Kube Mart 1

Kube Mart 1 Saatnya mengubah segala pengeluaran menjadi sumber pemas**an

[11/1 04:05] Puput Ayu: Materi ini saya dapat dari group WA Pola Pertolongan Allah*Materi hari 1* """"""""""""""""""""""...
10/01/2018

[11/1 04:05] Puput Ayu: Materi ini saya dapat dari group WA Pola Pertolongan Allah

*Materi hari 1*
""""""""""""""""""""""""""""

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Allahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad.

Subhanallaah wabihamdihi Subhanallaahil 'adhim.

Kawan-kawan yang disayang Allah.

Banyak kekhawatiran yang terjadi dalam hidup kita.
Entah itu urusan finansial ataupun karir dan juga keharmonisan keluarga.

Banyak banget ikhtiar yang sudah kita lakukan

Dan banyak p**a usaha yang sudah kita perjuangkan, bahkan mungkin saat ini posisi kita masih dalam masa perjuangan itu.

Namun entah sudah beberapa kali p**a kita ?
Atau bahkan mungkin sudah beberapa kali kita harus memulai lagi dari nol! ๐Ÿ˜ช

Sayangnya, terkadang apa yang kita tempuh hanya berakhir dengan _"kebuntuan"_ atau kalo di PPA disebut dengan istilah *Cahaya Semu*

โ˜Maaf, sudah berapakah umur teman-teman?

๐Ÿ‘‰Tapi ko rasa-rasanya kebahagian itu masiiiih terasa jauh, ya?
Kenapa itu bisa terjadi?

๐Ÿ‘‰Kenapa kita belum juga mencapai titik terbaik dalam hidup kita?

๐Ÿ‘‰Kenapa belum bisa menemukan dan belum bisa mencapai kebahagian yang kita cari-cari selama ini?

๐Ÿ‘‰Bisnis belum menemukan kesuksesanya.

๐Ÿ‘‰Keluarga masih belom ketemu kebahagiannya?

๐Ÿ‘‰Hutang ko rasanya ga habis-habis, siiih? ๐Ÿ˜ฅ

โ˜Apa yang salah?
*mungkinkah kita salah dalam berdoa?* Apa karena... Mungkin kalimatnya kurang indah, sehingga Allah belom ridho dengan apa yang kita minta? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Kawan, seberapa seringkah merasa lelah mencari kebahagian dalam kehidupan ini?

Mulai sekarang...
Stop berpikir, kawan-kawanku!

*Beri diri waktu sejenak untuk terdiam. Ajak hati ini merenung!*

Pernahkah kawan kawan berpikir, bahwa masalah yang selama ini datang menghampiri kawan-kawan itu bukan berarti kita harus selalu fokus mencari solusinya?

Bisa jadi...
Masalah itu datang, *karena Allah itu rindu pada doa kawan-kawan sekalian๐Ÿ˜ญ*

Menurut kawan-kawan... Dalam kisah Fir'aun, apakah Allah meminta Fir'aun menyelesaikan wabah penyakit, atau sebenarnya "maksud Allah adalah" supaya Fir'aun kembali menyembah padaNya?

Seperti halnya ketika Allah menurunkan masalah kepada Fir'aun, ribuan katak, belalang dan sungai merah.

โœ… *Fokus pada masalah, kawan kawan hanya akan mendapatkan masalah.*

โœ… *Fokus pada solusi, kawan-kawan hanya akan dapat solusi.*

โ–ถ *Tetapi ketika kita fokus pada Allah, selain masalah kita selesai, kita pun (saya dan kawan-kawan) juga akan mendapatkan cintaNya* โœ…โœ… ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

๐Ÿ‘†Coba dirasakan efek statement diatas.

๐Ÿ‘‰Tauhid PPA inilah yang nanti akan menuntun kita bagaimana mendapatkan cintaNya

๐Ÿ‘‰Pola inilah yang menjadi wasilah datangnya *miracle/keajaiban*

Karena kita di PPA lebih percaya pada keajaiban, dan bukan kepada kerja keras.

Harap jangan dibantah dulu, jangan dilawan dulu sebelum kawan-kawan mengetahui polanya.

Pernah denger kan kisah... Tukang bubur naik haji?

Pernah juga kan dengan kisah seorang tukang roti yg ingin bertemu dengan imam bin Hambal?

Pernah juga kan denger kisah seorang nenek yang cucunya sakit, dan bisa sembuh dengan bantuan seorang dokter yang jaaauuuhhh dari desanya, tapi Subhanallaah... dokter tersebut, bi idznillah bisa sampai di dusun terpencil melalui sebuah pola scenario dari Allah!

Intinya dari miracle di atas, fokuslah kita hanya ke Allah.

Sabar ya kawan kawan...perlahan group ini insyaa Allah akan memengaruhi gimana miracle itu terjadi.

Jadi PPA adalaah sebuah pola pertolongan Allah yg bisa mendatangkan keajaiban didalam hidup kita

Mendatangkan miracle,dengan penyelesaian masalah yg tak disangka sangka.....๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œpokonya yang Ajaib

โ˜Jadi miracle bisa di undang mas Reza?

๐Ÿ‘†Iya! *"miracle atau keajaiban" ini bisa diundang*, asalkan kawan-kawan paham polanya.

Inget yaaa *harus paham* dan *bukan cuma ngerti aja.* ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

*Karena "pertolongan Allah" berada di dinding pemahaman kita.*

Pola ini secara ga sengaja ditemukan oleh Rezha Rendy ketika mengamati kejadian ajaib yang dialami beberapa orang.
Beliau, dengan izin Allah bisa. mengambil benangmerah kejadian tersebut, dan kemudian mempolakanya.
Pada awalnya beliau ga begitu yakin, sampai-sampai beliau sendiri mempraktekannya, dan berhasil!

Kemudian diceritakan ke sebagian teman-temannya.
Dan pada akhirnya PPA ini menjadi sebuah private class yang alumninya sudah 9000-an dalam waktu kurang dari dua tahun.

Banyak testimoni yang masuk, beragam dan bikin kita merinding sendiri.
๐Ÿ‘‡
Silahkan cek di http://www.polapertolonganAllah.com

Kawan kawan yg saya cintai karena Allah.

Sadar ga sih... Kalo sebenernya kawan-kawan ini sekarang sedang diperhatikan Allah, sedang dilihat Allah (?)

Bahwa kawan kawan *Demi Allah dipilih oleh Allah*

Jujur, masih banyak yang belom dapet hidayah seperti ini.
Masih banyak yang belom bisa merasakan nikmat Tauhid ini.
Tapi beda dengan kawan sekalian, yang insyaa Allah nantinya pola ini akan membantu kawan-kawan lebih deket lagi ke Allah.

Kalopun nanti ada kemudahan, ada rezeki, ada kebahagiaan... Itu semata-mata Bonus dari Allah.
Yang terpenting dari PPA ini adalah kita yakin bahwa Allah itu ada. Kita semakin yakini, kita rasakan dan kita sadari bahwa Allah melihat kita.

(Moga jemari ini jadi saksi niat baik saya di Yaumil akhir kelak. Aamiin....)

#

Ada ribuan kulwa yang beredar di FB saat ini, tapi kenapa anda tergerak untuk masuk sini?

Jawabannya cuma satu, yaitu... Karena Allah izinkan kawan-kawan terhubung ke sini.
Allah, Allah, Allah, dan hanya Allah!
Semua itu karena Allah yang menggerakanya. ๐Ÿ˜ญ

Insyaa Allah kawan-kawan adalah orang yang terpilih dari 5000-an list pertemanan saya di FB.

Siapa tau, ini cara Allah berbicara pada kita agar saya dan kawan-kawan berusaha dekat padaNya untuk menghadirkan solusi. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Siapa tau group ini menjadi sebagai salah satu cara Allah berbicara pada kawan-kawan, dan dari sini p**a Allah mulai menunjukan solusiNya untuk kita mengatasi permasalahan yang dihadapi.

*"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sayangi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendakiNya dan Allah lebih mengetahui orang orang yang mau menerima petunjuk" (Qs -Al Qashash:56)*

Saya juga ga akan bisa memberi petunjuk kepada kawan-kawan, sebagus apapun saya menulis. Kecuali Allah kehendaki.

Dulu, ketika di awal-awal waktu saya mengadakan kulwa, saya tuh berkeras memikirkan... Gimana saya bisa memahamkan para anggota group (?)

Padahal...?

Saya lupa... Yang bisa memahamkan itu hanya Allah.

Bagi yang punya group online maupun organisasi, jangan pernah sedikitpun terbersit di hati kalian bahwa kalianlah yang ngajarin dan kalianlah yang memberi ilmu ke mereka yang tergabung di grup/ organisasi tersebut.
Sebelum menyampaikan dan menpelajari materi, izin dulu ke Allah, minta dimudahkan agar apa yang teman-teman sampaikan ke reseller, ke klien, ke keluarga, ke calon partner, ke orang tua dan bahkan ke calon mertua, bisa dipahami oleh mereka sehingga maksud kita tersampaikan.

Paham ya

Ketika Kita keukeuh bahwa Kita yang bisa menyadarkan mereka, kita gregetan bahwa kita yang bisa memberi penjelasan pada mereka, yakin deh... 100% pesannya ga akan sampai!

*Kita terlalu sering membicarakan-Nya, tapi jarang berbicara padaNya*

Mengenai judul yg satu ini, saya mulai dengan satu pertanyaan:
Di sini kalo misal saya tanya, *siapa yang mau umroh?*

Saya yakin, *rata-rata pasti akan tunjuk tangan.*

Betul, ga?

Atau gini deh, misalnya saya p**ang ke rumah dengan membawa dua Coklat di tangan saya. Terus... Pada saat sampe rumah, saya ngeliat anak saya dua-duanya lagi main PS.
Ketika sampe depan rumah, Saya teriak; *"siapa yg mau coklat?"*

Anak sat segera lari meninggalkan PS-nya (padahal lagi seru) kemudian menghampiri saya.
Sedangkan anak yang satu lagi, sambil tetap main PS cuma berkata... *_mauuu. Taro aja coklatnya di meja_*

Nah, kira-kira saya lebih sreg ngasih ke siapa? Ke anak yang mana? Ke anak yang berlari mendekat ke saya, ataukah ke anak yang bilang "mau" tapi tetep duduk asik main PS tadi?

Pastinya saya lebih memilih memberi Coklat pada anak yang antusias, kan?

Betul, ya?

Kawan kawan yg saya cintai karena Allah.
Jangan-jangan... Doa kita selama ini seperti itu? Kita berdoa antara butuh ga butuh (?)

Sekarang... Yang tadi tunjuk tangan mau umroh, coba saya tanya; *"apakah teman-teman berdoa dengan antusias minta umroh setiap sholat? Ataukah cuma pengen aja tapi gak didasari niat?*"๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Banyak loh di private class PPA, yang pelatihanya aja belum selesai tapi doanya sudah dikabul.

Saya paling inget yang ini... Ada seorang akhwat yang ingin banget punya laptop. Ketika training, beliau hanya fokus antusias berdoa minta laptop.

Dan?

Masya Allaah...
Ga lama kemudian, hapenya bunyi.
Tau ga teman teman apa isi pesan di hapenya?

Iya, beliau mendapatkan laptop GRATIS! ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Bagi Allah mudah banget mengabulkan segala keinginan kawan-kawan saat ini.
Mau meminta apapun, jika kitanya pantas menerima, saat itu juga pasti bisa!

Jangan pernah su'udhon terhadap doa yang dipanjatkan.

Bisa jadi ketika kawan-kawan minta umroh saat ini, pada dasarnya pengabulan Allah itu sudah bekerja.

Sekedar contoh:
Misal saya berdoa... Saya pengen banget PUNYA MOBIL!
Bisa jadi pada saat ini kita berdoa, mobilnya sendiri saat ini sedang berproses menuju kita. Semisal baru dibuat bannya, terus dirakit, lalu dianter kesebuah showroom dan seterusnya.
Dan pada akhirnya... Kita dipertemukan dengan orang yang ternyata penjual mobil yang menghampiri dan menawarkan mobilnya pada kita.

Bisa dipahami ya?

Atau saya kasih contoh lagi, gini misalnya... Suatu malam, temen-temen laperrr! Ga kebayang mau makan apa?
Eeeh, pas lagi bingung... Tiba-tiba ada yang datang ngaterin nasi kotak! Alhamdulillaah, kan?

Sayangnya, terkadang dengan hal yang sekecil itu manusia merasa biasa saja dan ga bersyukur!
Berpikiran bahwa nasi kotak tersebut sampe ke kita karena kebetulan aja.

Astaghfirulloohal 'adziim...

Padahal mah itu jaminan Allah akan rezeki kita.

Kalo kita bersyukur, bisa jadi kedepannya ketika kita baru memikirkan sedikit sesuatu yang lebih besar tiba-tiba Allah langsung hadirkan di depan kita.

Masyaa Allah...

Sebenernya Allah tuh kalo mau bantu kita, misal melunasi hutang, maka jesss... Dengan sekejap mata, bisa loh.
Tapi terkadang pikiran kita yang "menolaknya."

Sekali lagi...

Dalam belajar Tauhid PPA, yang kita perlukan hanya keyakinan. Titik!

โ˜Terus ga usah ikhtiar gitu, mas Reza?

๐Ÿ‘†๐ŸปBukan gitu juga, tapi lebih ke... Gimana memfokuskan pikiran kita bahwa apapun yang kita usahakan hasilnya hanya Allah yang menentukan.

#

Balik lagi ke adab berdoa...

Berapa banyak dari kita yang hanya kenal Allah, tapi tidak memahami Allah (?)

Seakan akan ga yakin.

Berdoa terburu- buru, seakan-akan doa itu cuma basa-basi.

Berapa banyak yang dzikir astaghfirullaahal 'adziim diubah menjadi astajim astajim astajim (?)

Astaghfirullaahal' adziim...๐Ÿ˜ญ

Kalo kayak gitu, gimana kita mau mendapatkan *_miracle?_*

Seberapa banyak dari kita yang berdoa, tapi masih saja dikurangi dengan berpikir bahwa rezeki itu dari bos?

Seberapa banyak dari kita yang berdoa ingin bahagia, tetapi malah menyakini bahwa bahagia itu bila bisa beli ini beli itu.

Fokus ke Allah kawan-kawan, kuatlah focus ke Allah.

Mungkin saat ini kawan-kawan masih bingung?

Silahkan berdoa... Mohon padaNya agar dipahamkan.

Saya juga berdoa... Semoga Allah memahamkan saya pada isi materi ini. Semoga Allah menganugerahkan pada kita *_miracle_* melalui wasilah tulisan saya ini (Aamiin Allohumma Aamiin)

Silahkan berdoa ya, kawan-kawan.
Minta pada Allah.

Pernah denger kan, Allah itu malu jika hambanya sudah mengangkat tangan dan berdoa sampai tanganya turun tapi Allah ga ngabulin?"

Ya begitulah kawan-kawan.

Allah itu maha mengabulkan, tapi syaratnya kita harus tau adab berdoa.

Contoh;
๐Ÿ‘‡
Misal Anda datang menemui seorang presiden, dengan tujuan mau minta tolong agar di kampung Anda dibangun sebuah jembatan, oleh karena jembatan yang ada sudah mulai keropos cenderung rusak.

Kira-kira, cara kita menghadapinya gimana?

Baju biasa aja, atau baju terbaik?

Ngomongnya santun beraturan, ataukah buru- buru?

Proposalnya dibacain pelan- pelan, atau sekedar dibaca sekilas saja?

Apakah langsung datang dan langsung ngomong dengan nada buru-buru; "Pak tolong bantuin kampung saya bikin jembatan!"

Kalo yang Anda katakan dan lalukan terburu-buru kayak gitu, pastinya tau sendiri ya... Kira-kira permohonan pembangunan jembatan yang kita ajukan, akan dikabulkan atau tidak?

Mulai sekarang, yuk perbaiki doa kita!

Awali dengan Pujian-pujian, suarakan dengan lembut dan pelan, berusaha sepenuh hati merendah serendah-rendahnya oleh karena kita sadar hanya Allah yang bisa menolong kita.

Ajak hati ketika berdoa, usahakan menangis mengakui dosa dan kesalahan, menunjukan diri kita lemah di hadapanNya.

Jangan sampai kita menangis ketika berdoa hanya di saat kita justru sudah mulai putus asa.
Karena... Menangis di saat meminta, dan menangis di saat kita sudah kalah/mentok itu... Rasanya beda!

Berdoalah seperti curhat. Bayangkan dan rasakan Allah melihat kita. Bayangkan dan rasakan bahwa Allah dekat, sangat dekat, dekat sekali dengan kita! ๐Ÿ˜ญ

Rasakan ketika kita berdoa dan kita merasakan "jatuh hati pada Allah", nikmat sekali kawan-kawan, nikmat!

Yuk, perbaiki dulu doa kita. Mulai hari ini sampai akhir hayat nanti kita berjanji akan sepenuh hati jika berdoa pada Allah.
Silahkan....

#

Alhamdulillah...
Sesi malam ini kita akhiri dulu ya.

Masih banyak banget yang perlu kita pahami bersama.

Ini belom masuk ke polanya, jadi harap bersabar. Karena materi sebelum pola adalah pondasi dasar agar ketika praktek pola sebenarnya. Supaya hati ini lebih siap dan lebih percaya akan adanya keajaiban.

Kalo ga mau dapet keajaiban dan lebih s**a kerja keras, monggo ga dipaksa. ๐Ÿ˜Š

Insyaa Allah dilanjut besok.

Barangkali ada yang mau bertanya, silahkan.
Kalo saya bisa, saya jawab. Kalo ga bisa, saya tanya dulu sama yang lebih ahli.

Syukron

Wassalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

*Sahabat Baitullah PPA*Materi ini saya dapat dari group WA Pola Pertolongan Allah

*Materi hari 1*
""""""""""""""""""""""""""""

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Allahumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad.

Subhanallaah wabihamdihi Subhanallaahil 'adhim.

Kawan-kawan yang disayang Allah.

Banyak kekhawatiran yang terjadi dalam hidup kita.
Entah itu urusan finansial ataupun karir dan juga keharmonisan keluarga.

Banyak banget ikhtiar yang sudah kita lakukan

Dan banyak p**a usaha yang sudah kita perjuangkan, bahkan mungkin saat ini posisi kita masih dalam masa perjuangan itu.

Namun entah sudah beberapa kali p**a kita ?
Atau bahkan mungkin sudah beberapa kali kita harus memulai lagi dari nol! ๐Ÿ˜ช

Sayangnya, terkadang apa yang kita tempuh hanya berakhir dengan _"kebuntuan"_ atau kalo di PPA disebut dengan istilah *Cahaya Semu*

โ˜Maaf, sudah berapakah umur teman-teman?

๐Ÿ‘‰Tapi ko rasa-rasanya kebahagian itu masiiiih terasa jauh, ya?
Kenapa itu bisa terjadi?

๐Ÿ‘‰Kenapa kita belum juga mencapai titik terbaik dalam hidup kita?

๐Ÿ‘‰Kenapa belum bisa menemukan dan belum bisa mencapai kebahagian yang kita cari-cari selama ini?

๐Ÿ‘‰Bisnis belum menemukan kesuksesanya.

๐Ÿ‘‰Keluarga masih belom ketemu kebahagiannya?

๐Ÿ‘‰Hutang ko rasanya ga habis-habis, siiih? ๐Ÿ˜ฅ

โ˜Apa yang salah?
*mungkinkah kita salah dalam berdoa?* Apa karena... Mungkin kalimatnya kurang indah, sehingga Allah belom ridho dengan apa yang kita minta? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Kawan, seberapa seringkah merasa lelah mencari kebahagian dalam kehidupan ini?

Mulai sekarang...
Stop berpikir, kawan-kawanku!

*Beri diri waktu sejenak untuk terdiam. Ajak hati ini merenung!*

Pernahkah kawan kawan berpikir, bahwa masalah yang selama ini datang menghampiri kawan-kawan itu bukan berarti kita harus selalu fokus mencari solusinya?

Bisa jadi...
Masalah itu datang, *karena Allah itu rindu pada doa kawan-kawan sekalian๐Ÿ˜ญ*

Menurut kawan-kawan... Dalam kisah Fir'aun, apakah Allah meminta Fir'aun menyelesaikan wabah penyakit, atau sebenarnya "maksud Allah adalah" supaya Fir'aun kembali menyembah padaNya?

Seperti halnya ketika Allah menurunkan masalah kepada Fir'aun, ribuan katak, belalang dan sungai merah.

โœ… *Fokus pada masalah, kawan kawan hanya akan mendapatkan masalah.*

โœ… *Fokus pada solusi, kawan-kawan hanya akan dapat solusi.*

โ–ถ *Tetapi ketika kita fokus pada Allah, selain masalah kita selesai, kita pun (saya dan kawan-kawan) juga akan mendapatkan cintaNya* โœ…โœ… ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

๐Ÿ‘†Coba dirasakan efek statement diatas.

๐Ÿ‘‰Tauhid PPA inilah yang nanti akan menuntun kita bagaimana mendapatkan cintaNya

๐Ÿ‘‰Pola inilah yang menjadi wasilah datangnya *miracle/keajaiban*

Karena kita di PPA lebih percaya pada keajaiban, dan bukan kepada kerja keras.

Harap jangan dibantah dulu, jangan dilawan dulu sebelum kawan-kawan mengetahui polanya.

Pernah denger kan kisah... Tukang bubur naik haji?

Pernah juga kan dengan kisah seorang tukang roti yg ingin bertemu dengan imam bin Hambal?

Pernah juga kan denger kisah seorang nenek yang cucunya sakit, dan bisa sembuh dengan bantuan seorang dokter yang jaaauuuhhh dari desanya, tapi Subhanallaah... dokter tersebut, bi idznillah bisa sampai di dusun terpencil melalui sebuah pola scenario dari Allah!

Intinya dari miracle di atas, fokuslah kita hanya ke Allah.

Sabar ya kawan kawan...perlahan group ini insyaa Allah akan memengaruhi gimana miracle itu terjadi.

Jadi PPA adalaah sebuah pola pertolongan Allah yg bisa mendatangkan keajaiban didalam hidup kita

Mendatangkan miracle,dengan penyelesaian masalah yg tak disangka sangka.....๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œpokonya yang Ajaib

โ˜Jadi miracle bisa di undang mas Reza?

๐Ÿ‘†Iya! *"miracle atau keajaiban" ini bisa diundang*, asalkan kawan-kawan paham polanya.

Inget yaaa *harus paham* dan *bukan cuma ngerti aja.* ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

*Karena "pertolongan Allah" berada di dinding pemahaman kita.*

Pola ini secara ga sengaja ditemukan oleh Rezha Rendy ketika mengamati kejadian ajaib yang dialami beberapa orang.
Beliau, dengan izin Allah bisa. mengambil benangmerah kejadian tersebut, dan kemudian mempolakanya.
Pada awalnya beliau ga begitu yakin, sampai-sampai beliau sendiri mempraktekannya, dan berhasil!

Kemudian diceritakan ke sebagian teman-temannya.
Dan pada akhirnya PPA ini menjadi sebuah private class yang alumninya sudah 9000-an dalam waktu kurang dari dua tahun.

Banyak testimoni yang masuk, beragam dan bikin kita merinding sendiri.
๐Ÿ‘‡
Silahkan cek di http://www.polapertolonganAllah.com

Kawan kawan yg saya cintai karena Allah.

Sadar ga sih... Kalo sebenernya kawan-kawan ini sekarang sedang diperhatikan Allah, sedang dilihat Allah (?)

Bahwa kawan kawan *Demi Allah dipilih oleh Allah*

Jujur, masih banyak yang belom dapet hidayah seperti ini.
Masih banyak yang belom bisa merasakan nikmat Tauhid ini.
Tapi beda dengan kawan sekalian, yang insyaa Allah nantinya pola ini akan membantu kawan-kawan lebih deket lagi ke Allah.

Kalopun nanti ada kemudahan, ada rezeki, ada kebahagiaan... Itu semata-mata Bonus dari Allah.
Yang terpenting dari PPA ini adalah kita yakin bahwa Allah itu ada. Kita semakin yakini, kita rasakan dan kita sadari bahwa Allah melihat kita.

(Moga jemari ini jadi saksi niat baik saya di Yaumil akhir kelak. Aamiin....)

#

Ada ribuan kulwa yang beredar di FB saat ini, tapi kenapa anda tergerak untuk masuk sini?

Jawabannya cuma satu, yaitu... Karena Allah izinkan kawan-kawan terhubung ke sini.
Allah, Allah, Allah, dan hanya Allah!
Semua itu karena Allah yang menggerakanya. ๐Ÿ˜ญ

Insyaa Allah kawan-kawan adalah orang yang terpilih dari 5000-an list pertemanan saya di FB.

Siapa tau, ini cara Allah berbicara pada kita agar saya dan kawan-kawan berusaha dekat padaNya untuk menghadirkan solusi. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Siapa tau group ini menjadi sebagai salah satu cara Allah berbicara pada kawan-kawan, dan dari sini p**a Allah mulai menunjukan solusiNya untuk kita mengatasi permasalahan yang dihadapi.

*"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu sayangi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendakiNya dan Allah lebih mengetahui orang orang yang mau menerima petunjuk" (Qs -Al Qashash:56)*

Saya juga ga akan bisa memberi petunjuk kepada kawan-kawan, sebagus apapun saya menulis. Kecuali Allah kehendaki.

Dulu, ketika di awal-awal waktu saya mengadakan kulwa, saya tuh berkeras memikirkan... Gimana saya bisa memahamkan para anggota group (?)

Padahal...?

Saya lupa... Yang bisa memahamkan itu hanya Allah.

Bagi yang punya group online maupun organisasi, jangan pernah sedikitpun terbersit di hati kalian bahwa kalianlah yang ngajarin dan kalianlah yang memberi ilmu ke mereka yang tergabung di grup/ organisasi tersebut.
Sebelum menyampaikan dan menpelajari materi, izin dulu ke Allah, minta dimudahkan agar apa yang teman-teman sampaikan ke reseller, ke klien, ke keluarga, ke calon partner, ke orang tua dan bahkan ke calon mertua, bisa dipahami oleh mereka sehingga maksud kita tersampaikan.

Paham ya

Ketika Kita keukeuh bahwa Kita yang bisa menyadarkan mereka, kita gregetan bahwa kita yang bisa memberi penjelasan pada mereka, yakin deh... 100% pesannya ga akan sampai!

*Kita terlalu sering membicarakan-Nya, tapi jarang berbicara padaNya*

Mengenai judul yg satu ini, saya mulai dengan satu pertanyaan:
Di sini kalo misal saya tanya, *siapa yang mau umroh?*

Saya yakin, *rata-rata pasti akan tunjuk tangan.*

Betul, ga?

Atau gini deh, misalnya saya p**ang ke rumah dengan membawa dua Coklat di tangan saya. Terus... Pada saat sampe rumah, saya ngeliat anak saya dua-duanya lagi main PS.
Ketika sampe depan rumah, Saya teriak; *"siapa yg mau coklat?"*

Anak sat segera lari meninggalkan PS-nya (padahal lagi seru) kemudian menghampiri saya.
Sedangkan anak yang satu lagi, sambil tetap main PS cuma berkata... *_mauuu. Taro aja coklatnya di meja_*

Nah, kira-kira saya lebih sreg ngasih ke siapa? Ke anak yang mana? Ke anak yang berlari mendekat ke saya, ataukah ke anak yang bilang "mau" tapi tetep duduk asik main PS tadi?

Pastinya saya lebih memilih memberi Coklat pada anak yang antusias, kan?

Betul, ya?

Kawan kawan yg saya cintai karena Allah.
Jangan-jangan... Doa kita selama ini seperti itu? Kita berdoa antara butuh ga butuh (?)

Sekarang... Yang tadi tunjuk tangan mau umroh, coba saya tanya; *"apakah teman-teman berdoa dengan antusias minta umroh setiap sholat? Ataukah cuma pengen aja tapi gak didasari niat?*"๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Banyak loh di private class PPA, yang pelatihanya aja belum selesai tapi doanya sudah dikabul.

Saya paling inget yang ini... Ada seorang akhwat yang ingin banget punya laptop. Ketika training, beliau hanya fokus antusias berdoa minta laptop.

Dan?

Masya Allaah...
Ga lama kemudian, hapenya bunyi.
Tau ga teman teman apa isi pesan di hapenya?

Iya, beliau mendapatkan laptop GRATIS! ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Bagi Allah mudah banget mengabulkan segala keinginan kawan-kawan saat ini.
Mau meminta apapun, jika kitanya pantas menerima, saat itu juga pasti bisa!

Jangan pernah su'udhon terhadap doa yang dipanjatkan.

Bisa jadi ketika kawan-kawan minta umroh saat ini, pada dasarnya pengabulan Allah itu sudah bekerja.

Sekedar contoh:
Misal saya berdoa... Saya pengen banget PUNYA MOBIL!
Bisa jadi pada saat ini kita berdoa, mobilnya sendiri saat ini sedang berproses menuju kita. Semisal baru dibuat bannya, terus dirakit, lalu dianter kesebuah showroom dan seterusnya.
Dan pada akhirnya... Kita dipertemukan dengan orang yang ternyata penjual mobil yang menghampiri dan menawarkan mobilnya pada kita.

Bisa dipahami ya?

Atau saya kasih contoh lagi, gini misalnya... Suatu malam, temen-temen laperrr! Ga kebayang mau makan apa?
Eeeh, pas lagi bingung... Tiba-tiba ada yang datang ngaterin nasi kotak! Alhamdulillaah, kan?

Sayangnya, terkadang dengan hal yang sekecil itu manusia merasa biasa saja dan ga bersyukur!
Berpikiran bahwa nasi kotak tersebut sampe ke kita karena kebetulan aja.

Astaghfirulloohal 'adziim...

Padahal mah itu jaminan Allah akan rezeki kita.

Kalo kita bersyukur, bisa jadi kedepannya ketika kita baru memikirkan sedikit sesuatu yang lebih besar tiba-tiba Allah langsung hadirkan di depan kita.

Masyaa Allah...

Sebenernya Allah tuh kalo mau bantu kita, misal melunasi hutang, maka jesss... Dengan sekejap mata, bisa loh.
Tapi terkadang pikiran kita yang "menolaknya."

Sekali lagi...

Dalam belajar Tauhid PPA, yang kita perlukan hanya keyakinan. Titik!

โ˜Terus ga usah ikhtiar gitu, mas Reza?

๐Ÿ‘†๐ŸปBukan gitu juga, tapi lebih ke... Gimana memfokuskan pikiran kita bahwa apapun yang kita usahakan hasilnya hanya Allah yang menentukan.

#

Balik lagi ke adab berdoa...

Berapa banyak dari kita yang hanya kenal Allah, tapi tidak memahami Allah (?)

Seakan akan ga yakin.

Berdoa terburu- buru, seakan-akan doa itu cuma basa-basi.

Berapa banyak yang dzikir astaghfirullaahal 'adziim diubah menjadi astajim astajim astajim (?)

Astaghfirullaahal' adziim...๐Ÿ˜ญ

Kalo kayak gitu, gimana kita mau mendapatkan *_miracle?_*

Seberapa banyak dari kita yang berdoa, tapi masih saja dikurangi dengan berpikir bahwa rezeki itu dari bos?

Seberapa banyak dari kita yang berdoa ingin bahagia, tetapi malah menyakini bahwa bahagia itu bila bisa beli ini beli itu.

Fokus ke Allah kawan-kawan, kuatlah focus ke Allah.

Mungkin saat ini kawan-kawan masih bingung?

Silahkan berdoa... Mohon padaNya agar dipahamkan.

Saya juga berdoa... Semoga Allah memahamkan saya pada isi materi ini. Semoga Allah menganugerahkan pada kita *_miracle_* melalui wasilah tulisan saya ini (Aamiin Allohumma Aamiin)

Silahkan berdoa ya, kawan-kawan.
Minta pada Allah.

Pernah denger kan, Allah itu malu jika hambanya sudah mengangkat tangan dan berdoa sampai tanganya turun tapi Allah ga ngabulin?"

Ya begitulah kawan-kawan.

Allah itu maha mengabulkan, tapi syaratnya kita harus tau adab berdoa.

Contoh;
๐Ÿ‘‡
Misal Anda datang menemui seorang presiden, dengan tujuan mau minta tolong agar di kampung Anda dibangun sebuah jembatan, oleh karena jembatan yang ada sudah mulai keropos cenderung rusak.

Kira-kira, cara kita menghadapinya gimana?

Baju biasa aja, atau baju terbaik?

Ngomongnya santun beraturan, ataukah buru- buru?

Proposalnya dibacain pelan- pelan, atau sekedar dibaca sekilas saja?

Apakah langsung datang dan langsung ngomong dengan nada buru-buru; "Pak tolong bantuin kampung saya bikin jembatan!"

Kalo yang Anda katakan dan lalukan terburu-buru kayak gitu, pastinya tau sendiri ya... Kira-kira permohonan pembangunan jembatan yang kita ajukan, akan dikabulkan atau tidak?

Mulai sekarang, yuk perbaiki doa kita!

Awali dengan Pujian-pujian, suarakan dengan lembut dan pelan, berusaha sepenuh hati merendah serendah-rendahnya oleh karena kita sadar hanya Allah yang bisa menolong kita.

Ajak hati ketika berdoa, usahakan menangis mengakui dosa dan kesalahan, menunjukan diri kita lemah di hadapanNya.

Jangan sampai kita menangis ketika berdoa hanya di saat kita justru sudah mulai putus asa.
Karena... Menangis di saat meminta, dan menangis di saat kita sudah kalah/mentok itu... Rasanya beda!

Berdoalah seperti curhat. Bayangkan dan rasakan Allah melihat kita. Bayangkan dan rasakan bahwa Allah dekat, sangat dekat, dekat sekali dengan kita! ๐Ÿ˜ญ

Rasakan ketika kita berdoa dan kita merasakan "jatuh hati pada Allah", nikmat sekali kawan-kawan, nikmat!

Yuk, perbaiki dulu doa kita. Mulai hari ini sampai akhir hayat nanti kita berjanji akan sepenuh hati jika berdoa pada Allah.
Silahkan....

#

Alhamdulillah...
Sesi malam ini kita akhiri dulu ya.

Masih banyak banget yang perlu kita pahami bersama.

Ini belom masuk ke polanya, jadi harap bersabar. Karena materi sebelum pola adalah pondasi dasar agar ketika praktek pola sebenarnya. Supaya hati ini lebih siap dan lebih percaya akan adanya keajaiban.

Kalo ga mau dapet keajaiban dan lebih s**a kerja keras, monggo ga dipaksa. ๐Ÿ˜Š

Insyaa Allah dilanjut besok.

Barangkali ada yang mau bertanya, silahkan.
Kalo saya bisa, saya jawab. Kalo ga bisa, saya tanya dulu sama yang lebih ahli.

Syukron

Wassalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

*Sahabat Baitullah PPA*
[11/1 04:05] Puput Ayu: *Materi hari ke-3*

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Astaghfirulloohal 'adziim

Allohumma sholli 'ala Muhammad wa aali Muhammad.

Subhanallaah wabihamdihi Subhanallaahil 'adhim.

Baik kawan-kawanku yang dicintai Allah...

Kita lanjut lagi ya pembahasan tentang PPA ini.

Setelah dua materi lalu membahas tentang doa... (basic dasar PPA), kali ini kita pun kita akan membahas doa, tapi dari sudut pandang yang berbeda.

Kita melihat doa dari sudut pandang *Adzab*

Jika akar masalah Anda adalah _*adzab*_, maka tidak ada cara lain bagi kawan-kawan selain taubatan nasuha dulu.

Kenapa?

Karena bisajadi do-doa kita yang selama ini tidak terkabul, itu karena terhalang oleh dosa kita sendiri.

Sebenarnya kita sendiri yang bikin hidup kita susah, bukan Allah.

Coba ingat-ingat ketika kawan-kawan kena masalah, baru dapet musibah... Apa yang dirasakan?

Deg-degan!
Panik!
Sedih!
Takut!
Khawatir!
Was-was alias cemas!
Dan segala rasa gak enak berbaur jadi satu. Bener, kan?

Betuuuul!

Kenapakawan-kawan merasa seperti itu?

Karena ketika datang masalah, kawan-kawan fokusnya hanya ke masalah dan *tidak berusaha melihat jalan keluar!*

Sebagai perumpamaan, kita ambil contoh cara kerja dan fungsi wipper mobil.

Misalnya kawan-kawan sedang berkendara, tiba-tiba hujan lebat dan dan wipper mobil Anda rusak!

Kira-kira... Apakah jalanan yang akan Anda lalui untuk sampai ke tempat tujuan, kelihatan ga?

Terus... Saat itu kira-kira perasaan Anda gimana?

Pastinya langsung...
Takut, was-was, juga deg-degan, kan?

Nah, pertanyaannya... "Apa yang sebenarnya membuat Anda was-was?"

Jawabnya...
Karena jalanan di depan ga kelihatan!

Karena takut nabrak, mas!

Takut masuk jurang, mas!

Kenapa?

Karena jalan yang akan dilalui berubah buram, ga kelihatan!

Tapi badan jalannya masih ada, kan?

Iya, ada!
Tapi itu tadi... Gak nampak! Gak kelihatan dengan jelas!

Kenapa?

Karena kaca mobil jadi buram tertutupi cucuran air hujan, dan pandangan jadi terhalang akibat wipper mobil rusak.

Nah... Begitulah, kawan kawan.
Sama halnya ketika kita ada masalah dan kesulitan.
Sebenernya bukan gak ada jalan keluar, tetapi karena kita tidak tau apa dan bagaimana cara mendapatkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
Jalan dan cara untuk keluar dari masalah itu sebenernya ada dan banyak (bukankah Allah selalu mendatangkan solusi di setiap masalah?)

Betul, kitanya aja yang gak tau.

Hanya Allah yang Mahatau!

Kenapa kita ga bisa ngeliat jalan keluar dari kungkungan masalah?

Karena lebatnya dosa-dosa kita!.

Astaghfirullaah...๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Maka mulai sekarang, aktifkanlah _"wipper"_kita, _"wipper"_ kawan-kawan semua!

Basahi lisan kawan-kawan dengan istighfar sepenuh hati, benar-benar mohon ampun dan minta maaf pada Allah!
๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Di saat berkendara... Istighfar.

Di saat nyuapin anak... Istighfar!

Di saat main Facebook... Istighfar!

Di saat kepasar... Istighfar!

Di saat pergi ke tempat rekreasi... Istighfar!

Dawamkan, kawan-kawan. Awalnya memang susah, tapi kalo sudah biasa 3-4 hari konsisten istighfar maka akan jadi kebiasaan dan rasanya jadi aneh kalo ga istighfar.

Masih ga percaya fadillah istighfar?

Ini ayatnya; *"maka aku katakan pada mereka: beristigfarlah! Sesungguhnya Dia maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta, dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan sungai-sungai. (Qs : Nuh 10-12)*

Kawan-kawan, ini real solusi dari Allah! Nyambung ya sama *materi kemaren.*

Intinya... Kita dekati Allah. Kalo lagi banyak dosa, segra minta ampun supaya dosa kita tidak menghalangi kita untuk dekat sama Allah.
Kalo sudah dekat ke Allah, sudah tau maunya Allah... Maka insya Allah Allah kabulkan doa kita, Allah beri apa yang kita minta padaNya. Dan itu bukanlah hal yang mustahil bagi Allah.

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Istighfarlah dengan penuh penghayatan. Istighfarlah dengan penuh kesungguhan. Bukan istighfar astajim astajim astajim! Tapi istighfar; Astaghfirullaahal 'adziim... ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Itu firman Allah, kawan-kawan.

Gak ada keraguan sedikitpun.
Kita harus sepenuh hati, _*jangan mengharap miracle dari istighfar, tapi mohonlah ampunan dan cinta Allah melalui istighfar.*_

Kalo udah di ampuni, kemudian dicintai oleh Allah, maka... (Kats Allah); *"apapun yang hambaKu inginkan pasti Ku kabul!* ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Dengan istighfar ini juga masalah keuangan kita pasti beres!
(Lihat arti ayatNya)

Yang belom punya anak, insyaa Allah segera punya anak. (lihat arti ayatNya)

Yang mau bebas hutang, juga bisa!

Ini ayat Qur'an loh, kita harus yakin!
Sebab kalo ga yakin... Maka pengabulanNya atas doa dan permohonan kita akan jauuhhhh.

Kawan-kawan tau gak?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ketika Allah memberi kita masalah, sebenernya _bukan untuk kita segera mencari solusinya_, yang diinginkan Allah adalah kita kembali padaNya dahulu, mengingatNya dahulu, mendekat padaNya dahulu, berdekatan denganNya dahulu!๐Ÿ˜Ÿ

Ga percaya?

Ini ayatnya;
*Hai orang orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (semurni murninya), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memas**an kamu ke dalam syurga yang dibawahnya mengalir sungai sungai. (Qs At-Tahrim 8)*

Artinya apa? Apa maksudnya?

Maksudnya tuh... Allah manggil kita!;

Wahai orang yang punya hutang Milyaran, Aku bisa lunasin!

Wahai orang-orang yang hubungan keluarganya lagi rusak, bisa Aku perbaiki!

Wahai orang-orang yang kondisi. financialnya lagi bermasalah, percayalah Aku bisa pulihkan!

Bayangin kawan-kawan...

Ketika kita lagi banyak dosa, Allah malah manggil kita untuk mendekat padaNya, terus disuruh tobat, kemudian Allah hilangin masalah kita, Allah benerin!

Jlebb!!!
Bertaubatlah kepada Allah dengan taubatannasuha (semurni murninya taubat), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memas**an kamu ke dalam syurgaNya. (Aamiin Allahumma Aamiin...)

#

Sini kamu taubat padaKu, biar aku yg beresin semua masalahmu!

Kamu fokus saja menyesali semua kesalahanmu dan perbaiki diri, biar Aku yang bertanggung jawab. Aku yang akan menghidupimu dan memberimu nikmat hingga Akhirat!

(Masya Allaah...๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ)

Tuh gimana ga enak, coba?

Ini harus dipahami baik baik ya kawan-kawan, bukan cuma dipaham-pahami atau diikhlas-ikhlaskan, tapi paham beneran dan ikhlas seikhlas-ikhlasnya.

Setiap ada masalah, tenang dulu dan fokus pada Allah. Rasakan dan temukan apa pesan cintaNya.

Dan ketika ke pahaman sudah muncul, insya Allah bi idznillah kita akan tenang tanpa perlu "positif thinking."

Balik lagi ke awal...

Apa sih sebenernya penyebab masalah itu?

Jawabannya...
Penyebab munculnya/ timbulnya masalah itu ada dua, yaitu:
*1. Adzab*
*2. Ujian.*

Umpama disuruh milih, ketika kawan-kawan ada masalah... Kawan-kawan maunya dibilang dapet apa? Dapet *adzab* atau dapet *ujian?*

Rata-rata kita pasti maunya bilang... *ujian!* iya, kan?

Kalo kang Rezha Rendy bilang, jangan mau kedua-keduanya. Kalo kita maunya dibilang lagi diuji, nanti kita ke-Ge-eRan gak merasa punya salah dan tidak mau introspeksi diri.

"Eeeh... Gue lagi diuji nih...!"

Ntar Allah jawab; "iiih PeDe!" abis maksiat, terus bilang dapet ujian?

Begitulah kalo ketika dapet masalah seseorang malah kege-eran merasa diuji, maka jadinya tinggi hati dan bukan memuhasabah diri/ bukan introspeksi diri.

Namun juga ketika dapet masalah, jangan mau p**a dibilang dapet adzab. Kenapa?

Karena orang seperti itu akan sulit move on! Sehari-harinya pasti akan menyesali masalah yang terjadi, merasa hina sendiri, mengurung diri sendiri, dan lainlain yang akibatnya malah memperburuk keadaan, menambah rumit permasalahan. (Na'uudzubillaah tsumma na'uudzubillaahi in dzalik)

Terus... Apa gimana d**g, mas?Gimana caranya menyikapi masalah?
Harusnya dianggap apa tuh masalah?

Kalo kita lagi dapet masalah, anggap aja kita lagi dicintai oleh Allah.

Loh..., kok? Kalo Allah cinta, kenapa Allah malah menghukum saya dengan masalah?

Nah itu dia... Allah "menghukum" kita agar kita introspeksi diri, memuhasabah diri... Mending dihukum di dunia masih bisa taubat. Coba kalo dihukumnya di akhirat?
Kita udah gak bisa ngapa-ngapain lagi! ๐Ÿ˜ญ

Sekedar contoh...

Misal anak kita lagi main PS, sampe lupa waktu sholat.

Kalo kita sayang sama mereka sudah seharusnya kita mengingatkan. Kalo masih bandel, yah... Jewer!
Udah dijewer tu anak masih nekad juga? Yaaa... Kita sita aja PS-nya, dan lain-lain sampai dia nurut. Betul?

Kalo kaya gitu, tanda cinta apa tanda benci?

Daripada ketika mereka ga sholat, terus kita diemin... lama-lama bagi mereka sholat bukan menjadi suatu yang wajib, yang pada akhirnya mereka akan lalai dan tidak selamat di akhirat. Mau punya "anak bandel" kayak gitu?

Bisa dirasakan, ya?

Jadi, mulai sekarang, kalo ngeliat orang lain dapat masalah, jangan kita "judge" mereka sebagai orang hina ato mereka rendah. Justru seharusnya kita ambil hikmah/ pesan cintaNya.

Oh... Ternyata mereka lagi disayang Allah, lagi disuruh taubat... Supaya dosanya abis di dunia, di akhirat tinggal masuk syurgaNya aja.

Begitupun dengan masalah yang terjadi pada kita, maslah yang dialami diri sendiri, selalu fokus ambil pesan cintaNya, ya kawan-kawan.

O iya... Jangan juga merasa senang ketika kita maksiat tapi kok hidup penuh kelimpahan... Harta banyak, bisnis lancar.... Hati-hati kawan, itu sebenernya Allah akan menghukum kita dengan 'siksa' yang lebih pedih! Kelumpahan itu *istidraj*namanya!

Contohnya gini...
Misal kawan-kawan saya kasih uang 50 ribu.

Seneng, ga?

Seneng dooong, pastinya!

Lantas si uang 50 ribu tadi saya ambil lagi. Rasanya gimana?

Pasti agak kecewa, kan?

Tapi paling kecewanya sebentar doang, karena uangnya cuma 50 ribu.

Nah... Setelah si uang 50 ribu saya ambik dan Anda kecewa,

Sekarang saya kasih lagi tuh 100 ribu ditambah 1 juta, dtambah lagi 100 juta, teruuuuus saya kasih 1 milyar!

Gimana tuh rasanya? Seneng banget, kan?
Uuuh... Bukan seneng-seneng lagi, mas, pastinya buahagia pake buangettt! ๐Ÿ˜‚

Tapi... Di saat Anda lagi bahagia-bahagianya, tiba-tiba seketika uangnya saya ambil lagi semuanya! Pokoknya tu uang saya rampassss dari tangan Anda!

Kebayang gak seberapa kecawanya?
Sakit hati diambil uang milyaran dibanding sakit hati diambil uang 50 ribu, sakitnya sama gak?

Begitulah kawan, janganlah iri sama orang yang berkecukupan, bisnisnya jalan, tapi dia gak sholat dan juga gak rajin ibadah.

Sekali lagi... *jangan iri* ya, kawan-kawan. Karena sesungguhnya itu seperti perumpamaan di atas. Orang tersebut lagi dibuai... diangkatan tinggi-tinggi dan pada akhirnya dijatuhkan!

Na'uudzubillaahi min dzaalik!

Wallahu a'lam bishowab

*Employee of Allah*
*Sahabat Baitullah PPA*
[11/1 04:05] Puput Ayu: *Materi hari ke 2*

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad

Subhanallaah wabihamdi hi
Subhanallaahil 'adhim

*Konsep Ujian*

Baik ya kawan-kawan, sekarang kita lanjut dengan *konsep ujian*

Saya coba analogikan sesuatu, ya.
Misalnya di depan teman-teman ada sebuah gelas yg berisi air, air tersebut berguncang-guncang hebat sekali.

(baca baik-baik)... Saya pengen sekali "ngediemin" itu air, tapi caranya salah. Saya goyang-goyangkan gelas, *gregetan* berharap air itu akan tenang.

Nah... Pertanyaannya; ketika kita berusaha mau menenangkan isi air, tapi cara kita itu terlalu memaksa mendiamkan air dengan menggoyangkan air itu, kira kira airnya jadi diam atau malah tambah bergerak-gerak?

Begitulah dengan konsep ujian kawan kawan

Ketika datang masalah, biasanya kita itu dengan _sombong_ berusaha sekuat tenaga untuk segera menyelesaikannya. Kita cari solusi sekeras kita berfikir, rata-rata kita *Gregetan* ingin segera menyelesaikan masalah tersebut, tapi apa yang terjadi?

Ketika kita ada masalah dan sekuat tenaga kita cari solusinya, justru kita semakin pusing!

Betul ga?

*Malahan ketika kita sudah pusing, capek, kemudian kita menyerah, eh.....masalahnya kelar gitu aja!*

Ada yang udah pernah ngalamin kayak gitu?

Bisa dirasakan, ya? Dan pasti banyak yang pernah mengalaminya.

Nah makanya... Ketika kita ada masalah, _*sebaiknya kita tenangkan dulu kepala kita*_, kita diamkan dulu gelasnya.
Kita tenangkan dulu airnya.
Padahal permasalahan itu sebenernya solusinya dekeeet banget!
Cuma kadang-kadang kitanya yang _*terlalu sok aksi*_

Jadi sekali lagi, *ketika masalah datang jangan pernah mengawali dengan ikhtiar, tapi merenung dulu, berdoa mohon petunjuk Allah dulu* (jangan dibalik ya!)

Ketika ada masalah terus ikhtiar solusi ,
terus ga kelar. Baru deh berdoa... Lalu kemudian selesailah masalahnya. Akhirnya baru nyadar raga kita capek duluan kan?

๐Ÿ‘†๐ŸปJadi kalo ada masalah ga perlu ikhtiar, mas?

โ˜Bukan gitu juga, kita tetap ikhtiar, tapi jangan ikhtiar berontak. Berdoalah pada Allah, kemudian ikhtiar sewajarnya saja.

Ikhtiar berontak dimaksud adalah ikhtiar yang dilakukan karena kita tidak terima air itu berguncang, oleh karenanya kita ingin air itu cepet-cepet tenang.
Bahasa mudahnya kita tidak ikhlas ketika sesuatu menimpa diri kita.
Misalnya...
Anak nakal, hutang banyak, bisnis bangkrut, ditipu orang, lalu
kita mentah-mentah menolak dan "agak kesal menerimanya."

Lantaran kita tidak menerimanya itulah, maka kita berusaha mengubah sesuatu itu dengan secepatnya.
Yang terjadi pada akhirnya malah makin kacau.

Contoh:
Kawan-kawan punya anak yang _bandel,_pastinya kita inginkan anak tersebut jadi baik, kan?
Ingin kebandelannya cepet selesai, kan?
Kalo sudah begitu, biasanya kita malah jadi membentak anak kita, betul ya? _"Kamu ini gimana sih? Dibilangin ko susah banget! Nurut ga?"_

Semakin Anda galak sama anak dan makin nafsu menyelesaikan masalah, anehnya permasalahan tersebut malah tambah bikin ruwet. Dan si Anak malah tambah "bikin onar."

Terus caranya gimana?

Begini kuncinya;
*Setiap ada masalah, jangan langsung gundah, tapi tangkap dulu dan ambil pesan cintaNya.*

Kira-kira Allah mau kita apa, kita ingat-ingat beberapa waktu yang lalu kita melakukan apa? Ibadah kita selama ini gimana? Intinya, setiap ada masalah kita terima dulu, ikhlas dulu.

Gimana tanda ketika pesanNya udah kita ambil?

Tandanya... Hati kita ini jadi tenang, ikhlas, ridho.
Kalo udah kaya gitu, biasanya masalah kelar sendiri tanpa kita harus capek-capek buang energi.

Hal itu juga berkaitan dengan ketika kita memotivasi orang lain.

Kawan-kawan, *Bahaya* loh kalo ada orang yang lagi jatuh ketimpa masalah, terus kita malah motivasinya.

Loh, kok *bahaya?*

Bahasa jelasnya gini... Orang tuh kalo lagi ditimpa musibah atau masalah, berati Allah lagi sayang sama itu orang, *Allah lagi ingin deket-deket sama dia*, makanya diamkan aja dulu, nasehatin buat tenang dan cari pesan cintaNya.
Bukan malah dimotivasi agar kuat dan dikasih semangat melangkah lagi yang pada akhirya justru mengakibatkan pesannya ga sampai. Dia malah fokus lagi ke ikhtiar, bukannya fokus ke Allah.

Moga kawan-kawan ga bingung, ya. ๐Ÿ˜Š

#

Jadi... Allah itu ketika memberi kita masalah, sebetulnya bukan untuk kita segera nyari solusi, tapi agar kita kembali fokus dulu pada Allah, mendekat dulu ke Allah, curhat dulu ke Allah.

Coba deh kalo misal kita motivasi, terus yang bersangkutan semangat lagi ikhtiar tapi ga berdoa dan malah mendewakan ikhtiar? Astaghfirulloohal 'adziim... ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
Pastinya Allah makin jauuuh sama dia (Na'uudzubillaahi min dzaalik)

Moga penjelasan saya bisa kawan-kawan pahami, ya.

Intinya kuatkan niat fokus on Allah dulu, baru yang lain.

Dunia PPA itu dunia _"keajaiban,"_ tapi... Bagi yang. mau aja sih. Yang mau fokus kerja keras, yaaaa monggo.

Inget kan kisah nabi Yunus yang kisahnya sering kita dengar?

Ketika nabi Yunus ditelan ikan Paus, fokusnya nabi Yunus bukan mencari jalan keluar, tapi dia merenung dulu ke dalam hatinya, mencari pesan CintaNya. Begitu sudah paham, nabi Yunus mengakui kesalahan dirinya dan terus berdoa, sehingga pada akhirnya Allah jualah yang menyelesaikan masalahnya.
Dan karena Allah sudah menghendaki, maka masalah pun selesai dengan sendirinya.

Kok bisa ya, mas?

Bisa! Asalkan kita tidak sombong, dan *Total Bergantung padaNya.*

๐Ÿ‘‰Melanjutkan materi tentang total bergantung, mohon kawan kawan sekali lagi harap dibaca pelan-pelan, ya.
Mohon dipahamkan oleh Allah SWT (Aamiin....)

Kalo belom paham juga moga dimudahkan Allah untuk bisa ikut private classnya (karena rasanyat lebih beda)

Baiklah...

Kawan-kawan yang saya cintai karena Allah,
*Total Bergantung = DIPENUHI*

Ketika kita total bergantung (berserah diri/ tawakkal) pada Allah, hajat kita pasti dipenuhi olehNya.

Jika kawan-kawan praktekan pola ini, insyaa Allah bi idznillah...

Hutang milyaran jadi lunas!

Mau mobil gratis, bisa!

Umroh gratis, mudah!

Masalah keluarga terselesaikan dengan mudah.

Hal tersebut di atas banyak dibuktikan oleh testimoni Alumni PPA.

Intinya, kita hanya total bergantung (tawakkal) pada Allah.

Baik, saya jabarkan ya, biar ga bingung.

Begini...
Awal mula kita diciptakan bentuknya apa?

Ruh!

Ketika kita berbentuk ruh, kita bisa apa?

Ga bisa apa-apa kan? Total bergantung pada Allah, kan?

Dan ketika ruh total bergantung pada Allah, kebutuhan si ruh ini dipenuhi olehNya.

Kira-kira apa kebutuhan ruh itu?

Jasad!

Terus, kebutuhan sperma apa?

Sel telur, kan?

Apakah dulu kita latih sel sperma kita agar bisa lebih cepat sampai ke sel telur?

Engga, kan?
Total bergantung padaNya dan Allah yang memenuhi kebutuhan sel sperma akan sel telur.

Lanjut lagi...
Setelah sperma bergabung dengan sel telur, makanya jadilah zigot.

Terus, apakah zigot kita arahkan atau urut-urut supaya berenang ke rahim?

Jawabannya... Pasti engga, kan?

Total bergantung pada Allah, dan Allah yang mengarahkan zigot agar pindah ke rahim.

Dan seterusnya, dan sebagainya. Kalo dijelasin, bakalan panjang!

Dengan total bergantung padaNya, pasti Allah akan penuhi segalanya.

Contoh lagi...
Anggap aja bayinya sudah lahir.

Apakah bayi yang sudah lahir terus bisa berusaha sendiri? Minum dan makan langsung ambil sendiri?

Engga!

Bayi itu total bergantung pada Allah.

Dia tinggal
Oeeeek... Makanan datang.
Oeeeek... Susu datang.

Oeeeek... Popok datang.

Oeeek... Minyak telon datang.

๐Ÿ‘†(tentu saja semua ada perantaraNya)

Semua orang dibuat jatuh cinta pada bayi tersebut, dan semua kebutuhannya dipenuhi.

Itu karena bayi total bergantung pada Allah.

Lalu... Sekarang ini kita udah berapa kali _oek-oek_nangis, tapi kenapa masalah ga kunjung kelar?

Berapa kali kita _oek-oek_ nangis, tapi mau umroh ko rasanya susah banget?

Itulah bedanya, kawan-kawan.
_oek-oek_ kita ini udah ada _*"berhalanya!"*_
Beda dengan oeknya bayi yang mengandung TAUHID, pasrah, bergantung penuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata'aala.

Karena bayi _"sadar diri"_ dia ga bisa melakukan apa-apa, kecuali atas izin Allah.

#

Kawan-kawanku yang saya cintai karena Allah.

Yang membedakan kita dengan bayi, adalah dari total bergantungnya.

Kalo bayi total bergantung pada Allah itu "full" maksimal, oleh karenanya semua kebutuhan bayi di penuhi oleh Allah.

Beda dengan kita manusia yang sudah dewasa.
Kita mah makin dewasa malah makin kurang bergantung pada Allah (?)

Kalo mau umroh, pasti bilang/ nyebutin uang.

Kalo mau kerja, pasti bilangnya butuh ijazah.

Betul, ga?

Malahan ketika kita diajari atau diberitau bahwa kita ini butuh Allah, eh kita malah bilang ga logis (Sungguh tragis!) ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Astaghfirulloohal 'adziim...

Kita masih berpikiran bahwa yang ngasih kita rezeki itu bos!

Kita masih meyakini bahwa yang bisa bikin bahagia itu... keluarga, jabatan, dan lain-lain.

Contohnya kalo di antara kita ada yang di-PHK, pasti deh ada berujar; "duh, mau makan apa nih kita?"

Padahal ya, rezeki makan kita itu sudah dijamin oleh Allah.

Ga percaya?

Coba sekarang Anda resign, ga usah kerja, kira-kira... bakalan mati kelaparan, ga?

Buktinya orang gila aja ga kerja, masih idup, tuh!

Begitulah kawan-kawan, bisa jadi juga yang menyebabkan doa kita ga segera dikabulkan oleh Allah, karena...
- Ketika berdoa minta rezeki, fokusnya moga moga dapet THR.

- Ketika berdoa minta mobil, fokusnya moga dapet undian berhadiah.

- Ketika berdoa minta umroh, fokusnya moga gaji naik.

Dan lain-lain yang bersifat keduniaan (duniawi)

Astaghfirulloohal 'adziim... Sampai-sampai di saat berdoa pun fokus kita bukan ke Allah. Padahal Allah yang memberi kita rejeki.

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Itulah hambatannya kawan-kawan, kita terlalu bergantung pada makhluk. Padahal kalo bergantung pada makhluk, kita tuh pasti was-was dan ujung-ujungnya harus rela merasakan 'sakit hayi' dan kekecewaan.

Kalo udah banyak bergantung pada makhluk, gimana Allah mau mengabulkan doa-doa kita?

Tau syirik, kan ya?

Itulah syirik-syirik kecil kita, kebanyakan dari kita bergantung pada mahluk.

๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Terus mas Reza, gimana cara memahamkan hati agar total bergantung pada Allah?

Ada 3 level pemahaman yang harus dilalui, yaitu:

*1. Dengan menyendiri dan memikirkan hakikat diri, penciptaan kita, kita tahajud mohon petunjuk Allah, kita renungi dan pahami siapa sebenarnya yang mengatur rezeki kita, bos ataukah Allah?*
(inget ya... Pasrah aja, jangan ngebut, jangan terlalu menggebu, karena yang memahamkan kita hanyalah Allah)

*2. Cara tercepat adalah dengan benar-benar hadirkan suasana yang membuat Anda total menyerah pada Allah.* Misalnya... yang ingin bebas dari riba, ya sudah tinggalkan semua harta yang ada kaitannya dengan riba. Jalanin hidup dengan pasrah pada Allah, dan fokus ibadah yang utama, ikhtiar yang kesekian.

*3. Menjaga pertemanan dengan kawan-kawan yang sudah mencapai level total bergantung padaNya.*
Moga group ini menjadi wasilahnya, tetapi bukan berarti saya lebih baik daripada Anda, ya.
Saya juga masih berlatih dan terus melatih diri untuk total bergantung hanya ada Allah.

*"Dan Dialah yg berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya, dan Dialah yanng Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui" (Qs Al An-am18)*

#

Allah itu sutradara terbaik, penulis scenario yang handal. Mudah bagi Allah melakukan apapun atas diri kita.

Ahhh....ga masuk akal, mas?

Ya... Kalo logika kita masih saja

Address

Jalan Diponegoro Kuripan Kidul Kesugihan
Cilacap Regency
53274

Telephone

+6285647865428

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kube Mart 1 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share