19/08/2022
Revolusi Kopi
Parakan, Temanggung, sudah lama dikenal sebagai penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Keberadaan Gunung Sindoro dan Sumbing menjadi tempat terbaik tumbuhnya tembakau, karena ketinggian, kesuburan dan limpahan sinar matahari.
Tahun 1980 an, sewaktu harga tembakau tinggi luar biasa, banyak cerita "kekalapan" petani tembakau membelanjakan uang hasil panen untuk barang² yang tidak dibutuhkan. Kipas angin, kulkas, dll, dibelinya meskipun di desa² belum terjangkau listrik. Namun, di awal masa tanam, barang² tersebut hampir seluruhnya dijual lagi untuk modal menanam tembakau. Kondisi ini menjadi horor berkepanjangan, mungkin karena komoditasnya tidak berkah atau sistem perdagangannya yang tidak adil.
Namun kini tembakau bukan lagi komoditas yang menjanjikan. Harga tembakau nyaris tidak berubah sejak tahun 1990, di kisaran Rp80.000 per kg, bahkan di tahun lalu hanya Rp50.000, sedangkan biaya tanam sudah naik berlipat². Alhasil petani sering rugi.
Selain itu, ancaman kerusakan lingkungan juga di depan mata. Dengan kemiringan curam tanah pegunungan, mengharuskan adanya tanaman yg dapat menahan arus air ketika hujan. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh tanaman tembakau yang tidak punya akar kuat.
Dengan kondisi tersebut, memicu Pak Tuhar, dedengkot petani tembakau kala itu, untuk berpikir mencari alternatif komoditas tanaman yang menguntungkan sekaligus dapat mengatasi kerusakan lingkungan. Setelah melalui serangkaian pencarian, dipilihlah: kopi.
Karena ketinggian tanah Parakan, utamanya daerah Posong, yang di atas 1.800 mdpl, kopi Arabika menjadi pilihan yang pas. Apalagi harga kopi Arabika lebih mahal, dan cita rasanya lebih kaya, menjadikan kopi arabika sebagai pilihan yang menjanjikan.
Perjuangan pak Tuhar tidak ringan. Awalnya banyak tentangan dari petani untuk beralih dari tembakau ke kopi. Namun hasil dari usahanya tidak sia². Saat ini sudah banyak hamparan kebun yang terisi dengan tanaman kopi. Dan Tuhar sebagai maestronya.
Tentu, saya sebagai penikmat kopi juga senang dengan usaha sang maestro dan tim ini.
Dua hari ini, saya berkesempatan healing di taman posong, pesta kopi, dan tentu melirik² bisnis kopi.