01/04/2021
*BACA, INI TENTANG HALAL-HALAL*
Sebelumnya, terimakasih banyak untuk seluruh team yang luar biasa percaya.
Dimana percaya adalah landasan pertama dalam menjalin hubungan,
Apalagi, hubungan bisnis rasa saudara di Laili Waiteu.
Sebagaimana temen2 tahu, di bulan akhir agustus saya memulai Laili Waiteu, produk ini belum sempurna,, bersyukurnya luar biasa mendapat kepercayaan dr beberapa dokter dan kawan2 pengusaha, niatnya satu, bagaimana kami saling berangkulan bangkit pada masa pandemi.
Saya menyaksikan dg mata kepala sendiri, temen2 seperjuangan mendidirikan usaha, hari itu, menutup habis usaha mereka.
Sementara perijinan di Indonesia, sama sekali tidak susah, tp lama. Dan saya rasa jika anda betul pengusaha, anda paham apa yang saya maksud.
Alhamdulillah, niat itu, dijaga, beroleh keuntungan? Lupakan, intinya karyawan makan dan temen2 seperjuangan saya bangkit, sudah selesai
Saya memulai dg memutar uang untuk membiayai langkah pertama, waktu itu kami ber 13 org.
13 org itu hari ini, semuanya Milyader, semuanya punyak asset, dg 0 modal. Ya, di awal, saya take risk memodali mereka. Org2 yang percaya. Sekali lagi, kepercayaan.
Jangan bicara untung, resiko yang saya ambil dg memutar uang satu2nya milik perusahaan dg harapan bs memberikan bulan yang panjang ditengah sejawatnya dipecatin satu demi satu
Alhamdulillah, BPPOM di akhir oktober keluar. Bungkamlah yang menceracau di luar.
Saya tdk pernah melanggar ketentuan apapun dalam agama yang saya anut,
tp saya punya kepala dan rasa.
Ketika di depan mata saya, anak2 org, istri2 orang, meraung2 mintak makan sementara suami mereka di PHK, usaha mereka luluh lantak, agama saya meminta saya empathi dg tindakan, bukan omong kosong
Berikutnya, setelah BPPOM, kami melaju mendaftarkan halal, yang tdk mudah. berkas ditaroh lalu kami menyiapkan A-Z perlengkapan,
Selama itu, saya menjaga impian banyak org. Yang tdk lagi pada perut dan makan. Tp diatas itu. Pada harapan, pada tumpuan,
Hingga, desember, saya diusik tentang Halal. Rumus yang patah, karena yang mengusik hal yang sedang saya upayakan ternyata, sesama manusia beriman.
Naif, tp saya ditakdirkan penjadi petarung. Apa yang saya yakini harus terjadi.
Melewati caci, maki, apalagi org2 berakal sempit, bahkan nama saya menjadi teramat najis diucapkan bahkan oleh Kyai saya sendiri.
Belum lagi, pondok2 yang saya sumbang, org2 beragama yang saya berikan makanan, mereka berseru dg pemahaman kumuh, bahwa harta saya haram. Tp tdk menolak untuk ditelan?
Langsung logika saya njungkir,
Bedebah.
Saya menggelar sujud2 panjang meminta keadilan dan perhitungan.
Berusaha berpikir dan melihat, siapa mereka???
, yang rejekinya tdk pernah dibuat sebesar saya, berani menyenggol apapun yang saya buat.
Tp saya sadar. Allah sedang memberikan saya kesempatan, untuk tunduk merunduk dalam khusuk. Untuk melihat, apa yang saya ucapkan senada dg perbuatan.
Tiba2 belajar ilmu ikhlas,
toh apa yang dimaksud kehilangan,
ketika kita dilahirkan bukan siapa2 dan tanpa apa2?
Apa yang hilang?
Manusia yang merasa hilang padahal dia tdk punya apa2, bukankah ia sombong? Menjelma seperti sifat Iblis?
Itu pemahaman yg saya masukkan.
Semoga, temen2 yang terdampak, halal2 an, mendapatkan kemenagan yang serupa.
Perusahaan ini, dr awal, tdk pernah menjamin rasa nyaman. Buat apa?
Rasa nyaman itu, bukan makanannya pengusaha.
Saya tidak pernah berniat menjadikan anda "PASUKAN PENJUALAN" TIDAK PERNAH, yang kerjanya berjualan saja, seumur hidup anda, meloncat dr satu produk ke product lainnya, tanpa berdikari bagaimana berdiri pada tumpu kaki
Kalau hanya menjual, untuk apa saya berpikir siang malam bagaimana cara anda membangun rumah,
bagaimana cara anda membangun rumah sakit,
bagaimana cara anda merdeka,
Bagaimana cara anda nagih utang? Lalu saya membayar segerombolan org untuk menagih utang anda?
Konyol bukan?
lalu ngajar pontang panting dan mengajar 3 hari non stop di setiap minggu menemani sampai berkabut malam bahkan sering berkompromi dg suami dan keluarga, untuk hari2 yang kadang sangat sulit dan sempit untuk mereka
maaf,
saya tdk sebodoh itu dan tidak semiskin itu jika hanya untuk cari duit.
Tapi, kita sudah bertemu.
Pertemuan dua manusia, itu takdir Allah. Tidak tiba2, sudah tercatat.
Anda semua, adalah, bagian terpenting dr perusahaan ini.
Tiang yang mengokohkan.
Atap yang melindungi.
Bahkan, besi2 yang membangun....
Yang tanpa kalian semuanya, yang percaya,
bahwa harapan itu ada, bangunan besar itu,
tidak akan pernah ada.
Sering saya mendapat banyak pertanyaan
"Ms, disini kenapa ya? Pas halal kmrin, saya loncat produk lain, lbh bagus ownernya jugak kuat branding, kok tdk seperti disini?"
Bagi yang tanya, kenapa di Laili bisa selaris ini,
di produk yang lebih dahsyat,
lebih keren ownernya,
lbh kaya ownernya,
Kok sepi?
Saya beritahu, karena membangun usaha, tdk semudah itu. Otak dan hati harus sejalan. Logika dan emphati juga kualitas manusia, kudu dijaga.
Hari ini, kita, untuk itu.
Terimakasih banyak ya, sudah membersamai, walau banyak caci maki. Saya dg sengaja membagi ini, perjalanannya pengusaha.
Dan ke depan, saya tdk pernah menjanjikan rasa aman apalagi nyaman.
Tidak akan pernah ada.
Karena rasa tdk nyaman, yang menjadikan anda bertumbuh, berlipat kali.
*I love you, more and more*🥺
NB:
-Tidak perlu gaduh menganti kemasan, waiteu sudah laku 13juta box tanpa logo halal
-cukup kirim ID dr website ke customer jika ada yang tanyak halal2 an