02/07/2026
Kitab Manbaul Barokat Fi Sab'i Qira'at
Jilid 1 (Juz 1-3) & Jilid 2 (Juz 4-6)
Penulis:
1. Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA
(Pakar ilmu Qiro’at)
2. Dr. Romlah Widayati, MA
Kitab ini membahas ttg qiro’ah sab’ah menurut thariqnya imam syathibiyyah. Seperti dlm muqoddimah kitab, sebenarnya kitab ini diperuntukkan utk mahasisiwi IIQ Jakarta agar mudah & ringkas dalam mempelajari ilmu qiro’at. Karena melihat ada kesusahan mahasisiwinya dlm mempelajari ilmu ini, mengingat banyaknya khilaf antar imam qiro’at tentang kalimat-kalimat yg terdapat dlm al-Qur’an. Baik itu pada ushul qiro’at atau farsyul huruf, ditambah lagi kesusahan ketika mahasiswi ingin menjama’ qiro’at pada satu ayat.
Adapun metode yg dipakai dalam kitab ini adalah sebagai berikut:
1. Penulisan ayat-ayat al-Qur’an sesuai tartib mushaf, ayat per-ayat.
2. Merinci setiap ayat dan kalimat-kalimatnya, jika ada ikhtilaf antara ulama’ qiro’at, baik itu berkaitan dgn ushul qiro’at atau farsyul huruf, kemudian juga disertakan bait nadzam syathibiyyahnya. Apabila penjelasan ikhtilaf itu tlh dijelaskan sebelumnya, maka dikatakan jaly, atau dzahir, atau wadlih, atau sabaqa bayyanahu qariban, atau ma ila dzalik. Penulis juga Memberikan warna merah pd kalimat yg ikhtilaf, agar pelajar lebih mudah mengidentifikasi mana kalimat yg ikhtilaf.
3. Menjelaskan ushul qiroa’at, baik itu dlm bentuk tabel atau yg lainnya.
4. Menjelaskan cara menjama’ qiroa’ah sab’ah, sebagai berikut:
Dimulai dengan imam Qolun.
Apabila ada yg sesuai dg qiro’ah imam qolun baik qurro’ maupun ruwwah, maka kami katakan indaraja ma’ahu atau wawafaqohu ma’ahu fulan wafulan, kemudian diiringi qiro’ah yg sesuai dg imam qolun sampai akhir ayat.
Apabila terdapat dlm ayat “mad munfashil”, maka dimulai dg wajah qoshor terlebih dahulu, diteruskan tawasuth, kemudian thul.
Jika terdapat “mad muttashil” dalam ayat, maka dimulai dg wajah tawashut bagi kelompok yg membaca tawasuth, kemudian thul sesuai dg kelompok yg membacanya. Dan apabila ada mim jama’, maka dimulai dg sukun kemudian wajah shilahnya.
Apabila dlm suatu ayat, ada beberapa wajah untuk satu rawi yg tidak memungkinkan untuk menjama’, maka disebutkan wajah-wajah yg diperbolehkan, & tidak menyebutkan wajah-wajah yang tidak diperbolehkan. Seperti mengumpulkan dzawatul ya’ dan mad badal bagi imam warasy serta selain contoh itu.
Apabila ada dalam satu kalimah itu terdapat beberapa wajah untuk beberapa qori’, seperti mad muttashil, maka mulai dengan qori’ yang awal dalam tertib qiro’ah. Dimulai dari Nafi’, Ibn Katsir, Abi Amr, Ibnu Amir, ‘Ashim, Hamzah, kemudian Ali al-Kisa’i.
Adapun rujukan penulis dalam menyusun karya ini adalah dari kitab-kitab qiro’ah sab’ah, seperti kitab khirzul amani wawajhut tahani buah karya Imam Syathiby. Dan dari kitab karangan guru-guru penulis, yaitu kitab al-Budur al-Zahiroh fil-Qiro’atil ‘Asyri al-Mutawatiroh, buah karya Syaikh Abdul Fattah bin Abdul Ghani al-Qadzi, dan kitab Taqribul Ma’ani fi syarhi hirzul amani fil Qiro’atis sab’ dan lain-lain.
Selamat Membaca!
Harga Rp 320.000
Berminat?
👉 WhatsApp: wa.me/6285282919827