TOGOG STORY

TOGOG STORY Kaos usaha sahabat-sahabat santri Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta

Kiai Marsudi Syuhud, Kader Murni Nahdlatul UlamaBerproses dari dalam jam’iyah, berpengalaman dalam pengabdian, serta mem...
26/07/2026

Kiai Marsudi Syuhud, Kader Murni Nahdlatul Ulama

Berproses dari dalam jam’iyah, berpengalaman dalam pengabdian, serta memahami kultur organisasi dan pesantren merupakan modal penting dalam kepemimpinan Nahdlatul Ulama.

Kiai Marsudi Syuhud dinilai sebagai sosok kader NU murni yang tumbuh dari tradisi khidmat, matang secara organisasi, dan kuat dalam nilai-nilai pesantren. Perjalanan panjangnya di lingkungan NU menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak dibangun secara instan, tetapi melalui proses, pengabdian, dan kesetiaan terhadap jam’iyah.

Sekretaris PCNU Kota Singkawang, Legimin, M.Pd., menilai Kiai Marsudi sebagai kader NU murni yang telah lama berkhidmat dan memiliki kematangan dalam berorganisasi. Penilaian ini menegaskan bahwa pengalaman panjang Kiai Marsudi menjadi salah satu kekuatan penting dalam membawa NU tetap kokoh, teduh, dan dekat dengan umat.

Dengan pengalaman yang teruji, pemahaman terhadap kultur pesantren, wawasan yang luas, semangat musyawarah, serta perhatian terhadap penguatan ekonomi umat, Kiai Marsudi Syuhud hadir sebagai figur yang merepresentasikan khidmat panjang di tubuh Nahdlatul Ulama.

Pengalaman Panjang, Khidmat yang Teruji.

25/07/2026

Organisasi Islam Indonesia adalah kekuatan besar dalam menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI.

NU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, PUI, dan berbagai organisasi Islam lainnya memiliki tradisi dialog, musyawarah, serta kebersamaan. Ketika muncul persoalan umat, perbedaan pendapat antarorganisasi, perbedaan pandangan dengan pemerintah, maupun perbedaan pilihan politik, semuanya dapat diselesaikan dengan duduk bersama secara baik dan penuh tanggung jawab.

Sejarah telah membuktikan bahwa Indonesia mampu melewati berbagai persoalan besar karena para ulama, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat tetap mengutamakan persatuan. Perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan, tetapi dapat menjadi jalan untuk saling memahami dan menemukan solusi terbaik bagi bangsa.

Sebagaimana disampaikan Dr. K.H. Marsudi Syuhud, kekuatan Indonesia terletak pada kemampuan seluruh elemen bangsa untuk bermusyawarah, menjaga persaudaraan, dan mendahulukan kepentingan NKRI.

Berbeda pendapat boleh, tetapi persatuan, kedamaian, dan keutuhan Indonesia harus tetap dijaga.

25/07/2026
5 Modal Kiai Marsudi untuk Menahkodai PBNUKepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama membutuhkan lebih dari sekadar popu...
22/07/2026

5 Modal Kiai Marsudi untuk Menahkodai PBNU

Kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama membutuhkan lebih dari sekadar popularitas. Ia menuntut pengalaman organisasi, kedalaman tradisi, keluasan jejaring, kemampuan membangun dialog, serta keberpihakan yang nyata kepada umat.

Dalam konteks itu, Kiai Marsudi Syuhud dinilai memiliki modal kepemimpinan yang kuat untuk menahkodai PBNU.

Lima modal tersebut antara lain:

Pengalaman panjang dalam struktur PBNU
Berakar kuat pada tradisi pesantren
Mempunyai jaringan nasional dan internasional
Aktif dalam dialog kebangsaan dan perdamaian
Memiliki perhatian terhadap ekonomi santri dan pesantren

Perpaduan antara pengalaman organisasi, akar tradisi keulamaan, dan visi kebangsaan inilah yang menjadi kekuatan penting untuk membawa PBNU tetap kokoh, berkhidmat, dan dekat dengan umat.

Khidmat untuk umat, merawat kebangsaan, dan membangun peradaban.

04/02/2023

Kesaktian Prabu Jayabaya Didapat dari Seorang Wali Sakti Sebelum Masa Sunan Gunung Jati dan Walisongo

Prabu Jayabaya merupakan Raja Panjalu atau Kediri yang memerintah pada sekitar tahun 1135-1157. Jayabaya selama ini banyak dikenal karena berbagai ramalannya yang dikenal sebagai Jangka Jayabaya. Ramalan-ramalan ini awalnya tertuang dalam bentuk tembang atau kakawin yang ditulis oleh Jayabaya.
Prabu Jayabaya yang dikenal dengan kitab Ramalan Jayabaya, ternyata berguru pada seorang wali yang sangat sakti sebelum masa sunan Gunung Jati dan Walisongo ada di tanah Jawa.
Sejarah Islam yang ada diyakini beberapa abad sebelum gerakan dakwah yang dilakukan Sunan Gunung Jati dan Walisongo di tanah Jawa.
Sebagian sejarawan menafsirkan kata di atas adalah Syekh Syamsuddin al-Wasil, yang mengajarkan ilmu perbintangan dan nujum pada Prabu Jayabaya.
Hadir seorang wali yang dikenal sangat sakti dengan keramat yang dimilikinya, sehingga dia memiliki seorang murid yang sakti juga yaitu Prabu Jayabaya.
Ramalan Prabu Jayabaya disebut sebagai Jangka Jayabaya yang melegenda. Beberapa ramalannya saat itu tentang masa depan hingga kini diyakini terbukti.
Sejumlah bukti kebenaran ramalan Prabu Jayabaya banyak diingat masyarakat. Di antaranya ramalan bahwa Pulau Jawa nantinya akan berkalung besi.
Jika ditafsirkan sekarang kemungkinan adalah kehadiran kereta api dengan relnya dari besi yang mengelilingi Pulau Jawa. Ramalan Prabu Jayabaya yang terkenal lainnya adalah kedatangan pria berkulit putih yang akan menduduki Jawa dalam waktu yang sangat lama.
Ramalan itu kemudian dikaitkan dengan penjajahan Indonesia oleh Belanda yang menjejakkan kaki di bumi Nusantara pada 1595, lebih dari 400 tahun setelah pemerintahan Prabu Jayabaya.
Dalam Atlas Walisongo juga dituliskan kalau Prabu Jayabaya mempelajari kitab Al Musyarar, kitab tentang ilmu falak perhitungan hingga bisa meramal. Sehingga Prabu Jayabaya menciptakan kitab Ramalan sendiri yang dikenal Kitab Ramalan Jayabaya.
Bukan hanya ilmu perbintangan yang diajarkan Syekh Syamsudin, dia juga diyakini menunjukkan keramat yang dimilikinya yang digambarkan seperti kesaktian Agistya.

03/02/2023

KH Utsman Al Ishaqi, Punya Karomah Sejak Kecil, Pernah Jadzab 7 Hari

08/01/2023

MENGERIKAN !!! DUKUN INI H4B1SI 70 WANITA

08/01/2023

Warga NU Wajib Tahu!!

03/01/2023

Ramalan Sabdo Palon Nagih Janji, Obrak Abrik Tanah Jawa




Address

Jalan Kedoya Duri Raya No. 23-24 Kedoya Selatan Kebon Jeruk
Jakarta
11520

Telephone

081268625811

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TOGOG STORY posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share