Granada Library

Granada Library Teman terbaik dudukmu

Whatsapp : 08996647774
Instagram :
https://www.tokopedia.com

Biografi Khalid al Azhari
13/01/2026

Biografi Khalid al Azhari

Pada bulan *Rajab* 12 H atau 15 abad yang lalu atau tepat di bulan september 633 M terjadi mobilisasi besar2an dr negeri...
16/09/2025

Pada bulan *Rajab* 12 H atau 15 abad yang lalu atau tepat di bulan september 633 M terjadi mobilisasi besar2an dr negeri Hijaz ke negeri Syam atas perintah dari Khalifah Abu Bakar As-Shidiq ra. mobilisasi ini salah satu pemicunya adalah setelah kalahnya pasukan Muslim di bawah komando Khalid bin Sa'id ra di sekitar danau Tiberias dan Damaskus, di dalamnya terdapat sahabat Ikrimah bin Abi Jahal, walid bin Uqbah dan Dzul Kala. Kekalahan ini dipicu dari terpancingnya pasukan Khalid bin Sa'id oleh jebakan Jenderal Vahan dg strategi _Strategic Retreat_ , padahal sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh Abu Bakar ra untuk tetap mengamankan jalur di belakangnya. Imbas dari kekalahan ini, Abu Bakar ra mengumpulkan dan memberangkatkan pasukan dari berbagai negeri Arab ke Syam dengan 4 Sahabat unggulan seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Amru Bin Ash, Syurahbil bin Hasanah, Yazid bin Abu Sufyan dan termasuk Muawiyah bin Abu Sufyan berangkat dg sisa-sisa pasukan Khalid bin Sa'id untuk menyusul saudara kandungnya. Bahkan Abu Bakar ra juga menyurati Khalid Ibnu Walid yang saat itu di Firaz sedang menghadapi pasukan gabungan Romawi Timur dan Persia. ada yang menarik dari perbincangan Khalid bin Walid dengan Mutsanna dan juga diskusi Khalid dengan pasukannya saat menentukan jalan mana yang akan mereka tempuh untuk segera sampai di Syam dengan tanpa diketahui oleh Pasukan Romawi dan aliansinya di perbatasan-perbatasan.

Sumber :
* Wisnu Tanggap Prabowo, Heraklius.
* M Husain Haikal, Biografi Abu Bakar.
* David Nicolle, Yarmuk 636M
* Al Baladuri, Futuhul Buldan

Hashtag

05/04/2023
Ringkasan Sirah Nabawiyah – Penggembalaan, Perjalanan ke Syam Hingga Renovasi Ka’bah  – Seri 2 –F. Menggembala Kambing d...
19/11/2019

Ringkasan Sirah Nabawiyah – Penggembalaan, Perjalanan ke Syam Hingga Renovasi Ka’bah

– Seri 2 –
F. Menggembala Kambing dan Perjalanan pertama beliau ke Negeri Syam

Pada masa kecil, Rasulullah saw menggembalakan kambing milik penduduk Makkah dengan diupah dan Beliau menafkahi hidupnya darinya.
Ketika sampai berusia 9 tahun (disebutkan p**a pada usia 12 tahun), Beliau melakukan perjalanan ke Negeri Syam Bersama pamannya Abu Thalib untuk melakukan perdagangan.
Ketika mendekati kota Bushra, Rahib Bahira melihat Rasulullah saw., kemudian Dia menyampaikan kepada Abu Thalib bahwasanya Rasulullah saw akan menjadi seorang Nabi Akhir dari para Nabi, dan memintanya untuk kembali p**ang dengan Rasulullah saw, karena takut akan musuh yang sudah menunggunya.
Rahib ini telah mengetahui tanda-tanda kenabian itu pada diri Rasulullah saw yang telah tertulis di Kitab-kitab ahli Kitab.
G. Perjalanan kedua Beliau ke Negeri Syam.

Pada usia 25 tahun Rasulullah saw melakukan perjalanan ke negeri Syam untuk kedua kalinya untuk perdagangan milik Saiyyidah Khodijah.
Saiyyidah Khodijah memiliki kehormatan dan harta, beliau mempekerjakan orang lain untuk hartanya.
Beliau memilih Rasulullah saw untuk pekerjaan ini dikarenakan beliau telah mendengar atas terpercayanya, amanahnya, akhlaqnya yang terhormat.
Bersama Rasulullah saw, pembantu Saiyyidah Khadijah yaitu Maisarah, jual beli mendapatkan keuntungan yang sangat besar. (Disebutkan pada perjalanan ini, Rahib Nestorian melihat Rasulullah saw dan mereka mengenalnya sebagai Nabi yang mereka tunggu).
H. Pernikahannya dengan Saiyyidah Khodijah

Setelah 2 bulan kep**angan Rasulullah saw dari perjalanan keduanya, Beliau menikah dengan Saiyyidah Khadijah. (Saiyyidah Khadijah yang meminang beliau).
Saiyyidah Khadijah saat itu berusia 40 tahun, dan usia Rasulullah saw adalah 25 tahun.
Saiyyidah Khadijah sebelum menikah dengan Rasulullah saw, beliau menikah dengan Abu Haalah, Abu Haalah meninggal dunia meninggalkan seorang anak bernama Haalah (disebutkan oleh ulama lain bernama Hindun).
Beliau hidup Bersama Rasulullah saw selama 25 tahun, dan Rasulullah saw tidak menikah dengan siapapun hingga Saiyyidah Khadijah meninggal dunia.
I. Kebijakan Kaum Qurais dalam meletakkan Hajar Aswad.

Rasulullah saw di usia 35 tahun, Quraisy meruntuhkan Ka’bah dan merenovasi bangunannya.
Rasulullah saw pun ikut serta dalam membangunnya, dan Beliau yang membawa batu-batu bersama Bangsawan Quraisy, dan bersamanya pamannya bernama Abbas.
Quraisy berselisih tentang siapa yang pantas meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya (Ka’bah), kemudian mereka menyepakati suatu kebijakan yaitu yang memasuki masjid pertama kali adalah yang dipercaya meletakkan Hajar Aswad.
Kemudian diketahui Rasulullah saw lah yang memasuki masjid pertama kali, maka bergembiralah Kaum Quraisy mengetahuinya dan berkata “Kami meridhoi dan mempercayainya”.
Beliau meletakkan Hajar Aswad di selendang dan meminta dari setiap pemimpin kaum untuk memegang sisi dari selendang, kemudian Beliau memerintahkan mereka untuk mengangkatnya, kemudian ketika telah sampai pada tempatnya, Rasulullah saw mengambil dengan tangannya dan meletakkan hajar aswad tersebut dengan tangan mulianya. Maka berakhirlah perselisihan dengan kebijakan Rasulullah saw. Dan kaum Quraisy takjub terhadap kuatnya pemikiran beliau.
J. Perkembangan Nabi Muhammad saw

Rasulullah saw dikenal di antara kaumnya dengan akhlaq yang terpuji, seperti terpercaya, amanah, toleransi, sopan, tawadhu hingga mendapatkan julukan Al Amiin.
Kaum dan kerabat-kerabat beliau sangat mencintai dan menghormatinya.
Allah menjaga Beliau dari kecil dari perbuatan-perbuatan jahiliyyah, tidak pernah meminum khamr dan tidak pernah bersujud di berhala.
Allah memuliakan Beliau sebelum kenabian dengan mu’jizat-mu’jizat yang menunjukkan keagungan masa depannya, diantaranya ketundukan awan padanya di perjalanan kedua ke Syam.


Referensi :

Khulashoh Nuril Yaqin – Syeh Umar Abdul Jabbar
Gambar :

https://www.jnob-jo.com

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata AnakOleh Novi Sulistia Wati Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Ta...
12/11/2019

6 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak
Oleh Novi Sulistia Wati
Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Apa yang dapat orangtua lakukan untuk menjaga kesehatan mata anak?
Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatab mata buah hati:
1. Periksa mata anak secara rutin
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mata anak Anda tetap sehat, atau untuk mendeteksi adanya masalah pada mata si kecil lebih dini, seperti ambylopia, hyperopia, atau miopi (mata minus).
2. Beri anak nutrisi untuk kesehatan mata
Biasakan anak Anda untuk makan sayur dan buah-buahan, seperti wortel, tomat, stroberi, dan lain-lain. Makanan seperti ikan salmon, udang, ikan tuna, dan ikan patin juga baik untuk menjaga kesehatan mata anak Anda.
3. Pakaikan topi atau kacamata hitam saat anak bermain di luar
Lindungi mata anak Anda dari sinar UV yang bisa merusak penglihatan, terutama jika mata anak Anda berwarna terang.
4. Dorong anak untuk bermain di luar rumah
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya rabun dekat atau miopi karena anak Anda terlalu sering bermain di dalam ruangan. Namun Anda harus ingat untuk tetap melindungi mata anak Anda dari sinar UV.
5. Merangsang indra penglihatan
Seiring dengan perkembangan mata anak sejak bayi hingga sekitar usia 8 tahun, penting bagi Anda untuk membantu merangsang perkembangan visualnya, di antaranya dengan mainan dengan bermacam warna, mimik wajah, puzzle, blok susun, dan lainnya.
6. Beri contoh yang baik
Orang tua sering kali melarang anak untuk menonton TV terlalu dekat, menggunakan gadget terlalu sering.
Sumber : hellosehat

Kosakata Bahasa ArabkuApakah adik-adik tahu apa bahasa Arab? Tahukah kamu kosakata bahasa Arab? Yuk, belajar bahasa Arab...
12/11/2019

Kosakata Bahasa Arabku

Apakah adik-adik tahu apa bahasa Arab? Tahukah kamu kosakata bahasa Arab? Yuk, belajar bahasa Arab dengan menganal berbagai kosakatanya dari benda-benda yang ada di sekitar kita.

Softcover
Penerbit : PT. Elexmedia Komputindo
Harga Normal : IDR. 50.000

Dapatkan diskon spesial dan Kunjungi kami di
WA : 089510047774
IG :
Fanpage :

Lihat katalog lain, sila.. Join Group : bit.ly/GranLibGroup







5 Langkah Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja.Memiliki peran sebagai orangtua sekaligus guru pertamanya, tentu ...
12/11/2019

5 Langkah Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja.

Memiliki peran sebagai orangtua sekaligus guru pertamanya, tentu Mama memiliki kewajiban penting untuk mendidik seorang anak hingga ia tumbuh cerdas dan pintar.
Namun sayangnya, terkadang hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Sebelumnya, Mama harus mengetahui metode belajar yang paling optimal untuk si Kecil.
Selain itu, Mama juga harus memahami karakternya agar dapat mengoreksi kembali metode yang diterapkan pada anak, apakah optimal ataukah tidak.
Maka dari itu, untuk mengajarkan anak membaca, tentunya dibutuhkan tahapan yang lama sampai akhirnya ia lancar.
Meskipun Mama harus melewati tahapan yang panjang saat mengajarkan si Kecil membaca, namun ternyata ada trik khusus yang memungkinkan Mama mengajarkan anak membaca dengan cepat tanpa mengeja.

1. Mengenalkan huruf dengan cara menyenangkan
Jika anak mama belum sama sekali mengenal huruf, atau kurang menguasai, tahap pertama untuk mengajari anak adalah mengenalkan huruf A sampai Z.
Buatlah anak mama hafal ketika menjumpai salah satu bentuk huruf A sampai Z tersebut. Selain itu, pastikan juga bahwa si Kecil dapat mengucapkan huruf-huruf tersebut dengan benar.
Misalnya ketika ia melihat bentuk huruf "B", maka secara spontan anak mama langsung bisa mengucapkan kalau huruf tersebut berbunyi "be".

2. Ajarkan anak menghafal suku kata
Kemudian jika anak mama sudah mengusai dan mengenal huruf, ajaklah ia menghafal suku kata. Biarkan anak menghafal suku kata dari konsonan B hingga Z, yang diikuti huruf vokal a,i,u,e,o.
Contoh : ba, bi, bu, be, bo sampai za, zi, zu, ze, zo. Biarkan ia hafal dan terbiasa dengan suku kata tersebut.
Meski masih menghafal dan belum bisa membaca, setidaknya anak belum bisa dikatakan bisa membaca. Kemudian ke tahap selanjutnya.

3. Mengajak anak membaca suku kata bervariasi
Tahap selanjutnya adalah mencarikan kata yang terdapat suku kata bervariasi untuk mengajak anak membaca dan mengenalkannya.
Misalnya seperti bo-la, bu-ku, pa-pi, ma-mi, cu-ka, dan lain sebagainya. Pada tahap ini jangan dulu mengenalkan anak dengan suku kata yang berakhiran huruf mati.
Tujuanya adalah agar mereka menguasai tahap ini terlebih dahulu. Apabila anak masih sulit memahaminya, coba ajari terlebih dahulu sampai terbiasa dan memahami suku katanya, seperti:
• ba, ca, da, fa, ga, dan seterusnya
• bi, ci, di, fi, gi, dan seterusnya
• bu, cu, du, fu, gu, dan seterusnya
• be, ce, de, fe, ge, dan seterusnya
• bo, co, do, fo, go, dan seterusnya

4. Mengajari anak huruf mati
Apabila sudah menguasai tahap sebelumnya, kini saatnya Mama mengajarkan kepada anak tentang huruf mati.
Mengajari anak huruf mati bisa dengan mengenalkan terlebih dahulu huruf-huruf mati, seperti "ng", "ny", dan huruf konsonan lainnya apabila dijadikan huruf mati.

5. Melatih anak untuk membaca kata utuh
Mulanya mungkin anak akan kesulitan untuk tidak mengeja, jadi harus mengeja terlebih dahulu. Nah, peran Mama di sini harus giat melatih si Kecil supaya dapat cepat membaca tanpa mengeja.
Sambil berjalan, Mama juga harus menemukan metode yang tepat untuk anak, apabila anak masih kesulitan membaca dalam proses jangka waktu yang lama.
Nah, itulah beberapa langkah mudah mengajarkan anak membaca tanpa mengeja. Selain metode di atas, Mama juga harus membuat proses belajarnya lebih menyenangkan.
Jangan memaksa anak untuk belajar membaca, apa pun bentuknya. Terutama pada anak usia balita. Hindari memaksa anak untuk memahami segala sesuatunya dengan cepat.
Lebih baik Mama memberinya stimulus agar ia terbiasa memelajari cara membaca secara alamiah.

Sumber : popmama
Gambar : majalahfahma



Ringkasan Sirah Nabawiyyah – Nasab Nabi Muhammad SAW Hingga Pengasuhan oleh Abu ThalibTahap awal dari kehidupan Rasulull...
11/11/2019

Ringkasan Sirah Nabawiyyah – Nasab Nabi Muhammad SAW Hingga Pengasuhan oleh Abu Thalib

Tahap awal dari kehidupan Rasulullah saw

A. Baginda Muhammad saw
Beliau adalah Rasulullah saw (Utusan Allah) untuk manusia semuanya, dan akhir dari para Nabi dan sebagai imam para Rasul.
Beliau datang dengan agama Islam yang agama selainnya tidak diterima Allah di hari kiamat.
Beliau dari keturunan para pemimpin Quraisy yang mengendalikan kabilah di Makkah mukarromah.
Nasab beliau tersambung dengan Nabi Ismail bin Ibrahim as.

B. Nasab Beliau dan Wafat Ayahnya.
Ayahnya adalah Abdullah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushai bin Kilaab.
Ibunya adalah Aminah binti Wahab bin Abdi Manaaf bin Zuhrah bin Kilaab.
Bertemu nasab Ibu dan Ayahnya di kakek kelima yaitu Kilaab.
Sang ayah meninggal di usia 18 tahun ketika Rasulullah saw masih di dalam perut ibunya. Beliau dimakamkan di kota Yatsrib (Madinah) dengan tidak meninggalkan apapun dari harta beliau.

C. Kelahiran dan Penyusuan Beliau
Kelahiran Nabi Muhammad saw di Makkah di hari Senin , 12 Rabiul Awwal tahun Gajah.
Tahun kelahiran Beliau dinamakan tahun Gajah, karena saat itu terdapat pasukan yang membawa gajah yang sangat besar, Allah menghancurkan pasukan gajah tersebut untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad saw.
Setelah disusui oleh ibunya, beliau disusui oleh Tsuwaibah (al aslamiyah?) pembantu pamannya yaitu Abu Thalib, kemudian disusui oleh Halimah as Sa’diyah hingga sampai pada usia 4 tahun.

D. Wafat Ibunya dan Pengasuhannya
Wafat Ibu Rasulullah saw terjadi pada usia 6 thn sekembalinya dari Madinah.
Saat Rasulullah saw keluar dari Madinah untuk ziarah kubur ayahnya, bersamap**a Kakeknya Abdul Muththallib. (Disebutkan p**a bahwa Bersama p**a Ummu Aiman, Bersama beliau Rasulullah saw dibawa ke Makkah).
Beliau dimakamkan di Ábwaa, yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Ummu Aiman mengasuh Rasulullah saw, yaitu Pembantu Abdullah ayah Rasulullah saw.

E. Pengasuhan dan Wafat Kakeknya
Pengasuhan selepas meninggalnya Ibunda Rasulullah saw ialah dilakukan oleh Kakeknya yaitu Abdul Muththalib, Beliau menyayangi dan mencintai Rasulullah saw melebihi dari mencintai anak-anaknya.
Tidak sampai pada usia 8 Tahun kakek Rasulullah meninggal dunia sehingga perlindungan kepada Rasulullah saw sekitar 2 tahun.
Sepeninggal Kakeknya meninggal, yang memelihara Rasulullah saw adalah Pamannya Abu Thalib, Pamannya ini sebelumnya adalah orang yang fakir, kemudian Allah meluaskan rezekinya.
Di kala pemeliharaan Rasulullah saw beralih kepada pamannya, beliau bangkit untuk bersumpah kepada Allah, Beliau akan menolong Rasulullah saw.


Referensi :
Khulashoh Nuril Yaqin – Syeh Umar Abdul Jabbar
Gambar :
https://www.jnob-jo.com


Buku Pintar Belajar Mengenal 50 BinatangKetika berkunjung ke kebun binatang, anak-anak pasti menyaksikan banyak sekali j...
11/11/2019

Buku Pintar Belajar Mengenal 50 Binatang

Ketika berkunjung ke kebun binatang, anak-anak pasti menyaksikan banyak sekali jenis-jenis binatang.

Soft Cover
Penerbit : PT. Elexmedia Komputindo
Harga Normal : IDR. 65.000

Terdapat QR Code untuk mendapatkan Wallpaper

Dapatkan diskon dan Kunjungi kami di
WA : 089510047774
IG :
Fanpage :

Lihat katalog lain, sila..
Join Group : bit.ly/GranLibGroup







Address

Depok
16516

Opening Hours

Monday 07:30 - 19:00
Tuesday 07:30 - 19:00
Wednesday 07:30 - 19:00
Thursday 07:30 - 19:00
Friday 07:30 - 19:00
Saturday 07:30 - 14:00

Telephone

+628996647774

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Granada Library posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Granada Library:

Share