Buku Hamka

Buku Hamka Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Buku Hamka, Book shop, Depok.

Ketika kita menyatakan bahwa kita mencintai sesuatu/seseorang, kita akan melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri ki...
26/10/2021

Ketika kita menyatakan bahwa kita mencintai sesuatu/seseorang, kita akan melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri kita kepada yang kita cintai itu sebagai bukti.

Ceramah Buya Hamka- Bukti Cinta kepada Allah menjelaskan kepada kita benarkah kita sudah membuktikan cinta kita

https://www.youtube.com/watch?v=-CtCz9D1ngI

Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah dikenal dengan Hamka (1908 – 1981) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia menghabiskan waktunya sebagai wartawan, penulis, pengajar dan terjun ke politik melalui Masyumi serta aktif dalam Muhammadiyah sampai akhir hayatnya.

Penulis buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka'bah, dan Tafsir al-Azhar ini adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

Tonton, like, comment, share, dan subscribe yaaa 😄
Channel Youtube Gema Insani TV
https://www.youtube.com/c/gemainsanigip

Ketika kita menyatakan bahwa kita mencintai sesuatu/seseorang, kita akan melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan diri kita kepada yang kita cintai itu sebaga...

HAMKA DAN KARYA-KARYANYA YANG ABADI24 Juli 1981 lalu, Buya Hamka, seorang Ulama sekaligus Sastrawan besar Indonesia, men...
25/07/2018

HAMKA DAN KARYA-KARYANYA YANG ABADI

24 Juli 1981 lalu, Buya Hamka, seorang Ulama sekaligus Sastrawan besar Indonesia, mengehembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggal dalam usia 73 tahun.
Hamka sempat terjun dalam dunia politik melalui partai Masyumi dan beliau juga sempat menjabat Ketua Majelis Ulama Indoneisa (MUI) yang pertama.
Dikala kebanyakan orang di zamannya mendikotomikan antara Ilmu pengetahuan dari Barat dengan Islam, Hamka justru menekankan pentingnya menuntut ilmu kemanapun, ia tak ingin perkembangan umat Islam terhambat.
Selama masa hidupnya, Buya Hamka melahirkan banyak karya fenomenal yang menjadi sumbu pemikiran umat islam di Nusantara. Karyanya beragam, mulai dari novel, pemikiran, hingga memoar.
Tepat Pada tanggal 24 Juli 2018, kami tim BukuHamka.com akhirnya pun rampung untuk mengunggah seluruh karya-karya Hamka yang dicetak ulang dalam akun Instagram , daftar inipun insyaallah akan terus bertambah.
SIlakan tuan dan puan menengok satu persatu karya nya. Jikalau ingin memesan untuk turut melihat dunia dari sudut pandang seorang HAMKA bisa klik link ini:

>>>> https://boleh.click/wl/PesanBuku

21/07/2018

MASYAALLAH.
❤Ini Pandangan Buya Hamka Tentang Umur Manusia❤

Batas umur boleh saja 64 Tahun, tapi sesungguhnya kita bisa hidup ribuan tahun, tonton video luar biasa ini 🤗

Buya Hamka : Mujaddid Abad 20, Tokoh Panutan Ulama dan Masyarakat Sumatera Barat, Indonesia, bahkan Dunia Islam Internas...
20/07/2018

Buya Hamka : Mujaddid Abad 20, Tokoh Panutan Ulama dan Masyarakat Sumatera Barat, Indonesia, bahkan Dunia Islam Internasional

Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa kita mengenalnya sebagai Buya Hamka, 17 Februari tepat 109 tahun yang lalu dilahirkan, di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Putra dari Haji Rasul, ulama yang juga disegani oleh masyarakat. Sosok yang inspiratif, yang hasil karya dan buah pikiran keilmuannya terkenang hingga zaman setelahnya. InsyaAllah akan menjadi amal jariah ilmu yang bermanfaat bagi beliau, amin.

Hasil karya beliau sangat fenomenal dari bidang sastra, politik, ilmu agama/ tafsir, dan sebagainya. Baik berupa kaset-kaset ceramahnya, hingga buku-buku novel dan kitab tafsir Al Azhar yang fenomenal itu. Sosok yang mewarnai arah juang Masyumi dan Muhammadiyah, dan menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Imam Pertama Masjid Al-Azhar Kebayoran Jakarta, yang pembawaannya menjadi teladan bagi umatnya yang merindukan sosok rendah hati penuh kharisma.

Dibayangi nama besar ayahnya Abdul Karim Amrullah, Hamka sering melakukan perjalanan jauh sendirian. Ia meninggalkan pendidikannya di Thawalib, menempuh perjalanan ke Jawa dalam usia 16 tahun. Setelah setahun melewatkan perantauannya, Hamka kembali ke Padang Panjang membesarkan Muhammadiyah. Pengalamannya ditolak sebagai guru di sekolah milik Muhammadiyah karena tak memiliki diploma dan kritik atas kemampuannya berbahasa Arab melecut keinginan Hamka pergi ke Mekkah. Dengan bahasa Arab yang dipelajarinya, Hamka mendalami sejarah Islam dan sastra secara otodidak.

Kembali ke Tanah Air, Hamka merintis karier sebagai wartawan sambil bekerja sebagai guru agama sementara waktu di Medan. Dalam pertemuan memenuhi kerinduan ayahnya, Hamka mengukuhkan tekadnya untuk meneruskan cita-cita ayahnya dan dirinya sebagai ulama dan sastrawan. Kembali ke Medan pada 1936 setelah pernikahannya, ia menerbitkan majalah Pedoman Masyarakat. Lewat karyanya Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, nama Hamka melambung sebagai sastrawan.

Di ranah politik, beliau adalah salah satu pengusul rumusan dasar negara, dan sangat tegas menolak kehadiran Komunisme, baik sebagai paham kemasyarakatan maupun dalam kiprah bernegara melalui partai politik. Tak heran, beliau belajar ilmu politik langsung dari beberapa founding father negara ini seperti H. Agus Salim, HOS Tjokroaminoto (Sarekat Islam), Suryopranoto (Budi Utomo), Ki Bagus Hadikusumo (Ketua Muhammadiyah ke-5), dan AR Sutan Mansur (kakak iparnya, Ketua Muhammadiyah ke-6)

Hamka diakui secara luas sebagai seorang pemikir Islam Asia Tenggara. Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak, ketika menghadiri penganugeragan gelar kehormatan Honoris Causa oleh Universitas Kebangsaan Malaysia kepada Hamka, menyebut Hamka sebagai "kebanggaan bangsa-bangsa Asia Tenggara". John L. Espito dalam Oxford History of Islam menyejajarkan Hamka dengan Sir Muhammad Iqbal, Syed Ahmed Khan, dan Muhammad Asad. Menurut peneliti sejarah Asia Tenggara modern James Robert Rush, Hamka hanyalah satu di antara banyak orang dalam generasinya yang dikenal sebagai politikus, ulama, dan pengarang. Namun, "Hamka tampak menonjol ketika di antara mereka ada yang lebih terpelajar, baik dalam pengetauan Barat maupun studi yang mendalam tentang Islam."

Para pemuda harus banyak belajar dari keteladanan dan kegigihan Buya Hamka muda, yang pada usianya belum genap 20 tahun, sudah berkontribusi besar bagi negeri ini, seperti rintisan cabang Muhammaiyah di Sumatera Barat. Bersama Sutan Mansur,beliau ikut mendirikan Muhammadiyah di Pagar Alam, Lakitan, dan Kurai Taji. Kontribusi yang luar biasa. Dalam menuntut ilmu, keterbatasan biaya beliau siasati dengan bekerja sampingan. Yang penting bagi beliau, tekadnya menyerap ilmu dari ulama dan tokoh besar, bisa dipenuhi, dengan jalannya sendiri.

Dan Dari Buku Kenang-Kenangan Hidup ini kita akan lebih mengenal dekat sosok Hamka. Perjalanan hidup Hamka sejak lahir dan tumbuh di lingkungan adat Minangkabau,

Perjalanan kisah cinta, perjalanan dakwah, kehidupan beliau dalam suasana Perang Dunia, hingga hiruk pikuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan kehidupan pada masa setelah Indonesia Merdeka.

Buku ini sangat istimewa, karena ditulis sendiri oleh Hamka pada saat hidupnya semakin dekat dengan nafas terakhir.

========
✅ Judul: Kenang-Kenangan Hidup
✅ Penulis: Buya Hamka
✅ Cover: Hard Cover
✅ Halaman: 672 Hal.
✅ Berat: 1Kg

HARGA: Dari 200,000. diskon 20% menjadi Rp. 160,000
Pemesanan: https://bukuhamka.com atau WA ke 0812-1916-3414

Nb: Pengiriman Dari Depok, Jawa Barat
========

Sumber Tulisan: Patriot Minang

20/07/2018

Terimakasih banyak untuk kepercayaannya pada Toko BukuHamka.com

Alhamdulillah tembus 400 Likes!

Book shop

19/07/2018

Coba dengar cerita Ustadz Abdul Somad tentang Buya Hamka ini. Bikin Terenyuh.

Buya Hamka Menulis Perjalanan Hidupnya dalam Buku "Kenang-Kenangan Hidup" klik https://bukuhamka.com

Dari Buku Kenang-Kenangan Hidup ini kita akan lebih mengenal dekat sosok Hamka. Perjalanan hidup Hamka sejak lahir dan t...
18/07/2018

Dari Buku Kenang-Kenangan Hidup ini kita akan lebih mengenal dekat sosok Hamka. Perjalanan hidup Hamka sejak lahir dan tumbuh di lingkungan adat Minangkabau,

perjalanan kisah cinta, perjalanan dakwah, kehidupan beliau dalam suasana Perang Dunia, hingga hiruk pikuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan kehidupan pada masa setelah Indonesia Merdeka

============
Intip isi bukunya di sini: bit.ly/PR-KenanganHamka

🎉Diskon 20% Selama Bulan Juli 🎉
💰Harga Normal: Rp. 200,000
💰Harga Setelah Diskon: 160,000

Klik https://bukuhamka.com untuk beli bukunya.
============

Spesifikasi:
✅ Hard Cover
✅ 672 Halaman
✅ Berat 0,98 Kg

Nb: Pengiriman Dari Depok, Jawa Barat

Kejadian ini membuat kita ingin terus mendoakan HamkaDulu, Presiden Soekarno pernah 'menyerang' sahabatnya, ulama besar ...
18/07/2018

Kejadian ini membuat kita ingin terus mendoakan Hamka

Dulu, Presiden Soekarno pernah 'menyerang' sahabatnya, ulama besar di masanya, Buya Hamka. Bersama Mohammad Yamin, Soekarno melalui headline beberapa media cetak asuhan Pramoedya Ananta Toer melakukan pembunuhan karakter atas diri Hamka,

Namun tak sedikit pun fokus Hamka bergeser dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. Sebab terlalu kuatnya karakter Hamka, di tahun 1964, Soekarno tak sungkan-sungkan menjebloskan ulama besar asal Minangkabau ini ke dalam penjara tanpa melewati persidangan.

2 tahun 4 bulan lamanya Hamka dipenjara, apakah lantas ia bersedih, mendendam dan mengutuk-ngutuk betapa jahatnya Soekarno padanya?

Tidak! Hamka justru bersyukur bisa masuk penjara. Di dalam terali besi itu ia punya waktu yang banyak untuk menyelesaikan 30 juz Tafsir Alqur'an yang dikenal dengan Tafsir Al-Azhar.

Lantas, bagaimana dengan ketiga tokoh tadi? Pramoedya, Mohammad Yamin dan Soekarno?

Ternyata Allah masih sayang pada mereka, Pramoedya, Mohammad Yamin dan Soekarno. Kekejian mereka pada Buya Hamka tidak harus diselesaikan di akhirat. Allah mengizinkan masalah ini diselesaikan di dunia.

Di usia senja, Pramoedya mengakui kesalahannya di masa lalu. Ia mengirim putrinya, Astuti dengan calon suaminya, Daniel yang mualaf untuk belajar Islam pada Hamka sebelum mereka menjadi suami istri.

Apakah Hamka menolak? Tidak! Justru dengan hati yang sangat lapang Hamka mengajarkan ilmu agama pada anak dan calon menantu Pramoedya tanpa sedikit pun mengungkit-ungkit kekejaman Pramoedya. Astuti, anak perempuan Pramoedya pun menangis haru melihat kebesaran hati ulama besar ini. Hamka juga yang menjadi saksi atas pernikahan anak Pramoedya.

Saat Mohammad Yamin sakit keras, ia meminta orang terdekatnya untuk memanggil Hamka. Dengan segala kerendahan hati dan penyesalannya pada ulama besar ini, Mohammad Yamin meminta maaf atas segala kesalahannya. Dalam kesempatan nafas terakhirnya, tokoh besar Indonesia, Mohammad Yamin pun meninggal dunia dengan ucapan kalimat-kalimat tauhid yang dituntun oleh Hamka.

Begitu juga dengan Soekarno, Hamka justru berterima kasih dengan hadiah penjara yang diberikan padanya karena berhasil menulis buku yang menjadi dasar umat Islam dalam menafsirkan Alqur'an.

Tak ada marah, tak ada dendam, ia malah merindukan tokoh besar Indonesia, proklamator bangsa karena telah membuat ujian hidup sang Buya menjadi semakin berliku namun sangat indah. Hamka ingin berterima kasih untuk itu semua. Tanggal 16 Juni 1970, seorang ajudan Soekarno datang ke rumah Hamka membawa secarik kertas bertuliskan pendek;

“Bila aku mati kelak, aku minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku.”

Hamka langsung bertanya pada sang ajudan, "Di mana? Di mana beliau sekarang?" Dengan pelan dijawab, "Bapak sudah wafat di RSPAD, jenazahnya sedang dibawa ke Wisma Yoso."

Mata sang Buya menjadi sayu dan berkaca-kaca. Rasa rindunya ingin bertemu dengan tokoh besar negeri ini malah berhadapan dengan tubuh yang kaku tanpa bisa berbicara. Hanya keikhlasan dan pemberian maaf yang bisa diberikan Hamka pada Soekarno. Untaian doa yang lembut dan tulus dipanjatkannya saat menjadi Imam Shalat Jenazah Presiden Pertama Indonesia.

Terima kasih Buya, atas pembelajaran kehidupan dari cerita hidupmu...
Terimakasih juga telah meninggalkan kenangan bermanfaat dalam tulisanmu "Kenang-Kenangan Hidup"

Bisa kita intip isi bukunya di sini: https://bit.ly/PR-KenanganHamka

Untuk teman-teman yang ingin menyelami makna di balik kisah kehidupan Buya Hamka dalam buku "Kenang-Kenangan Hidup", bisa membelinya di sini >>>> https://bukuhamka.com

---------------
(Seri Belajar dari Sejarah)
Sumber: John John Smith Smith

Address

Depok
16418

Opening Hours

Monday 09:00 - 14:00
Tuesday 09:00 - 14:00
Wednesday 09:00 - 14:00
Thursday 09:00 - 14:00
Friday 09:00 - 14:00
Saturday 09:00 - 12:00

Telephone

+6281219163414

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Buku Hamka posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category