Kopi Indonesia

Kopi Indonesia Kopi Indonesia adalah produsen dan distributor kopi terlengkap di Indonesia, yang menghadirkan aneka

07/04/2020

Ini adalah daftar jenis kopi yang tersedia di Kopi indonesia dengan kualitas pilihan dan terbaik. Silahkan dipesan untuk memberi cita rasa baru dicangkir anda.
1. Kopi Arabika Gayo, Sumatera. ...
2. Kopi Arabika Temanggung. ...
3. Kopi Arabika Bajawa Flores. ...
4. Kopi Arabika Kintamani, Bali. ...
5. Kopi Arabika Toraja Sulawesi. ...6. Kopi Luwak
7. Kopi Liberika Rangsang Meranti, Riau.
8. Kopi Arabika Kerinci
9. Kopi Kok Tong Sumatera Utara
10. Kopi Arabika Sidikkalang Sumatera Utara
11. Kopi Lintong Sumatera Utara
12. Kopi Robusta Lampung
13. Kopi Arabika Jawa
14. Kopi Lanang
15. Kopi Robusta Aroma Bandung
16. Kopi Arabika Java Ijen Raung
17. Kopi Arabika Wamena Papua
18. Kopi Java Preanger
19. Kopi Malabar Jawa Barat
20. Kopi Puntang Jawa Barat

8 TIPE PEMINUM KOPIKopi itu personal, maka tiap-tiap orang memiliki cara mereka sendiri dalam menikmatinya. Ada yang men...
06/04/2020

8 TIPE PEMINUM KOPI

Kopi itu personal, maka tiap-tiap orang memiliki cara mereka sendiri dalam menikmatinya. Ada yang menyukain cara seduh manual, ada yang menyukai cara seduh otomatis. Ada yang s**a pakai gula, ada juga yang menyukai kopi dengan susu.
Ada 8 tipe peminum kopi.

1. Pecandu Kafein

Peminum kopi yang satu ini tak peduli soal rasa kopi yang diteguknya. Buat mereka kopi berfungsi untuk membuat semangat dan menghilangkan rasa kantuk. Yang mereka butuhkan dari secangkir kopi adalah efek dari kafeinnya, bukan yang lain. Pecandu kafein menganggap kopi yang baik adakah kopi yang mengandung kafein tinggi.

2.The Social Drinker

Para social drinker kerap berkata “ngopi yuk!” tanpa benar-benar minum kopi pada saat mereka tiba di kedai kopi. Buat mereka kopi adalah minuman pas untuk bersosialisasi bersama kolega dan teman-teman. Tak melulu memesan kopi pada saat “ngopi”, para social drinker biasanya asik-asik saja jika bergabung dengan para penikmat kopi sejati di kedai kopi manapun. Mereka juga biasanya kurang tahu tentang seluk belum kopi. Tak apa, karena buat mereka ngopi tak selalu tentang minum kopi.

3. Pecinta Latte Art

Buat mereka “kopi yang baik adalah kopi dengan latte art paling fancy”. Kopi tanpa latte art adalah kopi yang tak membuat mereka bahagia. Apapun ceritanya, saat duduk di kedai kopi, peminum kopi jenis ini akan memesan café latte atau cappuccino beserta keindahan art di permukaan cangkir. Mereka akan berusaha menjaga latte art tak rusak (kalau bisa) hingga tetes terakhir dengan meminumnya perlahan-lahan.

4.Frappuccino Fanatik

Bagi para peminum kopi jenis ini sebenarnya mereka hanya melibatkan sedikit unsur kopi saja di dalam minuman yang dipesannya. Mereka adalah manusia-manusia bahagia yang gemar nongkrong di kedai kopi dan meminum milkshake (or iced coffee blended) untuk peredam bahagia. Jangan sekali-kali bicara soal kopi hitam dan coffee culture dengan mereka. Tujuan mereka cuma satu: minum kopi dingin yang manis sambil menikmati suasana seru kedai kopi.

5. Peminum Kopi Instan

Mereka tak peduli soal manual brew atau manfaat kopi bagi tubuh. Yang penting kopi yang enak, mudah disajikan dan harganya ramah untuk kantong. Semakin gampang dibuat, semakin nikmatlah kopi tersebut. Mereka tak s**a menunggu untuk secangkir kopi. Pun tak s**a berlama-lama nongkrong di kedai kopi. Prinsip mereka jika bisa menikmati kopi cepat, nikmat, murah kenapa harus repot?

6.The Coffee Snob

Mereka tahu benar kopi apa yang mereka mau. Mereka kerap tak mau mengunjungi kedai kopi pop**ar. Mereka lebih memilih datang ke independent coffee shop atau kedai-kedai kopi lokal artisan. Meneguk kopi instan bagi mereka adalah dosa. Pun mencampurkan gula ke dalam kopi adalah big no-no. Mereka hanya meminum biji kopi arabika terbaik dari single origin yang eksotik.

7.Penikmat Kopi Tradisional

Tak peduli kopi kultur berkembang sedemikian gilanya, buat peminum kopi tradisional kopi yang diseduh dengan air panas mendidih lalu dituang di atas bubuk kopi adalah yang terbaik. Ya, kopi tubruk yang arif, sederhana dan telah dinikmati secara turun temurun tak dapat digantikan oleh kemilau kedai kopi modern yang menyuguhkan kenyamanan. Buat mereka kopi yang dinikmati di warung-warung atau diseduh ibu di rumah adalah yang paling nikmat.

8. Manual Brew Big Fan

Kopi yang paling nikmat adalah kopi yang sudah memberi bahagia bahkan ketika belum sampai ke tegukan. Peminum kopi yang satu ini menikmati sekali proses menyeduh kopi secara manual yang tak bisa dilakukan secara instan. Minum kopi buat mereka adalah ritual, bukan pelepas dahaga. Mereka menikmati tiap langkah proses menyeduh kopi. Mulai dari menimbang biji, menggiling bijinya, menyeduhnya di atas timbangan dan semuanya perlu ketepatan dan akuransi yang tak bisa salah. Manual brew big fans tidak menerima apapun masuk ke dalam kopi karena mereka menemukan sendiri catatan-catatan unik dari kopi yang mereka seduh.

KISAH DOKTER SUGENG PUJIONO MENJADI PEBISNIS KOPI LUWAKLulus dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga pada ...
06/04/2020

KISAH DOKTER SUGENG PUJIONO MENJADI PEBISNIS KOPI LUWAK

Lulus dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga pada tahun 1988, Sugeng Pujiono kini lebih dikenal sebagai pengusaha “Kopi Luwak Cikole”. Pria berusia 53 tahun lalu tersebut, resign dari jabatannya sebagi General Manager PT. Sanbe Farma dan PT. Caprifarmindo Labs di tahun 2013 demi fokus dalam usaha kopi luwak yang ia rintis sejak tahun 2012.

Kisahnya bermula ketika suatu ketika ia di Inggris dan minum kopi bersama relasi disana. Relasinya mengatakan bahwa kopi tersebut paling enak didunia dan harganyapun termahal. Saat itu per gelas sekitar Rp.400.000. Ternyata kopi tersebut berasal dari Indonesia, akhirnya sampai di Indonesia ia penasarn dan mencari sumbernya. Dan akhirnya ia pun beralih menjadi enterpreneur.

Usaha Sugeng boleh dikata tidak berjalan mulus. Awalnya, ia memulai usaha tersebut dengan budidaya 10 ekor luwak. Untuk bisa mendapatkan biji kopi luwak berkualitas, Sugeng melakukan banyak eksperimen dengan mengatur pola makanan juga pola hidup luwak yang dibudidayakannya. Menurut Sugeng, hal tersebut mempengaruhi metabolisme dalam tubuh luwak dalam menghasilkan biji kopi luwak yang berkualitas.

Kerja keras yang diawali Sugeng dengan 10 ekor luwak tersebut, kini berkembang dengan jumlah sekitar 250 ekor luwak. Di atas lahan di kampung Babakan, Desa Cikole, Lembang Bandung, Sugeng kini memiliki pusat penangkaran dan rumah produksi kopi luwak yang satu-satunya diakui oleh pemerintah Indonesia.

Di Desa Cikole tersebut, disamping menjual produk kopi luwak, pengunjung bisa menikmati secara langsung suasana pegunungan disana. Selain itu, ada p**a breeding farm luwak yang bisa menjadi sarana edukasi bagi pengunjung. Adanya paket tour and destination semakin memanjakan pengunjung yang justru banyak berdatangan dari mancanegara. Tercatat, lebih dari 55 negara yang pernah datang ke kedai, workshop, dan penangkaran luwak milik Sugeng.

Keputusan Sugeng untuk resign dari posisi general manager dan mengelola kopi luwak adalah langkah besar yang dibuatnya untuk menantang dirinya sendiri dalam berpikir berbeda dan berani mengambil resiko.

Kopi Indonesia, sebuah mahakarya dari citarasa kopi Indonesia yang telah mendunia dan melegenda. Memberi inspirasi untuk...
06/04/2020

Kopi Indonesia, sebuah mahakarya dari citarasa kopi Indonesia yang telah mendunia dan melegenda. Memberi inspirasi untuk menantang jaman dan menciptakan kehidupan yang lebih baik..

Address

Jakarta
10110

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kopi Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share