17/08/2021
[Manusia itu Mulia]
Dalam Islam, manusia itu mulia. Allah menciptakan manusia, dan memuliakannya di atas makhluk Allah yang lain. Ada 2 macam pemuliaan.
1. Pemuliaan umum
Allah Ta'ala berfirman
(۞ وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِیۤ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَـٰهُمۡ فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَـٰهُم مِّنَ ٱلطَّیِّبَـٰتِ وَفَضَّلۡنَـٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِیرࣲ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِیلࣰا)
"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna." (Al-Isra : 70)
Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini, bahwasanya pemulian Allah kepada manusia di atas makhluk yang lainnya termasuk padanya penciptaan manusia, di mana manusia diciptakan dengan postur yang beragam, dengan bentuk yang sempurna dan manusia hidup di bumi tidaklah seperti hewan. Dan untuk bertahan hidup, manusia diberikan akal untuk berpikir, mempunyai tujuan, dan merenung. Manusia dikhususkan dengan makanannya, minumannya, dan pakaiannya, berbeda dengan hewan. Manusia bekerja untuk mendapatkan harta yang digunakan untuk bertahan hidup. Makan dengan makanan yang dimasak, minum dengan air yang bersih, dan berpakaian. Berbeda dengan hewan yang tidak berpakaian dan makanannya pun mentah. (Al-Jami' Li Ahkamil Qur'an (299/10))
2. Pemuliaan Khusus
Yaitu dengan hidayah kepada agama ini, dan taufik untuk ta'at kepada Rabb 'Alamiin. Ini adalah pemuliaan yang sesungguhnya.
Allah ta'ala berfirman:
(أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ یَسۡجُدُ لَهُۥ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَمَن فِی ٱلۡأَرۡضِ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ وَٱلنُّجُومُ وَٱلۡجِبَالُ وَٱلشَّجَرُ وَٱلدَّوَاۤبُّ وَكَثِیرࣱ مِّنَ ٱلنَّاسِۖ وَكَثِیرٌ حَقَّ عَلَیۡهِ ٱلۡعَذَابُۗ وَمَن یُهِنِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّكۡرِمٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ یَفۡعَلُ مَا یَشَاۤءُ ۩)
" Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barang siapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki." (Al-Hajj: 18)
Barangsiapa yang tidak diberikan taufik kepada iman, dan tidak menta'ati Ar-Rahmaan, maka ia hina dan tidak dimuliakan. Dan kadar seorang insan dalam pemulian, keselamatan dari penghinaan sebanding dengan kadarnya dalam iman, baik secara perkataan, keyakinan dan perbuatan. Barangsiapa yang mencari kemuliaan selain dari agama ini, maka ia tercela.
Hendaknya seorang mengetahui 2 jenis pemuliaan ini, sehingga ia mengetahui bahwa Allah memuliakannya dengan harta, kesehatan, bersusah payah dalam keta'atan, bersungguh-sungguh mencari keridhoan-Nya. Karena, apabila ia tidak mengetahui hal tersebut, maka Allah 'Azza wa Jalla akan menanyakan kepadanya pada hari kiamat tentang pemuliaan ini.
(Takriimul Islam Lil Mar-ah, Syaikh Abdurrozak bin Abdul Muhsin Al Badr)