08/10/2020
Wakil Menteri BUMN minta PLN Fokus Gunakan Pembangkit Listrik EBT
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN meminta PT PLN menyadari kondisi itu. Penggunaan PLTU akan semakin mendapat perlawanan baik dari para pegiat lingkungan, bahkan dari masyarakat pengguna listrik itu sendiri.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional hingga semester I 2020 masih jauh dari target 23% yang dicanangkan bisa tercapai pada tahun 2025. Untuk sektor kelistrikan saat ini kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 10,4 ribu Megawatt (MW) dengan produksi listriknya 15.805,59 Giga-watt hour (GWh) atau setara porsi 14,21% dari bauran energi listrik nasional.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Dalam data Kementerian ESDM, hingga Juni kemarin, kapasitas pembangkit listrik EBT hanya naik tipis 100 MW dari 10,3 ribu MW di akhir 2019 menjadi menjadi 10,4 ribu MW yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)/PLTMH naik dari 5.976 MW menjadi 6.077 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari 145,8 MW menjadi 146,6 MW.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Kemudian ada pembangkit listrik bioenergi dari 1.874,2 MW menjadi 1.890 MW. Kemudian untuk pembangkit yang tidak alami penambahan kapasitas antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 2.130,7 MW, pembangkit listrik berbasis sampah atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) 15,7 MW, PLTB 154,3 MW, dan pembangkit listrik hybrid 3,6 MW.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Pertumbuhan pembangkit EBT per tahunnya hanya 500 MW. Jika tidak ada upaya apapun, maka total penambahan pembangkit listrik energi hijau dalam lima tahun mendatang hanya 2.500 MW atau menjadi 12.800 MW di 2024. Proyeksi tersebut sangat jauh dibandingkan dengan target Kebijakan Energi Nasional (KEN)
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Kunjungi juga halaman IG kami di
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
Source: dunia-energi.com
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€