02/03/2018
Mendisiplinkan anak itu sama dengan mendisiplinkan diri sendiri.
Karena anak butuh ada yg mengingatkan, butuh ada yg dibuat contoh, butuh ada yg menjadikan dia konsisten dan masih banyak lagi.
Kalau orang tuanya pemalas dan cenderung membiarkan anak, maka anakpun akan melakukan hal yg sama.
Beberapa tahun silam, saya sering banget lihat acara the nanny 911. Disitu saya menjadi sadar bahwa, anak2 yg berkelakuan buruk ternyata berasal dari orang tua yg karakternya lemah, dan sering saya lihat yg memiliki karakter lemah itu adalah seorang ibu.
Dg pekerjaan rumah yg menumpuk dan anak2 yg banyak, kasih sayang yg berlebihan, membuat seorang ibu lemah dg anaknya ditambah lagi ayah yg tidak perduli dg keluarganya yg asik dg gadgednya atau pekerjaannya. Itulah yg saya lihat dulu di acara tersebut.
Akhirnya datanglah The Nanny yg sebelum merubah cara didik orang tua, dia selalu mengobservasi apa yg terjadi kesehariannya.
Setelah dia tau kesalahannya, maka The Nanny akan tugasnya dg membuat tugas2 yg harus dilakukan dan membuat list apa yg tidak boleh dilakukan.
Mengarahkan orang tua dan mencontohkan apa yg harus dilakukan orang tua.
Membuat papan penilaian kegiatan anak dg menambahkan reward untuk anak.
Dan hasilnya adalah anak menjadi anak yg benar2 berbeda dari sebelumnya. Anak yg sangat nakal pun menjadi anak yg manis😊.
Dari acara itulah saya banyak belajar dalam menghadapi anak2.
Reward memang sangat2 membantu dalam mendidik anak. Anak2 s**a hadiah, walaupun hanya gambar bintang⭐.
Dan ternyata menggunakan papan penilaian seperti yg digunakan The Nanny sangat2 membantu untuk mendisiplinkan si anak sholehah 😄. Si anak sholehah jadi lebih semangat karena dapat bintang yg di tempel di papan penilaian ABACA STAR CHART.
Sangat membantu sekali.
By Amaniyah Meilani