07/02/2022
Prajurit Dayak, sekitar 1900
Seorang laki-laki muda dipotret di studio foto oleh seorang fotografer anonim. Menurut keterangan di bawah gambar, ialah ‘seorang Dayak berpakaian perang’. Nama Dayak dipinjam dari orang Melayu, untuk menyebut sejumlah suku yang menghuni kedalaman Pulau Kalimantan. Lukisan latar belakang dan dekorasi lantai studio meniru suasana luar ruangan, untuk memperkuat anggapan bahwa orang Dayak hidup dekat dengan alam.
Sang model diarahkan untuk menciptakan pose bangga yang asimetris namun seimbang. Ia dipersenjatai dengan perisai, tombak sumpit, dan mandau untuk berburu kepala. Busananya sangat sederhana: ia hanya mengenakan cancut untuk menutup alat vitalnya, yang terbuat dari kulit kayu jomok. Ia didandani dengan berbagai perhiasan adat: mahkota berbulu burung enggang, sepasang anting-anting besar, gelang pada leher bagian atas, dan kalung besar yang terbuat dari gigi taring binatang hasil buruannya: macan dan babi hutan.
Diperkirakan, orang yang difoto tidak diabadikan oleh lensa atas prakarsa sendiri. Ia dipilih oleh seorang fotografer komersial sebagai obyek suatu foto berkonsep dan sengaja diundang ke studio untuk dipotret, bisa jadi dengan imbalan tertentu. Hasil kamera cukup memuaskan. Pejuang Dayak ini diabadikan sebagai seorang tampan yang patut dihormati.
OJR©2022