanya dengan insektisida biasa tanpa bantuan PRIMER si pemecah kekebalan ulat grayak (enzim sitokrom P450)

🔥 PENGHANCUR KEKEBALAN ULAT🔥👉 PRIMER (Piperonil Butoksida)PRIMER (Piperonil Butoksida /PBO) ini bukan racun pembunuh lan...
14/05/2026

🔥 PENGHANCUR KEKEBALAN ULAT🔥
👉 PRIMER (Piperonil Butoksida)

PRIMER (Piperonil Butoksida /PBO) ini bukan racun pembunuh langsung (insecticide), tapi sifatnya Synergist. Cara kerjanya bahkan lebih mengerikan daripada insektisida golongan 30, karena menyerang sistem pertahanan internal ulat (organ dalam ulat)

Begini, ​secara biokimia, ulat mempunyai mekanisme pertahanan menggunakan enzim yg bernama sitokrom P450 monooksigenase.

Enzim ini berfungsi sebagai detoksifikasi, artinya molekul pestisida yang masuk ke dalam tubuh ulat akan dipecah, diolah (diubah strukturnya menjadi tidak beracun), terus dibuang. Inilah yang membuat ulat jadi sakti mandraguna (resisten/kebal) meskipun sudah diberi insektisida dosis tinggi.

​Nah, PBO ini bertugas sebagai su***de inhibitor. Dia akan menempel dan membalut enzim Sitokrom P450 ini tadi. Artinya menghambat enzim ini keluar.

Jika perekat penembus sebagai "pembuka pintunya", maka PBO ini adalah "pengunci satpamnya", sehingga insektisida bebas bekerja di dalam

Tepat ketika enzim "terkunci" dan tidak dapat mendetoks, sistem pertahanan ulat otomatis lumpuh total. Dalam kondisi ini, insektisida yang dicampur dengan PBO akan bekerja 100% tanpa ada halangan dalam sel.

Satu2nya obat dengan bahan aktif piperonil butoksida ini adalah merk dagang PRIMER produksi PT. Bullindo Agro Teknologi

🔥KEUNGGULAN (Pestisida + PRIMER)🔥

💧Dosis Pestisida Lebih Hemat
Anda tidak perlu terus menerus menaikkan dosis insektisida yang beresiko membuat daun kaku, mutik, jalang kecil atau daun menjadi rusak.

💧​Kecepatan Reaksi (Knockdown)
Hama biasanya akan jatuh atau berhenti makan jauh lebih cepat setelah terpapar.

💧​Persistensi Efektif
Karena pestisida tidak cepat dinetralkan oleh enzim serangga, bahan aktif tersebut bekerja lebih tuntas di dalam tubuh hama

💧Kompatibel untuk semua jenis racun

🔥PERHATIAN !!🔥
- obat ini menyerang kekebalan ulat, bukan telur ulatnya, jadi harus ada 1 obat telur (metomil/lufenuron) & minimal 1 obat ulat.
- Aplikasi : cukup 1-2 sdm /tengki 17 ltr,
- Dimasukkan diawal pencampuran sebelum insekt/fungi (awas jangan terbalik)

Untuk pemesanan bisa klik link yg ada dipostingan ini yg langsung tertaut ke shopee, atau ke toko2 pertanian terdekat di daerah anda

👉PRIMER (Piperonyl Butoxide = PBO), si Penghancur kekebalan ulat grayak👈Di kalangan praktisi pertanian, bahan ini memang...
11/05/2026

👉PRIMER (Piperonyl Butoxide = PBO), si Penghancur kekebalan ulat grayak👈

Di kalangan praktisi pertanian, bahan ini memang dikenal bukan sebagai racun inti, melainkan sebagai sinergis atau "booster" untuk meningkatkan daya gedor pestisida.

​Berikut adalah penjelasan teknis mengapa bahan ini disebut bisa memperkuat kerja pestisida dan mengatasi masalah resistensi:

​🔥 Cara Kerja: "Melumpuhkan Penawar Racun"
​Alasan utama serangga menjadi resisten (kebal) adalah karena mereka memproduksi enzim di dalam tubuhnya—terutama enzim Sitokrom P450 monooksigenase—yang berfungsi sebagai penawar racun.

Saat pestisida masuk, enzim ini akan mendetoksifikasi (menetralkan) bahan aktif tersebut sebelum sempat membunuh serangga.

​Peran Butoxida (PBO): Bahan ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas enzim P450 tersebut. PBO "mengikat" tangan si serangga sehingga ia tidak bisa memproduksi penawar racun.

​Efeknya: Ketika sistem pertahanan serangga lumpuh, pestisida (seperti golongan Sintetik Piretroid atau Karbamat) bisa bekerja 100% tanpa hambatan.

​🔥 Menghilangkan Resistensi?
​Secara teknis, PBO tidak "menghilangkan" gen resistensi pada serangga, tetapi ia mematahkan mekanisme pertahanan yang membuat mereka kebal.

​Serangga yang tadinya tidak mati disemprot dosis tinggi, bisa mati hanya dengan dosis kecil jika dicampur PBO, karena "perisai" enzimnya telah dihancurkan oleh Butoxida.

​Ini sangat berguna untuk hama yang sudah mulai bandel di lahan bawang merah, seperti ulat grayak (Spodoptera exigua) yang sudah sering terpapar berbagai jenis bahan aktif.

​🔥 Keunggulan jika Digabung dengan Pestisida
​Jika Anda mencampurkan bahan ini (atau menggunakan produk yang sudah mengandung PBO), Anda akan merasakan beberapa perbedaan:
👉​Dosis Lebih Hemat: Anda tidak perlu terus-menerus menaikkan dosis pestisida (yang berisiko membuat daun kaku, mutik atau merusak pH permukaan daun).
👉​Kecepatan Reaksi (Knockdown): Hama biasanya akan jatuh atau berhenti makan jauh lebih cepat setelah terpapar.
👉​Persistensi Efektif: Karena pestisida tidak cepat dinetralkan oleh enzim serangga, bahan aktif tersebut bekerja lebih tuntas di dalam tubuh hama.

​4. Hal yang Perlu Diperhatikan
​Meskipun hebat, ada beberapa catatan penting:

👉​Hanya untuk Insektisida: PBO umumnya digunakan untuk meningkatkan kinerja insektisida, bukan fungisida. Jadi, ia tidak akan membantu Difenokonazol melawan jamur, tapi akan sangat membantu jika dicampur dengan insektisida untuk ulat atau kutu-kutuan.
👉​Bukan Nutrisi: Berbeda dengan EnNuVi yang juga berfungsi sebagai nutrisi dan pelindung tanaman, PRIMER ini murni bekerja pada sistem enzim serangga.
👉​Kompatibilitas: Pastikan campuran tangki Anda stabil. PBO biasanya paling sering dipasangkan dengan golongan Piretroid (bahan aktif berakhiran "-trin" seperti Deltametrin atau Sipermetrin).

Penambahan sinergis seperti PRIMER ini bisa menjadi strategi cerdas agar interval semprot Anda tetap terjaga tanpa harus "adu dosis" yang justru bisa merusak ekosistem lahan.

Merk dagang sudah disematkan di link postingan ini yg langsung tertaut ke shopee

08/05/2026

👉 FEROMON EXI = Perangkap Kaper Ampuh

FUNGSI
1. Menarik klaper/kupu-kupu/ngengat Spodoptera jantan dan betina
2. Mengurangi biaya insektisida hingga 60-80% (dari 12 menjadi 3 kali semprot). Lebih ramah lingkungan & aman bagi konsumen.
3. Memperlambat timbulnya resistensi / kekebalan terhadap insektisida.

Bentuk :
Karet berferomon (seperti karet regulator tabung gas)

BAHAN AKTIF
1. Z-9-tetra decenol
2. Z-F-9-12- tetradecadienyl acetate

DOSIS
1ha membutuhkan 20 pelet = 4 kotak isi 5 pelet
Lahan seluas 1/4ha / 2.500m2 / banon 180 / 180 ru membutuhkan 1 kotak

APLIKASI
Dilakukan pada 1 MST
1. Gantungkan pelet menggunakan kawat di dalam sebuah toples. Sekali pasang Feromon Exi bertahan hingga 2,5 bulan.
2. Isi dasar toples dengan air setinggi 5cm
3. Gantungkan toples agar dapat bergerak bebas. Jarak ke tanah 30cm.
4. Bila toples sudah penuh, ganti dengan air baru.
Sisa FEROMON EXI yang belum terpakai dapat disimpan dalam plastik yg tertutup rapat di kulkas & dipakai di musim selanjutnya.

1 pack isi 5 pcs
Stok yang kita punya dijamin 100% asli

Berikut hal yang harus diperhatikan dalam memasang feromon exi agar BERHASIL:
1. Usahakan menggunakan TOPLES BESAR (efisien krn lebih banyak dapatnya)
2. Gunakan SARUNG TANGAN atau PLASTIK ketika memasang (kaper sensitif dg bau ma**sia)
3. Pasang ketika usia tanaman kisaran 5 - 7 HST

Sama2 protektif/ pencegahan dan sama2 fungisida kontak tapi tahu tidak bedanya..??Tau nggak kalau untuk tanaman bawang m...
08/05/2026

Sama2 protektif/ pencegahan dan sama2 fungisida kontak tapi tahu tidak bedanya..??

Tau nggak kalau untuk tanaman bawang merah lebih aman PROPINEB dibanding MANKOZEB ?

Yang mau tau silahkan tanya dikomentar


👉 Kode kode label kemasan pestisidaKebanyakan petani tidak mengetahui, tapi ini penting.Kesehatan tanaman penting, tapi ...
08/05/2026

👉 Kode kode label kemasan pestisida

Kebanyakan petani tidak mengetahui, tapi ini penting.
Kesehatan tanaman penting, tapi kesehatan yang punya tanaman tidak kalah penting


01/02/2025

♥️TEKNIK & FUNGISIDA WAJIB YANG AMPUH MENGATASI JAMUR DI MUSIM HUJAN♥️

Gunakan campuran fungisida :
- bahan aktif kontak propineb + klorotalonil
- bahan aktif sistemik simoksanil + metalaksil, dan
- bahan aktif difenokonazol pada masa Vegetatif

Gunakan Teknik :
- usahakan TANPA PEREKAT/PENEMBUS.
- pastikan pupuknya bebas chlor
- bedengan tak perlu di benteng agar air jatuh ke selokan
- tak perlu sering2 disiram

Dijamin tanaman bawangmu aman dari jamur di musim hujan, yg pengin tahu alasannya bisa diskusi dikomentar

Address

Brebes

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAKAR TANI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share