19/07/2022
LATIH KECERDASAN OTAK ANAK DENGAN PERMAINAN PUZZLE
Mainan bongkar pasang atau puzzle adalah permainan edukatif yang telah ada sejak abad ke-18. Permainan ini masih eksis hingga saat ini, karena terbukti dapat melatih kecerdasan otak anak!
Manfaat puzzle untuk melatih kecerdasan otak anak bahkan telah terbukti lewat berbagai studi. Disebutkan bahwa permainan yang satu ini ternyata dapat menstimulasi kedua bagian otak, sehingga dapat mengasah berbagai fungsinya dengan optimal.
Berikut ini adalah beberapa manfaat permainan puzzle untuk kesehatan otak anak:
1. Melatih Memori
Bermain puzzle membantu anak memahami dan mengikuti instruksi dalam mencapai suatu tujuan.
Permainan ini pun dapat melatih memori, karena anak akan mencoba untuk mengingat kembali potongan gambar, pola, atau kata-kata agar bisa sesuai satu dengan lainnya.
2. Mengasah Keterampilan Visuospasial
Sebuah studi dari Universitas Chicago di Amerika Serikat pada tahun 2011 menemukan bahwa manfaat bermain puzzle yang rutin pada anak balita adalah meningkatkan kemampuan keterampilan visuospasial.
Keterampilan visuospasial adalah suatu skil yang berhubungan dengan persepsi dan hubungan-hubungan ruang.
Kemampuan ini dapat terasah dengan bermain puzzle, karena anak dituntut untuk mengenal dan memahami bentuk, ukuran, warna, serta ruang.
3. Mengasah Keterampilan Motorik Halus
Saat bermain puzzle, anak diminta untuk memasang atau memindahkan potongan kecil atau besar, melingkari huruf atau kata-kata, memutar kenop, atau memasukkan potongan gambar ke dalam lubang tertentu yang sesuai.
Semua aktivitas tersebut akan mengasah keterampilan motorik halus, yang sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Mengembangkan keterampilan ini sejak dini akan memudahkan anak saat belajar menulis, menggambar, dan bermain instrumen musik.
Artikel Lainnya: 5 Manfaat Mengejutkan Bermain Puzzle untuk Anak
4. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan
Baik puzzle bergambar, teka-teki silang, bentuk yang cocok atau tidak cocok, semuanya membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan.
Melalui permainan puzzle, kemampuan anak untuk menghubungkan apa yang dilihat oleh mata dan bagaimana tangan berespons terhadap hal itu akan terasah dengan baik.
5. Melatih Keterampilan Sosial
Ada banyak jenis puzzle yang membutuhkan kerja sama dengan orang lain untuk memecahkan kerumitannya.
Hal ini akan mendorong anak untuk bekerja dan bermain bersama-sama, baik dengan orang tua ataupun teman sebayanya.
Memainkan puzzle dalam kelompok akan membantu anak memahami apa artinya kesabaran dan kerja sama, serta belajar mengetahui gilirannya.
6. Mengasah Kemampuan Memecahkan Masalah
Setiap puzzle memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai. Tujuan itu dapat berupa sebuah gambar yang utuh, berhasil mencocokkan semua bentuk, atau melengkapi teka-teki silang.
Saat anak mulai bermain puzzle, ia akan melihat bahwa ada langkah-langkah yang perlu diambil untuk menyelesaikannya.
Dari sini, anak belajar untuk bisa memecahkan masalah yang dihadapinya dengan pola berpikir kreatif.
7. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Permainan puzzle dapat memberikan dorongan pada anak-anak untuk menyelesaikan dan mencapai sebuah tujuan.
Secara tak langsung, hal tersebut memberikan dorongan pada si Kecil untuk lebih percaya diri dalam mengatasi berbagai tantangan.
Pada dasarnya, puzzle adalah segala jenis permainan yang memiliki dua ciri utama: dirancang untuk menghibur dan ada solusi yang jelas.
Untuk mendapatkan solusinya, dibutuhkan kemampuan berpikir serta strategi untuk memecahkan masalah.
Selama ini mungkin yang Anda kenal hanyalah jigsaw puzzle, yaitu puzzle yang terdiri dari potongan-potongan kecil yang disatukan menjadi suatu gambar yang utuh.
Namun sebenarnya, puzzle memiliki banyak variasi. Sebagai contoh adalah kubus rubik, scrabble (permainan menyusun kata), sudoku (teka-teki logika dengan angka), teka-teki silang, dan lainnya.
Agar tidak salah, berikut ini beberapa pilihan puzzle anak berdasarkan usia:
0-3 Tahun
Anda bisa memulainya dengan puzzle dua dimensi yang memiliki potongan-potongan besar atau puzzle balok.
Puzzle berpotongan besar akan membantu si Kecil memegang dan menyusunnya dengan mudah. Seiring bertambahnya usia, Anda bisa memilih puzzle yang berukuran lebih kecil, yaitu sekitar 8-20 potongan.
4-8 tahun
Saat anak sudah memasuki usia sekolah, Anda bisa mengenalkannya dengan jenis puzzle yang ukurannya lebih kecil, tiga dimensi, atau variasi puzzle lain sesuai minat si Kecil.
Untuk Pembelian : https://www.lazada.co.id/shop/child-education-store