Shofiyyah Buku Islam

Shofiyyah Buku Islam Insyaa Allah menyediakan buku-buku Islami yang sesuai pemahaman shalafus shalih

130.000
18/01/2017

130.000

27/12/2016
01/12/2016

Fiqh Hadits, "Engkau dan Hartamu Ada Hak Ayahmu"

Dari Jabir bin Abdillah:

إن رجلا قال : يا رسول الله إن لي مالا وولدا ، وإن أبي يريد أن يجتاح مالي ، فقال : أنت ومالك لأبيك

"Ada seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah aku punya anak dan punya harta, tetapi ayahku ingin mengambil hartaku”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Engkau dan hartamu ada hak ayahmu." (HR. Ibnu Majah 2291, Ibnu Hibban 2/142 dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam "Silsilah As-Shahihah" 2564)

Sebagian orang menerjemahkan, "Engkau dan hartamu milik ayahmu", terjemah ini kurang tepat karena "lam" dalam hadits tersebut lil ibahah (menunjukkan kebolehan) bukan lit tamlik (kepemilikan secara mutlak) sebagaimana yang ditegaskan oleh Ibnul Qayyim dalam I'lamul Muwaqqi'in 1/116. Andaisaja harta anak mutlak milik sang ayah, maka konsekuensinya si anak tidak mungkin mewariskan hartanya kepada isteri dan anak-anaknya. Tentu ini pendapat yang tertolak.

Al-Imam Al-Munawi berkata:

معناه إذا احتاج لماله أخذه لا أنه يباح له ماله مطلقا إذ لم يقل به أحد

“Makna hadits tersebut adalah apabila seorang ayah membutuhkan harta anaknya maka ia boleh mengambilnya. Namun tidak berarti ia mengambil hartanya secara mutlak tanpa batas. Karena tidak ada Ulama yang berpendapat seperti itu." (Faidhul Qadir 5/13)

Syaikh Al-Albani berkata, "Maknanya bukanlah seorang ayah bebas mengambil harta anak semaunya. Akan tetapi sang ayah boleh mengambil harta anaknya jika ia membutuhkan." (Silsilah As-Shahihah 2564)

Syaikh Al-'Utsaimin memberi syarat kebolehan ayah mengambil harta anaknya yaitu tidak memudharatkan anaknya, tidak berhubungan dengan kebutuhan anaknya dan tidak mengambilnya untuk diberikan kepada anak yang lain yang tidak membutuhkan." (Fatawa Islamiyyah 4/108-109)

Al-Ustâdz Fikri Abul Hasan

Bismillah...tafadhol yg minat lg promo buku ini yg harga normal 130.000 kini bs antum dapatkan 100.000 sajainfo dan peme...
06/11/2016

Bismillah...tafadhol yg minat lg promo buku ini yg harga normal 130.000 kini bs antum dapatkan 100.000 saja
info dan pemesanan 089512402790

13/10/2016

Inilah Dakwah kami
ﺩَﻋْﻮَﺗُﻨَﺎ ﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺃَﺩِﻟَّﺔٍ ﻭَﻧُﺼُﻮﺹٍ
ﻭﻟﻴْﺴَﺖ ﺩَﻋْﻮَﺓَ ﺃﺳْﻤَﺎﺀٍ ﻭَﺷُﺨُﻮﺹٍ .
Dakwah kami adalah dakwah (yang mengajak) dengan dalil dan nash (Al-Qur’ân dan Sunnah)
Bukanlah dakwah (yang mengajak) untuk nomina atribut dan individu
ﺩَﻋْﻮَﺗُﻨَﺎ ﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺛَﻮَﺍﺑِﺖٍ ﻭَﺃﺻَﺎﻟَﺔٍ
ﻭﻟﻴْﺴَﺖ ﺩَﻋْﻮَﺓَ ﺣَﻤَﺎﺳَﺔٍ ﺑﺠَﻬَﺎﻟِﺔٍ .
Dakwah kami adalah dakwah yang konsisten dan orisinil
Bukanlah dakwah dengan semangat meluap-luap tanpa ilmu
ﺩَﻋْﻮَﺗُﻨَﺎ ﺩَﻋْﻮَﺓُ ﺃُﺧُﻮَّﺓٍ ﺻَﺎﺩِﻗَﺔٍ
ﻭﻟﻴْﺴَﺖ ﺩَﻋْﻮَﺓَ ﺣِﺰْﺑٍﻴَّﺔ ﻣَﺎﺣِﻘَﺔ .
Dakwah kami adalah dakwah (yang mengajak kepada) ukhuwah (persatuan) sejati
Bukanlah dakwah (yang mengajak kepada) hizbiyah (sektarian) yang destruktif
ﻭَﺍﻟﺤَﻖُّ ﻣَﻘْﺒُﻮﻝٌ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃﺣَﺪٍ
ﻭﺍﻟﺒَﺎﻃِﻞُ ﻣَﺮﺩُﻭﺩٌ ﻋﻠﻰ ﻛُﻞِّ ﺃﺣَﺪٍ
Kebenaran itu (wajib) diterima dari siapapun
Sedangkan kebatilan (wajib) ditolak walau dari siapapun

13/10/2016

Hadits Shahih:
Orang yang dihisab di hari kiamat pasti diadzab, kecuali orang yang mendapatkan al ardhu, yaitu Allah melihat catatan amal seorang hamba lalu ia dimaafkan
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ﻣَﻦْ ﺣُﻮﺳِﺐَ ، ﻳﻮﻡَ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔِ ، ﻋُﺬِّﺏَ ﻓﻘﻠﺖُ : ﺃﻟﻴﺲَ ﻗﺪْ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﺰَّ ﻭﺟﻞَّ : } ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳُﺤَﺎﺳَﺐُ ﺣِﺴَﺎﺑًﺎ ﻳَﺴِﻴﺮًﺍ؟ { ‏[ 84 / ﺍﻻﻧﺸﻘﺎﻕ / 8 ‏] ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻴﺲَ ﺫﺍﻙَ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏُ . ﺇﻧﻤﺎ ﺫﺍﻙَ ﺍﻟﻌﺮﺽُ . ﻣَﻦْ ﻧُﻮﻗِﺶَ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏَ ﻳﻮﻡَ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔِ ﻋُﺬِّﺏَ
“Barangsiapa yang dihisab, maka ia mendapatkan siksa”. Aisyah bertanya, ”Tapi Rasulullah, bukankah Allah telah berfirman (yang artinya): “ Maka ia akan dihisab dengan hisab yang mudah?” (QS. Al Insyiqaq: 8). Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: “Itu bukanlah hisab, namun itu adalah al ‘ardhu. Adapun orang yang ditanya tentang hisabnya, maka ia akan mendapat siksaan“ (HR. Bukhari 103, dan Muslim 2876)

13/10/2016

🌷 *Ber-Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu*

Berilmu sebelum Beramal: ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ {AL 'ILMU} adalah *MA'RIFAH (PENGETAHUAN)« sebagai lawan dari » ﺍَﻟْﺠَﻬْﻞُ {AL-JAHL} atau KEBODOHAN* «

SUNGGUH BENAR DNG APA YANG TELAH DIUNGKAP OLEH Seorang *'Ulama Tabiin* bernama *Imam Sufyan ats-Tsauri,-gurunya (Abu Hanifah) ﺭﺣﻤﻪﺍﻟﻠّﻪ‏ ,-smg Allah merahmatinya (wafat thn. 161 H)* pernah mengatakan:

ﺇِﻥِ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺖَ، ﺃَﻻ ﺗَﺤُﻚَّ ﺭَﺃْﺳَﻚَ ﺇِﻻ ﺑِﺄَﺛَﺮٍ ﻓَﺎﻓْﻌَﻞْ
"Jika kamu bisa tidak akan menggaruk kepala kecuali jika ada dalilnya, maka lakukanlah."

*Rujukan*: [Kitab, 'Al-Jami’ li Akhlaq ar-Rawi wa Adab as-Sami’, Khatib al-Baghdadi, Mauqi Jami’ al-Hadits (hlm. 1/197)]

Ulama ini menasehatkan agar setiap amal yang kita lakukan sebisa mungkin didasari dengan dalil. Sampai-pun dalam masalah kebiasaan kita, atau bahkan sampai dalam masalah yang mungkin dianggap sepele'. Apalagi dalam masalah ibadah. Karena inilah syarat mutlak seseorang dikatakan mengamalkan dalil.

Imam *Ibnu Baththal*, dengan mengutip keterangan *al-Muhallab*, yang mengatakan:

Amal itu tidak mungkin diterima kecuali yang didahului dengan tujuan untuk Allah. Inti dari tujuan ini adalah memahami (mengilmui) tentang pahala yang Allah janjikan, serta memahami tata cara ikhlas kepada Allah dalam beramal. Dalam keadaan semacam ini, bolehlah amal tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat, karena telah didahului dengan ilmu. Sebaliknya, ketika amal itu tidak diiringi dengan niat, tidak mengharapkan pahala, dan kosong dari ikhlas karena Allah maka hakekatnya bukanlah amal, namun ini seperti perbuatan orang gila, yang tidak dicatat amalnya. [Syarh Shahih Bukhari karya Ibnu Baththal, Syamilah, (hlm. 1/145)]

"Dalam kaidah ilmu ushul fikih ada perkataan ulama:
ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ - ﺍَﻟْﻔَﻬْﻢُ
*Al 'Ilmu - Al Fahmu*

Artinya, *'ILMU' itu adalah FAHAM atau MENGERTI*

Sedangkan makna secara al-Lughoh (bahasa) nya:
ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ
*AL-'ILMU* adalah lawan dari,
ﺍَﻟْﺠَﻬْﻞُ
*AL- JAHL* atau *KEBODOHAN* yaitu *MENGETAHUI SESUATU SESUAI DNG KEADAAN YANG SEBENARNYA, DNG PENGETAHUA YANG PASTI*

Sedangkan, Secara istilahnya dijelaskan oleh sebagian ulama bahwa *» ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ {AL 'ILMU} adalah *MA'RIFAH (PENGETAHUAN)« sebagai lawan dari » ﺍَﻟْﺠَﻬْﻞُ {AL-JAHL} atau KEBODOHAN* «

Menurut seorang Ulama lainnya: Ilmu itu lebih jelas dari apa yang diketahui.

"Adapun ilmu yang saya maksudkan adalah ilmu syar’i, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk.

Maka, ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah saja."

*Rujukan* [Lihat dlm Kitaabul ‘Ilmi (hlm. 13),- KARYA: Al-'Allaamah Syaikh Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Utsaimin al-Wuhaiby at-Tamimi {ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﻴﻦ},-[Lahir thn.1349H/1928 M,- di Unaizah,-dan Wafat thn. 1422 H/2001M,- dlm usia ke 73thn di Jeddah] ﺭﺣﻤﻪﺍﻟﻠّﻪ‏ (smg Allah merahmatinya) Cet. Daar Tsurayya lin Nasyr, thn. 1420 H].

Jadi, Sesungguhnya ilmu itu adalah: *mengetahui sesuatu sesuai dengan sifatnya, dengan pengetahuan yang pasti*

"Al Munawiy ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata: *'Ilmu adalah keyakinan yang pasti dan kokoh, yang mencocoki kenyataan*.” [At Ta’arif (hlm. 523-524)].

Dan *ILMU itu dibangun di atas DALIL (argumen wahyu)

»AND CATAT! BUKAN MENURUT MAIN RO'YU (Mantiq, Lologikaan)

Al-Allamah Asy-Syaikhul Islam (pembela Islam) Ibnu Taimiyyah[1],-ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ،-{smg Allah Yang Mahatinggi merahmatinya,- wafat thn. 728 H} berkata:

“Sesungguhnya *ILMU* itu adalah sesuatu yang DALIL itu tegak di atasnya. Dan *ILMU* yang bermanfaat adalah yang dibawa oleh Rasûlullâh ﷺ. Maka yang penting adalah kita berkata dengan *ILMU*, yaitu penukilan yang dibenarkan dan penelusuran yang dipastikan.” [Majmu’ul Fatawa (hlm. 6/388)].

"Dan barangsiapa yang hanya ikhlash krn Allah سبحانه وتعالى, tetapi ia tidak mengikuti sunnah (contoh) dari Rasulullah ﷺ, maka semua ibadah-ibadahnya menjadi Tertolak (Roddun), berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻼً ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻣْﺮُﻧَﺎ ﻓَﻬُﻮَ ﺭَﺩٌّ .
☑ *"Man'amila 'amalan Laisa 'alaihi amrunaa fahuwa roddun*

“Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan (petunjuk,contoh dalil) dari kami, maka amalan tersebut roddun (tertolak).”

*Sanad* [Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 2697), Muslim (no. 1718 [18]) dan Ahmad (VI/146, no. 180, 256), dari Ummul Mukminin ‘Aisyah رضي الله عنها(semoga Alloh meridhainya)]

Sedangkan, *'Ber-Amal (ibadah) Secara Ikhlash itu, tidak mengalir begitu saja (dengan sendirinya) tanpa adanya proses, namun ia butuh pengorbanan dan perjuangan secara wujud nyata, karena maqsud (niat) yang sudah terbetik di dlm hati akan terwujud dalam (amalan) lahiriah (zhahir) dan bisa dilihat secara Kasat (Mata), atau Konkrit (secara Fakta), atau Realitas (Kenyataan) dlm ranah tindakan nyata."

Sebagaimana diungkap oleh ulama salaf (para pendahulu)

ヅ✍ ❧ 'Imam al-Fudhail bin 'Iyadh [wafat thn. 187 H] ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ (semoga Allah Yang Mahatinggi merahmatinya) mengatakan,

ヅ✍ ❧ *'Sesungguhnya amal (perbuatan) apabila dilakukan dengan »IKHLASH« namun tdk benar (menurut syariat), 'Maka ia tdk akan diterima (disisi Allah)*.

ヅ✍ ❧ 'Dan apabila dilakukan dng benar namun »TIDAK IKHLASH« 'Maka tdk akn diterima hingga ia dilakukan dng Ikhlash dan Benar (bersesuaian dng syariat).

ヅ✍ ❧ 'Yang dilakukan dng Ikhlash ialah hanya ditujukan untuk Allah Ta'ala (Yang Mahatinggi), sedangkan yg benar ialah yang bersesuaian dng *Sunnah Nabiy ﷺ ." (Lihat al-'Ubudiyah (hlm. 84-85)

ヅ✍ ❧, (Beliau) imam al-Fudhail bin Iyadh juga menjelaskan,
ﺗَﺮْﻙُ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞِ ﻟِﺄَﺟْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺭِﻳَﺎﺀٌ، ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞُ ﻟِﺄَﺟْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺷِﺮْﻙٌ...,
"Meninggalkan amalan (perbuatan) karena manusia adalah riyaa', sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan...,"(Sedangkan letak)-ikhlash itu adalah, ketika Allah menyelamatkan kita dari keduanya.

*Rujukan* (Lihat dlm kitab, Majmuu' al- Fataawaa (hlm. 23/174-175) oleh 'Syaikhul Islam [Pembela Islam] Ibnu Taimiyyah (wafat thn. 728 H) ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ (semoga Allah Yang Mahatinggi merahmatinya)]

Hal ini juga terdapat Penjelasan di dalam kitab Syarah Arbain, karya al-Imam al-Allaamah al-Muhaddits An-Nawawi [*] Beliau ﺭﺣﻤﻪﺍﻟﻠّﻪ‏ (smg Allah merahmatinya) menjelaskan :

“Perkataan Fudhail bahwa orang yang meninggalkan amal karena manusia adalah riya', sebab ia melakukannya karena manusia. Adapun kalau meninggalkan amal karena ingin melakukannya di saat sepi atau sendirian, maka diperbolehkan dan ini sunnah, kecuali dalam perkara yang wajib, seperti shalat wajib lima waktu atau zakat, atau ia seorang alim yang menjadi panutan dalam ibadah, maka menampakkannya adalah afdhal (utama)."
[Syarah Arbain, karya al-Imam Syaikh an-Nawawi, (hlm. 6)]

*Sedangkan inti dari amal (perbuatan, ibadah) yang ikhlash, bergantung dari Niat, Maqoshidnya (maksud dan tujuan) yang ia niatkan (dlm hati), sebagaimana Hujjah (dalil):

"Dari al-Amirul Mukminin-'Al Faruq Abu Hafsh Umar bin al- Khaththab رضي الله عنه (semoga Allah meridhainya) ia pernah berkata,”Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ،
*'Innamal A'maalu Binniyaat'*

'Sesungguhnya segala amal perbuatan itu (sah atau tidaknya) tergantung (terletak) pada niatnya,

وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
*'Wa Innamaa Likullimri'in Maa Nawaa'*

'dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan niatnya."

'Dan barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita (orang yg dicintai) yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya."

*Rujukan*: [Muttafaqun 'alaih: syarh al-Bukhari dlm Fathul Bari (hlm. I/9, No.1), dan Muslim (hlm. III/1515, No. 1907), 'Aunul Ma'bud (hlm. VI/284, no: 2186), at-Tirmidzi (hlm. III/100, No. 1689), Ibnu Majjah (hlm. II/1413, No. 4227) dan an-Nasa'i (hlm. I/59), dari Umar bin Al-Khoththob, dan lain-lain. Lihat al-Irwaa’ no.22].

*SALAM SUKSES WAL BERKAH AND MET BERAKTIFITAS RUTIN, SEMOGA kemudahan dan keselamatan senantiasa menyertai langkah-langkahmu sahabatku fillah jamii'an (all)*

ヅ✍ ❧ *'Semoga ilmu yang sedikit ini ada manfaatnya*..... :-)

وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
'*Walloohul Musta’aan."*

(Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya)."(QS. Yusuf [12]:18)

*Note di Ketik ulang dan di Update share-kan kepublik secara bebas

12/10/2016

RIBA YANG TERLAKNAT
dan dosa-dosa terlaknat lainnya

Diterangkan dalam Kajian Umum di Masjid Baitul Hikmah, Umbulrejo, Ponjong, Gunungkidul

Tonton di Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=73ZNrsxv06o

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

Sumber : https://rumaysho.com/6093-laknat-bagi-para-pendukung-riba.html

SHARE YUK!

Buku Buku BEST SELLER Sepanjang MasaSudahkah Anda Memiliki Buku Buku Sunnah Berikut ini..? Rugi jika Anda belum Memiliki...
12/10/2016

Buku Buku BEST SELLER Sepanjang Masa

Sudahkah Anda Memiliki Buku Buku Sunnah Berikut ini..?

Rugi jika Anda belum Memilikinya

PEMESANAN :
WA 085871275014
BBM D0EE28E8

1. Sirah Nabawiyyah Rp 110.000
2. Ringkasan Al Bidayah Wan Nihayah 165.000
3. Fathul Majid Rp 190.000 diskon jadi 145.000
4. Tafsir Ibnu Katsir 1 set 10 jilid Rp 1.400.000
5. Kump**an Hadits Bukhari Muslim Rp 160.000
6. Bulughul Maram & Penjelasan nya Rp 175.000
7. Riyadhus Shalihin 135.000
8. Minhajul Muslim Rp 145.000
9. Ad Daa Wa Ad Dawaa Rp 130.000

08/10/2016

Menunda pernikahan kata Ustadz Khalid Basalamah merupakan perbuatan jahil, jahil dalam arti tidak memahami betapa besarnya pahala yang bisa di raih dengan menikah. Menikah bukanlah hal yang menakutkan melainkan justru menyenangkan, karena janji Allah untuk mencukupi hambanya yang menikah adalah sebuah kepastian, namun sayang, banyak pemuda pemudi yang tidak tau memilih jodoh yang syar'i, untuk itu hadirlah buku mahkota pengantin dg harga 78.000, yang akan menjelaskan dan menjawab keresahan yang anda rasakan dalam pernikahan dan berumah tangga.

Bagaimanakah cara wudhu dan sholat yg sesuai tuntunan rasulullah shalallahu Alihi w sallam....Karena hal ini berkaitan d...
06/10/2016

Bagaimanakah cara wudhu dan sholat yg sesuai tuntunan rasulullah shalallahu Alihi w sallam....

Karena hal ini berkaitan dengan sah dan tidaknya pelaksanaan ibadah yang paling besar setelah kewajiban dua kalimat syahadat, yaitu shalat lima waktu. Rasulullah n bersabda:
ﻻَ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺻَﻼَﺓَ ﺃﺣَﺪِﻛُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺣْﺪَﺙَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘَﻮَﺿَﺄَ
“Allah l tidak akan menerima shalat salah seorang dari kalian apabila berhadats (kecil) sampai dia berwudhu.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudara-saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah,
Berkaitan dengan kewajiban berwudhu ini, Allah l berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan usaplah kepala dan (basuhlah) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki.” (Al-Ma`idah: 6)
Di dalam ayat tersebut, Allah l memerintahkan kepada orang yang terkena hadats kecil untuk berwudhu jika ingin menjalankan shalat. Begitu p**a Allah l jelaskan dalam ayat tersebut bahwa anggota-anggota badan yang harus terkena wudhu adalah wajah, kedua tangan sampai siku, kepala, serta kedua kaki sampai mata kaki. Demikian p**a diterangkan dalam ayat tersebut bahwa untuk bagian wajah, kedua tangan dan kaki maka kewajibannya adalah dengan membasuhnya, yaitu dengan mengalirkan air ke bagian tersebut. Adapun untuk bagian kepala maka kewajibannya hanyalah dengan mengusapnya, yaitu cukup dengan mengusapkan tangan yang telah dibasahi air ke kepala dan tidak perlu dengan mengalirkan air wudhu ke kepala.

Pembahasan lengkap ny ad di dalam buku ini

Penulis : Ust Yazid bn Abdul qadir jawas
Penerbit : Pustaka Imam syafii
Harga : Rp 90.000

Cp : 089512402790

* Ringkasan Shahih BukhariJudul : Ringkasan Shahih BukhariPenulis : Imam Az-Zubaidi | Tahqiq : Ahmad Ali SulaimanPenerbi...
03/10/2016

* Ringkasan Shahih Bukhari
Judul : Ringkasan Shahih Bukhari
Penulis : Imam Az-Zubaidi | Tahqiq : Ahmad Ali Sulaiman
Penerbit : Insan Kamil
Harga Rp 150.000
Berat : 2kg

Sinopsis
Dikarenakan hadir dalam versi ringkasan, kitab ini menjadi lebih mudah dipahami. Selain itu, ketika hendak mencari salah satu hadits kita tak perlu bersusah payah merujuknya. Akhirnya, dengan hadirnya buku ini semoga bisa melengkapi khazanah ilmu hadits Anda.

* Ringkasan Shahih Muslim –
Penulis: Al Mundziri –
Penerbit Insan Kamil
Harga Rp 180.000
Cp : sms/wa : 089512402790
Sinopsis
Hadits Muslim dikenal luas berderajat shahih. Kedudukannya sejajar dengan Hadits Bukhari. Sehingga kedua kitab ini menjadi hadits rujukan bagi umat Islam. Disamping itu, Imam Muslim mempunyai ciri khas tersendiri dalam menyusun kitab, serta memperkenalkan metode baru yang belum ada sebelumnya. Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya, karena menyusunnya di negeri sendiri dengan berbagai sumber di masa kehidupan guru-gurunya.
Kitab asli Shahih Muslim memuat 7275 hadits disertai pengulangan. Adapun buku yang kini berada di hadapan Anda ini adalah versi ringkasannya. Kitab ini diringkas oleh Imam Al-Hammam Abu Muhammad Abdul ‘Adzhim bin Abdul Qawi Al-Mundziri, kemudian ditahqiq oleh Syaikh Ahmad Ali Sulaiman. Imam Al-Mundziri berhasil meringkasnya menjadi 2188 hadits dengan membuang hadits yang diulang. Kitab ringkasan karya Imam Al-Mundziri ini menurut banyak ulama adalah kitab ringkasan Shahih Muslim terbaik yang pernah ada, karena memiliki penyajian dan metodologi yang sangat baik.
Ringkasan Shahih Muslim yang ada di hadapan pembaca, merupakan salah satu kitab kump**an hadits rujukan utama di dalam Islam setelah Al-Qur’an. Meski telah dikumpulkan dan disusun oleh Imam Muslim sejak ratusan tahun yang lalu, kitab yang fenomenal ini tak pernah lekang termakan zaman. Hal ini disebabkan, hampir semua hadits yang tercantum di dalamnya mencapai derajat shahih.

Address

Jawa
45455

Telephone

089512402790

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Shofiyyah Buku Islam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Shofiyyah Buku Islam:

Shortcuts

Share

Category