Mata Sehat

Mata Sehat Sekarang tidak perlu khawatir lagi dengan masalah mata minus, katarak, infeksi yang menyebabkan keru Bahayanya lagi!!

Di era serba digital sekarang ini, banyak mereka belum menyadari resiko besar terkena mata minus di akibatkan keseringan melihat layar visual seperti laptop, gadget dan televisi. Tidak hanya itu, permasalahan pada mata biasanya diakibatkan dari lingkungan kerja, pola makanan yana tidak sehat bahkan kurangnya waktu istirahat. Ternyata, permasalahan pada mata tidak hanya dialami orang tua dan dewasa

saja. Banyak anak-anak sudah mengalami gangguan pada mata mereka. Memang menyedihkan dan membuat keadaan menjadi stres tidak karuan. Padahal ada yang lebih PENTING, bagaimana caranya tetap FOKUS untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi tidak sekedar coba-coba dan buang-buang waktu dan biaya. Jika sudah terlanjur atau ingin mencegah maka gunakan formula herbal menghadapi masalah pada mata.

Inilah Penyakit Mata yang Umum TerjadiPenyakit mata adalah gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi pada masyarakat....
02/01/2021

Inilah Penyakit Mata yang Umum Terjadi
Penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi pada masyarakat. Keluhannya bisa berupa mata merah, gatal, perih, gangguan penglihatan, hingga kebutaan. Dari sekian banyak penyakit mata, ada beberapa penyakit mata yang umum terjadi di Indonesia.
Penyakit mata bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Perawatannya pun beragam, ada yang sembuh dengan sendirinya, ada juga yang membutuhkan pengobatan medis (misalnya dengan obat sakit mata) dari dokter spesialis mata. Untuk mengantisipasinya, lakukan pemeriksaan mata secara rutin agar penyakit mata cepat terdeteksi dan diobati sedini mungkin.
Berikut adalah beberapa penyakit mata yang umum terjadi di Indonesia:
1. Konjungtivitis
Penyakit mata ini terjadi ketika jaringan lunak di sekitar mata meradang dan membuat mata merah, berair, perih, dan gatal. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, mata dapat menjadi bernanah. Kondisi ini adalah salah satu hal yang sering membuat sakit mata pada anak dan orang dewasa.
Pengobatan konjungtivitis disesuaikan dengan penyebabnya. Jika konjungtivitis disebabkan oleh alergi, penanganannya adalah dengan menjauhi pemicu alergi dan menggunakan obat antihistamin.
Jika disebabkan oleh infeksi virus, konjungtivitis dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Sedangkan untuk konjungtivis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dibutuhkan pengobatan dengan obat tetes mata atau salep mata antibiotik.
2. Mata Kering
Mata kering bisa terjadi pada siapa saja, namun keluhan ini lebih sering dialami oleh lansia dan pada wanita. Penderita mata kering akan merasakan gejala berupa mata terasa berpasir atau seperti ada benda asing di mata, mata merah, terasa perih atau gatal, dan silau.
Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kurangnya produksi air mata, penyakit autoimun, infeksi, iritasi, alergi, kekurangan nutrisi, mata terlalu sering terpapar angin atau sinar matahari, hingga efek samping obat-obatan.
Mata kering bisa ditangani dengan penggunaan obat tetes air mata (artificial tears), atau obat untuk meningkatkan produksi air mata. Selain itu, faktor penyebab mata kering juga perlu diidentifikasi dan diobati.
3. Katarak
Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Penyakit mata ini membuat lensa mata terlihat keruh sehingga pandangan menjadi kabur. Katarak kebanyakan diderita oleh orang berusia 60 tahun ke atas. Namun pada beberapa kasus, katarak dapat terjadi pada usia yang lebih muda, bahkan pada bayi baru lahir.
Selain karena penuaan yang membuat protein di lensa mata menggumpal, katarak juga bisa disebabkan oleh penyakit diabetes, cedera pada mata, paparan sinar UV, kebiasaan merokok, dan efek samping obat tertentu, seperti kortikosteroid dan terapi radiasi. Jika sudah mengganggu penglihatan, katarak bisa ditangani dengan operasi katarak.
4. Glaukoma
Di Indonesia, glaukoma diperkirakan diderita oleh sekitar 6 juta orang. Glaukoma terjadi ketika saraf optik mata rusak sehingga penderitanya mengalami gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Kerusakan saraf optik tersebut disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata akibat adanya timbunan cairan di dalam mata.
Glaukoma dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih sering menyerang lansia. Penyakit mata ini merupakan salah satu penyebab utama kebutaan bagi orang yang sudah berusia di atas 60 tahun.
Pengobatannya bisa dengan obat minum atau obat tetes mata untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata. Langkah pengobatan lainnya bisa dengan operasi, baik operasi laser maupun operasi mata konvensional.
5. Kelainan refraksi (penglihatan buram)
Kelainan refraksi membuat penderitanya kesulitan melihat dengan jelas, karena fokus mata tidak jatuh pada titik yang seharusnya. Normalnya, fokus cahaya atau bayangan suatu objek yang ditangkap mata akan jatuh di bagian belakang mata, yaitu pada retina.
Pada penderita kelainan refraksi, fokus cahaya tidak jatuh tepat di retina. Akibatnya, objek tampak buram. Selain itu, kelainan refraksi juga bisa ditimbulkan oleh perubahan bentuk kornea atau penuaan lensa.
Kelainan refraksi bisa digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
Rabun dekat. Penderita tidak dapat melihat objek dekat dengan jelas karena fokus cahaya berada di belakang retina.
Rabun jauh. Objek yang berada di kejauhan terlihat buram akibat fokus cahaya berada di depan retina.
Presbiopi atau mata tua, yaitu mata kehilangan kemampuan untuk melihat sesuatu dengan jelas seiring bertambahnya usia. Penyakit mata ini disebabkan oleh otot-otot di sekitar mata yang kehilangan elastisitasnya dan mengeras.
Astigmatisme atau mata silinder. Kondisi ini terjadi akibat kornea atau lensa mata tidak melengkung seperti lingkaran, melainkan lebih cembung atau cekung. Akibatnya, pandangan jarak jauh maupun dekat akan terlihat buram.
6. Gangguan retina
Gangguan retina dapat memengaruhi bagian mana pun dari retina, yaitu lapisan di belakang mata yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan gambar ke otak. Berikut adalah beberapa gangguan retina yang umum terjadi:
Ablasi retina, yaitu retina robek atau terlepas akibat adanya cairan berlebih di sekitarnya.
Retinopati diabetik, yaitu gangguan retina yang terjadi pada penderita diabetes. Khususnya pada penderita diabetes yang tidak berobat teratur.
Epiretinal membrane, yaitu jaringan parut di atas retina.
Lubang makula, yaitu cacat kecil di tengah retina. Kondisi ini dapat terjadi ketika mata mengalami cedera.
Degenerasi makula, yaitu menurunnya kemampuan melihat akibat penuaan. Keluhannya dapat berupa ada titik hitam (titik buta) di tengah penglihatan.
Retinitis pigmentosa, yaitu penyakit degeneratif yang memengaruhi retina. Penderita penyakit mata ini dapat merasakan rabun di malam hari, penglihatan terganggu, atau mudah silau.
7. Kelainan kornea
Kornea adalah lapisan terluar mata yang membantu mata fokus menangkap sinar atau gambar dari suatu objek, serta melindungi mata dari kuman, debu, dan zat berbahaya. Berbagai kondisi yang dapat menyerang kornea adalah:
Cedera mata.
Alergi.
Keratitis, yaitu peradangan pada kornea akibat infeksi atau iritasi terhadap zat tertentu.
Ulkus korna, yaitu luka atau tukak pada kornea mata akibat infeksi, cedera, atau paparan zat iritatif pada mata. Penyakit mata ini dapat membuat mata nyeri, berair, silau, bahkan hingga kebutaan.
Distrofi kornea, yaitu kornea yang kehilangan kejernihannya karena adanya penumpukan zat tertentu pada permukaan atau di belakang lapisan kornea.
Selain berbagai penyakit di atas, masih ada banyak jenis penyakit mata yang dapat terjadi. Jika penglihatan Anda tiba-tiba kabur atau mata terasa nyeri, bengkak, atau mengeluarkan cairan, segeralah periksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.
Untuk mengatasi penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mata ahli infeksi dan imunologi.
Untuk Konsultasi silahkan Klik Whatsapp Cs Mata Sehat di sini ya kak https://wa.me/6287876823095 🙂
Disadur dari : Alodokter

Address

Depok
16454

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mata Sehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Mata Sehat:

Share