Toko Buku Leny Khan

Toko Buku Leny Khan Menyediakan novel-novel karya Leny Khan dan info seputar karya terbarunya.

Ini adalah novel-novel yang bisa kamu baca di channel Telegram berbayar. Untuk tanya-tanya silakan langsung ke t.me/leny...
31/07/2023

Ini adalah novel-novel yang bisa kamu baca di channel Telegram berbayar. Untuk tanya-tanya silakan langsung ke t.me/lenykhan84 🤗

Kedua kisah ini, temanya sama, yaitu tentang masa lalu seorang perempuan yang sama-sama tidak suci lagi. Namun, tentu la...
31/07/2023

Kedua kisah ini, temanya sama, yaitu tentang masa lalu seorang perempuan yang sama-sama tidak suci lagi. Namun, tentu latar belakangnya sangat berbeda. Kenapa saya memilih tema ini? Entahlah, mungkin akhir-akhir ini terlalu sering mendengar kisah serupa.

Berikut kilasan ceritanya 👇

🌹1. (Menghapus) Jejak Dosa
Alhamdulillaah, ini terpilih sebagai 30 naskah terbaik di KWC 3. Kisah ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Riana, yang dijodohkan dengan Saddam, anak dari sahabat orang tuanya. Pengakuan mengejutkan Riana pada Saddam, bahwa ia sudah tak suci lagi, ternyata tak menyurutkan keinginan Saddam. Lelaki itu tetap mau menikahi Riana, karena ia sudah lama tertarik dengan gadis itu. Namun, setelah menikah, masalah demi masalah pun datang. Termasuk kehadiran Bastian, kekasih masa lalu Riana yang telah merenggut kesucian Riana. Ia datang untuk merebut Riana dengan segala cara. Bahkan Riana luluh karena ia masih mencintai lelaki tersebut.

Lalu, bagaimanakah sikap Saddam? Akankah ia melepas Riana?

🏵️2. Dirantai Luka
Ini bercerita tentang seorang gadis bernama Nurma . Sejak kecil, ia selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari orang tua maupun kakaknya. Gadis cantik dan pintar itu sering dibully oleh kakak kandungnya sendiri, bahkan di depan orang tuanya. Mirisnya, orang tuanya tidak pernah membelanya bahkan cenderung membela sang kakak.

Ketika usia Nurma menginjak 13 tahun, setara kelas enam SD, ia dilecehkan oleh suami kakaknya. Ia tidak berani mengadukan perlakuan lelaki tersebut karena diancam. Hal itu berlangsung hingga Nurma SMU. Ia menjadi bulan-bulanan pria tak bermoral tersebut dan tetap memilih bungkam. Bungkamnya bukan tanpa alasan, selain karena diancam, ia juga pernah sekali waktu menceritakan perbuatan kakak iparnya itu pada sang ibu dan apa yang ia dapat? Ibunya malah bilang Nurma yang kecentilan dan Nurma-lah yang menggoda pria tersebut. Hati Nurma hancur. Bahkan ketika ia lulus SMU dengan nilai terbaik, Nurma menyadari kalau ia sudah hamil akibat lupa meminum pil KB yang diberikan sang kakak ipar.

Bisa dibayangkan bagaimana tindakan Nurma selanjutnya? Apakah ia akan bunuh diri?

💐Kedua novelnya ready stock, ya. Ada harga khusus buat yang ambil bundling.
Wa.me/6288807369842

"Cinta tak p**a harus membutakan akal sehat. Mencintai boleh saja, tetapi jangan sampai melebihi rasa cinta terhadap All...
04/03/2023

"Cinta tak p**a harus membutakan akal sehat. Mencintai boleh saja, tetapi jangan sampai melebihi rasa cinta terhadap Allah. Nanti Allah cemburu."

Wa.me/6288807269842

"Seburuk apa pun perlakuan mereka padamu, itu urusan mereka sama Allah, sedangkan urusanmu dengan Allah itu hanya taat. ...
04/03/2023

"Seburuk apa pun perlakuan mereka padamu, itu urusan mereka sama Allah, sedangkan urusanmu dengan Allah itu hanya taat. Taat akan perintah untuk berbuat baik pada kedua orang tua. Kamu tidak perlu membalasnya dengan cara menjauhkan diri begini. Aku yakin, suatu saat orang tuamu akan sadar, bahwa mereka memiliki seorang putri yang sangat istimewa. Mereka hanya belum melihatnya, Din!"

❤️❤️❤️❤️❤️

Apa pun perlakuan orang tua terhadap kita, tetaplah berbakti. Karena tugas kita hanya taat pada perintah Allah. Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua.

Ini merupakan salah satu kisah yang aku tulis dalam KumCer Di Bawah Naungan Firman-Nya.
Kamu bisa ikut PO sampai tanggal 13 Maret 2023. Jangan sampai ketinggalan, karena harga PO dan harga sesudah PO itu jauh beda, lho 😉
Aku tunggu dengan rekening terbuka di wa.me/6288807369842

Buat menemani waktu libur kamu, mungkin membaca adalah salh satu alternatif. Siapa tahu ada yang penasaran sama novel-no...
28/12/2022

Buat menemani waktu libur kamu, mungkin membaca adalah salh satu alternatif. Siapa tahu ada yang penasaran sama novel-novelku. Boleh diorder, ya 🤗. Ada harga khusus untuk pembelian minimal 2 pcs.

Monggo colek aku di wa.me/6288807369842
Harga tertera di foto ya 🙏

17/10/2022



Cinta Perempuan Biasa (1)
Leny Khan

🌹🌹🌹🌹🌹

“Aku ingin kuliah, Pa,” ungkapku pelan.

Papa yang baru saja menaruh cangkir tehnya menghela napas, lalu menatapku. “Kuliah? Dari mana biayanya? Papa nggak punya uang, Papa sakit-sakitan begini, sementara adikmu masih sekolah dan butuh biaya banyak, sedangkan ibumu—”

“Aku akan bekerja dulu barang setahun untuk mengumpulkan uang,” potongku penuh keyakinan. Posisiku masih saja menunduk, tak berani membalas tatapan pria paruh baya itu.

“Lalu bagaimana dengan lamaran Zulfi?”

Aku bergeming, memilin-milin ujung baju sambil mengatup bibir. Pertanyaan ini yang sungguh sulit kujawab. Pria bernama Zulfi, seorang Sarjana Ekonomi lulusan universitas ternama di Jakarta, minggu kemarin melamarku pada Papa. Namun, aku yang baru sebulan yang lalu melepas seragam putih abu-abu belum memberi jawaban apa-apa.

Zulfi bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sebagai laki-laki ia cukup mapan. Wajahnya tidak tampan, tetapi manis, penuh kharisma. Memiliki tubuh tegap dan ... laki-laki bangetlah pokoknya! Namun, entahlah, aku belum berpikir untuk menikah. Aku hanya ingin meneruskan pendidikanku agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Bisa membantu keuangan keluarga, agar Papa tak perlu lagi bekerja menjadi buruh angkat di pasar sayur.

Aku dan Zulfi terpaut usia cukup jauh, delapan tahun. Pertama kali kami bertemu saat aku terjatuh dari motor akibat keserempet mobilnya. Dia sangat bertanggung jawab dan segera membawaku ke rumah sakit terdekat, padahal cuma luka lecet saja tapi dia begitu khawatir. Karena itu p**a aku tidak jadi melanjutkan perjalanan ke sekolah, Zulfi mengantarku p**ang kembali. Sejak kejadian itu, selama beberapa hari dia yang mengantar dan menjemputku sekolah sebagai bentuk tanggung jawab penuhnya. Bukan berdua di mobilnya, tetapi aku dengan motorku sendiri dan dia mengikutiku dari belakang dengan mobilnya. Aneh, ya?

Zulfi pun sering ke rumah dan menjadi akrab dengan Papa. Papa juga terlihat sangat menyukai pemuda itu. Hingga akhirnya minggu kemarin, dia menyatakan keinginannya untuk melamarku. Padahal sebelumnya, dia tak pernah bicara apa-apa. Tak pernah bilang s**a atau menyatakan cinta. Hanya saja dia menunjukkan lewat sikapnya yang begitu perhatian padaku dan juga keluargaku.

“Zulfi pria mapan, kamu tak perlu bekerja jika sudah menikah nanti dengannya.” Suara papa membuatku terlempar dari lamunan.

“Tapi aku sangat ingin kuliah, Pa. Aku juga ingin sukses, agar bisa membahagiakan Papa dan juga Mira. Jadi Papa tak perlu lagi bekerja.” Mataku mulai terasa berkabut. Perlahan butiran bening itu pun membasahi p**i. “Tentang Uda Zulfi, biar aku yang bicara dengannya nanti, Pa,” pungkasku seraya berlalu tanpa menunggu jawaban persetujuan Papa. Aku menuju dapur, melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.

Air mata masih setia menemani aktivitasku, kala teringat Ibu yang kini entah di mana. Karena kemiskinan ini, Ibu memlilih pergi dengan lelaki kaya itu. Dia tak pedulikan Papa dan juga anak-anaknya. Ah, sudahlah, toh kami baik-baik saja tanpanya.

***

Setelah menelepon Zufi, aku pun bergegas melajukan motorku ke tempat di mana kami telah disepakati untuk bertemu. Meskipun usiaku baru memasuki usia sembilan belas tahun, tak menjadikanku cengeng atau takut menghadapi kenyataan hidup. Kepergian Ibu yang seharusnya ada di sini untuk mendampingiku, tak membuat diri ini patah arang. Aku mencoba menyelesaikan semua masalahku sendiri tanpa mengeluh. Jika masalah yang kuhadapi terlalu berat, aku hanya minta pertolongan pada Allah, atau setidaknya berbagi dengan Lisa, sahabat karibku sejak SMU. Sayangnya, kini Lisa sudah tidak di Bukittinggi lagi. Sejak tamat SMU dia dan keluarganya pindah ke Palembang, sebab ayahnya dipindah tugaskan ke sana.

“Sudah lama, El?” Sebuah sapaan membuatku sontak menoleh ke sumber suara. Ternyata Zulfi.

“Baru sepuluh menit,” sahutku seraya tersenyum.

“Maaf, ya, Uda telat. Tadi ada meeting kecil-kecilan sebelum p**ang.” Lelaki itu duduk tepat di depanku. Suasana kafe alam yang terletak di pinggiran Kota Wisata ini tidak begitu ramai pada sore hari. Hanya ada beberapa pengunjung saja terlihat sedang asyik mengobrol.

“Iya, Uda. Nggak apa-apa. Oh, iya, Uda mau pesan apa? Biar aku pesankan,” ucapku seraya hendak berdiri.

“Tidak usah,” cegahnya. “Uda sudah pesan tadi pas baru datang.”

Aku mengurungkan niatku untuk berdiri. Benar saja, tak lama secangkir kapucino tersaji di depannya. Diantar oleh seorang pramusaji kafe.

Zulfi menatapku, tentunya dengan senyuman khas yang ia miliki. Entahlah, aku tidak tahu bagaimana perasaanku pada lelaki ini, yang jelas di dekatnya aku selalu merasa nyaman dan terlindungi. Apakah aku menganggapnya sebagai kakak atau hanya sekedar teman, aku pun tak tahu. Jika soal cinta, aku sendiri tidak mengerti apa itu cinta. Karena bagiku cinta itu adalah Papa dan Mira, adikku satu-satunya.

“Katanya kamu mau bicara. Bicara apa, El?” tanyanya.

Aku menghela napas. Lalu memberanikan diri membalas tatapannya. “Kenapa Uda ingin melamarku?”

Zulfi tertawa kecil. “Ya karena Uda menyayangimu, El,” akunya kemudian.

“Uda tahu, kalau usiaku belum genap sembilan belas tahun?”

“Tahulah, Dik. Kamu apa-apaan sih, pertanyaannya kayak begitu?” Zulfi mengerutkan dahi. Lalu ia meneguk kapucinonya sebelum menyandarkan tubuh di kursi kayu itu.

“Aku hanya tamatan SMU, Da. Sementara Uda? Uda seorang sarjana, memiliki pekerjaan yang—”

“Elya!” potongnya hingga ucapanku terputus. “Uda tidak memandang latar belakang keluargamu atau pendidikanmu. Toh keluarga Uda juga tidak keberatan. Lagian setelah menikah nanti, Uda ingin kamu jadi ibu rumah tangga, mendidik anak-anak dan menunggu Uda di rumah saat p**ang bekerja. Itu impian terbesar Uda menikahimu.”

Aku terdiam.

“Uda mencintaimu, El.”

Kali ini ada sebuah rasa sesak memenuhi rongga dada, kala ia mengatakan kalimat itu.

“Tapi aku tidak tahu, apakah aku juga mencintai Uda atau tidak. Karena aku sendiri tak paham, cinta itu apa?”

“Uda tak peduli hal itu. Cinta bisa hadir saat kita sudah bersama nanti,” tampik Zulfi.

Aku tertegun. Embusan angin sore mempermainkan ujung jilbabku, menyapa hati yang tidak tahu harus bagaimana menyambut rasa yang diungkapkan lelaki itu.

“Aku ingin bekerja, mengumpulkan uang untuk biaya kuliah. Aku ingin meneruskan pendidikanku, Da,” ucapku pelan.

Kali ini Zulfi terdiam, tetapi masih menatapku.

“Berarti secara tidak langsung kamu menolak Uda?” tanyanya.

Aku membuang pandangan dari tatapan mata teduh pria itu.

“Bagaimana kalau kita menikah, dan Uda akan mengizinkanmu kuliah. Uda sendiri yang akan membiayai kuliahmu,” usulnya begitu antusias.

Kugelengkan kepala. “Aku ingin kuliah dengan jerih payahku sendiri.”

“Tapi El—“

“Maaf , Uda, keputusanku sudah bulat.”

Zulfi tampak menghela napas, lalu mengembuskannya perlahan. Gurat kecewa begitu nyata terpeta di wajahnya. Ia mengangguk-angguk pelan. Lama kami saling terdiam, larut dengan pikiran masing-masing.

“Baiklah, jika memang itu keputusanmu. Uda tidak akan memaksa,” ucapnya memecah keheningan.

Huft! Aku lega sekali mendengarnya.

“Tapi ....”

“Tapi apa, Da?”

“Uda akan menunggu hingga kamu selesai kuliah.”

Aku terperanjat. “Jangan Uda, jangan menungguku! Itu terlalu lama. Menikahlah dengan perempuan yang lebih pantas. Jangan menunggu yang tak pasti, aku tak ingin Uda kecewa.”

“Kecewa? Kecewa kenapa? Kamu punya lelaki lain?” tuduhnya.

“Bukan, bukan itu maksudku, Da. Aku ....”

“Uda tidak mau tahu, Uda akan tetap menunggumu,” pungkasnya. Lalu menyesap sisa kapucinonya hingga habis. “Ayo, kita p**ang, sudah begitu sore!” ajaknya sembari bangkit.

Aku masih bergeming.

“Elya! Ayo, Dik!”

Dengan malas aku pun bangkit, berjalan mengikutinya ke luar dari kafe. Kutunggu ia di dekat parkiran saat pria itu menuju kasir.

Dari kejauhan, kutatap pria yang sudah kukenal setahun belakangan. Ia yang sangat menyayangiku dan juga keluargaku. Aku bisa merasakan kasih sayangnya yang begitu tulus, tidak dibuat-buat. Alangkah beruntungnya wanita yang bisa bersanding dengan lelaki penyayang seperti dia. Namun, apalah daya, aku punya cita-cita yang ingin sekali kuwujudkan. Yaitu membahagiakan Papa dan juga Mira.

“Uda temani kamu p**ang,” ujarnya begitu sampai di dekatku.

“Aku bawa motor sendiri, Da.”

“Uda tahu, Uda akan mengikutimu dari belakang. Memastikan kalau gadis Uda ini selamat sampai di rumah.”

Seperti biasa, tidak boleh ada penolakan saat tawaran itu ia ajukan.

Kami memang tak pernah berduaan dalam satu mobil, kami juga tak pernah pergi jalan-jalan berdua saja. Jika pun jalan, pasti ada Mira atau pun Papa. Begitulah cara Zulfi menjaga dirinya. Bertemu berdua di kafe ini pun adalah hal pertama bagi kami, itu pun karena aku yang meminta dengan sedikit desakan.

***

Keputusan sudah dibuat. Kini aku akan menjalani skenario selanjutnya.

Seminggu aku mondar-mandir mencari kerja. Namun, tak jua kudapatkan. Tapi aku tak pernah menyerah, hingga akhirnya aku diterima menjadi seorang cleaning service di sebuah perusahaan swasta yang lumayan besar. Katanya, mulai besok aku sudah boleh bekerja.

Bahagia rasanya, saat membayangkan aku akan segera kuliah dengan hasil jerih payahku sendiri. Aku berjanji, akan bekerja dengan giat. Demi Papa dan Mira.

***

Jodoh itu rahasia Allah. Kita tidak akan pernah tahu siapa dan bagaimana jodoh yang akan mendampingi kita. Yang terpenti...
04/10/2022

Jodoh itu rahasia Allah. Kita tidak akan pernah tahu siapa dan bagaimana jodoh yang akan mendampingi kita. Yang terpenting, libatkan Allah dalam setiap proses menemukannya.

Keempat novel ini berkisah tentang bagaimana misterinya jodoh yang dipersiapkan Allah. Tidak bisa kita terka sedikit pun alur yang ditulis oleh-Nya. Ada yang jalannya mulus, ada juga yang berliku dan penuh duri.

Buat yang mau meminang, boleh chat aku di wa.me/6288807369842

Bismillaah, semua novel-novel saya tersedia dalam bentuk ebook ya, silakan ke play book 🤗
08/09/2022

Bismillaah, semua novel-novel saya tersedia dalam bentuk ebook ya, silakan ke play book 🤗

"Bertahan dalam kesakitan itu bukan cinta, Nay! Itu namanya menganiaya diri sendiri. Kamu berhak memilih bahagiamu."Nayl...
23/08/2022

"Bertahan dalam kesakitan itu bukan cinta, Nay! Itu namanya menganiaya diri sendiri. Kamu berhak memilih bahagiamu."

Nayla menunduk, jemarinya saling berkait di meja. "Aku sulit melepaskan diri darinya."

"Nayla ... ah!" Rizal geram. Ia menyugar rambut dengan kasar. Prasangkanya mulai bermain. Bukan tidak mungkin Nayla juga adalah korban dari Salman.

"Aku bukan istri Salman satu-satunya. Dia punya beberapa istri siri. Tapi istri sah di mata agama dan negara hanya aku."

"Apa?" Rizal terbelalak.

"Ya. Aku tahu semua.Aku juga tahu kalau dia memakai sesuatu di tubuhnya setiap kali ia keluar rumah. Aku tak berani bicara. Entah kenapa, lidahku kelu tiap kali hendak membuka kedoknya pada orang-orang. Aku ingin dia berhenti melakukan kegilaan ini. Tapi aku tidak bisa, Zal! Aku tidak bisa!" Mata Nayla memerah, embun di matanya perlahan berubah menjadi tetesan bulir-bulir bening.

Rizal termenung. Mencoba mencerna setiap kata-kata Nayla. "Benar-benar gila. Ada, ya, seorang dokter seperti itu?"

"Percaya nggak percaya, Zal. Salman buktinya. Aku tak ingin lagi ada korban. Mereka ... perempuan-perempuan itu juga tidak berani bersuara. Mereka takut. Karena rata-rata mereka adalah orang-orang yang merasa kalau dokter itu tidak bisa dijangkau hukum. Lagian, bisa jadi mereka juga berada di bawah pengaruh Salman. Sehingga mereka tidak bisa bertindak apa pun. Salman itu sakit, Zal, dia sakit!"

***

Novel dan ebook-nya ready 😍
Wa.me/6288807369842

Terima kasih buat pembaca setia 🙏😍Yang masih mau memiliki novel Melukis Hati, masih bisa pesan lho 😍Wa.me/6288807369842
22/08/2022

Terima kasih buat pembaca setia 🙏😍
Yang masih mau memiliki novel Melukis Hati, masih bisa pesan lho 😍
Wa.me/6288807369842

Address

Bukittinggi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Buku Leny Khan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category