30/05/2026
𝗗𝗨𝗔 𝗞𝗘𝗡𝗜𝗞𝗠𝗔𝗧𝗔𝗡, 𝗕𝗔𝗡𝗬𝗔𝗞 𝗠𝗔𝗡𝗨𝗦𝗜𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗧𝗜𝗣𝗨
Seorang hamba hendaklah selalu mengingat-ingat kenikmatan Allah yang berupa kesehatan, kemudian bersyukur kepadaNya, dengan memanfaatkannya untuk ketaatan kepadaNya. Jangan sampai menjadi orang yang rugi, sebagaimana hadits di bawah ini:
Nabi ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang."
(HR. Al-Bukhari)
🌻 𝗔𝗽𝗮 𝗠𝗮𝗸𝗻𝗮 "𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗽𝘂" (مَغْبُونٌ)?
Para ulama menjelaskan bahwa maghbun berarti:
▪️ Merugi dalam perdagangan.
▪️ Salah menilai sesuatu karena lemahnya pertimbangan.
Artinya, seseorang memiliki modal yang sangat berharga (kesehatan dan waktu luang), tetapi tidak memanfaatkannya untuk meraih keuntungan akhirat.
𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗟𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗠𝗼𝗱𝗮𝗹 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿
Ibnu Baththal rahimahullah menjelaskan:
Seseorang yang memiliki:
✅ badan sehat
✅ waktu luang
maka ia memiliki kesempatan besar untuk beribadah dan beramal shalih.
Bentuk syukur atas nikmat tersebut adalah:
▪️ Melaksanakan perintah Allah.
▪️ Menjauhi larangan-Nya.
▪️ Memanfaatkan waktu untuk kebaikan.
Orang yang melalaikannya termasuk orang yang tertipu.
𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗕𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗽𝘂?
Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan:
▪️ Ada orang sehat tetapi sibuk mencari nafkah.
▪️ Ada orang cukup secara materi tetapi sakit.
Jika kesehatan dan kelapangan waktu berkumpul, namun tetap malas beribadah, maka itulah kerugian yang nyata.
Karena:
▪️ Waktu luang akan diganti kesibukan.
▪️ Kesehatan akan diganti sakit.
▪️ Masa muda akan diganti masa tua.
𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁
Ath-Thayyibi rahimahullah mengibaratkan seorang mukmin seperti pedagang yang memiliki modal.
Modal itu adalah:
▪️ Kesehatan.
▪️ Waktu luang.
Keuntungan yang dicari adalah:
▪️ Ridha Allah.
▪️ Surga.
▪️ Keselamatan dari azab.
Karena itu seorang mukmin harus menggunakan modal tersebut untuk:
▪️ Iman.
▪️ Ibadah.
▪️ Dakwah.
▪️ Menuntut ilmu.
▪️ Amal shalih.
Bukan untuk mengikuti hawa nafsu dan maksiat.
𝗡𝗶𝗸𝗺𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗜𝗺𝗮𝗻
Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi rahimahullah menjelaskan:
Nikmat terbesar sebenarnya adalah: Keimanan
Sedangkan:
▪️ Kehidupan,
▪️ Kesehatan,
▪️ Kekayaan,
baru menjadi nikmat yang sempurna apabila digunakan dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah.
𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴
Gunakan sebelum hilang:
▪️ Masa muda sebelum tua.
▪️ Sehat sebelum sakit.
▪️ Kaya sebelum miskin.
▪️ Waktu luang sebelum sibuk.
▪️ Hidup sebelum mati.
Sebagaimana sabda Nabi ﷺ ketika menasihati seorang laki-laki :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ , شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ , وَصِحَّتِكَ قَبْلَ سَقْمِكَ , وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ , وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ , وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
"Ambillah kesempatan lima (keadaan) sebelum lima (keadaan). (Yaiutu) mudamu sebelum pikunmu, kesehatanmu sebelum sakitmu, cukupmu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu, kehidupanmu sebelum matimu."
[HR. Al-Hakim di dalam Al Mustadrak. Lihat Shahih At Targhib wat Targhib 3/311, no. 3355].
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻:
🔹 Kesehatan dan waktu luang adalah dua modal besar yang sering diremehkan manusia.
🔹 Orang yang memanfaatkannya untuk ketaatan adalah orang yang beruntung.
🔹 Orang yang menghabiskannya untuk kelalaian dan maksiat adalah orang yang tertipu dan merugi.
🔹 Kesempatan tidak akan selalu ada; kesehatan akan melemah, waktu luang akan berkurang, dan kehidupan akan berakhir.
Maka bersegeralah beramal shalih sebelum datang penghalang antara kita dan amal tersebut.
Wallâhu A'lamu Bish Shawâb...