Spasi Preppers

Spasi Preppers Bushcraft - Outdoor - Survival SPASI–Information page for Indonesian bushcraft, outdoor and survival activities

Seorang pendaki, Dude Kurniawan Pasha (17), warga Krobyongan, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, d...
23/08/2026

Seorang pendaki, Dude Kurniawan Pasha (17), warga Krobyongan, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, ditemukan tewas di jurang area puncak Sejati, Gunung Sumbing. Korban dievakuasi melalui Basecamp Banaran, Tembarak, Temanggung.

Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Wonosobo, Dani Fitra Maulana, mengatakan pada Sabtu (22/8) kemarin sekitar magrib menerima laporan ada pendaki atau survivor yang terpisah dari rombongannya.

"Kemudian kami menghubungi pihak basecamp. Ternyata sudah direspons dari pihak Basecamp Gunung Sumbing Via Banaran dan sudah mulai melaksanakan pencarian," kata Dani saat dihubungidetikJateng,
Minggu (23/8/2026).

Pihaknya pun melakukan pencarian dan tiba di lokasi pagi tadi. Korban ditemukan di sekitar area puncak Gunung Sumbing.

"Kemudian (dilaksanakan pencarian) oleh pengelola basecamp. Kami tiba di sana melakukan koordinasi, pada pagi hari, Minggu (23/8), sekitar pukul 07.00 WIB, dari pengelola melihat survivor posisinya masih di area puncak. Jadi di area puncak itu ada semacam kayak tebing," sambung Dani.

Dani mengatakan dilakukan evakuasi sampai pukul 14.30 WIB. Jenazah lalu dibawa ke Basecamp Banaran.

"Kami melaksanakan evakuasi sampai sekitar 14.30 WIB sudah berhasil dibawa ke basecamp. Kemudian, langsung dirujuk ke RSUD Kabupaten Temanggung," imbuhnya.

"(Jatuh di tebing ketinggian berapa) Untuk ketinggiannya kami kurang monitor, nggih. Karena tadi infonya tim yang di lapangan itu kisarannya antara 50 sampai 100 meter. Posisi sudah MD (Meninggal Dunia). Itu telungkup dan pertama dicoba dicek, ternyata tidak ada. Begitu dicek ternyata sudah tidak ada," pungkasnya.

Jenazah M. Fahri Maulana (16), pendaki asal Sirampog, Kabupaten Brebes, yang jatuh ke kawah Gunung Slamet, akhirnya berh...
19/08/2026

Jenazah M. Fahri Maulana (16), pendaki asal Sirampog, Kabupaten Brebes, yang jatuh ke kawah Gunung Slamet, akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa turun ke Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal.

Jenazah korban tiba di Basecamp Permadi pada Rabu (19/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB setelah melalui proses evakuasi yang melibatkan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Jenazah korban sudah tiba di Basecamp Permadi pukul 02.15 dini hari. Selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa, Tegal, untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Budiono.

Menurutnya, proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca cerah. Seluruh unsur SAR gabungan juga dapat menjalankan tugas dan berkoordinasi dengan baik.

“Tidak ada hambatan selama proses evakuasi turun. Cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik,” imbuhnya.

Evakuasi melibatkan hampir 100 personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, sejumlah basecamp pendakian di kawasan Gunung Slamet, potensi SAR dari wilayah Tegal, Pemalang dan Pekalongan, hingga masyarakat sekitar.

Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerja sama yang baik antarunsur SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tidak terlalu lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun,” katanya.

Ia sekaligus mengimbau para pendaki agar lebih berhati-hati selama berada di kawasan Gunung Slamet, khususnya saat berada di sekitar bibir kawah.

“Tetap waspada dan kami mengimbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa,” pungkasnya.

JATUH SAAT BERADA DI BIBIR KAWAH

Sebelumnya diberitakan, M. Fahri Maulana mendaki Gunung Slamet bersama tiga rekannya. Mereka mulai melakukan pendakian pada Senin (17/8/2026) malam dan berhasil mencapai puncak pada Selasa (18/8/2026) pagi.

Setelah selesai berada di puncak, sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan memutuskan untuk turun.
Namun, Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah. Saat berada di lokasi tersebut, tanah yang dipijaknya diduga rapuh dan ambrol hingga menyebabkan korban terjatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Peristiwa tersebut disaksikan oleh pendaki lain yang kemudian segera melaporkannya ke Pos Basecamp Bosapala Sawangan.

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Unit Siaga SAR Pemalang, Kantor SAR Semarang, untuk dilakukan upaya pertolongan dan evakuasi.

Setelah melalui proses evakuasi, jenazah korban akhirnya berhasil dibawa keluar dari kawasan kawah dan tiba di Basecamp Permadi pada Rabu dini hari.

20/07/2026

12 Hari Hilang di Gunung Bismo, Dua
Pendaki Ditemukan Meninggal Dunia

Seorang pendaki asal Jawa Barat (Jabar), Endang Subarna (48) dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani, Nusa ...
21/05/2026

Seorang pendaki asal Jawa Barat (Jabar), Endang Subarna (48) dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat melakukan pendakian. Petugas gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi.

"Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan dilansir Antara, Jumat (15/5/2026).

Korban melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian jalur Sembalun dengan didampingi porter dan tour organizer, pada Kamis (14/5) pagi. Saat cuaca hujan, korban dan rombongan tiba di pos 4 dan beristirahat dengan didampingi 2 guide.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan saat hujan sudah reda sekitar pukul 16.00 WIB. Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.
"Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujan nya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," katanya.

Oleh guide yang mendampingi korban dilakukan penanganan awal. Upaya menyadarkan dengan memanggil nama korban, namun tidak direspons.
"Kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang melakukan pendakian, kemudian atas arahan dokter tersebut diberikan pertolongan terhadap korban namun korban masih belum sadar," katanya.

Mendapatkan informasi tentang adanya kecelakaan terhadap pengunjung pada pos 4 jalur pendakian Sembalun, petugas melakukan koordinasi dengan tim evakuasi (EMHC).

Selanjutnya tim EMHC segera menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan assessment dan kondisi korban mengalami gagal nafas dan dilakukan proses RJP (resusitasi jantung paru) oleh petugas dengan arahan tim medis dari EMHC.

Korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas untuk dilanjutkan ke RSUD Selong.

"Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong," katanya.

Jenazah Pendaki Asal Binjai Dimakamkan di Puncak Gunung LeuserGAYO LUES – Jenazah seorang pendaki asal Binjai, Kota Meda...
15/04/2026

Jenazah Pendaki Asal Binjai Dimakamkan di Puncak Gunung Leuser

GAYO LUES – Jenazah seorang pendaki asal Binjai, Kota Medan, Kris Biantoro, akhirnya disepakati untuk dimakamkan di kawasan puncak Sabana Gunung Leuser.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan antara pihak keluarga dan Balai Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kantor TNGL Blangkejeren, Senin (13/4/2026). Pertemuan itu turut disaksikan oleh unsur TNI dan Polri.

Koordinator tim evakuasi, Kapospol Blang Jerango Aiptu Zen Herman, menyampaikan bahwa pihak keluarga yang diwakili oleh abang kandung almarhum, Prionoto, telah menandatangani surat persetujuan pemakaman di lokasi tersebut.

“Pihak keluarga telah menerima dan menyetujui jenazah almarhum dimakamkan di puncak Leuser, tepatnya di kawasan padang sabana,” ujar Zen Herman, Senin malam sekitar pukul 19.11 WIB.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi medan yang sangat ekstrem, serta tingginya risiko keselamatan tim apabila proses evakuasi tetap dipaksakan.

Selain itu, faktor cuaca buruk dan medan berbahaya membuat jenazah sebelumnya sempat ditinggalkan di kawasan Lapangan Bola puncak Leuser, dengan pengawasan empat orang yang terdiri dari dua pemandu dan dua rekan pendakian.

Sementara itu, rombongan pendaki lainnya dilaporkan telah bergerak turun dari gunung. Sebelumnya, tim gabungan telah berupaya melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

Namun, kondisi cuaca yang tidak bersahabat serta medan yang berat menjadi kendala utama dalam proses tersebut.

Yazid Ahmad Firdaus, 26, pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Ka...
10/02/2026

Yazid Ahmad Firdaus, 26, pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) pagi.

Warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, tersebut ditemukan di aliran sungai kawasan Mitis, Tawangmangu.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan korban ditemukan oleh tim relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri pada pagi hari.

“Betul, korban sudah ditemukan pagi tadi sekitar pukul 08.45 WIB oleh teman-teman relawan gabungan,” kata Hendro ketika dihubungi Espos.

Menurut Hendro, jasad Yazid ditemukan di sekitar aliran sungai kecil. Wilayah tersebut masuk area yang cukup rawan dengan medan berat. Ia menjelaskan, kondisi jasad korban saat ditemukan masih relatif utuh. Identitas korban dipastikan dari pakaian dan perlengkapan yang dikenakan.

“Alhamdulillah kondisi jasad masih utuh. Dari pakaian masih sama. Informasi dari teman-teman di atas juga ditemukan sepatu dan kaus kaki yang dikenali milik korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, penemuan tersebut merupakan hasil pencarian relawan gabungan yang terus melakukan pemantauan dan pencarian terbatas meskipun operasi SAR resmi telah ditutup pada Sabtu (31/1/2026). Operasi SAR dihentikan setelah 13 hari pencarian tidak membuahkan hasil.

“Itu dari relawan gabungan. Teman-teman relawan masih melakukan pencarian secara mandiri dan pemantauan di lapangan,” katanya.

diteruskan dari : Solo Pos

BREAKING NEWS | LAPORAN SAROleh : Adhie cipta pratama Pendaki Asal Makassar Meninggal Dunia Saat Pendakian Gunung Bulu B...
09/02/2026

BREAKING NEWS | LAPORAN SAR
Oleh : Adhie cipta pratama

Pendaki Asal Makassar Meninggal Dunia Saat Pendakian Gunung Bulu Bialo, Jeneponto
Seorang pendaki asal Makassar, Ardi Firmansyah St (40), dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Bulu Bialo, Agrowisata Bontolojong, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, pada Sabtu (7/2).

Berdasarkan data registrasi Basecamp (BC), korban yang merupakan warga BTN Minasa Upa, Kota Makassar, tiba di lokasi pendakian pada pukul 10.20 WITA bersama dua rekannya, Suryatman dan Arman. Setelah melalui proses pengecekan logistik dan registrasi sesuai prosedur pendakian, rombongan mulai melakukan pendakian pada pukul 10.40 WITA.

Namun, saat perjalanan mencapai Pos 4, korban dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara tiba-tiba dan tidak sadarkan diri. Rekan korban segera melakukan upaya pertolongan awal serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur, membenarkan peristiwa tersebut setelah berkoordinasi dengan rekan korban, pengelola basecamp, serta tim di lapangan. Berdasarkan informasi awal, korban diduga meninggal dunia akibat gangguan kesehatan jantung.

“Keterangan dari rekan korban menyebutkan penyebabnya diduga jantung. Kejadian terjadi saat pendakian, posisi almarhum baru sampai di Pos 4,” ujar Mansyur, Sabtu malam (7/2).
Medan pendakian Gunung Bulu Bialo diketahui memiliki lima pos pendakian sebelum mencapai puncak. Korban dinyatakan telah dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum berhasil melanjutkan pendakian ke pos berikutnya.

Terkait proses evakuasi, pihak desa, pengelola basecamp, dan unsur relawan bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi, termasuk pengamanan area, evakuasi jenazah, serta pemulangan barang-barang milik korban ke pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pendaki untuk memastikan kondisi kesehatan prima, melakukan pemeriksaan medis sebelum pendakian, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan di jalur pendakian.

Keselamatan pendaki Gunung Gede menjadi perhatian serius pemerintah. Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementer...
19/01/2026

Keselamatan pendaki Gunung Gede menjadi perhatian serius pemerintah. Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan dan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango berencana menyediakan panic button (tombol darurat) di Surya Kencana dan gelang RFID buat pendaki.

"Kejadian pendaki tersesat atau hilang jadi pengingat pentingnya sistem keselamatan pendakian. Untuk itu, Direktorat PJL Kementerian Kehutanan bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menghadirkan gelang RFID," dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi , Sabtu (17/1/2025).

"Inovasi ini merupakan bagian dari langkah serius perbaikan pengamanan dan keselamatan pengunjung selama masa penutupan jalur pendakian," keterangan ditambahkan.

Gelang RFID atau gelang radio frequency identification itu diberikan kepada pendaki saat registrasi sebelum mendaki. Kemenhut meyakini dengan gelang itu pergerakan pendaki bisa terpantau di setiap check point.

Selain itu, dengan gelang tersebut diyakini akan mempermudah proses SAR pendaki yang tersesat atau mengalami kecelakaan, pendeteksian lebih akurat, dan waktu penanganan lebih efisien.

Untuk tahap awal, gelang itu akan diterapkan di jalur Gunung Putri dan jalur Cibodas. Sementara itu, check point ada di Surya Kencana.

Pengamanan lain buat pendaki di Gunung Gede adalah akan ada panic button atau tombol darurat (SOS) di kawasan Surya Kencana. Tombol itu digunakan untuk membantu pendaki jika terjadi keadaan darurat saat mendaki Gunung Gede.

"Kalau ada keadaan darurat, pendaki bisa menekan tombol SOS untuk meminta bantuan petugas di bawah," keterangan ditambahkan.

14/01/2026

𝕴𝖓𝖓𝖆𝖑𝖎𝖑𝖑𝖆𝖍𝖎 𝖜𝖆 𝖎𝖓𝖓𝖆 𝖎𝖑𝖆𝖎𝖍𝖎 𝖗𝖆𝖏𝖎’𝖚𝖓

Telah ditemukan Syafiq Ridhan Ali Razan di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, dalam kondisi meninggal dunia (MD). Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.

Sumber video: Relawan Independen Dian & Kg Uki | Via

Harapan menemukan Syafig Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, Jawa Tengah yang hilang di Gunung Slamet, akhirny...
10/01/2026

Harapan menemukan Syafig Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang, Jawa Tengah yang hilang di Gunung Slamet, akhirnya harus berhadapan dengan keputusan berat.

Setelah sembilan hari pencarian tanpa hasil signifikan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara resmi dinyatakan berakhir.

Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian pelajar yang akrab disapa Ali itu pada Rabu, 7 Januari 2026.

la dinyatakan hilang sejak Minggu, 28 Desember 2025, usai mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Sekitar 70 personel diterjunkan dalam operasi pencarian hingga hari terakhir. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, relawan, hingga pendaki dengan kualifikasi khusus yang disesuaikan dengan medan ekstrem Gunung Slamet.

Pencarian Sempat Diperpanjang

Operasi pencarian sejatinya sempat dihentikan pada hari ketujuh, Senin, 5 Januari 2026.

Selama sepekan penuh, tim SAR belum menemukan petunjuk kuat yang mengarah pada keberadaan Ali. Namun, demi memberi peluang terakhir, operasi pencarian kembali diperpanjang selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 6-7 Januari 2026. Area penyisiran diperluas hingga ke titik-titik rawan dan jalur alternatif. Meski demikian, upaya ekstra tersebut tetap belum membuahkan hasil.

Pencarian Mandiri Masih Terbuka

Meski operasi SAR resmi telah ditutup, peluang pencarian belum sepenuhnya berhenti. Upaya mandiri masih dimungkinkan dengan syarat berkoordinasi bersama pihak basecamp.

Address

Jakarta Timur

Telephone

+6282126058259

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Spasi Preppers posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Spasi Preppers:

Shortcuts

Share