21/11/2023
Transformasi kemudahan berusaha bagi UMKM
Dahulu, kita berpikir bahwa orang melakukan usaha jual-beli, usaha kecil di rumah dan berkebun di halaman adalah orang yang terjepit ekonomi karena harus menanam, merawat dan menjualnya ke pasar. Sungguh orang-orang yang melakukan itu kita pikir memang sedang dilanda kemiskinan. Tak lama sesudah mereka mengembangkan usaha itu dan berjalan baik, mereka dapat membeli bukan hanya kebutuhan sehari-hari, akan tetapi juga dapat memiliki barang-barang sesuai keinginan
Melihat pengusaha kecil yang melakukan usaha dagang sendiri, memanggul dagangan ke pasar atau menaikkan barang ke atas becak atau sepeda motor, dahulu kita pandang sebagai pekerjaan kasar. Namun, waktu memang memberi jawaban serta kenyataan bahwa orang yang giat berusaha akan menikmati hasil sesuai yang dipikirkan. Sesuai seperti adagium latin, " ora et labora", berusaha dan berdoa.
Mungkin, setahun dua tahun silam, orang yang kita lihat memanggul barang dagangan sendiri ke pasar, hari ini sudah punya pemanggul lain yang dibayar sesuai bayaran yang berlaku di area pasar. Pasar menggeliat meski pun suasana ekonomi sedang parah-parahnya. Namun, orang tetap butuh barang kebutuhan sehari-hari atau barang-barang keinginan gengsi. Hanya, kita butuh kemampuan melihat celah pasar dan segmentasi yang cerdik. Kita butuh kemauan disertai ketekunan luar biasa.
Kini, berniaga atawa berdagang sudah tak sepenuhnya menggelar barang di lapak-lapak kaki lima. Kita hanya butuh satu dua telepon pintar, kuota internet memadai, kemauan berusaha untuk mengubah nasib ekonomi, maka lancar sudah menggelar lapak di toko-toko online.
Awal mula menjamurnya orang bermigrasi ke pasar online saat pandemi Covid 19 menghajar dunia yang tengah sibuk-sibuknya. Lantas, dalam sekejap, saat pembatasan sosial diberlakukan, pasar menjadi senyap, mall menjadi sepi, kedai-kedai tutup karena tak boleh ada interaksi sosial di ruang publik.
Saat-saat demikian, orang-orang menjadi penganggur karena terlalu lama terlena oleh pasar offline yang interaksi penjual-pembeli bisa lansung terjadi. Dalam keterlenaan itu, pasar online meledak. Orang bukan hanya berbelanja. Akan tetapi juga ikut menggelar da