Belajar Yuuuk

Belajar Yuuuk Informasi & konsultasi GRATIS calistung usia dini. Menyediakan produk2 ABACA Group dan media belajar lainnya. 085946737435/581ce9f8/[email protected]

19/02/2022

Assalamu'alaikum..
Semangat pagi, tmn2 semua?
Apa kabar nih?

20/09/2020

Copas

JIKA SUATU SAAT NANTI KAU JADI IBU..
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..

Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun..
Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.

Rasulullah (Shallallahu 'Alayhi wa'ala-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.

Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shallallahu 'Alayhi wa'ala-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..

Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shallallahu 'Alayhi wa'ala-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..

Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..

Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
👉Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)..

☆☆☆

🌾Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..

jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..

Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..

Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan Imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah
👉Imam Ahmad bin Hanbal (Rahimahullah)..

☆☆

🌾Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..

Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..

Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sep**angnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..

Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
👉Imam Syafi’i (Rahimahullah)..

🍄🍄🌰🌰🌳🌳🌳

🌾Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..

Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..

Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi Imam Masjidil Haram, dan ia p**a yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..

“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak..

“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu tak bosan-bosannya mengingatkan..

Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi Imam Masjidil Haram dan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..

Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
👉'Abdurrahman As-Sudais (Hafizhahullahu ta'ala)..

🌼🌼🌼

🌾Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..

Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu..

Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..

Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafizhahullahu ta'ala)..

→→→
Maa syaa'aAllaah.. 🌹

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzuriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..

Aamiiin Allaahummay Aamiiin..

✒Repost dari grup al- Ummu Madrosatul

15/12/2018

dr. Gamal Abinsaid

Bismillah,

Ketika aku masih duduk di bangku kuliah dulu, aku bercita - cita menjadi seorang inspirator. Aku masih ingat, aku datang ke ruangan dosenku, dr. Arief Alamsyah. Aku katakan pada beliau tentang mimpi dan cita - citaku untuk menginspirasi. Dengan penuh kerendahan hati, beliau ajak aku ketika beliau berbagi, ajarkan aku menikmati setiap lantunan kata, dan ajarkan aku cara menginspirasi. Aku catat ilmu dan nasehat yang beliau kerap berikan.

Cita - cita itu tertancap kuat dalam hatiku. Aku isi lemariku dengan banyak buku-buku inspiratif dan aku habiskan banyak hari - hariku bersamanya. Hingga pernah, suatu malam aku bermimpi sedang memberikan inspirasi dihadapan banyak orang di sebuah gedung besar, mimpi itu membuatku terbangun di tengah malam. Aku yakin, cita-cita kita harus melampaui usia kita, melampaui uang kita, dan melampaui kemampuan kita.

Dengan pertolongan Allah, beberapa tahun kemudian aku berkesempatan menjadi pembicara dan berbagi inspirasi di lebih dari 17 negara di dunia. Memang benar, tidak ada kebaikan yang sempurna tanpa kesabaran, karena kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah kebaikan bertahan.

Semua berawal dari keinginanku belajar ke orang terbaik di dekatku. Oleh karenanya, jangan sia-siakan orang hebat di sekitar kita kawan. Seperti membuka botol, kalau tidak tahu caranya, kita akan tekan, banting, injak, padahal kita tinggal buka tutup botolnya. Jika kita lakukan apa yang orang berhasil itu lakukan, kita akan mendapatkan apa yang ia dapatkan. Kalau kita lakukan lebih, kita bisa dapatkan lebih. Aku percaya hasil tak pernah mengkhianati ikhtiar.

Tapi, jangan sekali - kali memberhalakan ikhtiar. Karena ikhtiar tanpa do'a dan tawakal adalah salah satu cabang kesombongan. Ada yang bekerja begitu keras, namun keberhasilan tak mendekat padanya, walau hanya sejengkal. Oleh karenanya, besarnya kerja kita dalam berikhtiar harus diikuti besarnya kerja hati kita dalam menjaga keikhlasan dan ketawakalan.

Akhir kata, periksa diri kita jika cita belum tertuai, jangan-jangan diri kita belum pantas untuk cita-cita itu.

20/11/2018

ORANG TUA SEKARANG MEMBUNUH ANAKNYA SECARA HALUS

Ada seorang operations manager dari client kantor saya yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang,
“Gak papa. Justru saya s**a nasi keras. Gak s**a tuh saya, beras sushi.”
“Kok s**anya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask.
“Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.”

This may be simple. But this, blew my mind.

Dan setelah saya menjadi orang tua, di sini lah saya lihat banyak orang tua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak.

“Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.”

“Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.”

“Waktu kecil, saya belajar ditemani lilin dan 2 buku. Sekarang anak saya, saya sekolahkan ke Inggris.”

We experienced the worst and therefore we tend to give the best.

The question is, is the best…is what our children need? Really?

Orang sukses itu menjadi sukses karena :
(1) dididik dengan benar, terlepas dari dari apakah dia kaya atau miskin
(2) dididik oleh kesulitan yang dia hadapi.

Kita akui ada anak orang kaya yang tetap jempolan attitudenya dan perjuangannya. Tapi kita lihat kebanyakan orang sukses juga dulunya sulit. Kesulitan (dalam beberapa kasus, kemiskinan) itu yang menjadi drive orang-orang untuk menjadi sukses. Ini adalah resep yang nyata. Kesulitan yang orang-orang sukses ini hadapi adalah ladang ujian di mana mereka menempa diri mereka menjadi orang sukses.

Pertanyaannya, jika kita ingin mencetak anak-anak yang bermental baja, kenapa kita justru memberikan semua kemudahan? Kenapa justru kita hilangkan semua kesulitan itu?

Karena dengan menghilangkan kesulitan-kesulitan itu, justru kita menciptakan generasi yang syarat hidupnya banyak.

Generasi Berikutnya

Apa yang terjadi dengan dari hasil thinking frame ‘dulu saya susah, saya tidak ingin anak saya susah’? Ini yang terjadi:

Anak dari teman ibu saya terbiasa makan beras impor thailand. Di 98, kita terkena krisis dan orang tuanya tdiak lagi mampu beli beras impor. Yang terjadi adalah, anaknya gak bisa makan.

Ada anak dari teman yang terbiasa makan es krim haagen dasz, ketika pertama kali makan es krim lokal, dia muntah.

Ada cucu yang ngamuk di rumah neneknya karena di rumah nenek, gak ada air panas.

Saya tidak mencibir mereka. Apa adanya seorang manusia itu terjadi dari nature dan nurture. Semua ini, adalah nurture.

Bahkan di kantor pun sama. Di kantor kebetulan saya jadi mentor seseorang (saat ini). Dalam sebuah kesempatan, dia pernah berkata “Duh, gak nyaman di posisi ini.”

Di lain kesempatan, “Sayang ya, si X resign, padahal dia membuat saya nyaman di kantor sini.”

Pada kali kedua saya mendengar temen saya ngomong ini, saya mulai masuk “Kamu sadar gak, kamu udah 2 kali menggarisbawahi bahwa kenyamanan dalam kerja itu, penting bagi kamu.”

“…”

“Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don’t get to pick ideal situations. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it.

"Tentang kenyamanan, coba jadikan itu sebagai sesuatu yang ‘nice to have’ dan bukan "must have".

What to Do?

Saya menyukai cara Sultan Jogja mendidik anak-anaknya. Saya pernah dengar bahwa di saat balita, anak sultan dikirim untuk hiidup di desa. Makan susah, main tanah, mandi di sumur. Intinya, meski dia anak sultan, dia tidak tahu bahwa dia anak sultan dan dia merasakan standar hidup yang rendah – dan merasa cukup dengan itu. Setelah agak besar, dia kembali ke istana. Dampaknya, semua Sultan, bersikap merakyat. Dia makan steak, tapi dia tahu bahwa steak yang dia makan adalah sebuah kemewahan. Bukan sebuah syarat hidup minimum.

Saya pun memiliki syarat-syarat hidup. Semenjak menjadi seorang bapak, saya berubah total dan saya kikis hilang itu semua. Karena saya tidak ingin anak-anak saya memiliki syarat hidup yang banyak. Dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah bahwa sayapun tidak boleh memiliki syarat hidup banyak.

Saya mengajak mereka naikkopaja atau transjakarta setiap hari ke sekolah, sebelum mereka merasakan bahwa naik angkutan umum itu, rendah.

Saya membiarkan mereka tidur di lantai. Siapa tahu suatu saat nanti mereka harus terus-terusan.

Saya mematikan AC saat mereka tidur – siapa tahu mereka suatu saat cannot afford air conditioning.

Saya tidak menginstall air panas karena saya ingin anak-anak saya baik-baik saja jika suatu saat nanti mereka tiap hari harus mandi air dingin.

Saya melarang mereka main tablet karena saya ingin mereka tidak tergantung dengan kemewahan itu.

Saya melarang mereka menilai teman dari merk mobil mereka karena merk mobil itu gak pernah penting, dan gak akan penting.

Kita pergi ke mall memakai kopaja. And we have fun ketawa-ketawa, seperti jutaan orang lain.

Saya tidak membuang nasi kemarin yang memang masih bagus. Instead saya makan sama anak-anak saya. Siapa tahu suatu saat, that is all they can afford. Agak keras. And we like it.

We teach them to pursue happiness so that they learn the value and purposes of things. Not the price of things.

Nasi kemarin yang masih perfectly safe to eat, masih punya value. Kopaja dan mercy memiliki purpose yang sama, yaitu mengantar kita ke sebuah tempat.

AC atau gak AC memberikan value yang sama. A good night sleep.

Kenapa semua ini penting? Kita harus ingat bahwa generasi bapak kita adalah generasi yang bersaing dengan 3 milyar orang. Mereka bisa mengumpulkan kekayaan dan membeli kemudahan untuk generasi kita. Kita harus bersaing dengan 7 milyar orang. Anak kita nanti mungkin harus bersaing dengan 12 milyar orang di generasi mereka.

One needs to be a tough person to be able to compete with 12 billion people. Dan percaya lah, memiliki syarat hidup yang banyak, tidak akan membantu anak-anak kita bersaing dengan 12 milyar orang itu.

(Anonim)

Kadang tanpa sadar kita abai thd anak bahkan utk meluangkan 30-60 menit per hari pun tidak kita lakukan. Padahal anak2 m...
16/11/2018

Kadang tanpa sadar kita abai thd anak bahkan utk meluangkan 30-60 menit per hari pun tidak kita lakukan. Padahal anak2 membutuhkannya utk perkembangan fisik dan emosionalnya.

Apa sudah terlambat?
Lebih baik memperbaiki sekarang daripada tidak sama sekali. Bermain bersama si kecil itu WAJIB agar anak2 tidak terbiasa sendiri. Anak yg terbiasa main sendiri akan malu mengungkapkan masalahnya ketika mereka besar, dan mereka akan mencari teman2 mainnya utk curhat.

Ragam kreasi dari magic Straw
Ready ya 1000 pcs

Masa Nifas:Kenapa Ibu Pasca Melahirkan Disarankan Istirahat, Makan Bergizi Seimbang dan Butuh Bantuan?Banyak sekali ibu ...
16/11/2018

Masa Nifas:
Kenapa Ibu Pasca Melahirkan Disarankan Istirahat, Makan Bergizi Seimbang dan Butuh Bantuan?

Banyak sekali ibu survivor baby blues juga depresi post partum yang curhat kewalahan menghadapi rutinitas harian pasca melahirkan sebagai pencetus. Ada yang menangis, ada p**a yang berteriak sebab sudah melampaui batas frustasi. Apalagi saat itu banyak tamu berdatangan, juga ada acara khusus yang menambah kelelahan. Namun, bukannya empati yang didapat, para ibu yang kelelahan ini justru dituduh GILA oleh kerabat bahkan suaminya.

Kebayang gak sih jadi ibu pasca salin?

Luka pasca salin di tubuh masih basah dan perih. Mereka sudah harus mengurus anak, keluarga besar disamping juga mengurus dirinya sendiri. Beres-beres rumah, memasak hingga mengucek cucian sendiri begitu p**ang dari rumah sakit atau faskes tempat bersalin. Banyak ibu mengalami komplikasi akibat jahitan lepas, ada juga yang infeksi bernanah.

Belum kebayang?
Baik, baca ilustrasi berikut ini...

Dulu saat kecil pernah jatuh lalu lecet di lutut kan? Rasanya gimana? Sakit. Perih. Buat jalan pun tidak nyaman. Bahkan aku dulu pernah menangis dramatis cuma gara-gara jatuh di halaman sekolah.

Nah kemudian baca juga ini...

Ibu yang melahirkan itu akan melahirkan bayi juga plasenta. Plasenta itu dulu menempel di rahim. Plasenta kemudian terlepas keluar melalui jalan lahir. Meninggalkan luka yang masih berdarah mengaga di rahim para ibu. Diameter plasenta sekitar 22 cm jadi di rahim para ibu itu ada luka berdiameter 22 cm yang butuh waktu untuk menutup pulih sempurna.

Foto ini saya pegang mangkok.
Mangkok ini diameternya sekitar 10 cm. Dulu di masa kehamilan, serviks mulut rahim itu tertutup rapat. Lalu saat menjelang persalinan perlahan-lahan serviks akan mendatar kemudian membuka. Oleh sebab itu, disampaikan informasi bukaan 1 sampai 10. Bukaan 10 itu sekitar besar diameter mangkok yang saya pegang ini. Serviks membuka dari 0 ke 10 berkat energi dorongan kontraksi rahim. Sakitnya? Jangan ditanya.

Para ibu pasca melahirkan butuh banyak bantuan supaya bisa istirahat sebab NORMALNYA memang demikian. Rahim yang membesar sebesar semangka butuh waktu untuk meluruh hingga pulih kembali sebesar jambu air. Luka di tubuh meski kamu tidak bisa melihatnya juga butuh waktu untuk pulih. Belum lagi jiwa yang telah berjuang melawan rasa sakitnya melahirkan pun butuh waktu untuk pulih kembali stabil.

Wanita memang kuat, tapi semua akan ada waktunya. Saat masa nifas ini prioritaskan pemulihan kesehatan ibu dan menjaga kesehatan bayi. Berikan ibu makanan bergizi seimbang, bantu supaya bisa dapat beristirahat cukup. Persiapkan sistem pendukung yang baik. Jalin komunikasi yang lancar bersama suami, keluarga dan sahabat. Jangan lupa untuk periksa kontrol kesehatan dengan rutin.

Jaga kesehatan itu sangat penting. Kesehatan investasi berharga dalam hidup. Ibu yang sehat menjadi pusat yang penting bagi keluarga sehat. Prioritaskan untuk sehat lahir-batin, semua jadwal lainnya bisa menunggu. Banyak hal-hal lain bisa menunggu. Semua akan ada waktunya.

Annisa Karnadi
www.duniasehat.net

Ketika omongan orangtua tidak didengarkan anak, itu adalah indikator anak ingin perhatian lebih.Cobalah perbanyak bermai...
10/11/2018

Ketika omongan orangtua tidak didengarkan anak, itu adalah indikator anak ingin perhatian lebih.

Cobalah perbanyak bermain dg anak, dg permainan berkualitas shg melalui bermain bersama, anak merasa diperhatikan. Ketika anak2 merasa dicintai secara aneh p**a mereka jadi bersikap lebih manis, dan mudah mendengarkan orangtuanya. Kuasailah seni berdialog dg anak dan bimbing mereka dg cinta.

Beri keteladanan yg baik, juga akan membuat anak mau bekerja sama dg orangtua.

Membangun keimanan melalui tadabbur AL Quran bersama pun, bisa merekatkan bonding dg orangtua

Sudahkah punya ide bermain bersama si kecil hari ini?

Belajar membaca pun bisa dilakukan sambil bermain. Ingat ya utk memperhatikan kesiapan anak belajar membaca dan bermainlah dg penuh cinta. Nikmati prosesnya dan sejenak lupakan target agar permainan menyenangkan.

Abaca

Dulu mungkin kita pernah melakukan kesalahan ketika mengira menyediakan kotak penyimpanan mainan itu ga perlu ilmu. Tak ...
10/11/2018

Dulu mungkin kita pernah melakukan kesalahan ketika mengira menyediakan kotak penyimpanan mainan itu ga perlu ilmu. Tak heran kalo anak2 menjadi malas menyimpan mainannya karena sudah kadung ruwet.

Ternyata seorang psikolog sekaligus pendidik dari Italia memberitahu kesalahannya. Menyimpan mainan itu perlu teknik khusus yaitu klasifikasikan berdasarkan jenis mainan lalu masukkan ke box ukuran medium jadi bukan box besar. Agar mainan terklasifikasi dg rapi.

Ga hanya itu aja, lakukan kegiatan merapikan di saat kita juga sedang merapikan rumah (kamar) lalu bermainlah "siapa cepat dia yg menang". Anak2 akan lebih s**a ditantang seperti itu apalagi diberi reward jkka mereka memenangkan permainan "beres-beres". Jangan lupa utk berpura2 kalah ya agar anak mau menyelesaikan acara beres2nya 😄

15/10/2018

"Jangan Langsung Redakan Anak Tantrum"

Ini Alasannya!"

Saat balita Anda mengamuk, menendang, menjerit, dan bergulung-gulung di lantai, Anda mungkin berusaha menenangkannya. Namun, percaya atau tidak, amukan balita (tantrum) merupakan bagian penting dari perkembangan emosionalnya. Dan Anda dapat belajar bersikap lebih tenang saat menghadapinya.

Dilansir dari Parents.com, berikut 5 alasan amukan balita sebenarnya adalah hal baik :

1. Meluapkan emosi
Saat anak mengamuk sampai keluar air mata, ini berarti ia sedang melepaskan hormon stres – kortisol – dari tubuhnya. Air mata juga ditemukan dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kedamaian emosional, asalkan ada orang yang dicintai untuk memberinya dukungan. Coba perhatikan saat anak marah, merengek, artinya ia sedang frustasi.

Begitu emosinya sudah terluapkan, suasana hatinya jadi jauh lebih baik. Biarkan anak-anak mengamuk tanpa berusaha mengganggu prosesnya sehingga mereka sampai pada akhir perasaan mereka.

2. Tidur lebih nyenyak
Emosi anak yang terpendam menggelembung saat otaknya beristirahat. Sama seperti orang dewasa, anak juga terbangun karena mereka stres atau mencoba memproses sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka.

Jadi ketika anak tantrum, biarkan ia menuntaskan kegundahannya sampai fase akhir. Karena hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan membantu tidur nyenyak sepanjang malam.

3. Belajar menerima penolakan
Kemungkinan anak mengamuk karena Anda mengatakan ‘tidak’ padanya. Mengatakan 'tidak' memberi anak batasan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak. Anda mungkin selalu meng-iya-kan permintaan anak karena tidak ingin menghadapi dampak emosionalnya.

Tapi sebenarnya dengan berkata ‘tidak’, Anda mengajarkannya tentang penolakan. Tetaplah konsisten dengan keputusan Anda sambil tetap berempati pada kesedihannya dengan memberikan cinta dan pelukan.

4. Ekspresi perasaan
Mengamuk merupakan ekspresi anak menunjukkan kesedihan dan perasaan tak nyaman akibat penolakan dari Anda.

5. Lebih dekat secara emosional
Saat anak menjerit, menangis, bahkan menendang barang-barang yang ada di sekitarnya, Anda tak perlu meresponnyanya dengan banyak berkata-kata. Cukup sedikit ucapan tapi meyakinkan.

Kemudian biarkan ia melewati badai perasaannya. Jika sudah mulai reda, berikan pelukan. Ia akan menerima uluran tangan Anda tanpa syarat dan menjadi lebih dekat secara emosional dengan Anda.




- Susi Aisyah -

TIPS MENGHADAPI ANAK USIA 6 TAHUN YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN KEMATANGAN OTAK ATAU KESULITAN MENGINGAT SIMBOL (HURUF)Ap...
14/09/2018

TIPS MENGHADAPI ANAK USIA 6 TAHUN YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN KEMATANGAN OTAK ATAU KESULITAN MENGINGAT SIMBOL (HURUF)

Apakah anak Anda sudah berusia 6 tahun tapi belum menunjukkan kesiapan belajar membaca?

Jangan bebani anak belajar membaca jika anak belum siap belajar, meskipun usianya 6 tahun. Biasanya anak yang tidak siap belajar membaca menunjukkan salah satu atau beberapa ciri spt berikut:

1. Tidak tertarik mengenal huruf. Meskipun bunda belikan buku untuk anak yang ada berbagai macam warna huruf dengan desain menarik, tapi anak sama sekali tidak terstimulus untuk bertanya, "ini apa?" Mereka tidak mau mengenal huruf dan lebih s**a melihat gambar2 di buku.

2. Umumnya anak tidak menguasai nama2 bidang datar, beserta warna2 kompleks spt merah tua, merah muda, hijau tua, hijau muda, dll. Bentuk2 bidang spt pesergi, lingkaran, dll., pun susah untuk diingatnya.

3. Umumnya tidak dapat menguasai konsep berhitung. Jika dia mampu mengurutkan angka 1 sampai 10 itu bukan disebabkan dia paham, tapi sekedar hafal. Ketika diminta untuk menghitung jumlah bola atau mainan, anak ini terlihat asal dan tidak paham apa yang dia lakukan.

4. Tidak fokus ketika diajak belajar, bukan karena dia tidak pintar tapi lebih disebabkan karena otaknya belum matang atau belum siap belajar.

Jika anak Anda menunjukkan setidaknya salah satu atau semua yang disebut di atas maka perlu ada tritment khusus agar belajar membaca menjadi aktivitas menyenangkan bagi Anda dan anak Anda.

Lakukan tips calistung berikut
1. Jika anak Anda menunjukkan hampir semua tanda yang disebutkan di atas dan usianya masih 3 tahun, maka penundaan belajar membaca adalah keputusan terbaik yang perlu ditempuh. Selama anak berusia di bawah 6 tahun, bunda tidak perlu khawatir dengan ketidakmampuannya memahami huruf dan sikapnya yang cuek terhadap huruf.

Menurut riset masih ditemukan angka sekitar 4% anak2 yang belum bisa belajar membaca di usia 5 tahun. Dan angka ini terus mengecil ketika usia anak semakin dewasa. Dan akan menjadi 0% di usia 7 tahun artinya semua anak di usia 7th 100% dinyatakan siap belajar simbol (jika belum siap maka harus diperiksakan pada ahli). Ini yang menjadi penyebab bbrp negara termasuk Swedia memberlakukan belajar membaca usia 7th. Sementara Amerika pada usia 4 atau 5 tahun.

2. Bagaimana jika usia 6 tahun tapi masih menunjukkan ketidaksiapan? Jika anak Anda sudah dapat menguasai ketrampilan membedakan warna2 kompleks serta bentuk bidang datar serta menguasai konsep berhitung dengan baik, maka itu pertanda baik. Artinya Anda masih bisa menyiasatinya agar menjadi keranjingan belajar membaca dengan abaca flashcard.

Meskipun dia belum benar2 siap tapi poin 2 dan 3 sudah menguasai. OK, lakukan pendekatan dengan mengenalkan 5 kartu abaca yang ada di box 1. Hanya 5 kartu ya, jangan lebih. Beritahukan cara membacanya kepada anak. Ketika anak Anda mengikuti ucapan Anda ketika membunyikan huruf maka beri apresiasi kepadanya dengan membolehkan kuda2 berjalan 1 kaki di papan panen es krim.

Lalu ambil kartu lain, dan lakukan hal yang sama, dan biarkan anak mendapat poin seperti yang tertera pada kartu agar dia menikmati permainan (meskipun jawabannya salah). Mengapa langkah ini perlu ditempuh. Agar anak tidak menganggap bahwa apa yang dia lakukan adalah belajar. Agar dia tidak merasa sedang belajar dan jiwanya senang.

Kalo perasaan senang pada permainan abaca telah dimiliki selanjutnya akan menjadi lebih mudah.

Ulangi lagi dengan kelima kartu itu terus menerus sampai anak hafal. Jadi main gamenya hanya menggunakan 5 kartu sampai gamenya selesai dan anak hafal dengan 5 kartu tsb.

Jika anak sudah hafal 5 kartu maka tambah lagi 1 kartu, jangan bebani dia dengan banyak huruf yang perlu dihafal. Tapi lakukan secara perlahan. Agar anak tidak bosan, untuk sementara jangan kenalkan huruf yg membuat dia kesulitan spt huruf2 "xa, qa, za," jika anak masih terlalu sulit mengingatnya maka tidak masalah ditunda. Agar anak tidak merasa frustrasi.

Agar belajar semakin menantang dan menyenangkan, jangan lupa melakukan teknik jejer kartu lalu minta anak untuk membaca kata dari kartu yang dijejer lalu jumlahkan poinnya agar anak mengenal konsep berhitung dan menjumlah.

Lalu lakukan proses tersebut pelan-pelan dan jangan fokus pada hasil. Tapi fokuslah pada keceriaan anak Anda.

Tips diatas hanya berlaku jika usia anak sudah 6th tapi masig kesulitan belajar huruf. Jika anak Anda menunjukkan 4 ciri ketidaksiapan belajar simbol yang disebut diatas dan usianya masih dibawah 6th maka langkah terbaik dan paling bijak adalah menunda belajar membaca dan lakukan tes kesiapan anak setiap 4 bulan sekali.

Semoga bermanfaat..
Nantikan tips-tips calistung lainnya yaa..



Sumber : https://mobile.facebook.com/pusatABACAflashcard/photos/

Address

Jalan Pengasinan, Perumahan Taman Melati Indah
Depok

Telephone

085946737435

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Belajar Yuuuk posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share